
Malam ini sangat cantik rembulan di langit tersenyum kepadaku,dengan bintang-bintang bertaburan seperti meses di atas roti.
Mereka saling berebut untuk memamerkan sinarnya yang terang itu,udara dingin yang menggigit tak menghentikan niatku untuk membantu bibiku berjualan.
Malam ini Willy ingin bermain denganku,
karena Papanya belum pulang dari Rumah Sakit.
Seperti biasanya suster Willy ketiduran karena kelelahan menjaga Willy yang aktive seharian.
"Kak Putih,bolehkah aku minta permen rasa coklat?"Kata Willy sambil merengek padaku.
"Tentu saja ,tapi dengan satu syarat,kau harus menyikat gigimu sebelum tidur,ok!"Kata Putih kepada Willy.
"Ok,Willy janji"Kata Willy kepadaku.
Setelah mengambil beberapa permen coklat Willy duduk dan asyik menikmati camilannya. Akupun mengerjakan mulai menata,kemudian merapikan serta melihat stok barang yang ada,dan yang habis di supermarket kecil bibiku.
Tiba-tiba ada suara motor berhenti di depan teras toko, ternyata ada seorang wanita cantik bergaun merah muda dengan body yang aduhai,dia adalah Persi sahabatku.
"Hei ,Putih anak siapa ini lucu sekali?Kata Persi kepadaku sambil memegangi pipi Willy.
"Dia anak dari Dokter yang tinggal dekat rumah Bibiku."Kataku pada Persi sambil mengerjakan tugasku.
"Apakah kau sangat sibuk sekalu?,aku mau membantumu,apa yang bisa kukerjakan?Kata Persi kepadaku sambil mengambil es krim di frezeer depan.
"Tidak usah kau bisa,bermain dengan Willy saja sambil menungguku selesai merapikan ini"Kataku kepada Persi.
"Hei apakah kau masih tidur di sembarang tempat?"Kata Persi dengan penasaran.
"Tentu saja,yang terpenting adalah aku bisa mengistirahatkan badanku,yang terlalu lelah ini,daripada aku ketiduran di kelas,pasti aku akan di hukum para Guru,iya kan?Kataku kepada Persi.
"Iya sudah aku tahu ,namun seharusnya kau tidak ikut judo dan menjadi wakil ketua Osis tidakkah bagimu kegiatan yang sudah menumpuk itu makin bertambah?"Kata Persi kepadaku sambil menjilati tanganya yang terkena es krim.
"Kau tak akan mengerti, sudahlah aku tidak mau menjelaskan itu semua kepadamu!"
Kataku kepada Persi sambil mengerjakan tugasku.
"Apakah kau ingat dulu kita semua berdarma wisata ke Yogyakarta?, akupun mencarimu aku kira kau tersesat ehh...ternyata kau tidur di dalam bus seharian penuh,hihihihi..."Kata Persi sambil tertiwi.
"Ternyata sampai sekarang kau masih,dengan hobimu itu?"Tanya Persi dengan tersenyum gembira.
"Hahahah"
"Kau,tak akan pernah tahu aku baru bisa tidur malam setelah jam 2 pagi,dan itupun kalau tugas Sekolah sudah selesai?"Kataku kepada Persi sambil melanjutkan pekerjaanku.
"Kau sangat sibuk sekali ya,aku menantikan liburan kita bernostalgia bersama-sama ya."
Kata Persi penuh semangat dan antusias
"Tentu saja Tuan Putri ,kita tinggal menunggu waktu."Kataku kepada Persi sambil melihat wajahnya.
"Kakak aku mau pipis,bisakah kakak cantik mengantarku?"Kata Willy kepada Persi.
"Tentu saja anak manis dengan senang hati,aku sangat menyukaimu"Kata Persi sambil mengantar Willy ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian datanglah mobil honda jazz putih milik dari Papa Willy berhenti tepat di depan teras tokoku,kemudian ada seseorang masuk kedalam toko.
"Hai Putih,apakah Willy ada di dalam?"Tanya Dokter Andrea sambil menagamati sekeliling.
"Iya Dokter,dia masih buang air kecil bersama temanku?"Kataku kepada Dokter Andrea.
"Oh, iya apa dia merepotkanmu?"Kata Dokter Andrea.
"Tidak dokter dia anak yang penurut."Kataku kepada Dokter Andrea sambil mengamati gerak gerik Dokter Andrea.
"Baiklah,terimakasih sudah menjaga Willy dengan sangat sabar"Ucapan Dokter Andrea kepadaku.
"Sama-sama dokter tidak perlu sungkan."
Kataku kepada Dokter Andrea.
"Oh iya aku mau tanya?,apakah benar kau dekat dengan keponakanku?"Kata Dokter Andrea kepadaku.
"Hihihi... dia sering datang ke Sekolahanku Dokter?"Kataku sambil tersenyum masam.
Ucap dari Dokter Andrea sambil menatapku.
"Benarkah?"Tanyaku
"Setahuku dia hanya suka tawuran dan juga membuat kekacauan disana-sini ,Aku dan Papanya sibuk membereskannya."Kata Dokter Andrea sambil tersenyum bahagia, padahal seharusnya dia menangis karena keponakan kurang ajar...
"Benarkah Dokter?"Kataku sambil menelan selivaku dan merasa tidak percaya apa yang di katakan Dokter Andrea.
Willy yang tahu Papanya datang berlari mendatangi dan memeluk papanya itu.
"Papa...!"Kata Willy dengan penuh cinta kasih kepada papanya itu.
Akupun ikut tersenyum girang karena seolah melihat aku sendiri, yang menghampiri sosok Ayahku ketika masih hidup dan memeluknya erat.
"Oh ,ya terimakasih aku pamit dulu"Kata Dokter Andrea undur diri padaku.
"Kak Putih,kak Persi terimakasih Willy pulang dulu ya."Pamit Willy kepada kami.
"Iya."Kata Persi dan Aku dengan kompak.
Setelah Dokter Andrea dan Willy kembali ke rumahnya.Aku dan Persi mengobrol lagi.
"Wah tampan sekali Papa Willy ,pantas saja kau betah menjaga toko iya kan?"Kata Persi kepadaku sambil menggelengkan kepalanya.
"Iya,tampan dan berjiwa malaikat,kau tahu dia membesarkan Willy sendiri,tanpa seorang istri,Mama Willy meninggal dunia saat Willy di lahirkan,sama sepertiku."Kataku kepada Persi.
"Benarkah,masih ada lelaki yang setia dengan istrinya yang sudah meninggal dunia?"Kata Persi sambil melamun karena heran masih ada makhluk seperti itu ya.
"Aku kira tidak akan ada pria yang seperti itu di dunia ini,jadi dia termasuk makhluk langka yang diciptakan Tuhan,iya kan."Kataku lagi kepada Persi.
"Benar,semoga masih ada makhluk Tuhan yang langkah itu untuk kita." Kata Persi lagi sambil menatap langit.
Disisi lain ternyata Andromeda diam-diam memperhatikan Putih dari kejauhan.
Dia memarkir mobilnya agak jauh dari toko Putih.
Namun dia masih bisa mengamatinya dari kejauhan, dia melihat Putih yang sedang mengobrol dengan Persi sambil tersenyum.
"Gadis jahat,melukai hatiku namun masih bisa tersenyum lebar!"Kata Andromeda saat itu.
"Kenapa melihat senyumnya yang lebar aku pun jadi tidak marah sama sekali."Kata Andromeda sambil tersenyum.
"Aku hampir gila,namun dia seperti tidak terjadi apa-apa?"Kata Andromeda bergumam sendirian.
Ternyata malam yang cantik dan indah pun berganti menjadi malam yang gelap mendung serta mencekam,petir menyambar-nyambar itu mulai berdatangan silih berganti.
Disertai guntur yang berdebur seperti ombak di laut menghempas, dan bergerak seirama dengan kilatan petir.
Putih pun menutup sedikit Rolling door depan agar hujan tidak masuk kedalam toko,ketika dia menutup rolling door itu seperti melihat mobil Andromeda dari kejauhan,tapi sesaat ia perhatikan lagi tidak ada pengemudinya.
"Mungkin aku salah."Kata Putih berlalu dan masuk ke dalam toko lagi .
"Hei,ayo kita bikin mie instant kita makan berdua , bagaimana?" Tanya Persi kepadaku.
"Tentu saja kau mau yang rasa apa,ambilah sesukamu?"Kata Putih kepada Persi.
"Kita makan mie goreng saja sama telur,mau kan?"Kata Persi kepada Putih.
"Boleh ambilah,di belakang gudang dan ada kompor juga ,dan kau bisa kan membuatnya sendiri kan?"Tanyaku kepada Persi dan juga menatapnya.
"Mudah,aku biasanya membuatnya sendiri di rumah."Kata Persi kepadaku.
Setelah mienya matang, kemudian Persi pun membawa semangkuk besar mie goreng dan telur dadar cukup untuk 4 orang lah,dan kami melahapnya malam itu.
Sambil bersenda gurau dan tertawa lepas, "Hahaha."
Di sisi lain Andromeda yang memperhatikan Putih dari kejauhan,sambil menahan lapar.
Perutnya yang keroncongan mulai memberi tanda agar segera di beri asupan nutrisi.
Bersambung....