The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 80 "Bersantai"




Diapun terbangun dari tidurnya,dan duduk di sofa kecil itu sambil memandangiku dengan tersenyum sangat manis.


"Aku mempunyai sesuatu untukmu,sebentar aku mau mengambilnya di mobilku dulu."Kata Andromeda sambil pergi berlari menuju mobilnya.


Beberapa saat ia kembali dengan nafas yang tersengal-sengal karena sudah berlarian, dan


kemudian ia menyerahkan sesuatu.


"Ini"Kata Andromeda sambil menyerahkannya kepadaku.


"Apa ini?"Kataku sambil membukannya dan kulihat ada ponsel,dan kartu yang pernah ia berikan kepadaku sebelumnya.


"Aku tidak mau,aku tidak membutuhkannya"


Kataku pada Andromeda mengembalikannya.


"Hei, dengar bukan aku yang memberinya, ini Papaku lupa mau memberikannya kepadamu langsung, dia juga sudah menitipkan padaku


sekarang mungkin sudah di Manhattan."Kata Andromeda sambil tersenyum manis juga menatapku.


"Kenapa memberiku ini?, aku tidak terlalu


butuh ini."Jawab Putih .


"Pakai saja lagipula ponsel kita sama, aku sudah mengaktifkan sistem gps nya tidak akan ada yang berani mengambilnya ok."


Andromeda tersenyum penuh kebanggaan.


"Huu... benarkah,lantas."Aku menjawabnya sambil mengamati ponsel pemberiannya.


"Dengar Diego bukan tipe orang yang akan menyerah,suatu hari nanti dia akan kembali dengan taktik yang lebih sukar kau pecahkan aku sangat hafal wataknya."Kata Andromeda sambil menatap fokus sekali membayangkan Diego .


"Kalau dia muncul lagi,maka tak ada alasan lagi, kita harus membinasakannya."Kataku kepada Andromeda sambil tersenyum.


Karena hari ini adalah hari minggu maka kami tidak perlu pergi ke Sekolah,aku bersantai di rumah ayahku.


Sambil menikmati waktu luang yang kami miliki.


"Apakah Chelsea masih tidur?" Andromeda bertanya pada Putih.


" Dia masih tertidur biarkan, dia beristirahat


hei, apakah kau yang menggendong aku ke dalam kamar?"Kataku kepada Andromeda sambil meruncingkan bibirku.


"Tentu saja,badanmu sangat berat sekali."


Kata Andromeda, beranjak dari sofa menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Akupun menyiapkan sarapan karena perutku sangat lapar sekali,dan belum makan mulai kemarin,karena di sekap Diego. tililit...tililit...


"Hallo Bi,iya." Jawabku kepada Bibiku.


"Kemarin kau kemana?"Kata Bibiku.


"Kemarin ke rumah Daniel, dan Andromeda menjemputku, lalu aku tidur di rumah ayah nanti sore aku bantu membuka toko."Kataku kepada Bibiku.


Sambil mencuci beras yang mau ku masak


setelah kumasukkan kedalam magic com. Dan kuntancapkan kabel listriknya.


"Ya sudah ku tutup ponselnya." sambil menutup ponselnya.


Sambil menunggu nasinya itu matang aku membuat telur mata sapi,aku menggoreng beberapa telur untuk kami sarapan dan juga menyisakan untuk Chelsea,setelah telur mata sapiku matang,aku menumis sayur capjai di wajan penggorengan diatas kompor.


Beberapa menit pun sudah matang aku pun menyajikan diatas meja makan,kemudian membuat teh hangat.


Akupun menyalakan TV untuk melihat berita terkini saat ini,ada berita tentang maraknya penculikan anak di bawah umur yang sedang meresahkan baru-baru ini.


Para korbannya di ambil organ,serta mata mereka untuk di jual ke pengepul organ.


"Cck aisssh.....berita apa lagi ini sangat mengerikan."Kataku lirih.


Aku masuk kedalam kamar dan melihat Chelsea sedang tidur terlelap ,karena jika ia terbangun aku akan mengajaknya sarapan dengan kami.


"Ya sudah biar dia tidur,karena semalaman dia sudah terjaga."Kataku sambil menutup pintu kamar dengan pelan-pelan agar dia tidak terbangun karena suara pintu.


"Apa yang dia lakukan kenapa lama sekali?" gumamku.


tok...tok...tok...Aku mengetuk pintu kamar mandi.


"Hei apakah kau tidak apa-apa?"Kataku pada Andromeda.


"Tidak apa-apa tapi airnya kenapa mati aku sedang keramas,tolong lihatkan krannya?" Andromeda sambil memejamkan matanya karena penuh shampoo di rambutnya.


"Pakailah handukmu keluarlah dari kamar mandi aku akan membenarkannya."Kataku kepada Andromeda.


"Iya."Kata Andromeda sambil keluar memakai handuk melingkar di pingganngnya yang lebar.


"Sialaaan ,apa yang kulakukan kenapa dia itu sangat seksi sekali"Kataku dalam hati sambil mengamati tubuh Andromeda yang memakai handuk melingkar di pinggangnya saja.


Dada bidangnya nampak terlihat kekar, dan perutnya terlihat six pack,kemudian menelan selivaku.


Akupun berlalu dan naik di atas kamar mandi membenarkan kranya,ternyata sudah bisa.


"Sudah ,masuklah airnya sudah bisa."Kataku kepada Andromeda ,sambil keluar kamar mandi.


Andromeda pun masuk kamar mandi sambil memejamkan matanya karena ada banyak shampoo di rambutnya.


Beberapa menit kemudian dia pun tampak segar dan harum karena sudah mandi dan bersih.


"Kemari kita makan bersama,Chelsea masih tidur."Kataku kepada Andromeda.


Dia pun duduk di depanku dan meminum teh hangatnya,kami pun makan bersama.


"Hei,siapa yang mengajarimu untuk melawan pria dengan cara menendang bagian bawah ,


kelemahannya tersebut?" Tanya Andromeda penasaran kepadaku.


"Ayahku,karena ia tahu aku selalu bermain dengan para pria, jadi dia memberi tahuku kalau ada seorang laki-laki mau bertindak tidak pantas,kau harus menendang sekuat tenaga di bagian bawah itu."Kataku dengan polos pada Andromeda sambil menunjuknya.


"Hai, jangan begitu, jangan menendang masa depanku paham."Kata Andromeda sambil melambaikan tanganya.


dan memperingatkan karena takut tendangan yang super kuat.


"Mengerikan."Kata Andromeda dalam hatinya.


"Hei,apakah kau tak takut tertembak,kulihat kau mengabaikan keselamatanmu." Tanya Andromeda memasukkan nasi kedalam mulutnya dan mengamati ekspresi Putih.


"Aku ,sudah lupakan saja." menundukkan pandanganya.


"Hei , kau tahu aku hampir terkena serangan jantung"Andromeda menatapnya.


"Dengar orang biasanya takut mati, karena dia masih punya harapan, berbeda dengan orang yang tak punya harapan, mereka berharap... "


Kata Putih sambil memakan nasi di piringnya.


"Hei,dengar lain kali jangan seperti itu jika kau tertembak aku akan sedih,lebih baik aku yang tersakiti ,tapi jangan kau."Kata Andromeda dengan mata berkaca-kaca.


"Kau tak akan pernah paham, perasaan orang yang sudah pernah kehilangan." Ucap gadis itu sambil menundukkan wajahnya dengan lemas . Dia teringat kenangan-kenangan yang manis bersama Ayahnya, walau sesaat hal itu ternyata sangat indah untuk di kenang, dapat di jadikan memori dalam hati yang terdalam .


"Iya ,maafkan aku."


Setelah itu mereka berdua menghabiskan sarapan ,Andromeda nampak duduk di sofa sambil membuka ponselnya,namun Putih sedang mencuci semua piring yang kotor.


"Hei,apakah kau mau ikut aku pergi ke toko Bibiku?"Tanya Putih pada kekasihnya itu .


"Tapi aku hari ini ada urusan penting ,aku akan mengantarmu saja ke rumah Bibi."


Kata Andromeda kepada Putih sambil mengamati ponselnya.


"Baiklah kalau begitu ingat ,tadi malam kita bermain di rumah Daniel jangan bilang Bibiku kalau aku disekap Diego."Kata Putih kepada Andromeda.


"Ok siap."Kata Andromeda.


"Aku tak akan bilang siapa-siapa."


Bersambung...


Karya ini benar-benar fiksi di harap bijaksana dalam membaca tidak bermaksud menyudut kan pihak manapun juga mohon maaf kalau ada nama, setting, tokoh, atau kejadian yang sama , author tidak sengaja 🙏 terimakasih