The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 154 PERSAMI 10 "Broken Heart"



"Oh,iya bekas orang aku lupa Rion."Ucap abang Andromeda pada saat itu pada Rion.


"Disamping ada hotel tapi masih berbintang 5 gimana kalau kita menginap disana saja?" Andromeda mengajak Rion untuk menginap di hotel dekat diskotik ini.


"Aku tak mau,Ariana mencariku biasanya kalau aku tak pulang dia akan menungguku." Jawab Rion pada Andromeda dengan tegas dan ekspresi datar serta cool saat itu.


Ternyata gadis yang bernama Raisa tersebut sangat tergila-gila pada Andromeda, dan mendekatinya.


"Wah kakak Andromeda,apa aku boleh duduk disampingmu?"Tanya Raisa pada Andromeda


Dia menatap tak berkedip wajah Andromeda yang sedang merah merona,karena efek dari minuman anggur merah yang memabukan dirimu anggap belum seberapa dasyatnya.


"Ais,pergilah dari sini aku muak dengan para gadis,rengekanmu berisik di telingaku!"Ucap Andromeda bertujuan untuk mengusir Raisa dari situ,sambil mengorek telinganya yang tidak gatal sama sekali.


"Ayolah,aku tidak merengek aku juga tidak akan menangis."Ujar Raisa saat itu sambil menatap wajah Andromeda yang seperti artis Kim Woo Bin itu.


"Gadis ini merepotkan,lihatlah aku sedang sibuk!" Ujar Andromeda dengan nada tinggi karena dia tidak terlalu menyukai gadis ini,


Baginya anak gadis merepotkan.Dia pun menenggak semua minumannya itu sampai meneteskan keringat di sekujur tubuhnya itu.


Kurasa orang yang hobinya minum tubuhnya akan terasa sangat panas karena efek dari kadar alkohol yang membuat suhu tubuh kita naik.


Maka dari itu orang Barat , luar Negeri suka meminum ini berharap untuk menghangatkan tubuhnya,karena suhu udara di sana sangat dingin. Berbedalah dengan suhu udara di Indonesia.


Andromeda sama sekali tidak menghiraukan Raisa yang sedang di sampingnya.Walaupun Raisa di abaikan dia tak patah semangat tetap duduk di samping Andromeda,yang sedang asyik menenggak air mineral dengan kadar alkohol yang sangat tinggi.


Raisa duduk menatap wajah Andromeda yang semakin merah merona itu,serta pipinya terlihat menggoda iman,tidak itu saja bibir Andromeda pun basah lembab yang terkena minuman beralkohol itu.


Jakunnya naik turun dan menyebabkan tubuh gadis bernama Raisa ini panas dingin tidak karuan.


"Drrrt...drtt..."Bunyi getar ponsel Andromeda,


"Heiiii matikan musiknyaaa!,jangan ada yang bersuara."Teriak Andromeda pada dj yang ada di diskotik tersebut,serempak mereka hening karena mereka tahu perangai Andromeda jika ia marah.


Maka diskotik milik mereka sudah pasti akan di porak-porandakan, namun jika dia menurut uang berapa pun yang di minta pasti akan di keluarkan Andromeda secara percuma,loyal karena dia merasa dirinya kaya.


"Hallo,"jawab Andromeda sambil tangan kirinya membawa gelas berisi anggur merah minuman yang kadar alkoholnya sangat tinggi itu.


"Where are you?"Tanya seseorang di ponsel Andromeda.


"Oh,I'm Rion's house why?"Kata Andromeda pada orang yang ada di ponselnya itu.


"Are you sure?"Tanya orang itu lagi pada abang Andromeda.


"Yes of course."Jawab Andromeda lagi sambil menutup ponselnya.


Raisa yang menatap Andromeda berkeringat lebih semakin menyukainya,karena baginya memang Andromeda tipe lelaki idamannya.


Rion pun mengambil minuman di dekat meja dan menjauhi Andromeda.Dia pun mendekati bartender.


"Gin and tonic coctail please."Ucap Rion pada salah bartender itu.


"Ok,"jawab salah seorang bartender itu.


"This is special just for you,please."Ucap salah satu bartender itu pada Rion sambil menaruh gelas berwarna bening segar



Rion pun menenggaknya dengan cepat,serta ia meminta lagi dan lagi.Waktu pun bergulir dengan cepat berlalu.


Ternyata sekarang pukul 03.00 wib,waktunya para manusia yang hidup tidur terlelap dibuai mimpi.


Ternyata Rion dan juga Andromeda tetap saja melakukan, melancarkan aksi serta hobinya itu sampai pagi,dia tak mabuk apalagi teler karena mereka sudah kebal dengan minuman tersebut bagi mereka itu adalah minuman jus jeruk, maka minun beralkohol tinggi walau di minum setiap hari oleh mereka sama sekali tidak ada oengaruhnya.


Rion pun mendekati Andromeda seraya berkata


"Hei ayo kita pulang,Ariana menugguku dan dia akan tetap berada di depan pintu sampai aku pulang!"Ujar Rion kepada Andromeda karena tahu Andromeda tak akan pulang.


Dia merasa hidup ini adalah hal yang sangat memuakkan,maka dari itu ia melampiaskan kekesalannya dengan meminum-minuman tersebut.


"Apakah kau mau tidur di rumahku?,jawablah."


Tanya Rion pada Andromeda sambil melihat wajahnya yang memerah.


"Sebentar lagi,kita pulang ya,aku mau tidur di rumahmu saja."Jawab Andromeda pada Rion.


Raisa pun mengambil kesempatan dalam kesempitan,dia pun merasa Andromeda tidak tahu,dan ia melihat Andromeda yang sedang mabuk,padahal Andromeda tidak mabuk sama sekali,malah dia sangat sehat wal'afiat.


Tangan Raisa memegang dada Andromeda.


Sontak Andromeda pun sangat marah serta murka kenapa ada seorang gadis berani sekali menyentuh dada seorang pria.


"Hei,lepaskan tanganmu itu!"Seru Andromeda dengan nada tinggi sekali ,sambil melepas tangan Raisa yang menempel di dadanya .


"Dengarkan baik-baik,pergilah kau,aku muak denganmu!"Ucap Andromeda sambil berdiri layaknya dewa zeus yang akan menancapkan tombak kepada Raisa.


"Maafkan aku kak,aku mohon aku tak akan mengulanginya lagi."Raisa memohon belas kasih Andromeda agar dia luluh dengan suara lirih Raisa saat itu.


Namun ternyata dia sangat salah karena tuan Andromeda semakin murka,di matanya gadis ini seperti seekor lalat yang berdengung di telinganya saat ini.


"Hai apa perlu,para lelaki itu menyeretmu keluar dari tempat ini!"Ujar dari Andromeda dengan sangat marah matanya pun merah menyala seperti serigala akan menerkam mangsanya.


"Aku tak mau,aku akan disini saja."Ucap lirih Raisa.


"Lagipula pulanglah mana ada seorang gadis malam-malam keluyuran,tidak baik!"Tukas dia dengan bijaksana,adil,dan berwibawa.


Rion mendekati Andromeda sambil duduk di sebelahnya saat ini.Dan Angkat bicara pada Raisa,


"Hei,pulanglah lagipula kenapa gadis keluar malam-malam?,kami ini pria bebas,kau ini kan gadis." Ucap Rion dengan lirih dan lembut agar Raisa mau pulang, karena waktu sudah menunjukkan pukul 3.30 wib hampir subuh.


"Ayolah, kak aku hanya sedang menunggu kak Andromeda saja, dan kenapa tidak boleh ?" Protes dari Raisa sambil mengamati wajah Andromeda dengan tersipu malu.


"Kau, tak di cari orang tuamu?,kalau kau itu adikku sudah ku seret pulang dengan paksa." Gerutu dari Rion , wajah Rion sebal karena dia mengingat adik perempuannya yang sedang menunggu di rumah.


"Jangan berlebih-lebihan di dalam mencintai sehingga menjadi keterikatan,dan jangan pula berlebihan dalam membenci karena tak baik"


Bersambung...