
Setelah aku berbincang-bincang dengan Papa Andromeda.aku pun mengantarnya menuju kamarnya untuk beristirahat.Pada saat aku berada di depan pintu kamar Rumah Sakit.
Putra tunggalnya itu sudah berdiri di depan pintu kamar.
"Hei,kau kenapa bisa membawa Papaku?"
Kata Andromeda kepadaku,namun diriku tak menghiraukannya.
"Tuan saya antar sampai disini saja ya?,saya mohon undur diri dulu!"Ujar Putih berpamitan kapada Papa Andromeda sambil mundur dan
membungkukkan badannya.
"Iya baiklah!"Kata Papa Andromeda dengan sopan.
"Hei,kau mengabaikanku!"Protes Andromeda sambil menghampiri Putih,namun ternyata tangan Papanya menahannya.
Agar membiarkan Putih pergi,menuju kamar Chelsea.Putih pun melangkah kakinya dengan cepat,karena ingin segera bertemu Chelsea.
"Dengarkan!, mulai sekarang berusahalah untuk mengendalikan dirimu ok,berilah Dia sedikit kebebasan,jika Kau terus begini Dia kecil itu akan meninggalkanmu!"Kata Papa Andromeda memberi tanda untuk segera masuk ke dalam ruangan.
Andromeda menurut dan mendorong kursi roda Papanya masuk kedalam kamar.
Terlihat ekspresi wajahnya sangat masam.
🍁🍁🍁🍁🍁
Di sisi lain Putih pun,sekarang berada dalam kamar Chelsea,duduk tepat samping tempat tidurnya.
Ternyata Chelsea yang masih tertidur lelap,
beberapa saat ternyata Dia mengigau.
"Jangan, lepaskan-lepaskan tolong tolong!"
Suara Chelsea mengigau sambil meneteskan air matanya,dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Putih pun mendekati Chelsea dan segera dia membangunkannya agar terjaga dari mimpi buruknya .
"Chelsea ...,Chelsea...,ini aku bangunlah kau sedang mengigau!"Putih membangunkan Chelsea sambil menepuk pelan tangannya.
Ternyata Chelsea pun sadar,matanya sembab penuh air mata, Ia mengusap-usap dengan segera.Melihat ada aku disampingnya dia memalingkan pandanganya dariku.
"Hei,namamu Chelsea kan?"Kata Putih lirih sambil menatapnya.
Chelsea tetap diam tak berbicara,terlihat dia seperti mengalami trauma,luka di tubuhnya masih sama belum juga membaik.
"Apa kau sudah makan,apa ada yang ingin kau makan?"Kata Putih dengan sabar,agar Chelsea mau berbicara denganya.
Namun Chelsea tidak menjawab satu kata pun, dan Putih tetap setia menunggunya duduk di samping Chelsea sampai Ia mau berbicara dengannya.
"Aku akan tetap duduk disini,dan memberikan waktu agar dia mempercayaiku!"Kata Putih dalam hati sambil mengamati Chelsea.
Selang tiga puluh menit ada seorang masuk ke dalam kamar,ternyata Dokter Sharon dan perawatnya itu ingin memeriksa keadaan Chelsea.
"Hei,aku akan memeriksamu!"Kata Dokter Sharon kepada Chelsea,dan mulai memeriksa mulai dari cairan infus dan juga luka di tubuh Chelsea sampai kemudian mengamati wajah
dia tak melepaskan pandanga sama sekali .
"Kau boleh pergi!"Kata Dokter Sharon kepada perawatnya,namun Dokter Sharon pun tetap duduk di sampingku.
Karena ingin menanyakan suatu hal kepada Chelsea.
"Anak manis,dengarkan baik-baik,apakah kau mempunyai keluarga yang bisa di hubungi?"
Tanya Dokter Sharon dengan suara lirih.
Namun dia tetap tidak mau berbicara,dan memilih untuk diam.
"Baiklah kalau kau tak mau bicara maka aku tak bisa apa-apa,karena sangat penting jika kau mau bekerja sama agar masalah cepat terselesaikan!"Kata Dokter Sharon dengan bijaksana.
"Bagaimana,kalau aku menghubungi Polisi agar bisa lebih cepat tahui indentitasmu itu?"
Kata Dokter Sharon menggertak agar Dia mau berbicara kepadanya.
Akhirnya Chelsea pun mau menatap Dokter Sharon,namun dengan tatapan seperti orang yang sedang ketakutan.Dan ia mulai mau berbicara.
"Jangan..jangan.aku mau menjawabnya yaitu pertanyaanmu,namun jangan menghubungi Polisi!"Kata Chelsea memohon serta tatapan penuh ketakutan, terlihat matanya berlinang air mata.
"Bagus,siapa namamu?"Tanya Dokter Sharon.
"Chelsea!"Jawabnya sambil terlihat tatapanya penuh kebingungan.
Chelsea menggelengkan kepalanya,tanda Ia tak mempunyai orang tua.
"Hemmm.apakah kau seorang siswa,jika iya kau bersekolah dimana?"Tanya Dokter Sharon sambil menatap kedua bola mata Chelsea.
Untuk dapat mengetahui Chelsea sedang berbohong atau tidak.
Namun dia menggelengkan kepalanya lagi, tanda tidak bersekolah.
Aku pun sangat tersentuh oleh keadaanya saat ini,karena gadis kecil yang penuh luka memar di sekujur tubuhnya ini, ternyata tidak mempunyai orang tua dan terlebih lagi dia sedang hamil.
"Baiklah cukup sampai disini dulu,sebentar lagi perawat akan membawakan makan siangmu!" Kata Dokter Sharon, meninggalkan Kami keluar ruangan.
Akupun mengikutinya perlahan di belakang Dokter Sharon.Kami berada di luar ruangan duduk dan membicarakan sesuatu tentang Chelsea.
"Bagaimana,ini Dokter?"Tanyaku kepada Dokter Sharon sambil memegang tanganya.
"Gadis kecil ini mengalami trauma pada hidup dan psikologisnya,aku rasa dia salah seorang korban pemerkosaan,"Kata Dokter Sharon sambil melamun.
"Tubuhnya yang penuh memar menandakan dia telah di siksa oleh pria di sekitarnya!"Ujar Dokter Sharon kepadaku sambil menatap mataku.
"Lantas Dok,bisakah kita lapor kepada Polisi?"
Kataku pada Dokter Sharon ,dan penasaran.
"Aku rasa tak semudah itu,aku lihat matanya sangat ketakutan berarti menandakan kalau dia mengetahui pelakunya,dan mungkin saja dia dapat ancaman jika sampai melaporkan ke Polisi!" Ujar dari Dokter Sharon kepadaku dengan sorot mata tajam.
Kemudian tersenyum melihatku sangat manis
"Aku rasa kita,akan sangat cocok menjalin aliansi seperti adik kakak!"Kata Dokter Sharon setelah itu tersenyum lagi sangat manis sekali.
"Kau sangat antusias dengan semua hal yang kukatakan padamu,dan aku rasa kita seperti bermain menjadi detektif saat ini!"Kata Dokter Sharon lagi sambil tersenyum menatapku.
Akupun tersenyum karena mendengar ucapan Dokter Sharon kepadaku.
"Oh ya boleh Aku memanggilmu Adik?"Pinta Dokter Sharon.
"Boleh!"Jawabku kepada Dokter Sharon.
"Aku dengar kau bertetangga dengan Dokter Andrea,dan kau akrab dengan Willy anaknya benarkah?"Tanya Dokter Sharon kepadaku dengan penasaran.
"Benar,aku menganggap Willy seperti adikku sendiri,karena keadaanya sama sepertiku saat aku kecil dulu tak mempunyai seorang ibu?"Kataku kepada Dokter Sharon.
Disisi lain berada di kamar VVIP,yaitu ruangan dimana Papa Andromeda di rawat inap saat ini terlihat Papa dan anaknya sedang saling asyik mengobrol .
🍁🍁🍁🍁🍁
"Papa darimana?,Aku mencarimu tak bisa menemukanmu dimana-mana?"Tanya putra kepada Papanya .
"Papa hanya berjalan-jalan di taman belakang Rumah Sakit!"Kata Papa Andromeda sambil menatap Padnya untuk melihat berita saat ini.
"Benarkah,apa yang kalian bicarakan ayolah beritahu aku Pa?"Tanya Andromeda dengan antusias sambil mendekati Papanya.
"Apa Kau ingin tahu?"Kata Papa Andromeda sambil menatap Padnya.
Dia menganggukkan kepalanya beberapa kali sambil menatap wajah Papanya.
"Aku hanya menanyakan kabarnya saja, dan aku telah mendapatkan laporan dari Dewan Komite Sekolahan kalau kau sudah menutup Sekolah selama sehari,benarkah?"Kata Papa Andromeda sambil menatap Padnya.
Seketika Andromeda terkejut ,karena berita itu sampai di telinga Papanya juga.
"Aku,hanya ingin mereka menghirup udara segar,lagipula mereka sangat menyukainya dengan berlibur selama satu hari membuat fresh otak mereka!"Kata Andromeda sambil memanyunkan mulutnya,dan melotot tanda dia akan membalas Ketua Komite yang sudah berani melaporkannya.
"Tidak itu saja,kau keluar Gedung Sekolahan Elite dengan seenakmu sendiri,dan lagi hanya mengirim tugas di malam hari,benarkah?"
Tanya Papa Andromeda sambil menatap Padnya dan fokus.
"Aiish beraninya mereka!,aku hanya sedang bosan pergi mencari udara segar sejenak!" Ujar dari Andromeda kepada Papanya dengan enteng .
"Hemmm,mencari udara segar dan membolos menuju ke Sekolahan nona kecil,benarkan?" Kata Papa Andromeda sambil menatap Padnya dengan serius.
Namun masih bisa mengawasi gerak-gerik putra tunggalnya yang bandel dan juga keras kepala itu.Terlihat jelas ekspresi wajahnya itu Andromeda sebal,dan akan membalas orang yang telah berani melaporkan tindakannya kepada Papanya.
Bersambung...
Foto di bawah ini adalah visual penampilan Andromeda saat ini.