The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 127 "Mengobrol dengan rumus"



Makanan pun sudah terhidang semua di atas meja makan kami,ada kentang goreng,ayam crispy,dan lengkap dengan tiga es lemon tea.


Persi sudah sangat antusias menikmati makanannya memakan nasinya,sambil terbelalak matanya menggeleng-gelengkan kepalanya tanda bahwa makanannya sangat lezat.


Aku yang melihat tingkahnya menggelengkan kepalaku.Sambil tersenyum sangat bahagia.


Berbeda dengan Mutiara dia sangat santun, sebelum makan dia pun mencuci tangannya sampai bersih,kemudian memanjatkan do'a barulah dia itu makan makanannya dengan pelan.


Aku hanya meminum es lemon tea ku sambil mengamati gerak-gerik mereka,dan sambil tersenyum tipis,di bibirku menggigit sedotan minuman es ini.


"Apa yang kau lihat?,makanlah!"Ucap Persi padaku sambil menatat kenapa aku hanya mengamati mereka dengan tersenyum.


"Makanlah,aku masih kenyang!"Jawabku pada Persi.


Dan Mutiara makan tanpa berbicara,karena adab dari agama Islam tak boleh berbincang saat makan,maka akan di temani syaitan.


Dan aku melihat Mutiara yang makan dengan santun mengunyah dengan lembut,dan fokus dengan makanannya.


Aku pun mengamati Persi lagi, dia sangatlah berbeda memakannya dengan acak-acakan.


Banyak nasi menempel di pipinya


"OMG hello...!"


Mereka berdua temanku tentu membuatku tersenyum gemas,akan tingkah laku mereka masing-masing.


Untuk diriku sendiri tak di ragukan lagi,jika dalam keadaan genting atau kelaparan maka yang kubutuhkan adalah makanan apa saja dengan cepat, dan terkadang lupa makan.


Iya itu caraku makan menyingkat waktu.


Ini gambarnya.



"Time is money baby"


Aku hanya akan mengambil jalan tengah lebih efisien dan lebih cepat .


Aku pun memberikan nasiku pada Persi dan kulihat badanya kecil ternyata cacingnya di perut lebih banyak dariku.


Aku hanya akan makan kentang goreng saja.


"Hei,ini makanlah nasiku juga ok,aku masih kenyang." Kataku pada Persi menyodorkan nasi ayam crispy ku .


Aku memakan kentangku sambil mengamati gerak-gerik mereka seperti seni menurutku .


Karena karakter yang mereka mainkan sangatlah berbeda satu sama lainnya.


"Benarkah,tumben sekali kau ini ya sudah mana aku makan semua."Ujar Persi padaku sambil mengambil alih nasi ayam crispy ku.


Mutiara tampak sudah selesai makannya lalu dia pergi mencuci tanganya,setelah itu dia kembali ke bangku kami,sambil duduk disampingku.


"Hei,Put apa tadi kau bermain taruhan seperti biasanya di toko Robi?"Tanya Mutiara dengan penasaran kepadaku sambil menatapku.


"Iya."Jawabku enteng.


"Apa kau tidak sebaiknya berhenti sudah main taruhan itu,aku sangat menghawatirkanmu?"


"Aku,hanya di ajak mereka,mereka sendiri bertaruh,mubadzir jika aku melewatkannya!" Ujarku pada Mutiara sambil memonyongkan mulutku dan menyilangkan tanganku.


"Dengarkan,kau tahu jika mereka iri, dengki kepadamu bisa saja mereka menghasut para pria lainnya,dan mengeroyokmu!"Nasihat Mutiara padaku saat ini juga,mungkin karena dia sangat menghawatirkanku.


"Hem,siapa berani mengeroyokku,aku tidak takut,sekalian mengasah beladiriku!"Jawabku pada Mutiara agar dia tak menghawatirkanku.


"Kau ini Ckkk,kau tak ingat pernah tawuran bersama para pria saat kelas 2 SMP,ayolah aku sangat khawatir?"Ujar Dewi Mutiara kepadaku.


"Jantungku serasanya akan copot jika aku membayangkan dirimu itu ikut ajang tawuran para lelaki itu!" Kata Mutiara kepadaku agar aku berhenti bermain-main bersama para pria serta takut aku terlibat aksi tawuran saat kelas 2 SMP.


"Biarkan saja Mutiara,dia tak pernah jerah haa, aku heran kau ini pria atau perempuan semua tindakanmu selalu membahayakan!"Ujar Persi menyela dan aku tahu mereka berdua sangat menghawatirkanku.


"Ckkk,dengarlah jika aku tak pandai beladiri siapakah akan menjaga kalian dari gangguan para preman saat di tepi jalan?"Tanyaku pada mereka.


Karena pernah Persi dan Mutiara di ganggu para preman karena mereka berdua hanya gadis lemah,yang tak bisa beladiri.


"Aisssh kau ini bisa saja menjawab dasar gadis gila!"Ujar Persi sambil membuang sisa bungkus nasi ke tempat sampah dan pergi mencuci tangannya.


"Ayolah Put,aku tahu kau melampiaskannya, semua kekesalanmu pada semua berandalan kan,apakah kau masih merindukan Ayah dan Ibumu?"Tanya Mutiara kepadaku saat ini dan sambil menatap kedua bola mataku.


Dan kulihat pandanganya kepadaku sangat tulus,dan serta sangat menghawatirkanku.


"Tentu saja,aku sangat merindukanya,apakah habis ini kita main game atau ke bioskop?" Tanyaku kepada Mutiara agar mengalihkan perhatiannya,aku tidak ingin membahas perihal tentang Ayahku saat ini.


"Dengarkanlah,dan aku hanya bisa melihatmu beberapa hari saja,sebenarnya aku sangat ingin kembali ke Indonesia,karena Umik mau aku ber sekolah jauh jadi aku menurutinya!" Ucap Mutiara karena sebenarnya dia ingin Sekolah di Indonesia saja,namun orang tuanya ingin dia bersekolah di Kairo.


Persi pun sudah selesai mencuci tangannya dan duduk di depanku saat ini.


"Hei,dengar sudahlah berhenti main-main kau dengan para pria,apakah Daniel membuat kau seperti ini,semakin hari semakin parah saja!"


Ujar Persi sangat sebal kepada Daniel dan menyeringai.


"Bukan,kenapa kau menyalahkan Daniel,dia selalu membantuku,jika bukan karena dia aku tidak mendapat uang jajan hari ini!"Jawabku pada Persi dan Mutiara.


"Ha... kau ini,terserah kau,sangat sulit sekali di nasehati!"Keluh Persi kepadaku sambil makan kentang gorengnya.


Aku pun memakan kentang goreng ini sambil mengamati keadaan sekitarku,dan menikmati saat berkumpul dengan mereka berdua.ini sangatlah langkah dan jarang terjadi kepada kami.


Karena Mutiara ini hanya akan pulang ke Indonesia jika ia berlibur saja,maka waktu akan memisahkan kami lagi jika saatnya Mutiara kembali ke Sekolahnya yang jauh .


Harus menaiki pesawat terbang mencari ilmu,dan menuju Kairo tempat Sekolahanya.


Dan tak heran dia sangat rindu kepadaku karena jarak memisahkan kami terbentang melewati samudra yang begitu luas tersebut.


Jika di hitung dengan rumus matematika dengan referensi maka jarak antara Indonesia ke Kairo atau sebaliknya,8.981 km 5.581 mil dan 4.850 mil laut,serta 8.981 km dengan kecepatan pesawat 700km/jam di tempuh selama 12 jam 49 menit.Itu pun jika pesawat tidak mengalami kendala delay,atau cuaca buruk dan badai.


Namun walau jarak sangat jauh terbentang memisahkan kami, namun perasaan kami, tetap terhubung satu sama lainnya, percaya kalau persahabatan kami, masih bisa tetap utuh walau jarak memisahkan kami bertiga.


Sejatinya memang manusia akan sendirian walaupun kemana-mana, kita akan selalu mencari tempat kembali , baik ke rumah dan kembali ke pelukkan pada sahabat kita yang kita rindukan. Karena jika sudah terpisah oleh jarak dan waktu maka akan ada kata rindu.


Bersambung....


Karya ini hanya fiksi harap bijaksana dalam membaca, mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh,setting dan juga lain-lainnya 🙏