The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 155 PERSAMI 11"Broken Heart"



Rion mendekati Andromeda sambil duduk di sebelahnya saat ini.Dan Angkat bicara pada Raisa,


"Hei,pulanglah lagipula kenapa gadis keluar malam-malam?,kami ini pria bebas,kau ini gadis." Ucap Rion dengan lirih dan lembut agar Raisa mau pulang,karena waktu sudah menunjukkan pukul 3.30 wib hampir subuh.


"Aku kebetulan tadi mampir ada janji,namun dia tak datang,aku melihat disini ada kakak Andromeda." Jawab Raisa sambil tersenyum kepada Rion dan Andromeda,setelahnya menyeringai.


"Kesempatan yang sangat bagus sekali."Ucap lirih dalam hati kecil Raisa saat ini,kemudian tersenyum penuh intrik.


"Drrrt...drrt...drrt..."Ponsel milik Rion pun saat ini bergetar,dia mengangkatnya seraya berkata.


"Hallo,iya ada apa?"Tanya Rion pada ponselnya dengan serius sekali.


"Kakak kau tak pulang,ayolah ini sudah pagi aku menunggumu?"Ujar gadis yang bernama Ariana dia adalah kembaran Rion,dia sangat menyayangi kakak laki-lakinya itu.


"Iya aku akan pulang,sebentar lagi ya."Ucap Rion dengan lemah lembut kepada adiknya yang tersayang.


Dan Rion pun juga sangat amat menyayangi adik kemabarannya,karena darah adalah zat yang terhubung pada manusia satu sama lain,maksud author saudara sekandung itu mempunyai ikatan batin yang sangat kuat.


"Cepatlah,kenapa setiap keluar dengan kakak itu kau tak pulang-pulang?"Ujar Ariana kepada Rion terdengar sebal,karena kakak laki-laki nya itu kenapa tidak pulang sampai mau subuh.


"Iya aku pulang gadis manis."Ucap dari Rion sambil tersenyum mendengar suara rengekan adiknya yang manja.


Wajar kalau seorang gadis yang mempunyai kakak pria manja pada kakaknya tersebut,dan memang seharusnya ya seperti itu bukankah sangat manis sekali.


"Jangan berbohong,ok."Tukas Ariana pada Rion


"Iya ini aku pulang,sebentar ya."Ucap dari Rion sambil meringis karena,suatu hal sangat luar biasa sekali jika ada seorang yang sedang menghubungi kita,untuk menanyakan kabar tentang kita.


Walaupun ini terdengar sangat sederhana karena orang yang menannyakan kabar kita berarti orang itu care,atau sangat peduli pada diri kita,bisa di bilang khawatir.


"Iya,aku tutup ponselnya."Ujar Rion sambil tersenyum tipis,setelah menutup ponsel milik dirinya.


"Hei Andromeda!,ayo kita pulang ini sudah subuh,Ariana akan marah!"Gerutu Rion pada Andromeda sambil, dia mememperhatikan ternyata Andromeda sudah terlelap di buai mimpi.Mungkin karena kelelahan,Andromeda menyandarkan kepala.


Rion mengguncang-guncangkan badannya agar bisa terbangun dari tidurnya.Namun dia sudah terlelap dibuai mimpi yang indah serta melalang buana,sangat indah sekali manusia seperti ini ya sudah kelelahan tidur pulas di sembarang tempat.


Tak mengindahkan sahabatnya Rion yang sekarang dirindukan adik kembarannya,yang sudah khawatir karena tak kunjung pulang .


"Kak,bagaimana kalau kakak Andromeda biar aku yang merawatnya?"Tanya Raisa pada Rion sambil tersenyum tipis,setipis lapisan es di atas danau yang jika terkena benda tajam akan pecah."Kretek...kretek...kretek...pyar."....


"Namun aku tak percaya padamu,sini biar ku papah saja anak ini,kau kira aku bodoh,"ucap Rion pada Raisa sambil menyeringai.


"Aku tidak bilang begitu kak,aku hanya ingin merawat kakak Andromeda saja."Ucap dari Raisa sambil mengernyitkan alisnya,karena harapannya ini pupus,padahal Raisa ini ingin sekali mendekati Andromeda,dan mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Andromeda kemudian di papa Rion menuju mobilnya karena,Rion berbadan kekar maka kuat,karena sesama lelaki.


Jadi mereka pun masuk ke dalam mobilnya kemudian, melaju dengan kecepatan tinggi,


lalu beberapa menit itu sudah sampai di depan rumah Rion.


Ariana yang cantik jelita sudah menunggu kakaknya dengan sabar sekali.Ariana yang mendengar suara dari mobil Rion,menaruh makanan kesukaanya yaitu sereal dan susu putih yang segar.



Ini adalah penampakan Ariana dari kembaran Rion, sebelum dia meninggal hampir mirip dengan Putih temannya di sekolah maka dari itu Rion menganggap Putih adalah kembaran Rion saat ini.


"Kakak...."Kata Ariana sambil menghambur keluar dari pintu rumahnya tersebut.


"Kenapa kaka pulang subuh lagi dan lagi ,aku menunggumu."Kata Ariana merengek dengan manja pada kakaknya saat ini.


"Sebentar aku merebahkan Andromeda dulu."


Ucap dari Rion sangat lembut pada adik kesayangannya itu.


Rion pun merebahkan Andromeda di kamar Rion,sambil mengangkat kedua kaki temanya bernama Andromeda yang jenjang itu ke atas ranjang yang mewah itu.Ranjang itu berwarna coklat cream,dan di padu padankan dengan sentuhan klasik.



Ini adalah gambar ranjang Rion yang elegan bewarna coklat cream,dengan sentuhan klasik dan dinamis.Serta terlihat sangat mewah .


Karena Rion seperti biasa dia tidur di dekat Ariana adik kembarannya yang cantik jelita.


Biasanya kalau Ariana sudah tidur barulah Rion akan meninggalkannya.


"Ayolah,kenapa kau selalu keluar dengan pria menyebalkan ini kak?"Tanya Ariana dengan penasaran.


"Kau,tahu pria ini tertakdir untuk kesepian,dan tak ada yang bisa dekat dengannya,dia juga tidak punya adik yang manis sepertimu."Ujar Rion agar adiknya tidak marah padanya.


Dan lemudian tersenyum lembut pada adik satu-satunya yang ia cintai, sayangi sepenuh hatinya,karena cinta kakak laki-laki bukankah mewakili cinta Ayah pada putrinya,hampir miriplah ya.


"Begitukah?,kurasa dia hanya pria yang tak tahu cara memanfaatkan keadaan." Protes dari Ariana pada kakaknya sambil mengamati Andromeda yang terlelap di buai mimpi.


Dan Ariana yang melihat Andromeda tidur


terkejut karena wajahnya itu terlihat mirip sekali seperti bayi yang polos tak berdosa sama sekali.


"Astagaaa,kenapa jika ia tidur seperti bayi?,


namun jika ia bangun berubah menjadi pria berandal." Ucap Ariana sambil mengamati wajahnya dari dekat. Dia pub tersipu malu nampaknya wajah Andromeda saat tidur membuat perasaan gadis ini gusar.


"Hei,tidak baik melihat pria seperti itu,"tukas Rion ke Ariana lalu ia menarik lengan adiknya agar menjauhi Andromeda.


"Sebentar saja kak,apa benar itu Andromeda?" Ucap Ariana sambil mencuri pandang wajah Andromeda sedang terlelap dibuai mimpi, sangat tampan seperti bayi yang tak berdosa.


"Hei,ayolah tidurlah aku akan menungguimu." Kata Rion sambil menyeret Ariana dan masuk dalam kamar adiknya.Tidurlah sekarang.



Ini adalah gambar kamar tidur dari Ariana adik Rion yang satu-satunya ia sayangi,dan dia selalu memanjakan Ariana dengan penuh kasih sayang seperti kakak laki-laki lainnya.


"Mama dan Papa kemana?"Tanya Rion pada Ariana sambil mengamati sekeliling.


"Keluar kak."Jawab Ariana pada Rion dengan memandangi kakanya dengan seksama.


"Ya sudah tidurlah,aku menungguimu,dan tak akan mematikan lampunya."Ujar Rion pada adik kesayangannya itu.


"Aku tidak mau kalau ruanganya gelap,dan aku sangat takut."Ucap Ariana dengan sangat manja kepada kakaknya.


"Iya,aku akan menunggumu tidurlah."Ujar Rion pada Ariana ini,agar tidur dan Rion duduk di samping Ariana saat ini.


Bersambung...