
"Bukankah ini sangat menyenangkan, kau saja yang tak menikmatinya." Ujarku .
"Dasaar kau ini, ayolah ceritakan kenapa kau tadi diam terus tersenyum aku ingin tahu?" Rengeknya dengan penasaran ,mengguncang - guncangkan badanku beberapa kali.
"Apakah kau sangat ingin tahu sekali?" Tanyaku padanya dan tersenyum tipis.
"Tentu saja ayolah aku mau mendengarnya?" Rengeknya lagi memelas.
"Rahasia...hihihi..."
"Tak akan kuberitahu lagipula aku sedang tak mau bercerita." Ujarku dan tersenyum kecil
"Dasaaarr...gadis ini..." Mencibirkan bibirnya.
Sore yang indah nampaknya sudah berubah, sekarang ternyata sang malam pun sedang berkuasa.
Aku pun tersenyum melihat kelakuan dari Sang Matahari yang sedang tunduk bertekuk lutut di hadapan sang Bulan, Bulan nan elok dengan cueknya itu pun mengacuhkan sang Matahari. Agar Matahari beringsut pergi dari tempat peraduannya.
Nampaknya Sang Matahari pun masih geram akan kecuekan sang Rembulan yang cantik dan jelita,karena tempo hari menghajarnya menutupi aura terang sinar sang Matahari.
"Hei, Put kamu itu kenapa sering melamun?" Ucap Andromeda sambil menepuk pundak
"Aish, aku sedang melihat Bulan dan Bintang sedang bercengkrama."Ujarku kepada tuan muda Andromeda .
"Lihatlah dia pun sekarang berubah warnanya menjadi ungu, bukankah cantik?" Ujarku dan menatap langit yang bewarna ungu sangat indah.
Sambil menatap langit yang amat sangat indah malam ini.
Maka kami sekarang duduk berdampingan sambil menatap langit berwarna keunguan yang semakin indah dan juga sangat romantis.
"Aku rasa kau ini sering melamun, apa sich enaknya emang bahaya tau bisa kesambet?"
Ujar dari tuan Andromeda padaku sambil menatap sang Rembulan yang indah saat ini.
"Tidak mungkin."Batinku dan aku tetap fokus dalam menatap langit yang keunguan itu indah dan sangat cantik , Kekayaan malam yang di hasilkan oleh sang Rembulan bukan.
"Aku tak melamun hanya melihat yang di atas pemandangan malam bukankah sangat indah lihatlah." Sambil mendongak ke atas bahwa langit pada malam ini seperti warna rambut violet, anggun ,unik dan cantik sekali.
"Aku juga berfikir seperti itu, seperti rambut violet kenapa bisa pas?" Tanyaku sambil tersenyum tipis.
"Violette oh ...Violette..." Ujarku.
Malam yang indah ini kami pun semua mulai dari adik kelas ,dan juga semua anggota OSIS sedang mengadakan Pesta Api Unggun.
Malam indah ini terdengar lamat-lamat suara gitar yang nyaring, petikan senarnya yang merdu itu meloncat-loncat dari Nada satu ke nada lainnya lalu seterusnya.
Mengikuti petikan jari kanan pada senar gitar, maka bisa di bilang harus saling bekerjasama antara tangan kanan dan juga tangan kiri ini.
Aku suka gitar karena petikan senarnya itu terdengar sangat bersih di telinga, nadanya terdengar sangat lembut lamat-lamat bila di dengarkan.
Andromeda menatap wajah gadis di samping nya terkena radiasi cahaya malam yang indah bewarna keunguan.
Ini adalah gambar api unggun yang saat ini berada tepat di depan kami saat ini juga.
Cantik anggun dan juga menggoda, terasa hangat di dalam dada membuat dinginnya malam ini tak terasa sama sekali, kobaran apinya indah dan sedikit percikan-percikan itu meletup-letup lalu dia menyembur indah.
Api oh api hawa panas yang kau miliki membuat semua makhluk di bumi ini tak terasa kedinginan sama sekali.
Warna merah yang ada dirimu seolah melekat kuat, dengan perangai yang tak bisa takhluk pada siapapun jua.
Padahal kau jika berbentuk seorang manusia maka kau akan sama seperti seorang pria di sampingku yaitu Andromeda si rambut merah yang sekarang sudah agak jinak, dia bermulut kasar namun sebenarnya pria yang baik.
Namun saat ini rambutnya berubah hitam dan tidak bewarna merah lagi, aku harap pesta api unggun ini membawa kehangatan juga pada perasaan kita , dan menikmati Alam ini yang terhampar, kebetulan dengan bermandikan cahaya keunguan yang di hasilkan oleh sinar rembulan berpendar sangat manis.
Banyak para siswa murid baru bercengkrama dengan asyik, dan mereka tertawa kecil lalu melihat beberapa kayu api unggun terbakar sempurna, beberapa baranya meletup-letup.
"Kratak...kratak..." Suara bara api yang mulai terbakar dan aroma gosong khas tercium di hidung kami.
Mereka nampak sangat senang sekali masa muda yang sangat indah, jika kita menikmati dengan hal yang positif.
Bersambung...