
"Apakah kau gadis tempo hari yang di ajak Andromeda ke Sekolahan Elite?"Tanya Violette kepadaku dengan penasaran.
"Kenapa kau bisa tahu?"Kataku kepada Violette
"Tentu saja ,aku melihat kalian berdua pergi ke gedung Sekolahan elite berkeliling melihat semua fasilitas, apakah kau mau masuk jalur prestasi dan beasiswa?"Tanya Violette penasaran kepadaku sambil meanatap wajahku.
"Aku tidak tertarik untuk masuk ke Sekolahan Elite, aku akan mengikuti ekstrakulikulernya saja di sana."Jawabku pada Violette.
"Tapi kenapa kau itu sangat akrab dengan Andromeda?, dia bukan orang yang mudah akrab dengan seorang gadis."Kata Violette sangat penasaran denganku.
"Kau boleh tanya kepada Andromeda ,kenapa tanya padaku?"Balasku kepada Violette.
"Aku lihat dia mengikutimu dari belakang dan juga mengajakmu makan di kantin Sekolah, ehm... apakah kau saudaranya?"Tanya Violette penasaran.
"Bukan"Jawabku sambil memasukkan jaket Venus dan seragam gadis berkaca mata di kantong plastik dan memaskukkan di tasku.
"Eh... lihatlah ini aku punya video Venus saat merundung anak berkaca mata tadi,dan aku juga merekam saat kau membalas mereka, dengan sangat keren dan sudah aku kirim ke Andromeda,karena aku ingin tahu reaksi dia melihat videomu."Kata Violette kepadaku dengan polosnya sambil memperlihatkan ponselnya kepadaku.
"Sialan... aku tadi mero*** dengan terpakasa untuk menyelamatkan gadis itu,sebenarnya aku sudah tidak merokok ayo cepat hapus,itu akan bisa menjadi masalah di Sekolahanku cepat hapus."Kataku kepada Violette agar menghapus video tersebut.
Seketika Violette langsung menghapusnya.
Ternyata dia adalah anak yang baik, supel.
Dan disampingku saat ini sudah ada Daniel berdiri mematung ,ternyata dia sudah tahu kalau aku tadi memberi pelajaran Venus agar tidak merundung temannya lagi.
Dia hanya bisa mengamatiku dari kejauhan.
"Hei...ayo masuk,kau sudah di cari semua anggota OSIS mu,apakah kau sudah selesai urusanmu disini?"Kata Daniel memberikan gelang mutiaraku.
"Oh...kau menemukannya,trimakasih"Kataku kepada Daniel.
Ternyata Violette menarik lenganku lalu kami pun menjauh dari Daniel.
"Hei dengar siapa pria tampan itu?"Tanya Violette kepadaku dengan sangat penasaran.
"Dia temanku,ada apa?"Tanyaku kepada Violette.
"Nanti siang pulang Sekolah,aku tunggu di depan gerbang Sekolahanmu ya.. aku ingin bicara kepadamu,ok mana ponselmu?"Tanya Violette sambil menengadahkan tanganya.
"Ini."Kataku sambil memberikan ponsel baruku.Ternyata Violette terkejut.
"Hei... kau anak orang kaya ponselmu sangat berkelas."Kata Violette sambil memasukkan nomer ponselnya ke ponselku, menyimpan nomer ku juga.
"Ya sudah aku masuk kelas dulu, aku pinjam sweatermu dulu ya."Kataku pada Violette dan pergi meninggalkannya.
Aku dan Daniel pun mulai memasuki gerbang Sekolah, aku sudah memakai sweater Violette karena tangan dan leherku banyak luka saat ini,namun mau bagaimana lagi.
Aku harus menutupinya agar tidak terlihat banyak siswa.Karena aku akan bertemu dengan semua anggota OSIS ku.
Karena beberapa hari lagi ada MOS Masa Orientasi Siswa baru maka hari ini akan ada pemasangan spanduk untuk siswa baru.
"Putih,kemari aku mau bicara denganmu sangat penting."Kata Erick memanggilku.
"Baiklah kakak kelas."sambil menyerahkan tasku kepada Daniel agar dia menaruhnya di kelas.
Daniel pun meninggalkan Aku dan Erick.
"Ayo kita keruang Dewan OSIS."Kata Erick mengajakku.
"Baiklah."Jawabku sambil berjalan menuju Ruang OSIS.
Dan semua anggota OSIS sudah berkumpul saat ini,mereka semua sangat antusias dan melaksanakan tugasnya masing-masing.
Karena dari awal sudah di bagi oleh Erick supaya lebih mudah dan terorganisir.
Aku dan Erick mengawasi mereka membantu yang perlu di bantu.
Kami bersama-sama memasang spanduk bertuliskan "SELAMAT DATANG SISWA BARU SMA NEGERI" dan memasangnya di depan gerbang Sekolahan kami.
Serta memasang depan Gedung Almamater
yang menghadap ke jalan raya
Serta beberapa titik yang banyak di lihat oleh siswa baru saat itu.
Setelahnya mempersiapkan tenda, alat-alat perkemahan.
Namun untuk para OSIS minggu pertama akan tetap masuk Sekolah untuk memberikan arahan dan membimbing MOS sampai hari minggu.
Jadi khusus untuk semua anggota OSIS dan
liburnya hanya 2 minggu saja setelah itu akan masuk tahun ajaran baru untuk para siswa.
Jam pun menunjukkan pukul 12.00 wib aku sangat lelah hari ini karena tugas OSIS ku sudah rampung ,tinggal menunggu hari dimana para siswa baru masuk.
Oh ya besok adalah penerimaan raport untuk kenaikan kelas,atau hasil ujian akhir semester tahun ini.
Akupun pergi menuju kantin Sekolah untuk membeli minuman dan camilan,setelahnya aku duduk di bawah pohon beringin yang sejuk, untuk mendinginkan penat gerahku.
Aku lihat Daniel sedang mengobrol dengan seorang gadis.Akupun mendekati mereka.
"Kak ini,aku ingin kau menerimanya."Kata gadis yang bernama Aruna itu terlihat jelas di nametag seragamnya,dan memberikan coklat dan surat cinta untuk Daniel.
"Terimakasih."Kata Daniel dengan datar.
"Aku pergi dulu ya kak?"Kata gadis bernama Aruna itu dan pergi meninggalkan kami.
"Woooo...coba kulihat siapa ini yang sering menerima surat cinta dan cokelat?,kalau bukan pangeran Daniel."Ledekku padanya
sambil duduk di sampingnya.
"Ini cokelat nya makan saja."Kata Daniel dan memberikan cokelatnya kepadaku setelah itu memasukkan suratnya di saku celananya.
Tiba-tiba ada seorang gadis lagi duduk di samping Daniel.
"Hai,namaku Violette siapa namamu?"Tanya Violette kepada Daniel dan mengulurkan tanganya kepada Daniel.
Namun Daniel tidak menggubris sama sekali Violette,malah dia mengambil minuman dan camilanku kemudian melahapnya.
"Wah...kau keren sekali aku tahu namamu pasti Blue,raja keadilan yang sangat tenang itu."Kata Violette kepada Daniel walaupun dia sedang di acuhkan oleh Daniel.Maksud Violet sedang menggoda Daniel agar mau bicara.
Namun Violette aku lihat semakin intens dan mendekati Daniel dia tak patah semangat begitu saja.
Dia memakan camilanku juga dan mengambil minumanku,sambil menatap wajah Daniel.
Akupun melihat mereka nampak ganjil namun
memang dengan perangai Daniel yang dingin sering mengacuhkan para gadis,karena aku paham sahabatku ini tak terlalu tertarik untuk menjalin hubungan dengan para gadis lagi.
Karena beberapa kali dia terluka oleh para gadis yang ada di sekitarnya.
Mereka semua mencari pria yang lebih kaya.
Dan serta pernah merasa kehilangan sosok ibu yang memilih bercerai dengan ayahnya.
Memilih menikah dengan pria yang lebih kaya. Kasihan Daniel, dia masih trauma .
"Hei Violette apakah kau membolos?"Tanyaku pada Violette karena penasaran,jam segini sudah berani keluar Gedung Sekolahan Elite.
"Aku sudah selesai mengerjakan tugasku."
Kata Violette namun dengan memandang wajah Daniel,sambil memakan camilan.
Dan aku seperti merasa ada perasaan yang sangat mengganjal di hatiku saat ini.
"Namun apa?,astaga Andromeda tidak bisa melihat darah,aku ingat Violette mengiriminya videoku melawan Venus pagi tadi."Kataku dalam hati akupun menghawatirkannya.
"Hei apakah kamu tadi melihat Andromeda bersekolah?"Tanyaku pada Violette dengan serius.
"Tidak,dia tidak masuk hari ini."Kata Violette sambil menatap Daniel.
"Apakah kau membawa mobil?"Tanyaku pada Violette.
"Tentu saja kau boleh meminjamnya ,aku akan pulang bersama Daniel."Kata Violette sambil menatap Daniel dan memberikan kuncinya kepadaku.
"Daniel bawakan tasku nanti saat pulang Sekolah,tugasku sudah selesai semua aku ada urusan penting tolong antarkan pulang Violette ya."Kataku Kepada Daniel sambil berlari menuju gerbang Sekolah.
Akupun langsung berlari ke luar gerbang dan pergi meninggalkan mereka berdua menuju rumah Andromeda.Dan mengendarai mobil sport Violette yang terparkir dipinggir jalan.
Bersambung...