The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 102 "Vulcano VS Golden Eagle"



Andromeda memelukku erat sambil tersipu malu,merona kedua pipinya.


"Hei...Berandal tengik lepaskan tanganmu itu!" Kata Putih kepada Andromeda agar dia melepaskan pelukkanya.


"Hei dengarkan!,kenapa kau mau main seperti itu lihatlah mereka para pria kau ini seorang gadis,dasar...apa kau hilang ingatan?"Kata Andromeda memarahiku karena berkumpul dengan para pria.


"Hei dengarkan Andromeda semua para pria di sini menganggap kami adalah saudaranya, jadi tidak ada yang berfikiran sepertimu itu!" Jawabku kepada Andromeda agar berhenti membuat ulah.


"He... tak mungkin kau tak tahu pikiran para pria kau ini gadis,aku ini lelaki jadi tahu apa yang di pikirkan mereka!"Jawab Andromeda dengan marah dan menarik bibirnya sebelah tanda sebal karena Putih malah memarahinya sambil melirik para pria yang jatuh ke bawah.


"Kau sudah merusak acara MOS ku, dan kau itu seharusnya pulang saja,aku sudah muak denganmu!"Kata Putih agar Andromeda segera pergi dari hadapannya.


"Ckkk...kau ini, aku ini ingin membantumu kenapa aku di marahi?,padahal kan aku ini berbuat baik untuk semuanya lihatlah mereka nampak senang," kata Andromeda sambil melirik para pria yang jatuh ke bawah karena tendangannya.


Padahal semua para pria yang di tendang Andromeda tadi,sangat geram ingin menjitak serta menghajarnya namun mereka menahan diri,karena tahu akan membuat masalah jika berkelahi dan merusak acara MOS dan Ketua OSIS akan dapat masalah jika itu terjadi.


"Aku tidak mau tahu, pergilah...!" Kata Putih mengusir Andromeda.


Andromeda yang tahu kekasihnya marah kemudian pergi keluar dari Sekolahan menuju tempat lubang rahasia.


Kemudian dia menyulut rok**nya sambil bergumam sendirian.


"Aku kan membantunya,dasar gadis lamban kenapa juga dia bersusah payah?, banyak para pria,kenapa tak risih sama sekali?,pria mana coba yang mau gadisnya bersentuhan dengan pria lain?,pasti pria itu bodoh!" Kata Andromeda sambil ,mengumpat,bergumam


menyeringai dan merok** seperti berandal kelas kakap.


Tiba-tiba Eric pun datang dari belakang Andromeda.


"Hei,kau merok** di area Sekolah memakai seragam almamater,dasar berandal!" Erick kesal karena kenapa Putih itu,orang yang di sukainya lebih memilih pria berandal .


Daripada Erick pria yang cerdas,cermat,teliti, tampan,berwibawa,bijaksana,cool,jantan, dan maskulin ini.


"Kenapa ini urusanku?, lagipula kenapa kau repot-repot mau menemuiku?" Sanggah dari Andromeda dengan nada tinggi, amarahnya pun tersulut ,akibat Erick mengusiknya.


"Aku harap kau, itu tak berbuat seenakmu, jangan keluar masuk sini." Keluh dari Erick dia pun sudah emosi, karena wilayahnya sudah di masuki oleh Andromeda.


"Apa yang kau maksud?, aku hanya ingin membantu dia yang lamban itu." Tukas dari Andromeda dia pun menyeringai pada Erick.


"Aku hanya ingin kau itu tak usah seenaknya sendiri masuk ke sekolahan sini dan juga tak mengganggu para murid lainnya ." Ujar dari Erick memoeringatkan Andromeda agar berhenti bermain-main.


"Berhentilah menjadi pria berandalan." Ujar dari Erick sambil menyeringai marah .


Bagi Erick Andromeda ini adalah pria yang terlihat seperti berandal kelas kakap,playboy cap kapak,perok**,awuran, pemabuk, sangat


serampangan,pria tak berkompeten, egois,tak mau mengalah,keras kepala, gegabah, dan juga kekanakan,suka tawuran,dan lain-lain.


"Terserah aku berandal atau tidak,Papaku saja tak berani melarangku, apa urusanmu? dan pergilah aku sedang kesal!"Kata Andromeda mengusir Erick pergi dari hadapannya,sambil membuang puntung rok**nya .


Menginjak-injaknya sekuat tenaga,puntung rok** yang tak punya dosa pun jadi bahan pelampiasan kemarahan Prince Charming Andromeda.


"Hei,kenapa kau selalu sesukamu datang dan pergi ke Sekolahanku?"Tanya Erick lagi pada Andromeda sambil menatapnya dengan penuh amarah.


Seperti gunung merapi,tergurat jelas mereka berdua bersitegang.


"Sebaiknya kau sudahi sampai disini aku sudah sangat geram sekali,dan tak tahan lagi dengan kelakuanmu itu!" Ujar dari Erick lalu melotot, menyeringai, menatap tajam.


"Ckk..memangnya ini Sekolahanmu ? ,ini milik Pemerintah, bukan milikmu dasar!" Ujar dari Andromeda yang mulai kesal kepada Erick karena sudah berani melarangnya.


Untuk tidak keluar masuk sembarangan ke Sekolahan .


"Tak usah mengatur aku, dan aku hanya akan melakukan tindakan sesuai keinginnanku saja pergilah dari hadapanku." Jawab Andromeda dengan angkuhnya, dan mengusir Erick .


"Apa yang kau maksud baiklah kita selesaikan secara jantan!"Kata Erick sambil mendekati Andromeda.


Erick yang geram dengan Andromeda mulai menendang kaki Andromeda beberapa kali,


"Argh...Sialaaannn!" Erangan Andromeda karena sudah di tendang oleh Erick sambil memegangi kakinya.


Andromeda pun maju mulai mambalas tendangan Erick,dengan beberapa bogem mentah namun Erick menghindarinnya.


Erick yang sangat jago judo mengeluarkan jurusnya dengan,menarik lengan yang kanan Andromeda ke belakang tubuhnya sampai berbunyi,


"Kreeeeeteeeeek."Bunyi dari suara tangan Andromeda yang di kunci dan dipelintir Erick.


Akhirnya Andromeda yang geram tak tinggal diam memutar badannya ke arah kanan dan berhadapan dengan Erick.


Kemudian dia pun menendang dengan kaki jenjangnya itu beberapa kali ke badan Erick.


Dengan sudut kira-kira 90°seketika tendangan Andromeda yang sangat kuat membuat Erick terpental jauh, ke kutub Utara, ya enggak lah yeah. Namun satu tendangannya pun cukup membuat Erick kewalahan dan tersungkur .


Posisi Erick saat ini terlentang Andromeda langsung menindih Erick menghajarnya dan memukuli wajah Erick sampai memar dan lebam semua.


"Buk, bak, buk ,bak, buk gedebuk buam..."


Erick menggunakan tehknik judonya untuk bisa membuatnya lepas dan mendorongnya dari tubuh Erick.


Erick menarik kaki Andromeda lalu dia pun memelintirnya hingga bunyi kretek, kamudian Andromeda menyikut kepala Erick beberapa kali dengan sekuat tenaga.


Mereka pun masih saja, berjibaku dan saling baku hantam satu sama lainnya, dan tanpa berfikir panjang lagi, yang ada hanya luapan emosi dari mereka berdua agar tersalurkan .


Baku hantam para pria ini pun terjadi dengan seru dan menegangkan, mereka saling baku hantam walaupun mereka sedang tidak tahu kalau mereka itu sedang di amati seseorang


Ternyata baku hantam kedua pria ini diketahui oleh adik kelas kami,seketika dia itu berlarian dengan secepat kilat memanggil Ketua OSIS untuk melerai.Agar bisa menghentikan baku


hantam.


"Kakak aku mau melapor ,kakak Andromeda dan Kakak Erick sedang berantem mereka saling memukul satu sama lainnya!" Pleidas berkata padaku sambil terlihat panik .


"Apa,dasar mereka membuat masalah saja!" Kata Putih sambil keluar gedung Sekolah dan berlarian menuju tempat perkelahian mereka.


Sesampainya di sana.


Terlihat Andromeda dan Erick kotor semua seragamnya,mereka berjibaku dengan tanah daun kering dan juga kotoran lainnya.


"Astaga apa yang di lakukan mereka," ujar Putih sambil menonton aksi tawuran mereka berdua yang sangat seru dan mendebarkan.


Bersambung...