The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 181 "Kami Bertiga Sedang Berkumpul"



Aku, Mutiara,dan Persi sore ini sedang janjian pergi ke Mall kesukaan kami, yaitu ke sebuah Mall , karena kami memang sudah lama tidak bertemu, kami sibuk dengan urusan pribadi kami masing-masing.


Hari ini spesial aku bertemu sahabatku yang amat aku sayangi, mereka adalah harta karun bagiku, kami sudah lama menunggu saat-saat seperti ini, jika kalian setiap hari bisa bertemu sahabat kalian maka, aku sangat jarang tapi aku sangat senang pertemuan kami yang sangat berkualitas dan juga intens ini tentu adalah hal yang sangat spektakuler.


Sore ini pukul 16.00 wib, kami sudah ada di Mall dan kami pun berkumpul saling menjalin silahturahmi satu sama lain.



Anggap ini adalah visualisasi Mall, agar bisa mempermudah dalam menggambarkan serta mengilustrasikan tempat yang kami kunjungi.



Ini adalah gambar Mutiara Azzahra dari tokoh Novelku yang pertama The Power Of Ice Girl.



Ini adalah gambar untuk tokoh Persi di Novel The Power Of Ice Girl.



Ini untuk tokoh Novel Putih The Power Of Ice Girl, Tokoh utama atau Firstlead Female.


Kami yang sudah lama menunggu saat-saat seperti ini.


"Alhamdulillah, ya kita bisa berkumpul dan bisa saling bertatap muka, aku harap bisa setiap hari seperti ini." Ucap dari Mutiara kepada Putih dan Persi, serta tersenyum manis setelahnya.


"Tentu saja hanya ada satu solusi, kau jangan sekolah di Luar Negeri, sekolah disini saja." Ujarku pada Mutiara dan sambil memandangi wajahnya yang cantik jelita dan bagai seorang bidadari surga.


"Ehm, bisa nggak ya?"Ucap dari sahabatku ini yang bernama Mutiara dengan lemah lembut sopan santun, dan berbudi luhur .


"Ya kalau kau mau, kau bilang Umikmu itu, ya biar kau sekolah disini sama Aku dan Persi mau tidak?"Tanyaku pada Mutiara sambil melihat wajahnya yang seperti bidadari surga.


"Iya kau disini saja ,sekolah denganku ok kita berkumpul, amatlah sayang kalau waktu itu terbuang dengan percuma." Ucap dari Persi sambil melihat wajah Mutiara terlihat sendu.


"Ehm, kira-kira boleh ndak ya aku sekolah di Indonesia aja."Ucap lirih dari Mutiara sambil menundukkan badanya.


"Tentu saja boleh, kau hanya harus bilang bila hatimu ada di Indonesia benarkan."Ucapku pada Mutiara untuk meyakinkannya, dan dia memberanikan dirinya agar dia mau dalam mengutarakan pendapatnya.


"Iya ayolah, kita bersekolah di satu Sekolahan saja, aku sangat senang sekali." Sahut Persi dan menimpali kata-kata dariku.


"Baiklah nanti kalau ada waktu, mungkin aku akan berusaha memberanikan diri bilang." Ucap dari Mutiara kepadaku dengan lemah lembut dan juga mengerucutkan bibirnya itu.


"Kau harus berani, semangat apa aku perlu yang bicara?"Ucapku pada Mutiara karena aku tahu Mutiara sangat ingin berkumpul dengan diriku, dan Persi dia menganggapku adiknya sendiri.


"Jangan, aku saja insya Allah, pastilah Umik mau." Ucap dari Mutiara padaku.


Para reader ingat persahabatan itu lebih dari apapun tahu, kadang orang itu meremehkan ya ,kalau aku tidak karena sejatinya sahabat itu bisa melebihi materi apapun, lihatlah itu kupu-kupu bersahabat dengan bunga, dan kupu-kupu membantunya untuk melakukan penyerbukan setiap harinya dengan ikhlas.


Karena Bumi juga tak bisa langsung tiba-tiba memunculkannya tanpa bantuan Langit.


Maka dari itu Sang Penguasa Langit dan Bumi beserta bintang-bintangnya, ini mau kita saling menjaga silahturahmi ya dengan baik dan benar, walau kita mempunyai perbedaan .


Mulai dari pemikiran, perkataan, perbuatan, agama ,adat-istiadat, daerah, pulau, negara dan lain-lain semua itu sama saja di mata Sang Penguasa Langit dan Bumi bersama bintang-bintangnya.


Jauhkan diri kalian dengan sifat sombong angkuh, dengki, hasut, serta fitnah, karena semua itu, adalah hal yang tidak berfaedah dan juga bisa membuat kalian tersesat ya.


"Dengar, kau duduklah disini saja, pesanlah makanan yang kau sukai, aku mau ke kamar mandi dulu ya." Ucapku pada Mutiara dan Persi sambil menuju toilet.


"Jangan lama-lama ya Put." Ucap dari Persi sambil tersenyum manis kepadaku.


"Tentu saja , aku secepatnya kembali ya."


Ujarku pada Persi dan Mutiara dan berlalu.


"Hei kau mau makan apa?"Tanya Mutiara kepadaku sambil melihatku yang semakin menjauh.


"Terserah, aku minumnya seperti biasa lemon tea."Jawabku sambil pergi ke toilet dengan secepat kilat.


"Ok, "Jawab Mutiara dia tersenyum melihatku karena sangat lega sekali,melihat sahabatnya itu untuk sekian lama tak pernah bertemu dan hanya mendengar suaraku saja.


Aku pun dalam toilet beberapa menit setelah itu aku pun kembali menuju tempat Persi dan Mutiara, agar mereka tak menunggu lama.


Dalam perjalanan aku menemui suatu benda suci atau bisa di sebut makhluk Tuhan yang diam membisu, dan juga kaya Ilmu, dia pun tersenyum menatapku dan juga melambaikan tangannya lalu mengajakku untuk beromansa


"Kemarilah Putih mampir sebentar ya, apa kau tak merindukanku?"Tanya dia padaku sambil tersenyum manis, bagaimana aku tidak bisa mampir karena rayuan mautnya itu ,membikin hatiku tericikiwir.


Aku pun melihatnya dan mampir sebentar, walaupun aku tahu sekarang waktunya tidak tepat kalau aku ,berduaan denganya, aku pun hanya melihatnya sebentar namun bagiku adalah hal yang sangat luar biasa.



Anggaplah ini visualisasinya ya para reader agar kalian bisa sangat takjub dengan ,yang namanya makhluk yang tak bisa bicara dan padat ini, serta mampu menggerakkan fikiran dan perasaan kita, menerangi seluruh Alam bak lentera di malam hari, dan juga kunang- kunang yang mampu menerangi sang malam.


Atau juga bisa di sebut jembatan yang sangat rela dan ikhlas, kau pijak dan injak di bawah kakimu yang bau serta kotor itu tanpa marah sedikitpun.


Ya itulah dunia literasi atau buku, yang bisa membuka jendela wawasan pengetahuan kita ya kan para reader semua, semangat berkarya dan anggap semua kita bersahabat selama -lamanya.


Bersambung...


"Jalani hidup ini seperti air yang mengalir dengan secukupnya, tak berlebihan dan tak kekurangan, karena sesuatu yang berlebihan juga tidak akan baik untuk kita."


~Pungkies*~