The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 177 "Bersosialisasi"



"Ayo kita cari makanan aku lapar Daniel." Ajak Andromeda dan menyeret lengan Daniel ke luar ruangan ,mereka menuju kantin Rumah Sakit.


Sambil berbincang dan makan bersama, dan Andromeda mulai agak percaya dengan anak yang bernama Daniel ini, karena Andromeda sebenarnya ingin mempunyai sahabat, atau saudara karena seorang Putra Tunggal akan selalu waspada dengan orang sekitarnya.


Mereka sekarang ada di kantin Rumah Sakit.



Ini adalah gambar dari kantin Rumah Sakit milik keluarga Andromeda.


Mereka berdua sedang melihat menu ,namun sekarang menunjukkan pukul 01.00 wib dan kau tahu sendiri jam segini jarang ada orang makan, karena kebanyakan makhluk di bumi akan lebih memilih istirahat atau tidur dengan pulas karena memang jam-jam segini pas dan cocok untuk makhluk yang bernama manusia itu bermimpi indah, tidur dan mengistirahat kan badannya ,agar keesokan harinya mereka akan bisa beraktivitas lagi , bekerja , sekolah, ada juga yang mengerjakan aktivitas lainnya.


"Hei, aku mau steak sama jus semangka ya!"


Ujar Andromeda pada seorang penjaga kantin Rumah Sakit.


"Ehmmm,mohon maaf Tuan Muda ,karena jam segini hanya ada sisa makanan tinggal chicken katsu sama bakso saja."Ujar penjaga kantin tersebut ,sambil dalam hatinya agak sebal karena sudah tahu perangai sang tuan muda jika tidak sesuai permintaan dia akan marah.


Seperti biasa karena orang kaya dan contoh dari abang Andromeda ini, dia tidak pernah mau mempedulikan perasaan orang lain, dan juga sudut pandang bahwa orang lain juga perlu di hargai.


"Ya Tuhan bedebah ini pasti akan merengek seperti bayi, mimpi apa aku semalam?"Ucap dari penjaga kantin tersebut, namun dalam lubuk hatinya paling dalam.


"Kau ini, kau kan di sini di gaji mahal apa kau tak paham?,jika sebelum aku minta harusnya kau mempersiapkan terlebih dahulu!"Ujar tuan Andromeda sambil menyeringai, marah, dan juga emosi karena dia hanya tau keinginan dia haruslah terpenuhi, dalam detik ini juga.


"Namun Tuan Muda ini sudah larut, dan tidak terlalu banyak orang makan, jadi kami hanya menghidangkan makanan yang ada saja." Penjelasan dari Ibu penjaga kantin tersebut.


Dengan sabar, dan juga dengan lembut dia tetap belajar untuk menjaga emosinya, walau dalam hati dia sangat marah dan juga emosi.


Karena penjaga kantin tahu kalau tuan muda yang satu ini, tak akan pernah kalah, jadi dia berusaha sabar mungkin agar tidak di pecat.


Karena beberapa kali memang, banyak sekali pegawai dari kantin ,keluar masuk di pecat olehnya. Ibu satu ini tak mau itu terjadi dan dia sudah paham perannya hanya seorang penjaga kantin.


Andromeda tetap marah hanya karena dia itu ingin makan steak, padahal dia sudah sering sekali makan makanan itu tak terhitung lagi.


"Aish, kau ini apa kau mau di pecat?!"Ancam Andromeda dengan seenak jidatnya, sambil menatap kedua bola mata Ibu penjaga kantin dan menyeringai.


Sesuai dengan fikiran sang penjaga kantin, dia pun hanya tertunduk lemas.


Ibu penjaga kantin hanya diam tak menjawab. Agar tidak membawa masalah, serta agar dia tidak di pecat, karena tahu sendiri rakyat kecil itu selalu bertahan dalam kesulitan dan hanya bisa menerima , hanya bisa pasrah pada sang keadaan bahwa mereka hanya mendapatkan perlakuan tidak adil, pada semua orang yang mempunyai kedudukan tinggi, dan juga orang mempunyai kekuasaan besar, dan juga hanya bisa menelan ludah walaupun hati mereka itu sedang di iris-iris tipis seperti bawang merah, setelahnya di lumuri garam.


Daniel pun yang tahu mendekati Andromeda karena Daniel, masih mempunyai empati dan juga hati nurani.


"Hei, sudahlah aku lihat kau ini sangat suka sekali bertengkar dengan orang lain, ayolah mengalah, katanya kau lapar."Ujar dari Daniel pada tuan muda yang bodoh dengan lemah lembut.


"Aku benar sangat lapar, tapi sekarang sudah tak selera lagi."Ujar dari Andromeda merajuk seperti anak kecil.


Dan menekuk wajah tampanya itu sambil mengerutkan alis nya yang tebal.


"Kenapa kau ini mirip seorang gadis?"Tanya Daniel sambil tersenyum tipis menggoda tuan muda Andromeda ,juga menyenggol bahunya setelahnya.


"Kau mau ku hajar?!"Ujar Andromeda semakin marah , karena Daniel malah meledeknya.


"Hei Kau tahu, Putih malah tidak pernah sama sekali seperti kau ini, dia selalu menghargai usaha orang lain !"Ujar Daniel sambil melihat wajah Andromeda yang sedang marah.


Lucu dan bak seorang gadis yang sensitif bila di ajak berbiacara sangat repot, malah marah kalau di beri masukan atau kritik dan saran padahal membangun .


"Benarkah?"Tanya Andromeda.


Dalam sekejap tuan muda Andromeda mulai mendingin dan tak marah lagi, bak kulkasku yang dua pintu , sangat dingin tak marah lagi.


"Benar tentu saja kau membuatnya sangat lama, hanya untuk makan saja repot sekali."


Ujar Daniel pada tuan Andromeda agar sadar akan perbuatannya.


Karena hal itu hanyalah perbuatan yang sia-sia saja.


Daniel pun memesan makanan pada Ibu penjaga kantin tersebut.


"Aku mau bakso sama itu samoza segitiga, minumanya lemon tea aja ya."Ucap Daniel dengan sangat sopan sekali.


Dan benar saja Ibu kantin itu dengan sangat ramah, dan juga merasa di hormati melayani Daniel lebih dari melayani tuan Andromeda.


Andromeda yang tahu keadaan itu, kalau Ibu Kantin itu dengan ramah dan cepat tanggap pada Daniel terkejut, Dia menatapnya seakan kalau dia barusan tahu kesalahan yang dia perbuat membuat dia agak malu , karena hal itu membuatnya sikapnya tak berdedikasi dia banding Daniel yang sopan dan lembut pada Ibu kantin itu.


Bersambung...


"*M**enjaga dalam lisan, tulisan, dan perbuatan, menambah ilmu juga menambah pelajaran."


~Pungkies*~