
Saat aku berada di kantin sekolah, seorang perempuan berparas cantik menghampiriku.
"Hai Putih, apa kabar?" Ujar dari Persi sambil tersenyum sangat elegan .
"kau sudah mau bicara ,hei Persi kenapa kau
selalu menghindariku?" Gadis ini heran pada sahabatnya kenapa bersikap seperti itu .
"Kau, kira aku akan mengorbankan hubungan persahabatan kita, hanya karena satu orang lelaki!" Tanya Putih pada gadis bernama Persi sambil tersenyum manis.
"Aku sangat menyesal, minta maaf ya, aku dengar keluar dengan seorang pria siapakah dia?"Tanya dari Persi sambil menyenggol bahu Putih .
"Hei dengar jangan terlalu dekat dengan para wanita yang suka bergosip." Ujarnya kepada Persi.
"Kenapa kau tak senang aku punya banyak teman?" Ujar dari Persi dengan penasaran.
"Kenapa harus mengurusi orang lain ? lebih baik kita mengurusi urusan kita sendiri ."Ujar Putih pada sahabatnya sambil melamun.
"Baiklah,oh ya Mutiara akan pulang berlibur ke Indonesia , jika dia tiba bolehkah kami seperti biasa menginap di rumahmu ?"Kata Persi dengan menutup kelopak matanya, dan juga tersenyum amat manis .
"Tentu saja ,Tuan putri." Sambil memandang wajahnya yang sedang riang gembira .
Daniel pun nampak sedang asyik mengobrol dengan anak baru.
"Apa tadi kau di tendang siswa perempuan disana itu?" Tanya Daniel pada Orion.
"Benar,sialan siapa anak perempuan itu? dia berani memukul seorang pria!" Ujar dari Rion sambil menyeringai, dia heran kenapa hanya seorang gadis berani memukul sembarangan.
"Dia Wakil Ketua OSIS disini."Ujar dari Daniel kepada Rion.
"Benarkah makanya kata-kata yang sangatlah singkat padat jelas, tidak bertele-tele sama sekali!" Ujar Rion terkejut dan menatap Daniel.
"Oh iya , satu lagi apakah kau tahu alasan dia itu menendangmu?" Tanya Daniel mengamati wajah Rion .
"Tidak tahu." Jawabnya dengan polos .
"Dia menganggap Bu Wardah adalah Ibunya sendiri, dan jangan lupa kau akan segera tahu alasannya nanti ?" Ujar Daniel menjelaskan lagi.
"Begitu ya , tapi kenapa kau sangat tahu dia melebihi lainya?"Tanya Rion dia penasaran.
"Aku sudah mengenalnya lama, jadi paham jalan fikirannya itu." Ujar dari Daniel sembari meninggalkan Orion dan menghampiriku.
"Kau tadi mau bilang apa kepadaku?"Tanya Daniel kapadaku.
"Kemarilah mendekat,dengar nanti siang kita ambil Bianco." Putih pun membisikki telinga Daniel dengan pelan, dan lirih .
"Apakah benar untuk apa? , kau sudah lama tak melihatnya , oh apa kau merindukannya?"
Tanya Daniel sambil memanyunkan bibirnya.
"Iya, aku sangat sangat merindukannya,ayo kita jenguk dia!"Ujar gadis itu dengan penuh semangat pada Daniel dengan senyum yang sumringah.
"Lalu,kelas judomu bagaimana?"Tanya Daniel lagi , dengan mengernyitkan alisnya .
"Tentu saja aku akan ijin beberapa hari,karena aku ingin fokus sama Bianco!" Ujar Putih pada kepada Daniel.
"Hei , kalian berdua apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Persi dengan tiba-tiba, dia penasaran.
"Tidak , ya kan Daniel!" Ucapnya pada Daniel, diapun tersenyum dan pergi meninggalkan kami berdua .
"Ya sudah nanti aku wa ya,aku pergi dulu ada urusan penting."Kata Persi sambil berjalan dan meninggalkan sahabatnya itu.
Pelajaran-demi pelajaran pun silih berganti,
akhirnya bel pun berbunyi ternyata jam sudah menunjukan 13.30 wib.Dan waktunya pulang Sekolah.
Aku pun menuju ruangan judo dan meminta ijin pelatihku untuk tidak masuk beberapa hari , dan kemudian di setujuinya , karena dengan alasan ada keperluan yang sangat penting. Dalam ruangan itu ada seorang wanita menungguku.
"Hai kak Putih aku Luna."Kata Luna didalam ruang kelas judo.
"Kemari sini aku kenalkan Ketua OSIS kita,ini adalah asisten dari Pelatih judo ini Erick dan ini Luna."Memperkenalkan Luna kepada Erick.
Kelas judo hari ini di mulai tanpa diriku.Aku dan Daniel pergi menuju showroom tempat Bianco beristirahat. Sesampainya disana Bianco ku peluk dan kucium. Karena aku sangat merindukannya.
"Hei Bianco kau merindukanku?" "Bantu aku ya kali ini kita harus mendapatkan uang itu."
Ujar Putih pada Bianco karena sudah lama tak mengunjunginya .
Daniel yang melihatku pun , menatap Bianco sambil tersenyum.
Ujar dari Daniel sambil tersenyum manis .
"Aku sudah lama , menantikanmu Putih." Ucap Pak Betrand teman Ayahku yang mempunyai showroom ini , tiba-tiba menghampiri kami .
"Apa kau mau mengendarainya lagi?"Kata Pak Betrand.
"Benar,apa dia baik-baik saja mesinya?, apa ada masalah denganya?" Sambil melihat ke arah Pak Betrand.
"Tidak , mungkin karena lama tidak di pakai kau perlu memanasi mesinya saja."Ucap Pak Betrand dengan suaranya yang khas.
"Baiklah mari kita lihat!" Sambil menyalakan mesin Bianco , beberapa menit kemudian.
Aku pun mengeluarkan Bianco keluar dari showroom, menghirup udara segar Aku dan Daniel mencobanya di jalan dekat showroom Pak Betrand.
Rasanya sangat menyenangkan bertemu dengan Sahabatku Bianco.
Aku pun memutar kunci kemudi,menginjak pedal gigi dan ku tancapkan gas pelan sambil menambah gigi kemudi dan gas nya secara beriringan.
Kulihat kecepatan pada spedometer sambil melihat apakah ada kerusakan mesin pada Bianco.
Kemudian saat ada pada jalan lurus yang sepi kutambah kecepatanya dengan penuh.
Kau tahu reader jantungku mulai membuncah saat aku mendengar suara bising dari kuda mesin warna putihku ini.
Dengan kecepatan penuh suara bisingnya itu pun terdengar seperti alunan lagu. Dengan berdentum membuat semangat .
Adrenalin pun bangun dengan seketika di tengah jalan, suara angin kencang berhembus sepoi-sepoi juga meniup-niup , cahaya putih yang lurus seperti kita akan masuk ke dalam portal alam lain, dan ada juga ada perasaan magis pada Bianco ini.
"Heiiii....Biancooooo Aku merindukanmuuu!"
"Ayo Daniel,sangat seru sekali**iii**!!!" Dengan penuh semangat .
"Ayoo kita melaju lebih cepat agar bisa tahu Bianco ada masalah atau tidak ?"Ujar Daniel penuh semangat.
ngeng.......... ngeng..... ngeng..... wuss..... suara angin yang terlewati motor kami.
Tiba-tiba di tempat kami biasa balapan liar ada para geng motor yang biasa main dan disana ada beberapa preman yang pernah tempo hari ingin mengeroyokku. Aku pun menghentikkan motorku.
"Akhirnya kau muncul juga gadis tengik."Kata salah satu preman itu.
"Apakah kau sudah bosan berpura-pura?"Kata preman itu lagi dengan ekspresi yang tak bisa di gambarkan .
"Aku tidak berpura-pura, bagaimana kalau kita bertanding tapi jika kalah jangan nangis ya!"
Memperingatkan sambil tersenyum sinis.
"Hei gadis tengik,apa yang kau taruhkan kali ini?" Tanya Preman sambil menatap dengan pandangan meremehkan .
"Seperti biasa jika menang , aku mau uang hanya Rp 500,. juta, tapi jika aku kalah bawa motorku ini bersamamu?" Sambil tersenyum pada Bianco,dan tiba-tiba Daniel menyeretku.
"Hei apa kau serius?" Tanya Daniel.
"Iya,aku serius Daniel aku harus mendapatkan uang itu bagaimanapun caranya." Ujar dari Putih dengan percaya diri sangat tinggi .
"Hei, apa benar?, biasanya kita bermain untuk bersenang-senang saja?"Tanya Daniel ragu dan juga khawatir dia takut terjadi sesuatu .
"Apa kau pernah melihatku kalah saat main? apakah aku tak percaya padaku dan Bianco?"
Ucapan Putih terdengar lirih kepada Daniel dan percaya diri .
"Terserah kau,tapi aku khawati , kau sudah lama tidak mengendarainya." Ujar Daniel.
"Aku hanya perlu mendekatkan diri lagi pada Bianco , iyakan Bianco!" Sambil mengelus
-elus motor putih miliknya .
"Aku juga amat sangat merindukanmu oh ya
mungkin aku bisa membawamu ke semua tempat yang ingin kau tuju,dimana kamu bisa merasa lebih baik,Ayahmu juga menitipkan pesan bahwa kau harus berhati-hati" Bianco.
Bonus gambar motor Bianco agar mudah membayangkannya .
Bersambung...
Terimakasih masih setia dengan novelku,dan jangan lupa klik like dan favoritnya ya setelah itu ketik komentar kalian apa saja di kolom komentar author pasti akan membalasnya seperti surat cinta Saranghae Gomawo