The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 79 "Dia Berterimakasih Kepadaku"



Daniel dan Andromeda pun membalas dengan menundukkan badan mereka.


Chelsea yang tidak kuasa menahan air mata kebahagiaan, karena selama ini tidak ada manusia yang mau mengulurkan tanganya


Dia adalah anak gadis yatim piatu yang tidak bersekolah dan mendapat perlakuan layaknya seorang jugun Ianfu. Pada saat penjajahan Jepang di Indonesia.


Jugun Ianfu adalah gadis penghibur yang di perlakukan secara tidak adil, dan dia dipaksa melayani kaum pria bejat yang tak bermoral, tanpa mendapatkan imbalan,serta mendapat siksaan psikologis serta jasmani rohani.


Sehingga para gadis ini akan berharap lebih baik mengahiri hidupnya ,daripada hidup dengan siksaan berat tersebut.


Jadi untuk para reader perempuan khususnya, jagalah harkat dan martabat kalian dari para predator, atau lelaki buaya darat, sejatinya lelaki yang baik dan bertanggung jawab.


Dia takkan berani menyakiti seorang gadis


serta dia akan memuliakkan seperti seorang ratu atau putri. Bukan mendekati hanya untuk kepuasan nafsu duniawi semata.


🍁🍁🍁🍁🍁


Malam itu Daniel pun berpamitan pulang karena sudah terlalu larut malam.Andromeda yang masih takut kalau Diego akan kembali mengusik kekasihnya tersebut ,maka dia pun memutuskan untuk bermalam di rumah Putih,


berharap bisa menjaganya malam ini.


"Hei namamu Chelsea kan,kau boleh tidur di samping Putih aku kira kamarnya muat untuk dua orang ,aku akan berjaga disini" Ujarnya kepada Chelsea,dan Chelsea mengangguk tanda mengiyakan saran dari Andromeda


Dan bergegas masuk ke kamar Putih untuk beristirahat.


Andromeda segera mengunci pintu rumah. kemudian merebahkan dirinya di atas sofa kecil itu ,walaupun dia sangat tahu sofa ini terlalu kecil untuk ukuran tubuh besarnya


Namun karena dia kelehan setelah kejadian malam itu matanya pun terpejam dan larut di buai mimpi.


Waktu menunjukkan pukul 05.00 wib aku pun terbangun dari tidurku, kulihat ada Chelsea di sampingku.Ternyata matanya belum terpejam dan tampak raut wajahnya berseri-seri.


Kami mengobrol namun dengan suara lirih takut kalau Andromeda terbangun dari tidur lelapnya.


"*Terimakasih banyak Putih,karena kau sudah berani mempertaruhkan nyawamu ,hanya*lah demi gadis rendahan sepertiku."Kata Chelsea sambil meneteskan air matanya,tergurat jelas bahwa ia sangat bahagia sudah terbebas oleh jeratan para pria brengsek itu.


"Sama-sama ,aku rasa kau harus bersabar dengan apa yang telah kau alami,semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita berdua, agar tidak di perlakukan seperti itu lagi." Kataku pada Chelsea sembari menarik tubuhku agak keatas dan menyandarkannya lalu duduk di samping Chelsea.


"Aku tanya kepadamu apakah kau tahu kalau kau sedang hamil?"Tanyaku kepada Chelsea sambil menatapnya tajam.


"Iya."Jawab Chelsea sambil mengangguk dan menundukkan kepalanya.


"Aku harap kau tidak berbuat egois untuk bayi yang tak bersalah itu".Kataku kepada Chelsea berharap tak mengaborsi janin dikandungnya.


Diapun menangis sesenggukkan karena dia bingung harus melakukan apa.Karena gadis kecil seusianya saat ini seharusnya sedang menikmati masa-masa mudanya.


Bersenang-senang di usianya saat itu,bisa saja mempunyai kekasih pergi jalan-jalan.


Atau bermain-main dengan sahabatnya,atau juga dia bisa berkumpul dengan keluarganya tanpa ada beban pikiran.Serta bersekolah di Sekolahan SMA sepertiku saat ini.


Namun yang ia rasakan saat ini adalah harus menjadi ibu bagi anaknya, hasil perbuatan bejat para lelaki yang memperkosannya


Kemudian aku memberikan dukunganku pada Chelsea dengan memeluknya erat,seakan ada ikatan batin,walaupun kami tidak bersaudara.


"Sebenarnya ini bukan yang pertama kali,dulu aku pernah hamil dan Diego membawaku ke Dokter kandungan untuk diaborsi,karena itu menurutnya jika aku membesarkan anak itu sangatlah merepotkan."Kata Chelsea sambil menyandarkan kepalanya diatas bahuku dan menangis.


"Aku sebenarnya sangat ingin mengahiri hidupku yang hina ini,namun saat bertemu denganmu dan kau menganggapku sebagai seorang manusia akupun mempunyai sedikit harapan untuk hidup." Kata Chelsea sambil meneteskan air matanya,akupun semakin memeluknya erat.


Perasaanku saat ini sangat lah sakit melebihi luka di sekujur tubuhku yang terkena pecahan kaca.Dan aku pun ikut meteskan air mata.


"Kau tahu mereka memperlakukanku seperti anj*** peliharaannya,dan tak ada satupun dari mereka menganggapku manusia karena yang


mereka tahu aku tak akan lari,karena aku ini tidak mempunyai saudara bahkan orang tua juga tak bersekolah."Kata Chelsea dengan berlinang air mata di pundakku.


Akupun mulai melepaskan pelukanku dan menatap wajahnya.


"Dengar ,setiap manusia itu di muka bumi ini selalu di beri kejutan olah sang Maha Kuasa aku rasa kau adalah gadis tangguh jadi mulai sekarang jangan beranggapan sendiri lagi ok"


Kataku pada Chelsea sambil kulihat matanya sembab.


Untuk para reader bersyukurlah, jika kamu mempunyai hidup yang tak terlalu keras dan sedang memihakmu saat ini,banyak gadis di luar sana mendapat perlakuan tidak layak,


serta keadaan yang lebih ekstrim lagi.


Chelsea pun menganggukkan kepalanya dan menyuruhnya untuk merebahkan tubuhnya.


Kulihat dia mulai terpejam,aku kira dia tidak bisa tidur karena menungguku terjaga dan ingin mengucapkan rasa terimakasihnya kepadaku.


Akupun pergi ke kamar mandi untuk merawat dan membersihkan diriku ,karena penuh luka goresan kaca.Luka ini tak sebanding dengan rasa sakit yang di alami oleh Chelsea.


Setelah aku selesai membersihkan badanku aku pun merawat luka di tanganku agar tidak terjadi infeksi.Setelahnya aku menghampiri Andromeda yang tertidur di ruang tamu, dan kulihat badanya tinggi kekar rela berhimpitan dengan sofa kecil milikku.


Akupun tersenyum menatap wajahnya yang tertidur lelap seperti bayi.Terkadang ia sangat menyebalkan,terkadang juga ia sangat manis melebihi gula dan madu,dan terkadang juga ia sangat tidak sopan sama sekali, terkadang ia juga seperti anak kecil, dan dia juga membuat jantungku berdebar lebih kencang, terkadang ia membuat pikiranku menjadi kacau balau.


Bibirnya yang merah seksi, hidungnya juga sangat mancung sekali aroma tubuhnya sangat harum.


Serta ada sedikit aroma khas ditubuhnya itu,dan dia merelakan kamar tidurnya yang mewah demi menjagaku dan tidur di sofa kecil di ruang tamuku saat ini.


Aku duduk di bawah sofa sambil menatap mengamatinya ternyata Andromeda yang memejamkan matanya itu tiba-tiba,kelopak matanya pun terbuka lebar, dan kami saat ini saling menatap satu sama lain.


Kulihat bola matanya bulat sempurna dan sangat menawan


Dia hanya diam menatapku tidak bergerak ataupun berbicara,kulihat kelopak matanya yang berkedip sangatlah indah,salah satu keindahan yang di ciptakan Tuhan mewakili ketampanan dari salah satu jutaan umat lelaki sejagad raya.


Tak selang berapa lama tanganya yang kekar dan besar itu melingkar di pinggangku yang kecil,dan menarik tubuhku mendekat ke tubuh pria kekar ini, dan memelukku erat,dan sambil berbisik di telingaku.


"Dengar aku tak mau lagi kejadian malam itu terulang kembali,jadi jika ada sesuatu yang buruk kau harus menghubungiku,dengar uang sebanyak apapun di dunia ini tak akan pernah bisa mengembalikan manusia yang sudah mati"Kata Andromeda sambil memelukku erat,dan menyandarkan kepalanya di bahuku yang kecil.


Bersambung...


Mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh setting, dan juga lain-lain author ini tidak ada


maksud untuk memecah belah siapapun 🙏