The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 68 "Simbiosis Mutualisme"



"Apakah kau sering main dengan Willy?"Tanya Dokter Sharon kepadaku nampak antusias.


"Iya sering,jika Dokter Andrea belum pulang maka Ia akan menunggunya di tokoku!"Jawab Putih kepada Dokter Sharon.


"Bisakah kau,memberi nomer ponselmu kepadaku?"Kata Dokter Sharon kepadaku.


Akupun memberikan posel bututku kepada Dokter Sharon,dan Dokter Sharon pun terkejut melihat model serta ponsel yang sangat jadul ini,dan sudah tidak produksi lagi serta mungkin Perusahaanya sudah bangkrut kalah dengan ponsel smart yang canggih itu.


"Ha...!Aku kira sang pangeran Andromeda akan memberimu ponsel yang paling mahal di dunia dan akhirat?,ternyata pelit sekali hahaha!"Kata Dokter Sharon kepadaku sambil tertawa.


"Aku,pernah di tawarinya namun aku tak mau karena aku lebih suka ponsel lamaku ini!"


Kataku kepada Dokter Sharon dengan polosnya sambil tersenyum.


"Kau gadis yang polos,minta saja semua yang kau minta akan di turutinya,bahkan jika kau menginginkan dunia beserta isinya,dia akan rela menjual semua aset keluarganya,!"Kata Dokter Sharon sambil tertawa lepas.


"Hahahahah"


Aku melihat Dokter Sharon yang tertawa lepas ikut senang,aku kira dia adalah orang yang dingin ternyata sangat supel.


"Hei , aku akan barcerita tentang Andromeda , dan aku harap kau mau berbagi informasi tentang Dokter Andrea kepadaku!"Kata Dokter Sharon kepadaku sambil menyimpan nomer ponsel kami,kemudian mengembalikan kepadaku.


"Baiklah Dokter,Apakah Dokter mengenal Papa Willy?"Akupun bertanya kepada Dokter Sharon.


"Dokter Andrea adalah temanku , saat kami kuliah di luar negeri,aku sangat mengenalnya,


!"Kata Dokter Sharon tatapanya terlihat melamunkan sesuatu.


"Apakah,Papa Willy sering berkunjung ke rumah Andromeda?"Kataku kepada Dokter Sharon.


"Jarang sekali ya,aku hanya bertemu dia kemarin, karena Papa Andromeda pingsan setelah turun dari pesawat jet pribadinya!"


Kata Dokter Sharon padaku sambil tersenyum


"Pantas saja kemarin mereka berdua berada disini,"Kataku namun di dalam hati saja.


"Dokter Andrea itu adalah , anak dari (adik neneknya) dari keluarga Mama Andromeda jadi masih kerabat namun agak jauh, sifat mereka saling berlawanan!"Ujar dari Dokter Sharon kepadaku.


"Aku beritahu rahasia besar Andromeda,kau akan terkejut mendengarnya!"Kata Dokter Sharon kepadaku sambil berbisik.


"Dia sangat takut dengan Mamanya!"Kata Dokter Sharon sambil tersenyum.


"Benarkah!"Kataku sambil tersenyum ternyata berandal tengik seperti dia masih ada yang di takutinya.


"Tidak itu saja , Apakah kau baru tahu? , dia adalah berandal yang seenak jidatnya , tak pernah mau mengalah!"Kata Dokter Sharon curhat tentang perlakuan Andromeda kepadaku.


Akupun yang sudah tahu tersenyum kecut,


memang perlakuanya terhadap semua orang seperti itu,dan merasa lebih unggul serta tak akan pernah mengalah pada siapapun.


"Oh,iya Aku heran kenapa kau adikku kecilku mau menerima berandal seperti dia,apakah kepalamu tidak terbentur sesuatu?"Kata Dokter Sharon menghawatirkanku sambil memperhatikanku.


"Aku juga bingung menerimanya!"Kataku sambil menahan marah karena kami berdebat kemarin.


"Bukankah nasib sial jika kau berhubungan denganya,tapi aku lihat dia sangat antusias dan menyukaimu,namun berbeda denganmu kau mengacuhkanya,itu lebih sulit lagi,dia tak akan pernah melepaskanmu!"Kata Dokter Sharon kepadaku sambil menggelengkan kepalanya.


"Tunggu disini Dokter Sharon aku mau lihat Chelsea dan berpamitan kepadanya!"Kataku kepada Dokter Sharon sambil berjalan menuju ruangan Chelsea.


Akupun masuk kedalam kamar Chelsea yang ternyata dia itu sudah tidur setelah memakan makan siangnya.


Dan aku pun meninggalkan sepucuk surat berpamitan kepadanya lalu keluar kamarnya.


Saat aku keluar kamar kulihat ada Dokter Andrea bersama Willy mengobrol dengan Dokter Sharon.


Willy yang tahu kalau aku di situ dia berlari memelukku.


"Kak Putih kenapa kau disini?"Kata Willy kepadaku sambil memelukku.


Akupun menundukkan badan sambil mengusap pipinya.


"Aku mau pulang dulu apakah kau mau menjenguk seseorang?"Kataku kepada Willy .


"Papa mengajakku bertemu Paman besar!"


Aku dari kejauhan menundukkan badan untuk menyapa Dokter Andrea.


Namun Dokter Andrea pun juga melambaikan tanganya kepada Willy.


Dan Willy masih tidak mau ikut Papanya malah memelukku , lalu akupun mendekati Dokter Andrea dan menyerahkan dia kepada Papanya.


"Willy... kakak Putih pulang dulu besok saja main ketoko kakak,mau tidak?"Kataku kepada Willy sambil merayunya,agar mau ikut Dokter Andrea ternyata Willy tidak mau.


"Begini saja Willy akan saya ajak jalan-jalan sebentar jika dia sudah mau,saya pasti akan mengantarnya!"Kataku pada Dokter Andrea .


"Baiklah,aku menitipkan Willy kepadamu ya terimakasih!"Kata Dokter Andrea sambil pergi dengan Dokter Sharon menuju ruangan Papa Andromeda.


Akupun mengajak jalan-jalan Willy keluar Rumah Sakit,mengajaknya membeli camilan dan eskrim sambil duduk melihat sangkar burung yang berada di belakang Rumah Sakit.


Willy menikmati eskrimnya dan berbicara dengan burung-burung tersebut.


Dan ada seseorang duduk di sampingku sambil memegang tanganku.


"Hei,jangan merajuk lagi aku minta maaf!"


Kata Andromeda yang sudah duduk di sampingku dan memohon maaf.


"Kenapa kau kesini?"Kataku lagi kepadanya sambil melepaskan tanganku,namun dia tidak mau melepasnya.


"Dengarkan,aku tidak akan melepaskannya sebelum kau memaafkanku!"Kata Andromeda kepadaku.


"Iya aku maafkan,sekarang lepaskan!"Kataku kepadanya.


"Aku tak mau melepaskannya!"Kata dari tuan Andromeda kepadaku sambil meledekku.


"Terserah kau!"Jawabku kepadanya.


Aku tahu jika menuruti ataupun melawannya dia akan semakin menjadi-jadi, maka aku pun membiarkanya memegang tanganku.


"Hei apakah kau tak merindukanku?"Tanya Andromeda kepadaku .


"Tidak!"Jawabku dengan singkat kepadanya


"Akan lebih baik jika kita tidak sering bertemu


maka kita tak akan sering bertengkar juga"


Jawabku kepadanya dengan padat dan sangat jelas.


Andromeda mendengar kata-kataku mulai bingung,kenapa aku bisa berkata demikian.


"Ya sudah kalau aku,selalu merindukanmu jika kita tidak bertemu lagi aku bingung mau melakukan apa?"Kata Andromeda dengan serius.


"Aku dengar kalau kau mengobrol dengan Papaku,apa yang kau obrolkan?"Tanya abang Andromeda dengan amat penasaran sambil menatap mataku.


"Kakak bersihkan,"Pinta Willy kepadaku.


"Sini"Aku membersihkan pipi Willy yang terkena es krim.


Dan Willy pergi mendekati sangkar burung.


"Papamu menghawatirkanmu,dan aku rasa berhentilah main-main jangan sesukamu dan jangan sering membolos!"Kataku kepada Andromeda sambil melihat Willy yang asyik berbicara dengan burung.


"Baiklah aku akan patuh jangan merajuk lagi ingat!"Kata Andromeda sambil memakan coklat dan camilan Willy .


"Hei! itu punya Willy dia akan mencarinya nanti!"Kataku kepada Andromeda sambil mengambilnya kembali.


"Aku hanya mengambil satu!"Kata Andromeda sambil mengambil kembali coklat Willy.


"Hem!pantas saja tidak ada seorang pun yang tahan denganmu,karena tingkah lakunya,serta tubuhnya memang besar namun kelakuanya seperti anak kecil!"Kataku dalam hati sambil menggelengkan kepala.


"Ya Tuhan..."


Bersambung....