
Sekelumit tentang burung Elang yang setia sampai akhir hidupnya milik Raja Genghis Khan.
Pada suatu hari usai bertempur Gengis khan beristirahat sejenak di tepi sungai melepas lelah.Burung Elangnya mengikutinya,saat dia haus,dia mengambil cawannya atau mangkuk dan hendak mengambil air dekat sungai itu.
Namun burung Elangnya itu lalu menyambar mangkuk, mangkuk itu pun jatuh terpental,dia pikir saat itu Elangnya sedang ingin mengajak bercanda.
Karena Elang itu tidak pernah melakukan hal tersebut,dan Genghis Khan melanjutkan untuk mengambil air dengan cawan itu lagi di tepi sungai,Elangnya pun menyambar lagi hinga cawan itu jatuh terpental jauh dari Sang Raja tersebut.
Raja pun merasa marah karena,hal tersebut baginya adalah penghinaan yang sangatlah besar,dengan tempramen Raja terbengis di masa itu,dan ia pun berkata pada burung Elangnya."Jika kau melakukannya lagi maka pedangku akan menebas lehermu!"Ucap dari Raja Genghis Khan kala itu.
Akhirnya Raja yang haus tetap mengambil air dari cawan,dan tanpa menghiraukan Rajanya marah Elang tersebut bersikukuh menyambar cawan yang di pegang oleh Rajanya.
Dan cawan itu pun pecah."Pyaaaar"Akhirnya Raja murka tanpa banyak kata pun menebas leher sang Elang tersebut hingga menjadi dua bagian,dan terlepaslah jiwa dan raga sang Elang tersebut.
Karena di balik sifat dia yang sangat bengis masih mempunyai nilai kemanusiaan dalam hatinya,karena setelah ia naik ke atas tebing dan melihat sumber air ternyata sumber itu terkontaminasi oleh beberapa bangkai.
Barulah ia tahu bahwa kenapa burung Elangnya itu melakukan hal demikian.
Raja Genghis khan pun menangis teramat pilu, karena tindakan emosional itu yang berlebihan mengakibatkan burungnya yang setia sampai akhir mati dengan sia-sia.
Sang Raja memberi penghormatan terahirnya,
membalut dengan baju perangnya setelah itu memakamkannya dengan layak, prajurit yang gugur dalam medan pertempuran.
Hikmahnya adalah sebagai seorang tersohor sang Raja sekalipun,bukanlah jaminan untuk bisa mengalahkan emosinya tersebut.
Sebagai manusia tentu kita seharusnya bisa mengontrol emosi dari diri kita sendiri, serta mengamati dan memahami orang di sekitar kita agar tidak timbul masalah perselisihan diantara manusia satu dengan manusia yang lainnya. Walaupun itu adalah hal yang sulit.
🍁🍁🍁🍁🍁
Lanjut pada cerita,
Andromeda yang sedang memberi makan burung elangnya itu sangat antusias sekali.
Aku melihatnya sambil duduk dan mengamati mereka berdua, memakan sarapanku yang sudah di siapkan oleh pelayan tuan muda Andromeda ini.
Andromeda memberi makan burung sambil mengajak dia mengobrol,layaknya seorang manusia dalam kehidupan nyata.
"Eh apa enak ikannya?"Tanya Andromeda pada burung elang itu.
Elang itu tak menjawab sama sekali dan asyik memakan dan mematuk beberapa ikan salmon segar yang di berikan tuan mudanya itu.
Tentu saja jika Elang ini bisa bicara maka dia itu akan segera masuk di Guinness World Records.
"Em,aku akan menamaimu Pretty saja."Ucap Andromeda pada burungnya tersebut sambil tersenyum dan mengeluarkan burung elang dari sarangnya.
Elang itu bertengger di pundak Andromeda sebelah kanan, dia melesat terbang sangat tinggi sekali,sesuai hobbinya burung elang suka dengan ketinggian serta tiupan angin yang sangat kencang.
Ini gambar Pretty saat terbang melesat mengelilingi taman rumah Andromeda.
Aku rasa burung itu sangatlah cocok dengan tuannya ini,karena dia sudah di perlakukan dengan sangat baik,setelah makan dia pun melebarkan sayapnya seperti manusia,yang melanjutkan aktivitasnya riang gembira.
Burung itu menukik,melesat,mengepakkan sayapnya dengan indah dan elegan.
Andromeda melihatnya dengan takjub dan kagum karena ada burung yang kokoh serta elegan,dan mandiri seperti miliknya.
Andromeda pun mendekatiku dan duduk di sampingku sambil memakan rotinya.
"Hei,kau tahu kenapa aku mau elangnya seekor betina yang elegan?"Tanyanya padaku sambil mengunyah rotinya pandangannya masih tertuju pada elang itu.
"Dahulu kala ada seorang Raja dari Mongolia bernama Genghis Khan dan Kubilai Khan,"
ucap Andromeda dengan penuh semangat.
Aku mengamati dan mendengar ceritanya dengan seksama agar tahu maksud berandal ini.
"Lalu?"Tanyaku menyimak.
"Dia mempunyai tradisi memburu dinamai ekspedisi perburuan dengan elang!"Ujarnya dengan sangat antusias seperti biasa.
Matanya menyala bersinar menandakan kecerdasannya sedang mode on.
"Lalu apalagi?"Tanyaku padanya dengan penasaran.
"Elang yang di milikinya semua adalah betina, karena mereka lebih agresif,berat tubuh elang betina 3 kali lebih berat daripada jantan hal ini membuat perburuan mereka itu nyaris gagal!"
Ujar dari Andromeda sambil menatap burung elangnya yang sedang terbang.
"Maksudnya?"Tanyaku lagi.
"Perburuan itu tak pernah gagal walaupun hanya sekali,dasar gadis lamban!"Ujar tuan Andromeda yang sedang sebal karena aku tidak paham saat ini dan melanjutkan makan rotinya.
"Aisssh..."
"Kau beri nama siapa burung itu?"Tanyaku dengan sangat penasaran sambil menenguk minumanku setelahnya.
"Tentu saja Pretty,lihatlah dia sangat cantik elegan kokoh aku sangat suka."Ujarnya saat ini.
Dan dalam hatiku sangat senang maka aku akan bisa melanjutkan kehidupanku yang aman damai sentosa,serta bersahaja ini.
Betapa tidak untuk sementara dia akan sibuk dengan hewan peliharaanya itu dan tidak menggangguku lagi.
"Aku akan membawanya ke Sekolahan,"ujar dari mulutnya saat ini sambil mengamati burungnya.
Aku yang mendengar itu tersenyum kecut dan merasakan akan ada masalah baru yang akan timbul.
"Hei,apa kau gila kenapa membawa burung peliharaan ke Sekolah?,kau akan mendapat masalah."Saranku untuknya saat ini,mana ada anak sekolah membawa burung peliharaan konyol sekali.
"Terserah aku,siapa berani melarangku?"Dia bersikukuh akan menjadi seorang Raja Kubilai Khan masa modern.
"Berandal ini kau itu selalu berbuat sesukamu ckkk,dasar!"Protesku seharusnya dia merawat menaruhnya di rumah saja tidak membawa burung peliharaannya kemana-mana.
Maka aku pun pusing dibuatnya,seketika saat mendengar ucapan dari berandal ini.
Dia sudah berencana merusak kehidupanku yang aman damai serta sentosa ini.
"Ya Tuhan,aku kira aku akan terlepas dari jerat makhluk ini untuk sementara waktu," dalam hati membayangkan Andromeda membawa elangnya kemana-mana.
"Ternyata aku sudah salah besar,membawa satu masalah lagi dalam hidupku ini."Ucapku dalam hatiku sambil menatap wajahnya dari samping.
"Dasar berandaaal tengik yang tak mengerti tata tertib sama sekali!"Ujarku namun dalam hatiku saja.
"Hei,apa yang kau bicarakan aku tak dengar?"
Tanya Andromeda kepadaku seolah-olah dia mendengar kata hatiku yang menolak akan tindakannya untuk membawa Pretty kedalam sekolahanku.
"Aku tidak bicara apa-apa!"Gerutuku pada tuan Andromeda dan menggerakan kelopak mataku berkali-kali sambil memanyunkan bibirku.
Bersambung...