
Warna mobil sport Violette ternyata sama dengan cat warna rambut dan namanya. Benar-benar semua anak yang berada di Sekolahan Elite ini sangat berkarakter .
Lamborghini Aventador SV ungu atau violet dilego.
Seperti kebanyakan model Aventador SV lainnya.Mobil Lamborghini ini dengan cat eksterior mobilnya di imbangi pemilihan bagian serat karbon matee,termasuk sayap belakang, difusser,saluran udara side skirt dan splitter depan.Satu set roda multi spoke putih dan grafik "SV"bewarna putih untuk salah satu Aventador paling luar biasa.
🍁🍁🍁🍁🍁
Lanjut pada cerita.Akupun mempercepat laju mobil sport milik Violette,agar segera sampai rumah Andromeda.Sesampainya di rumah Andromeda, Aku pun memarkir mobil Violette di samping mobil sport merah Andromeda.
Aku pun berlari menuju kamar Andromeda
fikiranku agak kacau, karena takut terjadi hal yang tak di inginkan.Sesampai di kamarnya aku mengetuk pintunya beberapa kali namun tidak ada jawaban.
Tok....tok...tok...sampai 3x.
Akupun terpaksa membuka pintunya tanpa seijinnya,dan pintu kamarnya ternyata tidak terkunci sama sekali,akupun masuk ke dalam kamarnya.
Kulihat dia pun sedang pingsan di bawah kasurnya dengan beberapa obat berserakan di lantai samping tubuhnya,tanpa di ketahui siapapun.Akupun semakin panik.
"Apa yang harus aku lakukan?,kenapa banyak obat berserakan di lantai?"Tanyaku dalam hati.
"Kenapa anak ini?,sangat membuatku cemas jika sudah pingsan dan tak sadarkan diri." Kataku dalam hati.
Aku mendekatkan jariku di atas hidungnya ternyata masih bernafas,dan di badanya nampak banyak keringat dingin bercucuran.
Akupun berlari menuju dapur mengambil air hangat dan serta aroma terapi ,bertujuan untuk bisa mempercepat aliran darah dan memperlancar pernafasannya agar bisa segera sadar.
Kulihat ada pelayan menyapaku sambil menundukkan badan.
"Selamat siang nona"Sapa salah satu pelayan Andromeda, lalu menundukkan badannya kepadaku.
"Iya,selamat siang."Jawabku juga sambil menundukkan badan juga.
Setelah aku membawa handuk dan air hangat serta aroma terapi,aku berjalan menuju kamar Andromeda lagi.
Sesampainya disana aku mengunci pintu kamarnya agar tidak ada yang tahu.
Akupun melepas ikat pinggang,kaos kaki,dan memberi bantal di bawah kepalanya ,karena tak mungkin aku menggendong seorang pria yang kekar dan besar ini.
Ke kamar tidurnya yang mewah itu adalah hal yang mustahil,karena tubuh gadis sepertiku lebih kecil darinya.
Aku menyeka keringat dinginnya memberi air hangat beberapa aroma terapi agar dia lebih nyaman saat bernafas,aku pun memberinya minyak kayu putih tepat di bawah hidungnya agar dia cepat tersadar dari pingsannya.
Aku pun dengan setia menunggu dia tersadar, dan duduk disampingnya, aku lihat dia sangat kesakitan karena penyakit mentalnya ini.
Entah apa yang ia pikirkan saat ini tubuhnya dingin terbujur di bawah kamarnya.
Aku rasa karena dia seorang pewaris tunggal dari keluarga konglomerat.Jadi dia harus rela menahan derita ini,agar tidak sampai tersebar ke semua belahan bumi manapun.
Aku pun tahu sekarang kenapa Tuhan selalu saja memberikan kita hambatan dan masalah beriringan dengan waktu yang berjalan.
Karena mungkin Dia tahu kemampuan setiap umatnya untuk berusaha dan menyelesaikan hambatan-hambatan tersebut.
Setelah satu jam lamanya dia pun tersadar dari pingsanya.Andromeda pun mulai duduk di sampingku karena dia tahu kalau aku pun sudah menunggunya dari tadi.
Dia pun sudah mau angkat bicara.
"Apa kau sudah lama disini?"Tanya Andromeda kepadaku dengan lirih.
"Tentu saja ,sekitar satu jam yang lalu". Jawabku kepadanya.
"Apakah kau tadi sudah melihat video dari Violette?"Tanyaku padanya sambil menangis meneteskan air mata.
"Hem,kenapa kau menangis?" Andromeda melihat wajahku .
"Hei.. kau harus kembali ke Manhattan, dan Sampai kapan kau akan seperti ini?, lihatlah kau itu pingsan tanpa ada orang yang tahu."
Kataku kepadanya sambil memukul dadanya serta meneteskan air mata karena sangat khawatir.
"Dengar, aku tak memegang ponsel seharian ini,jariku berdarah secara tak sengaja karena terkena sayatan, benda tajam di sekitar meja samping televisiku."Jawabnya lalu ia pun menatap dan melihatku menangis.
"Aku sebal denganmu tidak kah kau terlalu keras kepala ,pergilah ke Manhattan untuk berobat!,karena sangat berbahaya jika orang pingsan dalam keadaan lama ,dan tak ada orang yang mengetahuinya!"Kataku kepada Andromeda karena sangat khawatir sekali sambil meneteskan air mata.
Dia pun tidak menjawab semua pertanyaan dan kata-kata yang aku lontarkan kepadanya. Dia melingkarkan tanganya yang kekar ke pinggangku menarikku mendekati tubuhnya kemudian memelukku erat seraya berkata.
"Aku sudah bilangkan aku akan sembuh bila bersamamu,sudahlah jangan menangis lagi."
Bisik Andromeda sambil memelukku erat.
Kemudian dia melepas pelukkannya.
"Kau sangat menghawatirkanku?" Tanyanya padaku sambil menatap wajahku yang penuh dengan air mata.
Kemudian jarinya menyeka air mataku lagi dengan lembut.
"Hei dengar bolehkah aku meminta sesuatu aku tak akan menyakitimu?"Tanyanya dengan suara lembut ,padahal suara dari Andromeda aslinya sangatlah ngebass dan serak.
"Apa?"Jawabku .
"Kemarilah mendekat."Kata Andromeda lagi padaku sambil memandang dengan penuh perasaan yang mendalam.
Aku pun mendekatinya,dan diapun langsung menangkup leher belakangku, mendekatkan bibir merah seksinya menempel bebas di bibir kecilku.
Akupun merasa ada tegangan Ultra tinggi berkisar 750 KV menyengat tubuhku.
Namun aku diam tak mendorongnya atau menghindar seperti biasanya. Aku hanya pasrah dan diam,karena dia mencium bibir kecilku ini.
Andromeda memagut bibir bawahku dengan menutup matanya, akupun mulai mengikuti dengan memagut bibir atasnya,dan kami pun akhirnya kami khilaf karena saling berciu*** romantis,ala-ala di drama korea.
Astaga kami berdua merasa saling mepunyai tegangan tinggi saat ini.Banyak getaran listrik yang memenuhi tubuh kami berdua .
Tegangan kami berdua adalah High Ultra Voltage\=HUV yang mungkin jika di salurkan ke sekitar pemukiman maka cukup untuk menyalakan lampu atau alat listrik lainya.
Hingga para warga tak perlu memasang listrik melalui PLN atau yang lainnya,cukup menggunakan kami berdua untuk sumber energi listrik tersebut.
Satu hal lagi kabel yang di gunakan haruslah menyalurkan energi listrik kami harus mampu menahan tegangan di atas 750KV.
"Aku mungkin seorang gadis kecil yang bisa menakhlukkan semua musuhku dengan tinju dan judoku,namun hari ini aku di takhlukkan dengan sebuah ciuman dari." Batin dari Putih dalam hati kecilnya saat ini.
Beberapa menit kami sudah terlena dengan suasana tegangan yang kami hasilkan,namun beberapa saat kemudian,Andromeda melepas tangkupan tanganya melihat wajahku yang merona malu sekaligus sangat bahagia.
Saat ini aku merasa ingin berteriak dengan sekencang-kencangnya, namun aku malu karena di hadapanku ada seorang pria yang mampu menakhlukkanku dengan sebuah ciumannya kepadaku.
"Bolehkah aku pergi ke kamar mandi?"
Tanyaku kepadanya sambil menahan malu.
Dia hanya menganggukkan kepalanya sambil menatapku penuh perasaan,dan pipi kami berdua sangatlah merah merona.
Akupun berlari sambil menuju kamar mandi Andromeda dan masuk kedalamnya.Setelah aku masuk dalam kamar mandi,aku menutup mulutku dengan handuk lalu aku berteriak sekencang-kencangnya,agar tidak terlalu di dengar Andromeda.
"Haaaaah..."Teriak Putih dan mulutnya di sumpal handuk agar tidak terlalu bising.
Bersambung...