The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 134 "The Philosophy"



"Aku tidak bicara apa-apa!"Gerutuku pada tuan Andromeda dan menggerakan kelopak mataku berkali-kali sambil memanyunkan bibirku.


Namun Andromeda memakan rotinya sambil memandang Pretty,yang sedang menukik di atas ketinggian dengan sangat kagum pada elang itu.Aku hanya mengamati Andromeda aku ingin dia bisa menjalin ikatan batinnya itu dengan hewan ini,agar rasa empatinya bisa tumbuh dan membuatnya bisa menghadapi masalah serta mengalahkan penyakitnya ini.


"Hei gadis lamban tahukah kau ada beberapa filosofi tentang burung elang ini?"Tanya tuan muda ini padaku sambil memandang Pretty.


"Aku,tentu tidak tahu memang ada?"Tanyaku pada Andromeda dengan sangat penasaran.


"Tentu saja ada lihatlah matanya yang tajam itu,"katanya,sambil memandangi Pretty yang sedang bertengger di atas dahan.



"Iya aku tahu mata elang adalah mata yang sangat tajam,bisa untuk mengamati keadaan sekitarnya,lalu?"Tanyaku dengan penasaran pada sang tuan serampangan tak punya tata tertib dalam hidupnya ini.


"Itu menandakan bahwa elang selalu fokus dalam tujuan hidupnya,dan mengabaikan hal yang tidak penting!"Tukasnya dengan tegas dan berwibawa sambil menatapku dengan tajam seolah Kubilai Khan telah hadir kembali dalam kehidupan modern ini.


Aku pun terkejut dengan mulut ternganga,aku melihat pria ini akan bermetamorfosis dari pria berandal, acak-acakkan, serampangan, dan tak punya aturan, sering tawuran, suka seenaknya sendiri berubah menjadi sosok Kubilai Khan masa modern di dunia nyata ini.


"Haah,dasar berandal lalu apa lagi tanyaku?" Tanyaku lagi padanya sambil mengamatinya.


"Kau tahu kenapa burung elang suka terbang di ketinggian saja ,berbeda dengan burung lainnya?" Tanya tuan muda ini padaku serta sambil memimum segelas susunya.


"Tidak tahu."Jawabku karena kenapa aku harus mendalami karakter burung elang.


"Berarti dia,elang ingin meningkatkan potensi dirinya sendiri berbeda dengan yang lainnya!" Ucap dari tuan muda yang sok-sokan menjadi Raja Kubilai Khan.


"Ha...baiklah tuan muda."Kataku pada tuan muda Andromeda ini.


"Bukan itu saja masih banyak,kau mau tahu?" Tanyanya kepadaku sambil menjelaskan secara detail, kedua bola matanya nampak bersinar sangat terang.


"Apa lagi?"Tanyaku dengan sebal.


"Dia juga suka dengan badai,bahkan jika ada badai dia kan menghampirinya,"kata anak ini kepadaku sambil melirikku.


"Aish..."


"Kenapa kau melirikku?"Tanyaku kepadanya dengan penasaran.


"Ya karena kau suka hal yang berbau rumit menurutku!"Katanya sambil menatapku.


"Dan tak pasrah begitu saja."Ujarnya.


"Memang benar, kalau tidak begitu apa kita harus meratapi nasib dan diam saja,tidak ada untungnya sama sekali."Jawabku kepadanya.


"Dia juga berdikari sendiri,berdiri di atas kaki sendiri."Kata Andromeda sambil mengunyah smoothies dengan toping blueberry.


"Wah...hebat sekali filosofinya!"Kataku pada Andromeda sambil tersenyum kecut padanya.


"Aku tidak menggombal ini memang benar adanya."Ujar berandal tengik ini padaku.


"Iya baiklah lanjutkan."Tukasku padanya sambil menggeleng-gelengkan kepalaku.


"Sedari kecil induk elang akan melatih anak mereka keluar dari zona nyaman."Katanya kepadaku sambil menatap gelas dengan pandangan kosong.


"Mereka itu melatih terbang di usia sedini mungkin dengan memberi makan anaknya itu,namun dia sedikit menyulitkannya!"Ucap Andromeda dan terlihat dia bersedih lalu ia tertunduk untuk beberapa detik.


"Kenapa kau?"Tanyaku kepadanya.


"Tidak apa-apa aku hanya bersedih?"Katanya dengan lirih, dan menunduk lagi.


"Kenapa kau begitu?"Tanyaku padanya dengan mengernyitkan kedua alisku ini.


"Kau masih gadis kecil,dan juga harus mampu menghidupi dirimu sendiri!" Ujarnya padaku terlihat sangat sedih sekali.


"Seharusnya aku pria,yang harus lebih mandiri daripada kau,apakah aku terlalu manja?Tanya dia kepadaku sambil menatap kedua bola mataku secara tiba-tiba.


"Baiklah ku jawab,kau itu pria sangat manja sekali menurutku, puas!"Kataku padanya sambil menyeringai,namun tertawa dalam hatiku karena aku melihat ekspresi wajahnya yang sangat lucu saat ini.


"Tapi mau bagaimana lagi ya aku ini putra tunggal, aku menikmati semua kemewahan ini, maka dari itu,kau pindah ke sekolahanku!" Tukasnya dengan egois agar aku pindah dan menjadi teman sekelasnya.


"Ckkk,aku tidak mau!"Jawabku kepadanya.


"Aku ingin kau,tidak usah bersusah payah,dan cukup patuh dan mau berdiri di sampingku!" Ujarnya kepadaku dengan tatapan penuh perasaan.


"Sangat tidak seru,tidak ada tantangan sama sekali,aku tidak tertarik!"Jawabku dengan tegas kepadanya.


"Kau ini Ckkk,"ucapnya.


"Oh ya,burung elang masih punya beberapa filosofi lagi maukah kau mendengarnya?"


Tanyanya padaku wajahnya nampak serius sekali saat ini.


Aku menatapnya dengan intens.


"Baiklah apa?"Tanyaku.


"Dia juga hewan yang sangat setia sekali pada pasanganya seperti aku!" Bergumam dan bermaksud promosi dirinya sendiri.


"Tak mungkin sekali kau setia,bohong pasti jika kau pergi ke luar negeri kau di kelilingi gadis-gadis seksi benarkan?" terdengar gamblang sambil menyeringai tidak percaya sama sekali.


"Terserah kau kalau tidak percaya!"Katanya sambil menundukkan wajah.


Putih mendengarnya tidak percaya sama sekali, dia berfikir pria ini sedang promosi agar terlihat sebagai pria polos yang akan setia pada pasangannya, padahal banyak di luaran sana para pria sangat pandai sekali hanya berkata manis, dan kenyataannya itu hanyalah janji palsu semata.


Tak satu dua, tiga atau empat bahkan lima hampir beberapa persen penduduk terbesar di dunia ini yaitu kaum pria akan memilih punya banyak permaisuri, dan juga kekasih gelap.


Daripada setia dengan satu pasangannya saja, dan bukan isapan jempol, banyak juga para perempuan rela menjadi madu agar bisa menjadi kekasih gelap para pria kaya raya .


Tidaklah mungkin,aku sangat tahu para lelaki ini sangat pandai menggombali para gadis.


Kalau para gadis lainnya sudah pasti mabuk kepayang,aku tak percaya sedikitpun ucapan pria yang di depanku saat ini.


"Ada lagi filosofimu?"Tanyaku pada tuan muda Andromeda ini sambil menatapnya apakah masi ada gombalan selanjutnya.


"Ada tinggal satu saja,kau mau tahu?"


Tanyanya lagi padaku sambil mencibirkan bibirnya yang seksi itu.


"Baiklah katakan,"jawabku padanya.


"Saat umurnya agak tua fisiknya mengalami penuaan,dan dia akan mengasingkan dirinya." Ucap Andromeda dengan agak sedih.


"Lalu apakah elang itu akan mati?"Tanyaku kapadanya dengan sangat penasaran.


"Tidaklah, dia bisa meregenerasikan badanya lagi."Ujarnya terdengar amat lirih dan lembut .


"Benarkah?,bagus kalau begitu." Suaranya lirih


"Apakah kau sudah menghabiskan sarapan dan susu hangatmu?" Tanya dari Andromeda lalu ia pun mengambil camilan, dan berdiri di tengah taman untuk menghampiri pretty dan memberi camilannya padanya, namun aneh burung itu mau saja.


"Mana ada burung elang makan camilan?"


"Hahahah"


Bersambung...