
"Bagaimana ini?, benar- benar aku harus punya akal nich biar dia patuh padaku." Ucap Dokter Sharon namun dalam hatinya saat ini.
"Dia pandai, dan berwawasan luas, baik hati kaya,dan juga polos sekali."Ucap dari Dokter Sharon dalam hatinya lagi.
Membatin, sebal karena cewek cantik dan sexy sedang di anggurin nich.
"Hei.. apakah kau akan membaca semua buku di sini, dan akan menginap sekalian?" Tanya Dokter Sharon dengan sebal sekali , karena Dokter Andrea tetap saja fokus membaca.
"Ayolah, kenapa kau pria sangat dingin, sama seperti hawa dingin salju yang turun ini hmm." Gumam Dokter Sharon semakin sebal pada Dokter Andrea ,lalu dia menyilangkan kedua tanganya.
"Ayolah kita pulang saja, mari bikin pasta di apartemenku."Ujar dari Dokter Sharon pada Dokter Andrea.
"Sebentar lagi, disini nyaman cocok untuk kita membaca dengan tenang." Ucap dari Dokter Andrea pada Dokter Sharon dengan wajahnya yang datar.
"Ayolah kau itu, bisa melanjutkannya nanti setelah kita makan pasta ok."Jawab Dokter Sharon pada Dokter Andrea sambil menarik lengannya.
"Baiklah, apa kau sangat lapar sekali?" Tanya Dokter Andrea pun sambil berjalan menyusuri jalan
"Tentu saja ,aku sangat lapar hampir pingsan kadar gulaku sangat rendah, ayolah !"Ajak dari Dokter Sharon sambil menyeret lengan Dokter Andrea, menuju tempat parkir mobilnya agar bisa pulang dengan cepat.
Dan mereka pun pulang menaiki mobil Dokter Andrea.
Beberapa menit kemudian setelah itu mereka sampai di apartemen Dokter Sharon ya yang sederhana berkonsep minimalis juga, namun sangat berkelas .
Mereka berdua masuk kedalam dapur karena Dokter Sharon ingin makan pasta buatan dari kekasihnya yaitu Dokter Andrea saat itu.
"Kau ingin makan pasta apa?"Tanya dari Dokter Andrea sambil tersenyum manis kepadanya.
"Terserah kaulah, aku ingin mandi dulu sangat gerah badanku."Ucap dari Dokter Sharon dan dia pergi masuk dalam kamar mandinya.
"Ya sudah aku akan menjadi chef hari ini." Ucap dari Dokter Andrea dan memakai celemek.
Bak seorang ibu-ibu yang mau memasakkan masakan untuk anak-anaknya, sangat cute sekali.
Beberapa menit telah berlalu maka Dokter Sharon pun sudah cantik jelita bak seorang Bulan purnama, di malam hari dia pun duduk di kamarnya sambil berkaca.
Setelah Dokter Sharon yang sangat cantik itu menghampiri Dokter Andrea di ruang dapur.
Dokter Andrea yang sibuk memasak sangat fokus sekali dan membuat pasta kesukaan dari Dokter Sharon.
Layaknya ada di ruang operasi yang sedang mengambil tindakan untuk pasien yang harus cepat di operasi, keseksian Dokter itu adalah jika ia sedang fokus menangani pasiennya .
"Kemarilah kita makan, aku sudah bikin pasta semua kesukannmu."Ucap dari Dokter Andrea pada Dokter Sharon sambil tersenyum sangat manis. Dan menata piring yang berisi pasta.
"Baiklah mari kita lihat!, masakanmu apakah enak atau tidak?"Ucap dari Dokter Sharon.
Mereka pun duduk berhadapan di meja makan.
"I'ts delicious, I like it."Ucap Dokter Sharon sambil mencicipinya.
Matanya itu terbelalak menandakan kalau pasta buatan Dokter Andrea tak main-main sekelas bikinan Chef dari hotel berbintang 10.
"Wah ini nilainya sembilan,"ucap dari Dokter Sharon pada Dokter Andrea saat itu sambil kepalanya mengangguk-angguk.
"Hem... masih banyak aku ambilkan ya." Ucap dari Dokter Andrea sambil mengambil pasta lainnya.
"Waw ,macaroni is hot... yummy, thank you." Ucap dari Dokter Sharon sambil mencicipi macaroni dengan kepedasan level medium alias sedang.
Dan enak lah yah gak terlalu pedas nyaman di perut, karena makanan yang terlalu pedas tidak terlalu baik untuk kesehatan lambung.
"Ravioli, I like it thank you so much baby." Ucap dari Dokter Sharon sambil memakan Ravioli isi daging crab atau kepiting yang direbus dulu.
Dan dia ambil dagingnya kemudian di masuk kan kedalam Ravioli agar semakin kaya rasa dan nikmat saat di makan meleleh rasanya yang gurih serta nikmat, enak dan mantap.
"Aku masih punyak banyak lagi aku ingin kau memakan semuanya."Tukas Dokter Andrea pada kekasihnya itu.
"Ini spageti ada yang keju dan yang ini agak pedas, kau tinggal memilih yang mana?"Ujar Dokter Andrea sambil ikut nimbrung makan pasta makanan kesukaan Dokter Sharon.
"Cobalah masakanmu enak sekali, kapan kau belajar masak semua ini?"Tanya dari Dokter Sharon sambil menatap kedua bola mata Dokter Andrea dengan penuh cinta kasih.
"Aku terbiasa hidup sendiri maka, aku harus bisa hidup mandiri bisa memasak untukku diriku sendiri ,benarkan?" Dokter Andrea pun menjelaskannya secara detail, dan lirih serta sopan
Sangat hebat bisa memasak semua pasta dengan cepat dan singkat ,namun dengan rasa masakan yang tak diragukan lagi.
Bukankah ini sebuah hadiah yang sangat mahal ada seorang pria hebat, gelar Dokter hebat dalam memasak.
"Baiklah aku akan memakan semuanya,"ucap Dokter Sharon sambil tersenyum bahagia.
"Ini juga masih ada lagi ,"ujar dari Dokter Andrea sambil menyodorkan satu piring berisi pasta lainnya.
"Wau,Fetucine, ada smooke beefnya makasih ya ,ini adalah momen paling indah, karena tak akan bisa di lupakan sampai kapanpun." Ucap dari Dokter Sharon sambil tersenyum lembut dan tergurat jelas kebahagiaan yang sangat berarti.
Adalah waktu kenangan yang manis dan juga indah pada wajah , Dokter Sharon malam ini.
"Aku sangat senang jika kau, menyukai pasta ini makanlah semuanya , aku juga bahagia jika kau tersenyum seperti itu."Ucap Dokter Andrea pada Dokter Sharon.
Kekasihnya itu memandangi wajah Dokter Sharon yang cantik jelita, elegan, dan juga baik hatinya.
"Iya ini adalah makan malam paling romantis bagiku,"ucap dari Dokter Sharon pada Dokter Andrea .
Dan dari kedua bola matanya Dokter Sharon terpantul sinar cerah seperti bintang jatuh, cling ...tergurat ini adalah momen indah yang tak terlupakan sampai kapanpun juga.
Bersambung...