The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 28 "Bersenda Gurau"



Sekelumit tentang Jupiter chase Palladium visa,Kartu kredit Ultra eksklusif Jupiter Chase Palladium Visa hanya untuk orang super kaya,


yang bisa memilikinya bahkan mungkin tak hanya itu,hanya yang paling kaya diantara yang super kaya yang bisa memilikinya.


Kartu ini di ukir dengan laser,dicetak dari bahan kuningan,dan juga dilapisi dengan palladium.Kartu ini termasuk dalam kategori ultra eksklusif,dan disediakan untuk klien pribadi Jupiter chase.


Jupiter Chase memperkenalkan Kartu yaitu Palladium,untuk melayani klien perusahaan mereka yang sangat kaya.


Kartu Palladium ini hanya untuk "1 persen dari 1 persen" maksudnya untuk orang Super kaya yang hanya berjumlah satu persenlah ya di seluruh Dunia ini.


Pohon beringin yang berada di taman dekat sekolahku.Siang ini aku berkumpul dengan teman-teman untuk menghabiskan waktu istirahat siang kami di bawah pohon beringin yang rindang ini.


Pohon beringin adalah simbol dari Pancasila sila ke 3 yaitu berbunyi(Persatuan Indonesia )


yang berarti bahwa Bangsa yang besar, dan memiliki keberagaman budaya yang sangat instimewa. Berbeda-beda namun mereka satu jua (Bhineka Tunggal Ika).


Dengan kata lain untuk menjaga persatuan dan kesatuan maka kita harus saling menjaga serta memelihara keberagaman Indonesia.



Bagiku pohon ini adalah tanaman kehidupan betapa tidak semua yang ia miliki,mempunyai banyak manfaat,mulai dari dengan daunya yang begitu rimbun serta hijau itu , dia dapat menyerap CO2 dan merubahnya menjadi O2 (oksigen)di siang hari, serta bisa menjaga kemurnian udara.


Batangnya yang kokoh seolah Pria Perkasa yang menaungi dan melindungi beberapa habitat hewan-hewan kecil lainya disana.


Batangnya itu menyediakan segala manfaat untuk para hewan berteduh beristirahat, juga


seperti kelelawar , serangga , reptilia dan juga lain-lainya.


Mereka dapat bermain bergembira di batang dan akar yang bergelantungan.


Akar pohon beringin yang mencekram kuat pada Bumi Pertiwi yang lebih mirip jaring laba-laba bentuknya.


Membantu menyerap kadar air di dalam tanah kemudian memunculkannya kembali sebagai sumber mata air jika makhluk yang bernama manusia membutuhkannya.


Jika pohon beringin ini dapat berbicara maka mungkin semua orang , makhluk kecil-kecil lainnya akan sangat berterima kasih karena,


memberikan segala manfaatnya ,tanpa ada rasa pamrih sedikitpun.


Seperti halnya Watak Pemimpin yang baik dapat mengayomi masyarakatnya secara adil.


Aku , Anggara , Daniel, Rion, Luna, dan Persi duduk di bawah pohon beringin ini sambil memakan camilan dan minum es jus segar siang itu.


"Hei ,apakah kau sudah mengerjakan PR dari Bu Wardah?"Tanya dari Anggara padaku saat ini.


"Tentu saja sudah ,itu adalah tugas kelompok namun....."Kataku pada Anggara serta Daniel sambil memonyongkan mulutku sebal.


"Ha...Bagus sekali,sebaiknya memang harus kau sendiri yang mengerjakannya?" Kata dari Anggara kepadaku dengan antusias.


"Bagaimana jika nanti di tanya Bu Wardah , apakah kau bisa?"Tanyaku pada Anggara lagi.


"Aku , tentu saja tidaklah, aku akan menyuruh dirimu untuk menjelaskan**nya**."Kata Anggara karena merasa tidak suka dengan pelajaran khususnya matematika.


"Dasar,kau ini mau ku hajar kau."Kataku pada Anggara dengan sebal.


"Ampun-ampun Putih iya, lain kali aku akan ikut belajar kelompok?"Kata Anggara dengan penuh percaya diri.


"Apakah kau sudah baikan?"Tanya Daniel kepada Luna.


"Iya kak terimakasih,maaf sudah merepotkan kakak."Ucap dari Luna dan berterimakasih kepada Daniel serta menundukan kepalanya.


"Tidak apa-apa jangan sungkan."Kata Daniel dengan tersenyum tipis dan sopan.


"Memangnya kenapa,ada apa denganmu?"


Tanya Persi kepada Luna dengan antusias.


"Apa?jahat sekali anak itu,kalau aku bertemu akan ku beri dia pelajaran,mungkin dia yang biasa menyebarkan gosip tak sedap,di semua kalangan club cheerleaders tentangmu Putih."


Kata Persi kepadaku sambil mengerucutkan bibir merah manisnya.


"Masalahnya aku sangat benci perundungan apalagi buat anak yatim piatu."Kata Putih sambil menyeringai tipis serta mengernyitkan alisnya.


"Memang benar Angel itu jahat sekali berani merundung anak yang lemah?"Ujar Anggara kepadaku sambil memanyunkan bibirnya.


"Iya pantas saja kakak ipar bilang kalau dia Medusa."Kata Anggara sambil menahan tawa atas julukan makhluk mitologi bernama medusa.


"Hei, apakah kau pernah di rundungnya juga?"


Tanya Daniel kepadaku sambil menatap lekat wajahku.


"Pernah sekali aku di jegalnya ,dan di umpat juga lagipula aku menahan amarahku dan tak memukulnya."Kataku pada mereka semua sambil tersenyum.


"Benarkah, benar-benar."Ujar Daniel padaku.


"Tapi beberapa hari ini aku sudah tak melihat kakak ipar?"Tanya Anggara kepadaku dan juga mengernyitkan kedua alisnya.


"Hei Rion kenapa kau diam saja?"Tanya dari Daniel dengan amat penasaran.


"Berbincang-bincanglah kita semua teman tidak perlu sungkan." Ujar dari Daniel dengan sopan dan santun


"Kalian mengobrol saja aku, mendengarkan kalian, Putih apakah kau mengenal**nya**?"


Tanya Rion pada Putih ekspresi wajahnya saat ini terkejut.


"Iya,memang kenapa kau mengenalnya juga?"


Kataku pada Rion sambil menatapnya penuh tanda tanya.


"Tidak lupakan saja."Kata Rion kepadaku padat singkat, tidak jelas.


"Kau belum tahu ya....Kak Andromeda adalah kakak iparku,Pacarnya Putih."Kata Anggara kepada Rion dan sambil menjelaskannya.


"Benarkah?,anak itu kurasa sulit di tangani." Kata Rion dengan sangat penasaran.


"Aku belum lama mengenalnya,dan bertemu di jalan saat hujan di dekat rumahku."Kataku pada Rion sambil menjelaskannya.


"Benarkah,aku kira dia tidak akan pulang ke Indonesia tapi ternyata dia pulang juga."Kata Rion kepada Putih.


"Apa yang dia maksud?"Kataku dalam hati.


"Jika kau di rundungnya lagi ,katakanlah Luna padaku aku akan memberinya hukuman."Kata Persi kepada Luna.


"Iya kak Persi terimakasih."Kata Luna kepada Persi.


Saat kami melihat di atas pohon beringin ada segerombolan burung yang sedang bermain, namun tiba-tiba dari atas sana jatuh beberapa benda cair terasa lembek dan agak menjijikan jatuh ke muka Anggara sontak semua tertawa terbahak-bahak.


"Bahkan burung itu pun tahu toilet yang tepat untuk digunakan ."Kataku pada Anggara.


"Hahahhahahahhah!"Tawa lepas dari Luna,aku Daniel, Rion,Persi. Tapi tidak dengan Anggara dia marah....


"Burung siaaallllllaaaaannnn!"Teriak Anggara dan burung-burung itu berterbangan pergi ke dahan lainya karena takut mendengar teriakan Anggara.


Anggara pun pergi menuju kamar mandi dan menyeka kotoran burung itu,mungkin burung itu sebal dengan Anggara .


"Hahahahahhahaha"


Bel masuk pun berbunyi,kami pun berhambur masuk menuju kelas masing-masing. Kami pun melanjutkan pelajaran kami selanjutnya sampai waktu jam sekolah usai. Kami sangat menikmati setiap materi yang di berikan oleh guru kami.


Bersambung....