
"Apa Papa pernah bertemu dengannya?"Kata Andromeda.
"Waktu Papa mampir ke rumah pamanmu tadi, aku mampir ke toko nona ini , untuk meminjam toiletnya,dan lupa menaruh ponsel Papa di kamar mandi."Kata Papa Andromeda kepada putranya.
"Benarkah Putih?"Tanya Andromeda.
"Iya,benar."Putih menganggukan kepalanya.
Ini adalah visual Papa abang Andromeda,cool tampan dan berwibawa.
"Silahkan di minum tehnya Nona kecil,ini ada beberapa jenis teh anda boleh mencicipinya."
Kata Papa Andromeda.
Yang pertama terhidang teh Da-hong Pau Tea teh ini merupakan varietas yang berasal di Dinasti Ming dan sudah di tetapkan sebagai warisan nasional china.
Yang kedua PG Tips Diamond Te Bag.Teh ini berasal dari varietas langka yang di kenal dengan Silver Tips Imperial Tea.Teh ini di isi dengan 280 keping berlian dari Boodles.
Yang ketiga Yellow Gold Tea Buds. Teh yang hanya dibseduh untuk kaisar china karena pucuk daun tehnya di panen menggunakan gunting emas, dan di lapisi emas setelah memanennya.
Yang keempat ini,Vintage Narcissus. Teh ini merupakan *Varietas Teh Oolon**g* yang sangat langkah di tanam di gunung Wuyi.Daun teh ini di oksidasi hingga 60% untuk membuatnya kaya rasa.
Yang kelima adalah Panda Dung Tea. Teh ini terbuang dari kotoran beruang panda yang memakan bambu dan juga daun teh,seperti proses pembuatan kopi luwak.
"Ayo,kita coba Putih mana yang kau suka?"
Kata Andromeda dengan penasaran.
Putih yang belum terbiasa akan keadaan itu perlahan-lahan belajar memahami karakter Prince Charming Andromeda.
Serta lingkungan di sekitarnya.Kemudian mencicipi teh yang terhidang disana.
"Mana yang kau suka cepat katakan?"Tanya Andromeda dengan antusias.
"Aku suka yang pertama."Kata Putih sambil tersenyum malu.
"Rasanya ada pahitnya,namun setelah di telan terasa manis,dan harum khas membuat tubuh menjadi rileks."Kata putih menjelaskan dan tertunduk malu setelahnya.
Sesaat Papa Andromeda mengamati wajah gadis yang di kenalkan putranya itu,sangatlah mirip dengan seorang gadis yang pernah ia kenal sebelumnya.
"Siapa nama Ibumu nona kecil?"Tanya Papa Andromeda pada Putih.
"Nama ibuku adalah lily,Tuan."Jawab Putih lirih .
Seketika Papa Andromeda ini sangat terkejut mendengar jawaban dari nona kecil bernama Putih yang ada di hadapannya saat ini,namun ekspresinya tidak terlihat oleh putranya.
"Apakah putraku membuatmu kewalahan?"
Tanya Papa Andromeda kepada Putih.
"Tidak Tuan."Kata Putih sambil menahan kata iya , karena Putih takut dan juga dan ada rasa sungkan.
"Hahaha, kau pasti berbohong mulai kecil dia selalu begitu, dan lebih mirip Mamanya."Kata Papa Andromeda.
"Papa membuat dia takut." Ujar Andromeda.
"Papa , apa Mama tidak pulang ke Indonesia kan?" Tanya Andromeda dengan antusias kepada Papanya.
"Ehmmm,aku kira Mamamu sedang sibuk jadi dia tidak akan pulang dalam waktu dekat ini." Kata Papa Andromeda tersenyum hangat setelahnya .
"Jangan biarkan Mama pulang ya,kau tahukan jika dia pulang." Andromeda memberi usul pada Papanya.
"Ayah akan kembali ke Manhattan , kapan?"
Tanya Andromeda kepada Papanya.
"Kembali besok, dan ingin melihat,apakah kau baik-baik saja disini , kapan kau berencana kembali ke Manhattan?" Papa Andromeda sedikit khawatir dengan putra tunggalnya.
"Biarkan aku di Indonesia saja,aku lebih suka disini."Kata Andromeda dia pun menatap wajah Putih.
"Anak muda, ya sudah pergi ajak jalan-jalan Nona Kecil , ingat jaga dia paham!"Kata Papa Andromeda dengan suaranya yang renyah.
"Terimakasih Papa."Kata Andromeda sambil tersenyum sangat gembira,sumringah dapat Jackpot .
"Ayoo..Putih aku ajak jalan-jalan kerumahku."
Kata Andromeda mengajak Putih.
"Tuan aku mohon pamit dulu."Putih undur diri.
"Baiklah,silahkan."Kata Papa Andromeda yang mempersilahkan,Putih pergi berjalan-jalan bersama putra tunggalnya itu.
Dan mereka berdua berkeliling Rumah sang Pangeran Andromeda.
Terdiri dari beberapa bagian rumah ini seperti memanjang, bak kastil Windsor yang sangat indah itu.
Ini gambar visual rumah Andromeda namun di siang hari.
Seperti di Negeri Dongeng nan jauh disana.
"Hei, kenapa diam saja"Tanya Andromeda sambil mengamati ekspresi wajah Putih.
"Aku hanya terkejut kenapa kau membawaku ke rumahmu, dan kenapa kau mengenalkan
aku pada Papamu?"Tanya Putih tak habis fikir penasaran , dan ada suasana canggung.
Mereka duduk di bangku depan Air mancur yang ada patung mannequin pis di atasnya.
"Sebenarnya aku tidak mau hubungan kita hanya bohongan,aku mau benar-benar kau menjadi gadisku?"Kata Andromeda dengan serius.
"Apa!...Kau serius?"Tanya Putih sambil menelan selivanya.
"Benar untuk apa aku berbohong kepadamu." Kata Andromeda dengan serius,kemudian memegang tangan Putih menempelkan di dada Andromeda.
"Dengarkanlah jantungku , hampir lepas, dan meledak , aku selalu menahannya , tapi tidak kali ini,aku sudah tidak kuat lagi." Andromeda pun mengungkapkan isi hatinya dan menatap kedua bola mata gadis bernama Putih yang penuh tanda tanya.
"Dengar kenapa kau menyukaiku?padahal aku kan memecahkan motormu,dan memberimu nasi goreng nasi sisa kemarin,apa kau ingat?" Kata Putih sambil tersenyum mengingat apa yang pernah mereka lalaui. Tragedi motor pecah .
"Seharusnya kau memarahiku, minta ganti rugi?"Kata Putih lirih sambil menundukkan wajahnya yang cantik jelita.
"Aku tidak masalah , tentang itu , tapi lihatlah jantungku ini dia berdebar tidak karuan hanya di depanmu saja." Andromeda pun lagi-lagi mengungkapkan isi hatinya dengan penuh perasaan.
"Lalu kau mau aku bagaimana?"Kata Putih sambil menatap wajahnya.
"Terima ya,aku akan berjanji selalu patuh,dan tidak merepotkanmu."Kata Andromeda sambil menundukan badannya.
Namun beberapa saat Putih berfikir sejenak,
"Baiklah."Jawab Putih tanpa berfikir panjang sambil tersenyum setelahnya.
"Yeeeeeeessssss!"Teriakan Andromeda di taman itu.
"Lalu,hmmmm maukah kau menutup matamu sebentar."Kata Andromeda lagi kepada Putih.
"Apa yang ingin kau lakukan,aku tidak mau."
Kata Putih menolak permintaan Andromeda.
"Sebentar saja aku mohon."Kata Andromeda memohon dan memelas.
"Baiklah."Kata Putih sambil menutup matanya Andromeda memberi kecupan yang mesra di kening Putih sambil memeluknya dengan erat.
Putih pun terkejut dan mulai merah pipinya karena malu.
Malam yang sangatlah romantis bagi kedua insan muda yang sedang mabuk cinta iya kan
benarkan.
Banyak kupu-kupu berterbangan di langit dan mengeluarkan serbuk-serbuk cinta, sepertinya serbuk emas yang ada di negeri peri dan Negeri Dongeng tersebut.
Mereka yang sedang berpelukan membuat iri pada sang rembulan yang kesepian saat ini.
"Hei pipimu merah apa kau malu?"Kata abang Andromeda sambil menatap wajah cantik Putih
"Tidak."Kata Putih sambil mengusap pipinya.
"Hei aku lihat ponselmu sudah sangat kuno, apa kau tak berencana menggantinya?"Kata Andromeda lagi.
"Tidak aku tidak terlalu membutuhkan ponsel baru,aku hanya butuh untuk berkomunikasi dengan bibiku saja."Jawab Putih lirih dan penuh makna.
"Bagaimana kalau kau pakai ponselku saja , aku punya banyak,aku ingin kau mempunyai satu dan ada nomerku saja di sana,mau ya." Andromeda menawari Putih akan memberi ponsel baru .
"Tidak usah lagi pula kau selalu datang dan pergi sesukamu,buat apa ponsel?"Kata Putih dengan sangat serius,menolak pemberian Andromeda.
🎶Kau datang dan pergi oh begitu saja🎶
"Tapi,jika ada sesuatu kau bagaimana?"Tanya Andromeda saat ini.
"Masukkan nomer ponselmu ke ponselku,ini"
Kata Putih sambil memberikan ponselnya.
"Baiklah,ini sudah, ingat kataku selalu hubungi aku saja!"Ucap Andromeda dengan antusias.
"Baik Tuan muda"...
"Hei,seandainya suatu hari nanti aku tak bisa muncul dan tak memberimu kabar,maka kau harus setia menungguku janji!jangan pernah keluar dengan siapapun paham!"Kata abang Andromeda dengan penuh perasaan yang mendalam, menatap wajah Putih yang cantik alami malam ini.
"Hemmm ahh...."Putih pun mengambil nafas dalam-dalam .
"Baik Tuan muda"
"Ha....ha....ha...."Tawa Andromeda sangat lega malam itu,karena cintanya tidak di tolak seperti Erick.
Bersambung...
Ini hanya karya fiksi harap bijaksana dalam membaca dan mengambil sisi positifnya ok