The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 145 PERSAMI 2 "Mubadzir"



Ternyata para siswa baru sudah mulai banyak yang masuk kedalam gerbang sekolah,tentu


mereka sangat sopan kepada kami.


Dan mereka menyangka Rion adalah Wakil Ketua OSIS yang baru,karena dia sudah mau menggantikanku selama satu hari.


"Selamat pagi kakak."Sapa murid baru sambil menundukkan badan mereka terlihat sangat manis dan polos.


"Selamat pagi adik kelas."Jawabku sambil menundukkan badanku juga,agar mereka juga merasa di hormati,serta tersenyum manis.


Namun tidak dengan Rion dia hanya diam saja,aku rasa Rion mirip Daniel tidak terlalu mau tahu urusan orang lain,yang penting dia mengurusi urusannya sendiri.


Setelah para adik kelas berlalu,aku pun mulai mengamati gerak-gerik Rion,aku lihat hampir mirip dengan Daniel,tak banyak bicara dan tegas aku rasa dia mempunyai bakat untuk jadi pemimpin,berbeda dengan Andromeda.


Rion sangat pendiam tak suka bercerita,ku lihat dia hanya melihat awan,langit dan terus memandanginya,aku mau menebak mungkin saat ini dia merindukan adik kembarannya yaitu seorang gadis.


Seumuran dengan kami, dia masih berusia16 tahun,namun dalam waktu dekat ini jika ia masih hidup maka dia akan berusia 17 tahun sama dengan kami.


Aku rasa Rion berbaik hati,dan menolongku tempo hari,serta saat di sekolah sering sekali mengamatiku seperti penguntit,aku rasa dia teringat akan adik kembarnya,maka dari itu dia selalu mendekatiku berusaha menjaga diriku.


Namun dia tak mau menjelaskannya,jika ia menjelaskannya secara detail,maka dia tahu bahwa aku akan mengusirnya,alih-alih untuk bercerita Rion malah diam, ya hampir mirip Daniel.


Bedanya kalau Daniel sahabatku itu tak akan pernah sekalipun menyembuyikan rahasianya kepadaku,aku sangat hafal watak dari Daniel.


Tiba-tiba ada seorang gadis yaitu siswa baru mendekati kami,dan berdiri di hadapan Rion.


"Selamat pagi kakak,ini buat kakak."Kata gadis itu sambil memberikan sekotak coklat mahal dan bunga mawar bewarna putih.




"Ayolah kak terima saja,aku tidak mengharap balasan dari kakak,hanya aku ingin saja."Ucap gadis kecil berambut pendek dan bertubuh mungil ini,aku rasa dia hanya salah satu fans Rion,karena Rion sudah menggantikanku satu hari aku rasa dia mulai populer di sekolah ini.


Aku yang melihatnya pun tersenyum,jadi pria yang duduk di sampingku pasti akan menuju populer sebentar lagi.


"Wah,ayolah Rion yang manis terima saja lagi pula lumayan juga kau ini,baru satu hari saja sudah dapat fans,"ucapku sambil menggoda Rion,serta aku menyenggol pundaknya.


Ku lihat Rion tetap diam membisu,tidak mau menerima atau menjawab perkataan dariku,


Aku yang tahu akan itu,berinisiatif untuk mengambil alih cokelat agar gadis kecil ini tidak kecewa.


"Hei,sini adik kelas Kakak itu sedang sakit sini nanti aku berikan kepadanya."Ujarku kepada gadis kecil ini sambil menatap wajahnya yang terlihat agak kecewa karena Rion diam saja.


"Baiklah Kak,ini."Jawab gadis kecil itu sambil memberikan coklat serta bunga mawar warna putihnya padaku.


Dia berlalu pergi dari hadapan kami dengan raut wajah kecewa.


Aku pun mulai angkat bicara kepada Rion disampingku.


"Seharusnya jangan begitu,terima saja nanti aku makan cokelatnya lumayan kan."Ucapku pada Rion dengan nada lirih.


Namun dia tidak berbicara sama sekali,aku rasa Rion memang benar-benar mendalami karakter Patung saat ini.


"Dasar berandal,aku di kacangin ya sudah aku makan saja cokelatnya mubadzir."Kataku lalu memasukkan ke dalam tasku,aku pun pergi ke Ruang Dewan OSIS.


Tiba-tiba Deni,Aline,Shinta,Riko,Leo,dan Erick masuk ke dalam ruangan juga menatapku dengan sangat terkejut.


"Hei,Ketua OSIS kenapa makan makanan itu, apakah tidak basi?"Tanya Deni padaku sambil mengamati raut wajahku.


"Tidak,ini masih enak Deni,memang kenapa?" Tanyaku sambil mengunyah lagi makanan tersebut.


"Itu adalah makanan sisa kemarin kami lupa membersihkannya,mohon maaf Ketua OSIS." Ujar Aline sambil menundukkan badanya kepadaku ,serta takut aku memarahinya.


Aku pun sangat heran kenapa minta maaf ini hanya masalah sederhana hanya makanan sisa kemarin,tapi masih enak menurutku aku malah mengunyah karena memang aku ini sangat kelaparan.


Aku mulai mengamati ekspresi wajah mereka


Erick, Aline, Shinta, Leo, Deni serta Ricko, mereka terkejut sekali.


Mulut menganga, mata mereka tak berkedip sama sekali melihat diriku makanan yang ada di meja.


Erick menghampiriku menarik lengan serta mengambil alih makanan yang ada di meja dan ditanganku sambil melemparnya jauh dan masuk di tempat sampah.


"Hei,apa yang kau lakukan itu?jangalah begitu mubadzir,"protesku pada Erick sambil terkejut akan tindakannya, yang sangat tiba-tiba itu.


"Ckkk,dengar mereka bilang itu makanan sisa tapi kenapa kau melahapnya seolah makanan itu sangat enak?"Tanya dari Erick penasaran


Kepadaku sambil menatap wajahku dengan serius.


"Karena masih enak,kalau tidak percaya coba saja,ayolah jangan terlalu serius."Jawabku enteng pada semua anggota OSIS disini sambil mengamati mereka.


Shinta pun memastikan makanan itu basi atau tidak,dan mencobanya sedikit.


"Cuih!"Shinta pun meludahkannya di atas tisu lalu membuangnya di tempat sampah.


"Astaga!,ini sudah basi tak layak Ketua OSIS, ada masalah dengan lidahmu itu!" Ujar dari Shinta dan mengamati ekspresi wajahku .


"Benarkah,tapi kenapa menurutku itu masih enak?" Jawabku sangat heran pada semua anggota OSIS di ruangan ini.


"Aish...Ketua OSIS ini memang benar-benar." Kata Aline sambil menggelengkan kepalanya.


"Oh... ternyata Ketua OSIS kita tidak tahu sama sekali tentang makanan basi."Ujar Leo meledek diriku sambil duduk di bangku.


"Apakah memang benar tidak tahu,apa kau berpura-tidak tahu?"Tanya Riko kepadaku sambil mendekat padaku mengamati tubuhku yang masih ada sisa luka memar.


"Memang benar sekali aku tidak tahu kalau itu sudah basi,lagi pula menurutku masih enak."


Semua menatap dan mengamati ekspresi wajahku yang tak tahu menahu tentang apa makanan basi itu.


Erick dan Deni bersama lalu menyingkirkan makanan dari atas meja, setelah itu mereka membuangnya di tempat sampah.


Aku lihat Deni dan Erick menjalin aliansi agar aku tak melanjutkan makan,makanan basi itu.


Akhirnya pagi yang cerah ini di awali dengan kata mubadzir, banyak makanan yang akan terbuang percuma jika kita membiarkannya basi dengan tak ada yang memakanya, dan alangkah baiknya, jika mempunyai banyak makanan tidak sampai berlebihan, banyak orang di luaran sana yang rela mencari dan mengais sesuatu di tempat sampah hanya untuk mengisi perut mereka.


Bersambung...