
Ternyata mereka tetap baku hantam saling pukul memukul,walaupun aku ada di dekat mereka,karena kedua pria ini sedang asyik bertarung,maka aku membiarkan dan tidak melerainya.Jika aku melerai dengan tiba-tiba tentu pastinya aku terkena tinju mereka.
Tidak ada pilihan lain selain diam menunggu mereka kelelahan,aku harap para pria yang sedang beradegan romatis ini, paham bahwa aku menunggu mereka untuk menyelesaikan urusan mereka yang belum selesai.
Namun mereka tidak lelah sama sekali.Malah semakin menjadi-jadi,mungkin darah mereka saat ini sedang ada dia atas tungku kompor yang menyala.
Erick kelihatan wajahnya babak belur walau
dia adalah asisten judo,aku rasa masih kalah jauh dengan Andromeda karena dia lebih berpengalaman tawuran daripada Erick.
Bisa di ambil sisi positif bahwa pria yang sering tawuran bisa lebih kompetitif daripada pria yang disiplin,mematuhi tata tertib,dan selalu berjalan di zona aman,atau di bilang tidak serampangan atau pria penurut.
Berbeda dengan Andromeda yang saat ini aku lihat semakin menggila bila di beri tata tertib Sekolah.Dia tak pernah mau menuruti aturan Sekolah,baginya peraturan di buat untuk di langgar bukan di patuhi.
Melakukan tindakan gila walaupun melukai orang lain,dan tidak mempedulikanya.Pria satu ini sangat berjiwa bebas sama seperti Golden Eagle.
Cocok perangainya bebas bersemangat dan tak terkalahkan, namun saat ini sayapnya sedang terluka.
Setelah kulihat mereka agak kelelahan aku pun mendekat dengan pelan-pelan, serta mengambil ponsel ku, lalu menghubungi seseorang yang berpengaruh pada hidup sang Andromeda ini.
Drrrt....drrrt...drrrt...dan teleponku di angkat,
"Hallo Tuan ini saya..." Ternyata sebelum aku selesai bicara Andromeda sudah mengambil ponselku terlebih dahulu dan mematikannya.
"Ha...ha...haa.."Suara nafas Andromeda tersengal-sengal dan berdiri di sampingku.
Penuh darah di tangannya dan bajunya kotor semua kemudian seperti biasa jika ia melihat darah maka dia akan pingsan.
Terlihat dia akan oleng aku mengajaknya ke tempat parkir dan memasukkannya ke dalam mobil sportnya, jika dia terjatuh pingsan saat ini juga maka siapa akan mengangkatnya.
Akupun menutup pintu mobil sportnya dan menghampiri Erick yang sudah babak belur, matanya lebam biru keunguan dan bibirnya banyak bercak darah karena Andromeda menghajarnya habis-habisan.
"Apakah sudah selesai?ayo aku antar ke UKS," kataku pada Erick sambil menarik lenganya.
Dia pun mau aku antar ke UKS menurutiku.
Untung saja Pleidas pria yang sangat baik tak menyebarkan ke semua teman-temannya,dan hanya memanggilku untuk melerai mereka,
jadi hanya aku dan Pleidas yang tahu kalau mereka baku hantam,aku rasa Pleidas pria yang jantan tak bermulut besar.
Sekarang aku sudah di dalam UKS dan membersihkan luka Erick dengan revanol.
Dan memberi obat pertolongan pertama.
"Dengar kakak kelas,mulai sekarang aku harap kau bisa menahan emosimu,dan aku sudah menjelaskan hubungan kita,aku juga tak mau menyakitimu,"kataku kepada Erick menjelaskan agar dia segera melupakanku dan tak berlarut dalam kesedihan.
"Aku tak mau,aku rasa kau sudah tidak adil denganku,kau tak memberiku kesempatan sama sekali,berbeda dengan berandal itu." Erick yang iri dengan Andromeda, sambil mengatur nafasnya karena habis beradegan romantis dengan Andromeda.
"Hemmm...hu," Aku pun mengambil nafas.
"Kau akan semakin terluka, kendalikanlah perasaanmu itu seperti kau mengendalikan fikiranmu,"kataku kepada Erick sambil pergi meninggalkannya di dalam UKS.
Aku pun menghampiri Deni,
"Hei,urus sisanya aku pergi dulu, sebentar nanti aku akan kembali."Kataku kepada Deni sambil pergi berlalu menuju ke parkiran mobil
Kulihat dia sudah berpeluh mengeluarkan keringat dingin dan akan pingsan.
Dan memarkir cantik mobilnya di parkiran rumahnya.
"Hei,ayo kupapah jika kau pingsan disini akan aku kubiarkan kau tergeletak disini!" Kataku kepada Andromeda sambil memapahnya sampai kamarnya.
Baju seragam elite nya penuh dengan kotoran bercampur darah.
"Astaga kenapa tidak satu pun hal di dunia ini terjadi dengan lancar?"Katanya namun dalam hati.
Aku membersihkan luka di tangannya,pria ini sangat kuat,dan menyalurkan kekuatannya dengan menghajar orang di sekitarnya.
Setelah dia bersih aku pun memberikan obat yang biasa ia minum,dengan sekejap dia pun tertidur pulas setelah meminum obatnya.
Kulihat dia tertidur lelap seperti bayi yang tak punya dosa sedikitpun,matanya terpejam dan tubuhnya terbujur di kamar mewahnya.
Aku pun pergi meninggalkannya,kembali ke Sekolahan dengan naik taksi.
Setelah aku masuk gerbang ternyata adik kelas semakin bersemangat,dalam bermain outbond nya aku sedikit lelah pergi menuju kantin membeli minuman dingin,dan kembali ke lapangan.
Sembari duduk di bawah pohon beringin yang perkasa ini,dia meniupkan oksigen ke seluruh tubuhku,membuat penat, lelahku menghilang seketika.
Shinta dan Aline berjalan mendekat kemudian menghampiriku,sambil memberikan jus melon dan nasi kotak konsumsi hari ini.
"Ini Ketua OSIS makanlah dulu ku lihat kau sangat sibuk hari ini,"kata Shinta kepadaku.
"Iya terimakasih,"jawabku sambil menerima nasi kotak dari mereka.
"Apakah kau sudah makan?"Tanyaku kepada Shinta dan Aline.
"Sudah,makankah aku akan menemanimu disini,"Kata Aline kepadaku.
"Hei,siapa pria yang aneh tadi kulihat dia selalu menempel kepadamu?"Tanya Shinta kepadaku dengan penasaran.
"Dia adalah pria yang merepotkan,bayi besar ," Jawabku kepada Shinta.
"Aku lihat dia mengenakan seragam dari Sekolahan Elite,namun sangat sering ke sini bermain dengan Daniel dan Anggara,"kata Aline kepadaku sambil tersenyum.
"Apakah dia pacarmu?"Tanya Aline sambil menatap mataku.
"Dia sangat keren menendang semua pria agar tak menyentuhmu,aku pun melihatnya tersenyum manis dan memelukmu hatiku ikut meleleh," Ujar Aline sambil memandangiku dan tersenyum.
"Benarkah?,berandal itu selalu seenaknya sendiri."Kataku kepada Aline dan Shinta.
"Makanlah dulu sambil beristirahat,mereka sudah mengurus sisanya."Kata Aline yang duduk di sampingku dan tersenyum manis penuh arti.
"Ha..." Akupun menghela nafasku karena setiap hari harus berjibaku dengan para pria berandal yang tak henti-hentinya membuat ulah,dan membuatku pusing tujuh keliling.
"Ya Tuhan ingin sekali merilekskan diriku yang sangat lelah dan penat ini." Ujarnya dalam hati.
Aku makan siang di bawah pohon beringin yang rindang,serta di tiup angin sepoi-sepoi dan di temani bidadari Shinta dan bidadari Aline yang setia menungguku saat ini.
Mereka nampak menikmati siang yang cerah ini,langit biru pun mulai memancarkan sinar kecerahannya,dan awan putih bergerombol seperti para domba yang sedang berebut makananannya.
Bersambung...