
Aku sangat geram,karena tindakan Venus sudah kelewatan,setelah aku menghisap rok** itu beberapa kali dan kukeluarkan asapnya itu melalui hidung dan mulutku
Kemudian kulemparkan puntung rokok itu di hadapan Venus.
Dia menatapku tajam,namun aku tidak mempedulikanya aku melepas jaketku dan kuberikan kepada gadis berkaca mata ini.
"Pakailah ini, menyingkirlah dari hadapan kami aku akan menangani sisanya."Ucapku kepada gadis berkaca mata ini sambil menyuruhnya menghindari kami.
"Terimakasih kakak."Ucap dari gadis tersebut dan memakai jaket yang kuberikan,kemudian ia pergi dari hadapan kami.
Venus memberi tanda agar dua orang temannya memegangiku.
"Nebula,Carina pegangi dia aku rasa anak ini harus kita beri pelajaran hari ini juga!"Kata Venus kepada teman-temannya itu terlihat matanya penuh amarah dan kedengkian.
Dan mereka berdua pun menuruti perintah Venus dengan mudah, memegangiku dengan erat,namun aku membiarkannya saja tanpa melakukan perlawanan kepada mereka berdua.Mereka melakukan sesukannya.
Karena untuk apa memegangi tanganku jika kedua kakiku masih bisa kugunakan.
Akupun tersenyum melihat tingkah laku Venus kepadaku yang seolah dia adalah murid perundung yang menyeramkan.
Namun bagiku tak lebih dari seekor serangga yang menjijikan. Dan harus di basmi dengan beberapa semprotan anti serangga.
Venus pun akan menamparku ,dan aku pun melepaskan cengkraman Nebula dan Carina dengan gesit,lalu melingkarkan tanganku ke leher Nebula dan Carina teman Venus itu .
Untuk kujadikan tumpuan pegangan agar bisa menendang Venus.Aku hanya melayangkan satu tendangan saja dan kancing baju press body Venus lepas semua,Venus pun jatuh terjerembab karena tendanganku.
Akupun tersenyum kepada Venus .
"Terimakasih Carina dan Nebula kau telah membantuku menendang Venus."Kataku pada mereka sambil tersenyum merangkul Carina dan Nebula.
Carina dan Nebula tampaknya agak bodoh karena mereka terlihat bingung kenapa,aku berterimakasih kepada mereka.
"Sialan...beraninya kau."Kata Venus sambil melayangkan tinjunya berkali kali namun aku menghindari dan mengarahkan wajah Carina serta Nebula untuk menjadi perisaiku .
Alahasil wajah Carina dan Nebula terkena beberapa kali pukulan dari Venus.
Padahal aku masih belum melayangkan tinjuku kepada mereka.
"Auwww... sakit Venus."Kata Carina dan Nebula.
Akupun tertawa kepada perundung yang,sok menakutkan di Sekolahan Elite ini.
"Hei dengar pakai jaketmu itu jangan kau lingkarkan saja ke pinggangmu yang seksi itu,ada banyak para pria akan sawanan jika melihat dua buah semangkamu yang ranum itu." Kataku mengejek Venus karena dia tidak menutupi auratnya, yaitu dua bola kehidupan padahal kancingnya sudah terlepas semua.
Dia sangat bernafsu ingin menghajarku, tapi
lupa akan bajunya yang sudah terbuka itu.
Dari sini kita bisa melihat beberapa orang terlalu sibuk dengan memperhatikan orang lain, di sekitarnya namun tidak terlalu fokus dalam mengurusi urusannya sendiri.
Saat Venus melepas jaketnya untuk di pakai, akupun merampas jaket Venus dengan cepat.
Segera kulempar di atas seragam gadis yang berkaca mata tersebut dan ku injak beberapa kali,hingga kotor dan bewarna merah.Karena bercampur minuman yang Venus tumpahkan tadi.
"Lihatlah,wah jangan marah aku hanya ingin melaundry jaketmu agar lebih bewarna."
Kataku kepada Venus sambil tesenyum.
"Gadis brengsek,aku akan membunuhmu!"
Teriak Venus dengan lantang dan marah karena aku membalas perbuatanya, sama dengan apa yang ia lakukan pada gadis berkaca mata tersebut.
Kemudian terlihat dia kelehan dan mengatur nafasnya untuk,melawanku kembali.
"Aku dengar,di Beauty Center adalah fasilitas dimana para gadis seperti kalian di ajari tata krama,sopan santun ,agar kelak bisa dapat pria kaya dan konglomerat , tapi aku sangat kecewa ternyata pelajaran itu tidak begitu tampak pada kalian."Kataku kepada Venus sambil menatapnya.
"Kurang ajar,mulutmu itu akan kurobek."Kata Venus kepadaku sambil tersengal-sengal nafasnya.
Carina dan Nebula hanya menatapku karena takut,Venus saja tidak bisa menanganiku apalagi mereka.
Akupun mengeluarkan pensil dari tasku dan merautnya hingga sangat runcing sekali.
Mereka bertiga melihatku dengan tatapan penuh penasaran apa gerangan yang aku lakukan ,kenapa aku meruncingkan pensilku.
"Dengar baik-baik kau tahu kenapa Joker berubah menjadi seorang psikopat?,dan tak mempunyai empati kepada sesama manusia lainnya."Kataku sambil memegang pensil yang kuruncingkan.
"Karena dia di rundung habis-habisan, seperti kalian merundung gadis yang berkaca mata tadi,kau tahu tindakan kalian itu pasti akan menumbuhkan kebencian dan dendam yang mendalam,antara manusia satu dan manusia lainnya."Kataku lagi sambil membawa pensil yang kuruncingkan mengitari mereka bertiga.
Aku harap dengan kejadian ini mereka semua merenungkan perbuatannya,mereka adalah anak orang kaya terpandang namun tindakan mereka ,tidak mencerminkan strata atau anak para konglomerat.Selalu merundung gadis lemah.
"Ingat kau tahu ada beberapa titik kelemahan manusia terutama ada di tepi leher."Kataku pada mereka sambil memperlihatkan leherku dan kugores dengan pensil tersebut namun pelan.
Kulihat wajah mereka berubah drastis dan memandangiku dengan ketakutan.Serta matanya seolah berbicara,"apakah gadis ini seorang iblis atau manusia?"
"Lihatlah baik-baik,leher ini jika diberi tusukan secara tepat di titik yang mematikan dengan pensil ini,apa yang akan terjadi?" Kataku dan menggertak mereka agar takut kepadaku.
Kugoreskan sedikit di leherku keluar darah dari leher tersebut,kemudian darahnya kujilat di depan mereka.
"Lihatlah kau akan tahu aku ini bukanlah manusia, aku adalah Iblis yang menyamar sebagai manusia."Kataku kepada Venus sambil menyeringai dan berhenti menjilat darahku sendiri.
Mereka semua pun lari tunggang langgang,
sambil ketakutan percaya dengan omong kosongku .
Akupun tersenyum lega aku berharap mereka berhenti untuk membully merundung para gadis lemah.
Anak berambut violette perlahan mendekatiku dan tersenyum sambil menjulurkan tanganya.
"Wah kau sangat hebat,siapa namamu?"
Tanya gadis tersebut kepadaku.
"Putih."Jawabku sambil bersalaman denganya.
"Namaku Violette."Kata gadis itu.
"Kenapa kau membiarkan Venus berbuat semena-mena kepada temanmu yang satu Sekolahan denganmu?" sambil memungut baju seragam gadis berkaca mata dan jaket Venus.
"Venus selalu berbuat sesuka hatinya seperti itu,dia tidak terkendali,aku rasa mungkin dia barusan bertengkar dengan Papanya."Kata Violette padaku sambil mengamati wajahku.
"Jika mereka bertengkar maka Venus akan melampiaskan kemarahannya kepada anak yang lemah,apalagi anak yang masuk dalam jalur mandiri atau beasiswa."Kata Violette kepadaku ,aku rasa Violette ini sangat dekat dengan Venus.
"Apakah aku boleh meminjam sweater mu itu untuk menutupi luka goresku ini?"Kataku kepada Violette.
"Tentu saja,ini pakailah"Kata Violette sambil menyerahkan sweaternya kepadaku karena aku masih harus masuk kelasku.
"Apakah kau gadis tempo hari yang di bawa Andromeda ke Sekolahan Elite?"Tanya Violette padaku dengan penasaran.
Bersambung...