
Di sebuah taman yang luas aku melihat banyak bunga bermekaran bewarna-warni sangat indah,baunya yang harum semerbak tercium dari hidungku.
Dan banyak kupu-kupu yang berterbangan disana-sini memilih bunga yang cocok untuk dihisap madunya, ada juga capung yang sedang mencari dahan yang nyaman untuk tempat bersinggah.
Aku melihat langit yang berwarna biru saat ini
seperti pantulan warna birunya laut,matahari yang sangat terik sedikit marah karena awan tidak mau bermain dengannya.
Terlihat beberapa gumpalan awan berkumpul menjauhi sang matahari,burung-burung yang enggan turun dari persinggahanya memilih untuk tetap bertengger di atas ranting,dan dahan pada pohon di taman itu.
Akupun melangkahkan kakiku langkah demi langkah sambil mengawasi sekelilingku,aku melihat ada kelinci berloncatan dan mereka masuk kedalam lubang tanah,karena merajuk kepada teman-temannya yang lainnya.
Ada juga semut-semut yang sedang antri mengambil remahan roti yang terjatuh berserakan di atas rumput yang luas ini
"Kenapa aku ada disini,apakah ini mimpi?"
Kataku kepada diriku sendiri.
Ditengah taman itu ada dua orang terlihat menungguku untuk bergabung denganya.
Akupun mempercepat langkah kakiku berlari sekencang mungkin,untuk bertemu dengan mereka.
Sesampainya di taman tersebut aku melihat Ayahku dan Ibuku mereka yang sedang duduk sambil menatapku dengan tersenyum penuh perasaan.
Akupun berlari menuju kepelukkan mereka.
"Ayaaaah!,ibuu! kenapa kalian ada disini?"
Kataku kepada mereka sambil memeluk mereka dengan sangat erat dan menangis tersedu-sedu,karena betapa hatiku sangat merindukan mereka berdua.
"Aku sangat senang sekali,kenapa kalian baru sekarang menemuiku?"Tanyaku kepada mereka.
"Apakah, aku anak yang sangat nakal maka kalian menghukumku seperti ini?"Kataku kepada Ibu dan Ayah sambil menangis dan memohon kepada mereka .
"Apa kalian tahu,aku sangat menyesal karena bertindak sesuka hatiku,"Curhatku kepada mereka.
"Aku berjanji akan menjadi putri yang penurut asalkan boleh bergabung dengan Ayah dan Ibu?"Kataku kepada mereka dan menatap kedua mata Ayah dan Ibuku.
"Jawablah ayah...!,ibu...!,kenapa kau diam saja?"Kataku sambil menangis tersedu-sedu.
"huu.hu.hiks,hiks....hiks"Suara tangisanku, dan air mata membasahi kedua pipiku .
"Putih....Putih!"Suara Andromeda kemudian membangunkanku dari mimpiku.
Akupun terbangun dengan terkejut, dan air mataku membasahi mata dan pipiku lalu aku menyekanya.Kulihat Andromeda mendekatiku sambil membisikkan sesuatu kepadaku.
"Dengar itu hanya mimpi,kau mengigau!"Kata Andromeda dengan lirih .
Aku yang masih belum sadar sepenuhnya , itu
merasa bukanlah mimpi namun itu adalah kenyataan, Ayah dan Ibuku menemuiku di sebuah taman.
Setelah beberapa saat,ternyata aku sadar aku yang kelelahan,menginggau dan menangis tersedu-sedu ternyata aku tertidur di mobil Andromeda.
"Hei, bukankah kita tadi mau berangkat ke Sekolah kenapa,kita ada di sini?" Tanyaku kepada Andromeda penasaran kenapa masih belum sampai ke sekolah.
"Hei,aku lihat kau kelelahan,dan tidur terlelap sampai menginggau dan menangis?"Kata Andromeda kepadaku sambil menatapku.
"Lagi pula ini sudah jam 10.00 wib,lebih baik kita membolos hari ini!"Kata Andromeda kepadaku lagi sambil mengamati wajahku.
"Hei kenapa membolos!,aku mengerjakan banyak tugas hari ini,kenapa sih kau tidak membangunkan aku saja?"Protesku pada Andromedadan sebal kepadanya.
"Dengar,kau sangat kelelahan,apakah kau tidak tidur tadi malam?"Tanya Andromeda kepadaku dan menghwatirkanku.
"Tidur namun hanya sebentar."Kataku kepada Andromeda sambil menggaruk kepalaku karena bingung kenapa aku bisa ketiduran di mobil Andromeda.
"Sekarang aku mau tanya?,jawablah dengan jujur,jangan bohongi!" Ucap dari Andromeda dengan tegas,menatap kedua bola mataku.
"Baiklah"Jawabku.
"Kenapa kau selalu tampak kelelahan,apakah menjaga tokomu sampai larut malam?"Tanya Andromeda sambil menatap mataku.
"Iya"akupun menganggukan kepalaku.
"Baiklah aku akan menyuruh Anggara setiap hari membantumu,"Ucap Andromeda denga tulus mau agar tak membebaniku.
"Ingat jangan tidur di atas pukul 00.00 wib selebihnya,istirahatkan tubuhmu itu hmmm"
"Dan lagi berusahalah bersenang-senang seperti gadis lainya,jangan mempersibuk dirimu,"Saran Andromeda kepadaku dengan penuh cinta kasih.
"Bagaimana ini tugasku Sekolah sangatlah banyak karena minggu depan ada ujian akhir semester,"Keluhku kepada Andromeda.
"Hem,lupakan itu untuk hari ini besok kau boleh memikirkan tugas-tugasmu itu lagi!"
Kata Andromeda sambil terlihat sebal kepadaku.
"Hari ini aku akan mengajakmu keluar agar kau bersantai,dan menikmati hidupmu,"Ucap Andromeda dengan santainya.
"Aku lihat kau seperti sedih,ayolah ceritakan padaku apa yang kau alami,biar aku semakin memahamimu?"Tanya Andromeda kepadaku sambil menatapku kedua bola mataku.
"Tidak ada,aku hanya kelelahan saja tidak perlu menghawatirkanku!"Kataku dengan singkat,pada Andromeda sambil tersenyum.
"Hei,aku mau memberi tahukan sesua**tu, aku sudah menemukan jawabanya**!" Andromeda menatapku penuh perasaan dan tersenyum manis seperti es krim yang meleleh.
"Benarkah apakah kau sudah tahu artinya?, katakan aku mau mendengarnya!"Kataku kepada Andromeda dan mendengarkanya dengan seksama.
"Aku punya buku tebal 3 buah,dan yang kau tanyakan jawabannya terletak pada ketiga buku tersebut!"Kata Andromeda serius dan fokus sekali.
Raut wajahnya itu berseri-seri namun binar matanya sangatlah jelas kalau berandal ini sangatlah cerdas dan cemerlang.
"Dengarkanlah baik-baik ok, kau ingin aku itu memahamimu seperti sebuah buku biografi,"
Ujar dari Andromeda kepadaku.
"Kemudian menghargaimu seperti buku yang termahal,"katanya lagi sambil tersenyum tipis kepadaku.
"Kau ingin aku bersabar dengan apa yang kita lalui seperti membaca buku tebal,"Ucapannya kepadaku dengan sangat serius.
"Kita harus perlahan-lahan tanpa terburu-buru agar saling memahami satu sama lain," Ucap Andromeda kepadaku sambil mendekatiku dan menatap kedua bola mataku.
Dan pandangan kami beradu dan seperti mempunyai ikatan batin.
"Jika orang lain pasti beranggapan buku tebal sangatlah membosankan, dan kau berharap aku akan menyerah kepadamu,iya kan!"Kata Andromeda kepadaku dengan tatapan penuh perasaandan tegas sambil menatap kedua bola mataku.
"Tapi sayang sekali aku tidak akan pernah meninggalkanmu sampai kapanpun,"Ucapan Andromeda kepadaku dengan senyum nya yang khas itu.
Akupun menggerak-gerakkan kelopak mataku berkali-kali, karena terheran kenapa dia bisa tahu, berandal yang serampangan ini bisa mengerti tentang Buku Tebal .
Jawabanya sangat rinci dan jelas,namun aku tak menjawab sama sekali.
"Dari ekspresimu berarti menunjukan aku sangatlah benar sekali"Tukas Andromeda kepadaku sambil tersenyum dengan percaya diri sangat tinggi dan penuh kemenangan.
"Kau tahu aku tidak suka membaca namun kau lupa, aku ini anak dengan IQ yang sangat tinggi!"Kata Andromeda dengan bangganya .
"Cihhh,baiklah terserah kau."Kataku kepada Andromeda.
"Kau pasti diberi tahu jawaban oleh Papamu itu?"Kataku pada Andromeda dengan curiga.
"Tidak, aku memecahkannya sendiri tanpa bantuan orang lain!"Kata Andromeda sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Hei ayo mana imbalanku,karena aku sudah memecahkan teka-tekimu itu?" Andromeda sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku.
"Imbalan apa?,aku tak pernah bilang dapat imbalan?"Kataku mengelak pada Andromeda sambil melihat pemandangan di luar jendela mobil.
Dia pun menunjuk ke arah pipinya.
"Imbalannya aku mau disini cepat!" Menunjuk pipinya yang gembil itu kepadaku.
"Ayo cepat,lamban sekali kau ini!" Ujar dari Andromeda kepadaku memaksa.
"Aku tak mau!"Kataku kepada Andromeda sambil menoleh keluar jendela mobilnya lagi.
"Baiklah kalau begitu aku saja yang memberi hadiah!"Kata Andromeda dan mendekatiku sambil mencium pipiku dengan seenaknya sendiri.
"Cuuup."
"Hei apa yang kau lakukan kau mau ku hajar?"
Kataku kepada Andromeda,namun dia tidak mempedulikanku dan keluar dari mobilnya seenak jidatnya.
"Haaaaa,menyenangkaaan!"Teriakanya itu terdengar sangat keras, dan Andromeda pun mengangkat kedua tanganya dan tersenyum menatap langit yang biru itu.
Akupun sangat malu saat itu,pipiku berubah warna menjadi merah,seperti buah tomat.
Bersambung...