The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 137 "Candle light Dinner 2"



"Astaga naga,kau seharusnya mempunyai sedikit sopan santun jangan seperti itu dia adalah pamanmu,"kataku pada Andromeda sambil meliriknya.


Kau jangan ikut-ikut,ini urusan keluarga!"Ucap Andromeda dengan sebal karena aku memihak Dokter Sharon dan Dokter Andrea.


Dia melempar mukanya dari pandanganku sambil menyilangkan kedua tanganya itu.Ku lihat dia sebal karena menurutnya aku adalah gadis pembangkang yang hanya memikirkan orang lain,tanpa memikirkan dirinya adalah kekasihku saat ini.


"Sudahlah,aku akan pergi ke ujung,tidak akan mengganggu kalian,"ucap Dokter Andrea pada kami sambil menundukkan wajahnya terlihat kecewa dengan kata-kata keponakannya itu.


"Ayo Sharon,kita duduk di sana saja."Kata Dokter Andrea mengajak Dokter Sharon untuk meninggalkan kami berdua mereka menuju bangku lainya namun tetap di restoran ini.


Mereka pun duduk berjauhan dengan kami


tapi aku masih memandangi mereka,karena aku merasa tidak enak seharusnya kami duduk berempat.


Namun dengan perangai Andromeda yang serampangan ini tidaklah mungkin,serta kami tak akan bisa duduk mengobrol hangat dan bercerita tentang semua hal.


Betapa bodoh Andromeda ini dia tak pernah bisa mengambil sudut pandang orang lain.


Yang dia tahu itu hanyalah perasaannya saja,


serta selalu berbuat seenaknya sendiri.


Fikirannya itu sangat sempit,aku heran Papa Andromeda adalah sosok Pria berwibawa.


Sopan santun kepada siapapun kenapa putra tunggalnya ini tak mirip sama sekali,apakah dia anak tiri atau anak adopsi.


Jika iya benar maka Papanya tidak mungkin akan sesayang ini kepadanya,lagipula yang membuat aku tidak habis fikir mulutnya anak ini kenapa sangat mudah mengeluarkan bisa dan ular cobra,melebihi ular black mamba yaitu bisa racun terkuat para ular di dunia.


Astaga aku pun mengamati Andromeda dan wajahnya ini sangat tampan tapi berbanding terbalik dengan fikirannya yang membuat aku pusing tujuh keliling.


"Astaga..."Ujarku pada diriku sendiri.


"Hei... kenapa kau melamun apa kau sangat lapar?"Tanyanya kepadaku sambil melihat wajahku yang muram.


Suaranya yang menggelegar memecah belah lamunanku saat ini.


Aku pun diam tak menjawab pertanyaannya.


"Kenapa tidak menjawab,aku sangat sebal dan kenapa duda dan perawan tua itu ikut kemari?" Kata Andromeda sambil menarikku agar duduk di sampingnya,aku pun duduk di sampingnya.


"Hei,kenapa kau tampak sedih,dan bukankah ini sangat romantis?"Tanya dari Andromeda kepadaku.


"Memang romantis,tapi seharusnya mereka ikut mengobrol bersama kita."Ucapku pada tuan Andromeda ini sambil memanyunkan bibirku.


"Hei...,yang benar saja mana ada berkencan dengan para orang tua,Ckkk tidak seru!"Ucap tuan muda yang serampangan ini berfikiran sangat sempit.


"Kau ini,apa mau ku beri mie pedas penangkal bisa cobra?"Tanyaku lagi kepadanya sambil melihat pemandangan dari luar gedung sangat cantik sekali.


"Ayolah jangan terlalu jahat kepadaku,hei gadis lamban seharusnya kau ini belajar berbicara bak seorang gadis elegan."Tukas tuan muda ini sambil menatap kedua bola mataku.


"Aku ya begini,tak bisa elegan,kau tak suka?" Tanyaku padanya sambil mengamati ekpresi wajahnya saat ini.


"Bukan begitu?,ayolah aku ingin kau menjadi gadis yang manis,anggun,dan lemah."Kata dia kepadaku sambil tersipu malu,kulihat pipinya merah merona aku heran makhluk amburadul ini berubah drastis jika bicara tentang diriku.


"Aku berbicara fakta,sudah jangan membahas duda itu,aku muak!"Kata Andromeda mulai bisa cobra nya menyembur kesegala arah.


🍁🍁🍁🍁🍁


Disisi lain Dokter Sharon dan Dokter Andrea sedang asyik mengobrol.


Mereka nampak serasi sekali yang satu tampan yang satu sangat cantik secantik rembulan,dan memang aku akui jika Dokter Sharon mau jadi ibu sambung Willy aku sangat menyetujuinya selain dia seorang Dokter yang sukses.


Wanita itu adalah sosok yang supel ,periang


berhati emas, serta sangat rendah hati, dan


semakin aku mengenalnya semakin aku pun mengaguminya.


Seharusnya Dokter Andrea memberanikan diri untuk mendekati Dokter Sharon,kulihat Dokter Sharon sangatlah menyukai Dokter Andrea karena mereka adalah teman sekolah.


Aku rasa mereka akan jadi pasangan serasi jika meneruskan hubungan mereka.


"Hei,apakah kau sangat sibuk sekali lepaskan jubah putihmu itu."Tukas Dokter Sharon pada Dokter Andrea sambil menatap wajah tampan nan rupawan itu dengan tersipu malu.


"Baiklah,"jawab Dokter Andrea, dia melepas jubah putih lambang ia menjadi seorang Dokter.


"Apakah kau mau memesan sesuatu?"Tanya Dokter Andrea sambil menatap Dokter Sharon namun dengan ekspresi datar.


"Tentu saja,tapi aku ingin sekali mengobrol denganmu."Kata Dokter Sharon pada Dokter Andrea sambil menatap wajahnya penuh perasan yang mendalam.


"Iya,aku tadi terburu-buru kemari,memang ada hal penting apa yang ingin kau katakan?"


Tanya dari Dokter Andrea sangat penasaran.


"Dengar apa kau,tak merindukanku?"Tanya Dokter Sharon kepada Dokter Andrea.


"Kau,kita kan sudah putus sangat lama,apa kau masih belum move on?"Tanya Dokter Andrea pada Dokter Sharon secara langsung sambil menatap wajah cantiknya, secantik rembulan di malam hari.


"Tentu saja aku tidak melupakannya,jika kau tidak menikah dengan Mama Willy, apakah kau dan aku akan terus....?"Tanya dari Dokter Sharon kepada Papa Willy atau Dokter Andrea sambil menunduk lesu,seperti seorang kekasih yang tercampakkan.


"Dengarlah,itu kan masa lalu sekarang aku hanya seorang duda mempunyai satu anak." Jawab Dokter Andrea kepada Dokter Sharon sambil menatap kedua bola mata Dokter Sharon yang berkaca-kaca.


"Ayolah jangan menangis,disini akan ada banyak orang melihatnya,"suara lembut dari Dokter Andrea terdengar lamat-lamat tepat di telinga Dokter Sharon saat ini.


"Tahanlah,"ucap dari Dokter Andrea kepada Dokter Sharon dengan suara lembut selembut roti awan yang empuk dan enak itu.


"Ha... kenapa kau sangat jahat sekali dengan perawan tua ini,sangat benar keponakanmu itu jika memberi julukan kepadaku!"Tukas Dokter Sharon sebal karena paman serta keponakan sama,yang satu meledek,yang satu lamban sekali.


Padahal aku kira Dokter Sharon yang masih melajang sampai detik ini pasti mempunyai alsan, menunggu seseorang yang membuat degup jantungnya berlarian begitu kencang.


Serta ia merasa masih ada sisa getaran cinta di antara mereka berdua, mungkinlah dengan sedikit penantian panjang ini,Dokter Andrea akan mau dan luluh pada Dokter Sharon yang tentunya masih mencintainya dengan tulus dan suci.


Dokter Sharon menahan dirinya, dan juga perasaannya sudah sangat lama, walaupun demikian dia tetap saja setia dan tak mau melupakan kisah cintanya dengan Dokter Andrea yang sangat dingin itu.


Bersambung....