The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 118 "Dia Menganggap Sebagai Putrinya"



Akupun terbangun,dan aku mulai membuka kelopak mataku melihat sekeliling,karena aku nampak asing dan tak pernah sekalipun ke tempat ini.


Aku terperangah,karena aku merebah di sebuah kamar mewah dan mirip dengan kamar tamu Andromeda.


Kulihat bajuku sudah berganti dan bersih memakai piyama bewarna pink,dan aku sangat terkejut dimanakah aku saat ini.


"Tok..tok..tok.."Suara ketukan pintu,dan pintu pun di buka "Ceklek.."


Aku pun terkejut melihat Rion yang sedang membuka pintu dan melangkahkan kakinya mendekatiku,kemudian dia duduk di bangku samping kamar tidurku.


"Apakah sudah bangun?"Tanya Rion sambil menatap wajahku.


"Siapa yang menggantikan bajuku?"Tanyaku penasaran kepada Rion,karena aku takut jika Rion yang mengganti bajuku,seketika terasa tubuhku panas dingin.


"Bukan aku yang menggantinya."Suara Rion lirih dan penuh perasaan.


"Lalu siapa yang membawaku kesini?"


Tanyaku kepada Rion sambil mengamati ekspresi Rion.


"Aku menggendongmu."Jawab Rion sambil menatap aku yang sedang kebingungan.


Dalam hatiku berkecamuk,apa yang sedang terjadi kenapa aku bisa disini,dan bajuku sudah berganti piyama warna pink.


"Ya Tuhan."


"Tenanglah,kau sudah aman."Kata Rion kepadaku sambil membenahi selimutku.


"Istirahatlah,kulihat kau sudah bekerja keras melawan banyak para preman."Kata Rion kepadaku sambil tersenyum manis,dan di sudut pipinya ada lubang kecil bernama lesung pipit.


Baru kali ini Rion tersenyum kepadaku,aku yang melihatnya nampak senang,karena biasanya dia adalah pria berkepribadian introvert dan mempunyai penyakit mental Mysophobia.


Namun sekarang di hadapanku dia seperti seorang pria yang sudah melepas penyakit Mysophobia nya dan tersenyum lepas,serta lesung pipit itu terlihat sangat manis di sudut pipinya.Aku pun terkejut juga heran kenapa pria ini mendadak seperti ini.


"Dimana Andromeda?"Tanyaku pada Rion dengan melihat sekelilingku.


"Dia ada di ruangan samping."Kata Rion kepadaku.


"Tenanglah,istirahatlah dulu karena kulihat kau sangat lelah."Ucap Rion begitu tulus terdengar di telingaku.


"Lalu Andromeda apa sudah siuman?"


Tanyaku kepada Rion sambil mengamati ekspresi wajahnya.


"Belum."Jawabnya.


"Lalu siapa yang mengganti bajuku?"Tanyaku kepada Rion,dan tubuhku terasa panas dingin karena takut Rion berulah kepadaku.


"Aku bilang bukan aku."Kata Rion bersikukuh.


Dan seseorang pun masuk dalam kamar ini.


"Hallo gadis kecil,aku yang menggantikan bajumu."Ujar seorang wanita yang elegan dan cantik kukira umurnya sekitar 40 tahun.


"Apa kau takut jika Rion yang mengganti bajumu?" Tanya seorang wanita itu kepadaku.


"Iya Nyonya."Jawabku sambil menggaruk rambutku dan aku pun gugup.


"Rion kau keluar dulu Mama mau berbincan**g**." Kata wanita ini ternyata dia adalah Mama Rion dan memyuruhnya pergi.


"Baiklah."Jawab Rion sambil meninggalkan kami.


"Hei,trimakasih karena kau berusaha keras untuk mengambil tasku."Suara Mama Rion terdengar sangat tulus dan berterimakasih kepadaku,karena tasnya yang tadi sudah aku selamatkan dari para preman dan jambret itu.


"Tidak perlu sungkan Nyonya."Jawabku kepadanya.


"Hei,dengar kau itu seorang gadis,tidak baik kalau tubuhmu banyak luka gores."Ucapan dari Mama Rion kepadaku dengan penuh perasaan.


Aku pun tertunduk lemas karena dia sudah tahu semuanya,bahwa tubuhku dipenuhi luka gores,akibat pertarungan, dengan semua para berandal dan jambret,dari dahulu kala sampai sekarang.


"Apakah kau suka dengan pertarungan?"


Tanya Mama Rion padaku dengan penasaran.


Aku pun mengangguk tanda mengiyakan.


Mama Rion tersenyum tipis dan manis menatapku dan berkata.


"Kau tahu apa yang membuat gadis nampak elegan?"Tanya Mama Rion kepadaku sambil tersenyum serta menatapku seperti tatapan seorang yang sangat menyayangiku dan tulus.


Dia pun tersenyum akan jawabanku,karena aku benar-benar tidak tahu sama sekali.


"Apakah orang tuamu sudah tiada?"Tanya Mama Rion kepadaku.


Aku pun mengangguk tanda kalau iya orang tuaku sudah meninggal dunia.


"Maukah kau menganggapku Mamamu?"


Tanya Mama Rion padaku sambil menatapku penuh perasaan.


"Bolehkah Nyonya?"Tanyaku,namun aku masih bingung padahal aku ini baru saja mengenalnya.


Namun dia mau aku menganggapnya sebagai seorang Ibuku.


"Tentu saja kebetulan,aku ingin punya anak perempuan."Ujar Mama Rion kepadaku sambil menatapku.


"Dengarlah rawatlah tubuhmu,jangan sampai seperti patung banyak pahatannya." Ujar dari Mama Rion kepadaku dengan lembut.


"Karena wanita itu sejatinya,kelembutan dan keanggunan serta kecantikan berada pada aset yang dimilikinya."Kata Mama Rion lagi padaku.


"Tubuhmu adalah asetmu,jangan sampai seperti seorang pria."Ucap Mama Rion kepadaku sambil menatapku dengan tulus.


Dia pun mengambil minuman di atas meja dan di berikannya kepadaku.


"Minumlah ini,apakah kau lapar?"Tanyanya kepadaku.


Aku pun diam karena sangat malu dan sedikit sungkan kalau aku sebenarnya sangat lapar sekali,kalau di ingat-ingat aku meninggalkan sate untuk mengejar jambret dan tak sempat memakannya.Dan Rion pun masuk ke dalam kamarku.


"Ma,apa sudah aku mau bicara denganya?"


Kata Rion meminta ijin Mamanya untuk berbincang kepadaku.


"Sebentar."Ucap Mama Rion kepada putranya.


Namun Rion masuk kedalam kamarku tak mengindahkan Mamanya.Lalu duduk tepat di sampingku.


"Oh ya,aku mau tanya?apakah gadis ini?"


Tanya Mama Rion kepada putranya.


Rion pun mengangguk tanda mengiyakan.Aku bingung apa yang di bicarakan mereka.


"Apakah kau kekasih Andromeda?"Tanya Mama Rion padaku terlihat matanya itu berkaca-kaca.


"Benar Nyonya."Jawabku kepada Mama Rion.


"Apakah kau tak apa-apa?"Tanya Mama Rion kepadaku sambil terlihat khawatir kepadaku.


"Apa yang Nyonya maksud?"Tanyaku sangat penasaran.


"Kau tidak takut menjalin hubungan dengan Andromeda?"Tanya Mama Rion kepadaku sambil menatap kedua bola mataku.


Aku pun menelan selivaku lagi apa yang dimaksud Mama Rion ini,aku tak paham sama sekali.


"Saya tidak paham akan perkataan Nyonya." Kataku dengan tertunduk.


"Mohon maaf"Ucapku minta maaf kepadanya.


"Apakah benar kau itu tidak tahu menahu tentang Andromeda?"Tanya Mama Rion lagi sambil mengamati wajahku.


"Benar Nyonya aku tidak paham."Ucapku sambil mengamati ekspresi Mama Rion.


"Dengar aku pernah kehilangan seorang putri." Sambil menundukkan kepalanya tergurat jelas kalau dia sedang bersedih.


"Bagaimana kalau kau meninggalkan dia sebelum kau terluka lebih dalam."Ucap Mama Rion kepadaku sambil menatapku.


Aku pun diam tak menjawab perkataan itu,aku pikir dia ingin mempengaruhiku agar aku bisa meninggalkan Andromeda, dan sudah seumur hidupnya telah kesepian tidak memiliki teman atau siapapun.


Dan sekarang sayapnya juga masih terluka


Aku pun tertunduk lemas,karena ada seorang ibu yang dengan tulus memohon kepadaku saat ini,ia menginginkan aku menjadi seorang putrinya,namun di satu sisi dia berharap aku bisa meninggalkan Andromeda menjadi pria kesepian lagi.


Ya Tuhan apa lagi ini?kenapa aku ini harus berada dalam keadaan seperti ini,dan kenapa saat hatiku mulai meleleh seperti Kutub Utara yang mencair ini,ada seorang Ibu yang begitu tulus ingin menjadikanku seorang putrinya.


Bersambung...