
"Kau mau ku hajar?!"Ujar Andromeda semakin marah , karena Daniel malah meledeknya.
"Hei Kau tahu, Putih malah tidak pernah sama sekali seperti kau ini, dia selalu menghargai usaha orang lain !"Ujar Daniel sambil melihat wajah Andromeda yang sedang marah.
Lucu dan bak seorang gadis yang sensitif bila di ajak berbiacara sangat repot, malah marah kalau di beri masukan atau kritik dan saran padahal membangun.
"Benarkah?"Tanya Andromeda.Dalam sekejap tuan muda Andromeda pun mulai mendingin dan tak marah lagi.
Bak kulkasku yang dua pintu itu yang super duper dingin dan tak mau marah lagi.
"Benar tentu saja kau membuatnya sangat lama, hanya untuk makan saja repot sekali."
Ujar Daniel pada tuan Andromeda agar sadar akan perbuatannya.Karena hal itu hanyalah perbuatan yang sia-sia saja.
Daniel pun memesan makanan pada Ibu penjaga kantin tersebut.
"Aku mau bakso sama itu samoza segitiga, minumanya lemon tea aja ya."Ucap Daniel dengan sangat sopan sekali.
Dan benar saja Ibu kantin itu dengan sangat ramah, dan juga merasa di hormati melayani Daniel lebih dari melayani tuan Andromeda .
"Hei, kau mau makan apa?,ayo cepat kita makan dan juga berbincang."Ucap Daniel pada Andromeda sambil menepuk-nepuk bahu dari Andromeda ternyata dia sedang melamun.Seketika lamunan dari Andromeda pecah dan terkejut.
"Ha... iya, aku chicken katsu saja dan soft blue juga jus semangka ,maaf ya bu karena aku fikir aku sudah sedikit membuat terluka pada perasaan anda." Ujar Andromeda yang mulai merasa bahwa tindakannya, ini sudah kelewatan.
Dan ternyata Ibu penjaga kantin ini terkejut sekali, karena Andromeda yang dia kenal tak pernah meminta maaf, dan juga belum pernah menyesal sama sekali ,untuk hari ini dia pun sudah belajar menghargai perasaan orang lain. Dan mempunyai empati yang mendalam.
"Baiklah Tuan Muda saya yang meminta maaf silahkan duduk saya akan membawa ke meja anda." Ujar dari Ibu penjaga kantin tersebut.
"Baiklah, ayo Daniel." Ujar Andromeda sambil menuju bangku dan duduk setelahnya.
Daniel duduk di samping Andromeda, dan beberapa menit kemudian makanan yang ia pesan, datang dan terhidang di meja, seketika Ibu penjaga kantin berpamitan setelahnya.
"Silahkan menikmati Tuan Muda."Ucap dari Ibu tersebut sambil tersenyum, sambil pergi kembali ke tempatnya.
"Iya sama-sama." Ujar Daniel kepada Ibu penjaga tersebut.
Inilah gambar makanan dan minuman yang mereka pesan ... mantul lho...para reade
Mereka berdua menikmati makanan sambil berbincang-bincang ,dan Daniel pun kini sedang memperhatikan Andromeda yang sedang bingung, serta ada perasaan gundah.
"Kenapa kau murung, apakah kau sedang sakit?"Tanya Daniel pada Andromeda saat ini.
"Tidak aku, hanya memikirkan sesuatu, ingat aku ingin membicarakan sesuatu padamu."
Daniel pun mendengarkan dengan seksama dan juga, menatap dengan sangat penasaran kenapa sang pria yang cerdas dan berhati dingin ini mulai berubah menjadi pria serius.
"Baiklah, aku akan mendengarkannya katakan sekarang juga."Ujar Daniel sambil menyimak.
"Beberapa hari lalu aku tuch dan Putih dalam bahaya, Putih akan di tusuk orang namun aku menghadangnya."Ucap dari Andromeda dan juga menundukkan wajahnya yang tampan nan rupawan.
Tergurat jelas dia saat ini sedang bersedih juga takut ada hal buruk lainya yang akan terjadi.
"Lalu apakah pelakunya tertangkap?"Tanya Daniel penasaran sambil menenggak lemon tea nya.
"Ehm, tidak aku rasa ini konspirasi terencana, dan juga hari ini dia akan terbakar di dalam tenda." Ucap dari tuan muda Andromeda ini sambil terlihat gelisah.Dan menundukkan wajah tampannya .
"Tenang saja, aku akan membantumu."Ucap lirih dari Daniel sambil memperhatikan raut wajah Andromeda yang sedih , ternyata sang Putra Mahkota bisa merasa sedih dan pilu .
"Bagaimana ini kenapa, semua yang ada di dekatku dalam bahaya?"Tanya Andromeda sambil melamun entah apa yang dia fikirkan.
"Kau tahu, bahkan aku sendiri takut pada Mamaku sendiri?"Ucap Andromeda sambil menundukkan kepalanya.
"Apa maksudmu?"Tanya Daniel kepada tuan muda Andromeda ini sambil sangat serius mengamati raut wajah Andriomeda.
"Cckkk, ya Mamaku tidak akan pernah setuju dengan hubunganku saat ini, aku pasti akan di jodohkan dengan seseorang." Jawabnya dengan wajah tertunduk.
"Kau kan bisa menentangnya, kau juga bisa mengambil keputusanmu sendiri."Ujar Daniel pada Andromeda dengan wajah tenang dan sangat bijaksana.
"Aku sudah tahu, Mamaku amatlah sangat keras kepala, walaupun aku masih SMA dia sudah merencanakan semua hal yang harus aku lakukan kedepannya."Kata dari tuan muda Andromeda ini sambil memakan chicken katsu nya dengan lahap.
"Ehm, kau ini beruntung memiliki semua hal yang tidak aku miliki," ujar Daniel pada tuan muda Andromeda sambil berkaca-kaca.
"Kau tahu, aku tak punya keluarga, aku juga tak punya banyak materi, dan aku juga tak punya semua yang kau punya,"ucap dari Daniel memberi semangat pada Andromeda.
"Kau tahu, Putih selalu mengajarkanku semua keadaan tidak ada yang salah, hanya kita saja yang harus mengambil sisi positifnya." Ujar Daniel pada Andromeda sambil menatap kedua bola mata ,mereka pun saling beradu pandang.
"Maksudmu, kita itu harus bersyukur dalam setiap keadaan,?"Tanya Andromeda sambil meminum jus semangkanya.
"Benar, semua keadaan tidak salah karena hanya saja cara bagaimana kita untuk dapat memecahkannya."Ujar Daniel ke Andromeda.
"Aku selalu mendengar dia berbicara rumus, namun aku tak paham."Ujar Daniel lagi sambil menggelengkan kepalanya beberpa kali.
Andromeda saat ini hanya diam menatap dan menyimak semua kata-kata Daniel.
"Namun saat dia bilang, semua keadaan itu adalah soal matematika, dan pasti ada cara menyelesaikannya, aku pun selalu tersenyum mengingat kata Putih." Ucap dari Daniel dan tersenyum setelahnya.
"Maka dari itu, aku heran dia terlihat bodoh namun setiap aku, berusaha memahaminya aku semakin takjub dengan tindakannya itu."
Ujar dari Andromeda sambil tersenyum juga mengingat tingkah Putih selalu menghadang maut dan masalah, menganggapnya adalah soal matematika dalam hidupnya.
Bersambung....
"*Semua keadaan itu adalah mysteri dan dia adalah sebuah pecahan dan kepingan puzzle kehidupan, yang sejatinya itu harus di rangkai satu persatu ."
~Pungkies*~