
9 Tahun yang lalu, Daniel dan Putih yang kecil mereka masih berusia sekitar 7 tahun mereka masih anak-anak saat itu.
Suatu hari adalah hari ulang tahun Putih yang ke-7 tahun dan Daniel pun berencana untuk memberikan sebuah kado Putih seekor hewan peliharaan.
Daniel berharap jika ia membelikan hewan peliharaan maka mengurangi rasa kesepian Putih , karena ia sering mengingat Ibunya yang sudah tiada.
Daniel kecil pun pergi ke pasar hewan untuk mencari hewan yang sesuai dan pastinya disukai oleh Putih sahabatnya itu.
Dia rela berkeliling pasar hewan selama 1 jam lamanya, di siang hari yang sangat terik itu, namun Daniel kecil ini masih saja belum bisa mendapatkan yang sesuai keinginannya.
Kemudian matanya tertuju pada seekor anak kucing anggora.
Kucing Anggora itu berhidung sangat amat mancung, bewarna putih , matanya seperti kacang almond , tubuhnya langsing dan juga memanjang , dan berbulu halus. " Meow... meow" suara kucing itu, dan terlihat amat lucu sambil menjilati kakinya yang mungil.
"Berapa harga anak kucing anggora putih itu pak?"Kata Daniel sambil menunjuk kucing yang ia maksud kepada penjual itu.
"Oh ,ini agak mahal Dik karena ini masih jenis Anggora , harganya Rp.700,.rb!"Kata penjual kucing tersebut.
"Tidak boleh kurang ?"Kata Daniel kepada si penjual.
"Kamu punya uang berapa?" Kata penjual itu kepada Daniel bermaksud untuk memberi keringanan untuknya.
"Hanya ini !"Kata Daniel kecil dengan polos sambil memperlihatkan uang pecahannya yang ia tabung , sekitar Rp.400,.rb kepada penjual tersebut.
Kemudian penjual tersebut menghitung uang tabungan Daniel tersebut,ternyata benar uang yang ditunjukan Daniel kepadanya berjumlah Rp.400,.rb
Karena penjual itu tahu,pelanggannya yang masih anak-anak,dan tahu kalau Daniel sudah berusaha sangat keras untuk menabung uang hanya untuk membeli seekor kucing, penjual itu merasa tersentuh hatinya.
"Baiklah karena kau sangat menyukai kucing ini aku akan memberikannya kepadamu!"Kata penjual itu sambil tersenyum kepada Daniel.
Daniel sangat girang tak kepalang,karena bisa memberikan hadiah untuk Putih anak kucing anggora lucu dengan bentuk mata seperti kacang almond.
Dia pun segera pulang dan membawa anak kucing tersebut menuju ke rumah Putih .
Pada saat mau memberikan hadiah tersebut,
tampak Putih kecil menangis tersedu-sedu karena di hari ulang tahunnya juga terselip rasa duka yang sangat mendalam,karena juga hari peringatan kematian ibunya Putih.
Terlihat Putih merajuk kepada Ayahnya tak mau meniup lilin ulang tahunya,dan juga ia tak mau menerima hadiah dari Ayahnya tersebut.
"Ayo...!Putih sini tiup lilinya dulu,Ayah sudah menyiapkan kado untukmu!"Kata Ayah Putih sambil membujuk Putih agar mau meniup lilin dan agar tak menangis lagi.
Namun Putih kecil pun,berlari dengan secepat kilat keluar dari rumahnya,bahkan tidak mau mendengar perkataan Ayahnya tersebut, dan
ketika Ayahnya hendak menyusul,Daniel pun melarangnya.
"Biar saya saja paman yang mengejar dan membujuk Putih agar mau pulang?"Kata Daniel kepada Ayah Putih sambil membawa kucing Anggora yang mau di berikan pada Putih.
"Baiklah!"Kata Ayah Putih dan ia menuruti permintaan Daniel.
Daniel pun berkeliling mencari Putih yang sedang merajuk.
"Putih...putih!,ini aku Daniel kau dimana?"
Teriak Daniel sambil mengamati sekeliling tempat itu.
Setelah berkeliling gang,dan beberapa rumah warga,akhirnya Daniel melihat Putih nampak bersembunyi di bawah taman bermain dekat rumah Putih.
Daniel melepaskan anak kucing Anggora tersebut,dan membiarkan dia berlarian,Putih yang tau,tersenyum melihatnya...
"Lucu sekali,kau dapat darimana Daniel?"Kata Putih kepada Daniel.
Putih mulai mendekat ke arah anak kucing tersebut.Anak kucing yang tahu kalau Putih menyukainya mengendus-endus,dan Putih pun mengelus-elus dengan lembut bulu kucing tersebut.
"Apa ini untukku Daniel?"Tanya Putih kepada Daniel.
"Iya , apakah kau suka?"Kata Daniel kepada Putih sambil tersenyum .
"Tentu saja,apakah dia betina?"Tanya Putih kepada Daniel.
"Iya dia betina!"Kata Daniel kepada Putih.
"Baiklah akan kuberi nama Ketty!"Kata Putih sambil memegang anak kucing tersebut dan menciuminya.
Putih yang merajuk dan menangis tadi,lupa dengan hal itu,sekarang ia tersenyum bahagia karena tersihir oleh keimutan dari anak kucing anggora putih hadiah pemberian Daniel.
Sejak saat itu,Putih mengajak ketty selalu ikut menggambar,mengerjakan PR, bermain-main
Beberapa minggu kemudian.
Suatu hari Daniel sangat merindukan Ibunya,
karena Ibu Daniel sudah berpisah ya dengan Ayahnya dua tahun yang lalu kemudian dia
memutuskan menikah lagi, dan sejak itu tak pernah bertemu dengan Daniel.
"Hei ada apa? kenapa kau bersedih?" Tanya Putih kepada Daniel.
"Aku merindukan ibuku!"Kata Daniel kepada Putih sambil meneteskan air matanya.
"Bagaimana kalau aku mengantarmu ke rumah Ibumu?"Kata Putih kepada Daniel.
"Kita naik bus saja,aku sering bepergian bersama Ayahku naik bus?"Kata Putih kepada Daniel dengan meyakinkanya .
"Apakah kau mau menemaniku,melihat Ibuku aku sangat merindukannya?"Kata Daniel kepada Putih dengan mata yang sendu.
"Ayo aku pasti akan mengantarmu,dan juga menemanimu!"Kata Putih kepada Daniel kecil dengan semangat.
Beberapa saat mereka pun sudah menaiki bus menuju rumah baru Ibu Daniel.Didalam bus mereka bertemu dengan dua anak pengemis,satu perempuan satu laki-laki.
Pengemis tersebut,berkata"Tolong kasihani kami,sudah beberapa hari tidak makan, kami tidak punya orang tua, dan kami juga harus menghidupi diri kami sendiri, semoga kalian rejekinya semakin bertambah"! Kata-kata dari pengemis itu.
Mereka berdua meminta-minta kepada semua penumpang bus yang hadir saat itu. Putih pun yang melihat pemandangan tersebut sangat tersentuh hatinya dan menangis tersedu-sedu di dekat Daniel.
"Hiks....hiks....hu...huuu...hu..."Suara tangisan Putih saat itu.
Daniel tidak mengerti kenapa Putih tiba-tiba menangis tersedu-sedu.
"Ada apa kenapa kau menangis, apa kau sakit?"Kata Daniel dan memperhatikan Putih.
"Kasihan sekali mereka Daniel, pasti mereka tak mempunyai orang tua!"Kata Putih kepada Daniel sambil menyeka air mata di pipinya.
"Sudah jangan menangis,mereka itu hanya berpura-pura agar mendapat belas kasih para penumpang!"Kata Daniel kepada Putih sambil menatapnya agar berhenti menangis.
"Benarkah,hanya berpura-pura,bagaimana jika kita berahir seperti mereka Daniel?"Kata Putih kepada Daniel dengan penuh kekhawatiran.
Daniel yang mendengar pertanyaan Putih pun tidak bisa menjawab,dan hanya diam.Takut jika jawaban Daniel salah ,dan mereka juga masih anak-anak saat itu,belum mengerti bagaimana pahitnya kehidupan sebenarnya.
Sesaat kemudian bus pun berhenti dan mereka keluar dari bus tersebut, kebetulan kedua pengemis tersebut juga ikut turun.
Kemudian mereka pun mengobrol.
"Hei,apakah kau melarikan diri dari rumah?"
Kata Pengemis perempuan itu sambil menatap mata Daniel.
"Tidak,aku tidak melarikan diri aku hanya ingin bertemu ibuku!"Jawab Daniel kepada Pengemis perempuan tersebut.
"Aku kira kalian melarikan diri dari rumah,jika kau masih mempunyai orang tua yang masih memberimu makan dan tempat tinggal kau masih beruntung daripada kami berdua!"Kata pengemis perempuan itu sambil pergi meninggalkan Putih dan Daniel.
Daniel pun yang mendengar perkataan kedua pengemis tersebut terkejut , karena apa yang di katakan Putih memang benar adanya, juga
karena mereka benar-benar tidak mempunyai orang tua.
Namun Putih lecil tidak mendengar perkataan kedua pengemis itu, mungkin karena masih asyik memandangi pemandangan,mengamati sekelilingnya.
Daniel pun segera menarik lengan Putih dan mengajak pergi menuju rumah baru Ibunya.
"Ayo kita harus cepat ,agar tidak terlambat waktu pulang!"Kata Daniel kepada Putih.
Sesampainya di rumah Ibu Daniel,ia hanya menatap,dan memandangi Ibunya dari kejauhan.
"Apa kita tidak kesana?,ayolah kita sudah jauh-jauh kesini kenapa kita tidak masuk saja?"Kata Putih sambil mengayunkan tangan Daniel saat itu.
"Apapun keadaan kita, harusnya kita patut terus selalu bersyukur karena waktu, takdir memberikan kesulitan kepada kita supaya menjadi manusia yang lebih tangguh,bukan menjadi manusia yang sering mengeluh".
Bersambung....
Gambar di bawah ini adalah gambar anak kucing Putih yang bernama ketty peliharaan semasa kecilnya hadiah dari Daniel sahabatnya.