The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 31 "Meatball"



Keesokan harinya di kantin sekolah melihat Angel dengan para anggotanya berkumpul sedang makan siang di kantin sekolah.


Akupun juga sama sedang berkumpul dengan teman-temanku Rion ,Daniel, Anggara, Luna, dan Persi .Kemudian duduk di meja kantin sekolah di bawah pohon yang rindang dengan semilir angin meniup sepoi-sepoi siang itu.


"Hei, teman-teman kau mau makan apa?Tanya Putih kepada semua teman mereka.


"Aku mau soto ayam, dan es teh." Anggara bersuara .


"Aku mau bakso dan jus jeruk." Ujar Daniel.


"Aku juga bakso sama jus alpukat"Ucap Persi.


"Aku minum es jeruk saja aku tidak lapar."


Kata Luna dengan malu-malu .


Berbeda dengan lainya Rion nampak tidak antusias, dia hanya bermain ponsel miliknya.


"Dan kau Rion, kenapa diam saja?,apakah kau belajar mendalami karakter patung?" Tanya Putih pada Rion, teman-teman pun serempak menertawakannya.


"Hahahhah"


"Aku tidak usah."Kata Rion tanpa ekspresi.


"Baiklah, aku akan pergi untuk memesannya makanannya ,tunggu disini!"Ucap lirih gadis ini pada mereka.


Saat aku memesan makanan teman-temanku pada ibu kantin Sekolah Angel mendekatiku.


"Hei gadis tengik, kau mau menggertakku lagi!"Kata Angel sambil mendekatiku.


"Hei,dengar! hmmmm ah...aku lihat taman sekolah masih banyak sampahnya jangan lupa,jika tak ingin video tersebar luas ke semua sudut sekolah lakukan dengan benar, paham maksudku!" Bisik lirih ke telinga Angel.


"Sialan!"Kata Angel sambil mengacungkan jari tengahnya dan pergi.


Beberapa saat kemudian pesanan kami pun terhidang di meja kami.







"Baiklah sebelum kita makan marilah kita berdoa menurut keyakinan masing-masing!" Kataku pada teman-temanku.


Tak lama kami langsung melahap makan siang kami,sesuai dengan pesanan kami


masing-masing .


"Apa kau tak lapar?, aku lihat kau seorang yang introvert,tidak banyak bicara dan selalu menghindar kepada kami,namun juga ingin berteman,apa ada masalah?"Kataku pada Rion.


"Tentu saja tidak ,aku sudah kenyang, dan aku hanya tidak pernah makan makanan di kantin sekolah,aku hanya makan di rumah saja!"Kata Rion sambil memegang ponselnya.


"Aku dengar kau pindahan dari sekolah luar negeri apa selera makanmu tinggi seperti Andromeda saja!"Kataku pada Rion.


Dan tampak dia mengamatiku sambil menyeka tanganya dengan tisu basah .


"Apa menurutmu disini kurang higienis?,atau kau juga suka makan chicken cordon bleu?"


Tanyaku lagi pada Rion sambil mengunyah bakso di mulutku.


Saat Rion mau menjawab pertanyaanku dan mulutnya terbuka aku memasukkan bakso kedalam mulutnya dengan cepat.


"Cobalah" Kataku ke Rion juga mengamatinya


"Ayo kunyah,makanan ini lebih enak daripada makanan orang luar negri!"Kataku lagi sambil mengamati Rion.


Kulihat muka Rion merah padam dan masih mengatupkan mulutnya, tak mau mengunyah.


"Kenapa ini enak!."Kataku sambil mengunyah bakso yang ada di mulutku.


Kemudian bakso di mangkokku pun sudah habis tak bersisa namun Rion tetap diam dan tak bergerak, dan juga tak mengunyah atau membuang bakso di mulutnya,aku bingung.


"Apa yang terjadi dengan anak ini?"Kataku dalam hati.


Sampai semua teman-temanku kembali ke kelas masing-masing.Dan aku masih tetap setia, menunggu Rion untuk mengunyah baksonya,seperti menunggu ilham dari yang Maha Kuasa.


"Hei sampai kapan kau diam saja ?,jika tak mau buang saja,ayo kita masuk kelas!"Kataku pada Rion namun dia tetap tak bergerak.


"Apa kau sakit?,apa mendalami karakter patung?,hei...jawablah!"Kataku pada Rion sambil memegang tangan Rion.


dan akhirnya diapun berlari menuju kamar mandi pria.


"Ada apa anak itu aneh sekali!"Kataku sambil pergi menuju kelas untuk pelajaran terahir siang ini.


Dan di dalam toilet Rion memuntahkan bakso dari mulutnya ke closet.


"Sialan"Kata Rion mengumpat.


"Dag....dig...dug...dag...dig...dug...dag...dig....dug..."Jantung Rion pun berdetak kencang seperti jantung Andromeda sambil menyeka badanya dengan air dan sabun.


Beberapa saat kemudian Rion kembali dan masuk ke dalam kelas, duduk di sampingku lagi.


Sambil membersihkan badanya dengan tisu basah lagi, terutama wajah dan juga seluruh permukaan tangannya.


"Apa kau pecinta kebersihan?"Tanyanya pada Rion.


"Sudah cukup, jangan perhatikan aku ,dan diamlah!"Kata Rion kepadaku terlihat sebal.


"Jangan memegang tubuhku sembarangan!"


Protes dari Rion kepadaku.


"Aku tidak memegang, aku menggelitikimu."


Ujar Putih pada Rion sambil menggelitikinya.


"Haahhaha"


Diapun tertawa terbahak-bahak dan beberapa saat kemudian menyeka lagi tangannya serta mukanya,setelah itu menyeka meja dengan tisu basah lagi.


Akhirnya aku pun paham dengan tindakannya ini, dan menggodanya.


"Aku tahu sekarang,kau tak mau makan di kantin Sekolahan,dan kau juga marah karena di lempar penghapus oleh Bu Wardah, juga kau tak mau di pegang orang,selalu menyeka tubuhmu, dan menghindar dari kami hanya ada satu jawaban untuk itu,apa kau...?"Kataku kepada Rion,namun sebelum aku melanjutkan kata-kataku Bu wardah sudah datang.


Dan meminta semua murid untuk duduk diam di meja masing-masing ,akupun menahannya.


Ku lihat Rion berpura-pura tak mendengarku dan berpura-pura mendengarkan penjelasan bu Wardah.


Bel pun berbunyi akhirnya tanda jam kelas telah usai waktunya pulang.


Semua murid berhamburan keluar menuju rumah masing-masing.


Dan di kelas hanya tinggal aku dan Rion.


"Katakan sekarang juga,apa yang ingin kau katakan padaku?"Rion sambil menatapku.


"Ehmmm apa kau mengidap mysophopia?" Kataku pada Rion sambil mengamatinya.


"Gadis tengik ini cerdas sekali!"Katanya dalam hati.


"Hei,jawablah aku lihat sepertinya iya, dan mungkin tidak terlalu akut,jika kau menderita mysophobia akut maka kau akan sesak nafas dan juga pingsan jika ku beri bakso ke dalam mulutmu itu!"Kataku lagi menjelaskan kepada Rion.


"Tapi aku lihat tadi hanya merah padam wajah mu berarti, aku rasa tidak terlalu akut, ringan saja ?"Ujarku pada Rion.


"Hem ahhh, baiklah aku kalah, iya aku sakit mysophobia!maka dari itu aku tidak suka di sentuh ataupun di dekati siapapun!" Kata Rion lagi sambil menundukkan kepalanya.


"Aku mohon ini rahasia ya!, jangan sampai memberitahu siapa-siapa!"Permohonan Rion kepadaku.


"Tentu, lagipula mereka tidak akan mengerti mysophobia,karena hal itu jarang terjadi oleh kalangan anak biasa seperti kami, terbiasa makan-makanan sederhana dan bermain di luaran sana?"Kataku pada Rion.


"Apa kau sudah lama mengidapnya?"Tanyaku pada Rion sambil menatapnya.


"Hemmm baru-baru ini saja."Katanya padaku dengan menundukan wajahnya.


"Aku kira anak orang kaya sepertimu tak akan bisa makan sederhana seperti kami iya kan."


Kataku pada Rion sambil menatapnya tajam.


"Aku dulu pernah sekolah di Sekolah Elite bersama Andromeda ,tanyakan padanya apa dia mengenalku?"Ujar Rion ,dan mengemasi buku-bukunya .


"Jangan terlalu dekat denganya,bukan aku menakutimu melainkan mengingatkanmu, ingat dia sangat berbahaya untukmu?"Kata Rion sambil menundukkan wajahnya.


"Tapi mengapa aku ini tidak merasa kalau Andromeda sangatlah berbahaya kepadaku"


Kataku namun di dalam hati.


Bersambung...


Karya ini fiksi dan real imajinasi author saja dan harap bijaksana dalam membaca dan juga mengambil sisi positifnya ok 👍🤩🤗🙏