
"Hei,kau belum mampir ke rumahku."Ucap dari Pegasus padaku dan tersenyum tipis.
"Ha,kau manis sekali Pegasus,tunggu aku akan meluncur 🚀 padamu ok."Ucapku pada Pegasus
Saat aku mau meluncur lagi ke rasi bintang lainnya,ternyata Andromeda memegang jari-jemariku.
"Hei,kau melamun lagi,dengarkan baik-baik aku, ingat jangan keluar sembarangan jika aku tidak ada di dekatmu ajaklah Daniel,"ucap dari Andromeda ini kepadaku.
"Memang kenapa?,aku bisa menjaga diriku sendiri,jangan khawatirkan aku."Ucapku pada Andromeda sambil mengamati ekspresi wajah dan mimiknya saat ini.
"Bukan begitu,aku hanya khawatir patuh saja dan aku juga sudah memberitahu Daniel."Kata Andromeda kepadaku sambil tersenyum agar aku patuh padanya.
"Kau ini merepotkan." Ujarku padanya dan menggelengkan kepala.
"Hari ini apa lagi jadwalnya setelah lomba masak?" Tanya Andromeda padaku menatap kedua bola mataku.
"Ehm,habis ini bikin puisi sich, dan malamnya pesta api unggun."Jawabku pada Andromeda.
"Kau akan jadi juri,"tanya Andromeda kepada diriku sambil tersenyum lagi.
"Tentu saja,aku memang bodoh namun jika untuk juri puisi aku masih bisa."Jawabku pada Andromeda.
"Baiklah,aku akan menemanimu." Balasnya.
"Terserah kau, dengar aku tanya kenapa kau tidak beristirahat saja, terus menempel ikut denganku?" Tanya dari gadis ini dengan penasaran menatapnya tajam.
"Ehm, karena aku bosan kalau di rumah sakit, lagipula bisa keluar mencari udara sejuk amat menyenangkan." Jawabnya sambil menatap langit yang indah.
"Di sekolahmu apakah ada MOS ?" Tanya dari gadis ini sambil mengamati wajahnya yang sedang berseri-seri.
"Ehm, tidak ada di sekolahku bebas dan jika masuk akan ada acara pembukaan di aula." Jawab Andromeda dengan ringan dia pun mendaratkan pantatnya duduk di pinggiran plesteran di bawah.
"Ehm, hanya itu tak ada acara lagi?" Tanyaku penasaran dan mengamati wajahnya serius.
"Ehm, sebenarnya ada pengenalan siswa, tapi karena aku tak pernah ikut organisasi yang seperti itu aku tak paham." Jawabnya dengan ringan lalu dia pun tersenyum.
"Memang kenapa?" Tanyanya lagi.
"Ehm, apakah Rion yang menjadi ketua OSIS nya?"Tanyaku lagi padanya dan menggeleng kan kepalaku.
"Kenapa kau bisa tahu kalau Rion yang ikut?" Tanya dari Andromeda dengan penasaran.
"Tetu saja aku tahu." Jawabku dan manyun.
"Aish,... pasti Rion bedebah itu bermulut besar iya kan." Protes dari Andromeda menyeringai.
"Endaklah... dia tak bermulut besar, dia pria baik menurutku." Ujarku padanya dengan lirih.
"Kau membelanya." Ujar dari Andromeda lagi.
"Lupakanlah aku tak mau berdebat." Jawabku dengan singkat dan menutup rapat mulutku.
Tiba-tiba ternyata sudah ada Shinta dan Aline mereka mendekati kami.
"Oh, ya hari ini ada lomba bikin puisi apa kau sudah mempersiapkannya Ketua?" Tanya dari Aline kepadaku sambil tersenyum manis.
"Biarkan saja, kan tema nya Alam bebas, jadi kita nanti tinggal memilih tiga terbaik saja." Jawabku pada mereka.
"Apakah, kalian akan membuat puisi juga ?" Tanyaku kepada mereka dengan menagamati wajah Aline yang smuringah.
"Ehm, pria yang sudah menggantikan kamu tadi pergi kemana?" Tanya dari Aline sambil celingukkan mencari Rion yang sudah pulang sedari tadi.
"Ya sudah pulaglah kenapa kamu kok kepo?" Tanyaku kepada Aline dan mengamati wajah nya saat ini, terlihat sangat lucu.
"Aish, seharusnya kau menahannya kenapa membiarkannya pulang sich." Protes Aline dan terlihat kecewa.
"Kenapa kau biarkan dia pulang?, padahal aku masih ingin mengobrol dengannya." Shinta pun ikut-ikutan merengek lagi.
"Tidak , jangan di pikirkan aku rasa kau perlu jalan-jalan, biar aku mengobrol dengan Aline dan Shinta." Gadis ini berusaha mengalihkan perhatian Andromeda biar tak tahu kalau Rion sudah menggantikannya satu hari agar dia bisa beristirahat.
"Tidak mau..."Jawabnya.
"Hei Aline dan Shinta siapa pria yang mau menggantikanya jawablah, nanti aku kasih hadiah." Andromeda memberi sogokan pada Aline dan Shinta berharap mereka mau untuk membuka mulut, dan memberi tahu jikalau Rionlah yang menggantikanku selama satu hari.
"Em, tentu saja kau akan memberi kami apa?" Tanya Aline dengan tatapan penuh penasaran
"Terserah kaulah, dan beritahu aku dulu." Ujar Andromeda lagi kepada Aline.
"Aish, bagaimanakah kalau kita beli makanan yang enak?" Tanya Shinta kepada Aline dan tersenyum setelahnya.
"Tentu saja, bisakah kami membeli semua makanan yang kami mau?" Tanya dari Shinta pada Andromeda.
"Tentu saja beritahu aku dulu siapakah pria itu?" Tanya Andromeda penasaran dan bola matanya hampir lepas.
"Dasar kau mata duitan Aline Shinta, tutup mulut kalian itu." Protesku lagi pada Aline dan Shinta.
"Ayolah Ketua, hanya namanya saja."Ujar dari Aline dan tersenyum penuh intrik.
"Hemmm, kalian ini ya benar-benar."Sambil membuang muka.
"Tapi Kak Andromeda bagaimana kalau kami tak jadi memberitahukanmu?" Tanya Aline dan tersenyum kecut takut Andromeda marah
"Kalian tak akan ku belikan makanan enak." Andromeda mengancam mereka berdua .
"Baiklah nama pria itu adalah... Rion." Jawab dari Aline dan cekikikan setelahnya.
"Hihihi" Cekikikan.
"Sialannnn, kalian ini mau ku hukum."Jawabku pada Aline dan Shinta sambil menggelengkan kepala.
"Oh ,pantas saja kau mengtahui kalau Rion jadi Ketua OSIS." Ujarnya dengan nada tinggi.
"Ternyata tadi dia ada di sini." Gumamnya.
"Terserah kau lalu mau bagaimana lagi, kan kemarin aku sakit jadi dia sudah berbaik hati kau tak perlu marah." Ujarku dan menyeringai.
"Haaa, benar-benar para gadis menyebalkan." Protesnya dan menendang kaleng yang ada di dekatnya , sampai melayang di udara.
"Tuiing... plakkkk."
"Ayo kak, sekarang makanan enaknya?" Tagih Aline pada Andromeda yang sedang kesal.
"Baiklah, ini uangnya kalian bisa membeli sesuka kalian." Ujarnya sambil memberikan lembaran uang.
"Wah, rejeki nomplok nich..." Jawab dari Aline.
Mereka berdua langsung pergi meninggalkan kami. Berhambur membeli makanan yang di sukai mereka.
"Dasar para berandal, yang memanfatkan keadaan." Ujar Putih sebal mengerucutkan bibirnya dan dia pun pergi meninggalkan Andromeda menuju lapangan .
Sebentar lagi acara akan dimulai, dan dia pun bersiap-siap. Nampak banyak siswa baru itu sudah berkerumun sangat antusias, mereka semua berbaris rapi mau menyaksikan acara yang selanjutnya, dan mendengarkan karya puisi yang bertema tentamg Alam kita ini.
Mereka ada yang mengobrol, dan ada juga yang sedang fokus berlatih untuk membaca puisi di depan para murid baru.
Ada juga beberapa murid yang hanya diam mengamati keadaan, tidak itu saja ada yang berlarian tergopoh-gopoh untuk ikut nimbrung
Masa sekolah adalah masa yang sangatlah indah,walaupun masa itu hanya sebentar saja
Namun banyak hal yang bisa di ceritakan saat sudah berkumpul dengan teman kita.
Bersambung...