The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 40 "Aku Adalah Buku tebal"



🎶Urideul mannago heeojineun modeun ildeuri Eojjeomyon eorinaedeul nori gatta


Seulpen donghwa soge gureum tago meolli


Nareuneun jageun yojeongdeurui seulpeun iyagicheoreom🎶


Hari ini aku memutuskan membawa sepeda ke Sekolah,karena aku akan mengabaikannya saja, tak mau aku berbicara dengannya .


Karena keangkuhan, pemikiran yang sempit sehingga dia dibutakan oleh rasa cemburu yang berlebihan membuat orang di sekitarnya terkena dampaknya.


Aku akan memakai headset ketika berangkat ke sekolah dan berpura-pura tidak mendengar permintaan maafnya, sebelum dia menyadari kesalahanya itu.


Aku pun berangkat ke Sekolah menggunakan sepedaku,kring...kring...kring kutekan belnya karena bunyinya sangat merdu.


"Bi...aku berangkat ke sekolah dulu!"Kataku kepada Bibi.


"Iya...hati-hati ,"Kata Bibiku.


Akupun mengayuh sepeda dan menikmati musik 🎧🎶🎵🎶 dari Onew (Shinee) dan Suhyun (AKMU). Flyng Deep In the Night.


Benar saja ternyata mobil Andromeda sudah mengikutiku dari belakang sepedaku,dan dia melaju dengan pelan, supaya dia tetap berada di belakangku.


Aku tidak mempedulikanya kali ini,aku benar-benar marah setelah apa yang ia lakukan pada Daniel sahabatku.


"Hei, kau masih marah?" Andromeda pun membuntuti dari belakang .


"Hei, aku tahu kau merajuk dan berpura-pura mendengarkan musik?"Andromeda membujuk ku sambil memelas dengan nada lirih ,supaya aku mengasihaninya.


Namun aku tetap tidak ingin berbicara denganya.Sepedaku ku kayuh lebih cepat supaya aku menjauhi mobil Andromeda.


Kring...kring...kring...Tiba-tiba dia melaju dengan cepat , menghalangi jalanku dengan menghentikan mobil merahnya tepat di depan sepedaku,akupun mengerem depan dengan sekuat tenaga.


Aku tetap tak mempedulikannya, kemudian menghindari mobil Andromeda, mengayuh sepedaku lagi.


"Hei,setidaknya biarkan aku berbicara dulu!"


Kata Andromeda sambil keluar dari mobilnya berlari menghampiriku sambil menghentikan aku dan mencengkram tanganku.


Akupun melepaskan cengkramannya dan mengayuh sepedaku lagi,lebih cepat dan sebentar lagi akan sampai di sekolahanku.


"Ayolah aku minta maaf ya,aku yang salah!." suara Andromeda terdengar dari kejauhan .


Namun aku tetap tidak mempedulikannya,Dia terlihat kecewa saat itu, memutuskan untuk tetap mengendarai mobilnya dengan pelan dibelakangku.


Akhirnya aku tiba Sekolahanku, sederhana yang juga tak sebanding dengan Sekolahnya.


Aku memasuki gerbang sekolah tersenyum,


kulihat dari kejauhan Andromeda bertemu Daniel, dan memberhentikan mobilnya di tepi jalan.


"Heiiii Daniel ,ada yang ingin kubicarakan kepadamu?" Ujar Andromeda kepada Daniel , memasukkan kedua tanganya kedalam saku celananya dan menginjak kerikil kecil di jalan.


"Apa kau mau menghajarku lagi?"Kata Daniel kepada Andromeda sambil menatap tajam.


"Tidaklah ,ayo masuk mobilku kita berbicara berdua saja!"Kata Andromeda kepada Daniel.


Kemudian mereka berdua masuk kedalam mobil Andromeda yang terparkir di tepi jalan.


"Apa yang ingin kau bicarakan,katakanlah?"


Kata Daniel kepada Andromeda.


"Apakah benar-benar sakit pukulanku?"Kata Andromeda kepada Daniel.


"Heii...kau mengajakku ke mobilmu,hanya untuk menanyai itu,menurutmu bagaimana lihat wajahku?akan ada banyak orang yang memperhatikanku saat ini!"Kata Daniel kepada Andromeda sambil tersenyum sinis.


"Salahmu sendiri kenapa kau keluar dengan Putih hanya berdua saja, aku salah paham,lagi pula aku tidak menyukai Putih keluar dengan laki-laki dan tak memberitahukanku!."Kata Andromeda menjelaskan dengan marah.


"Kau tahu ,kenapa aku selama ini , aku baik padanya, karena aku menganggapnya adik perempuanku?"Kata Daniel menjelaskannya kepada Andromeda.


"Kenapa?" Andromeda pun bertanya.


"Karena kami tumbuh bersama,dengan suka maupun duka, saat aku melalui hal sangat sulit ,dia tetap setia menunggu, mengajakku bermain ,dia tidak pernah memandang dari status sosial ,ataupun keberagaman lainya,


dia selalu menganggap semua orang adalah temanya."Kata Daniel kepada Andromeda.


Kata Daniel kepada Andromeda.


"Apakah kau tak punya perasan lebih dari sahabat?"Kata Andromeda kepada Daniel.


"Kita sesama pria ,mana mungkin pria yang sangat lama dan berteman dengan seorang gadis itu tidak mempunyai perasaan apalagi kita saling mengenal satu sama lain?"Kata Daniel kepada Andromeda sambil menatap kedepan kaca mobil Andromeda.


"Berarti kecurigaanku kepadamu selama ini?"


Andromeda sambil menatapnya intens .


"Tapi aku mengurungkan untuk menyatakan perasaanku,aku memutuskan untuk menjadi sahabatnya saja, jika dia tahu aku mempunyai perasaan ,namun tidak mempunyai perasaan padaku,aku hanya akan kehilangan keduanya"


Kata Daniel pada Andromeda dengan tegas.


"Benarkah,kau serius?" Ujar dari Andromeda kepada Daniel.


"Aku sangat mengenalnya,kau tahu? aku juga pernah membantu Erick, namun dia di tolak oleh Putih."Kata Daniel kepada Andromeda lagi.


"Jadi, kau yang membantu si breng*** itu?"


Kata Andromeda kepada Daniel.


"Apa tidak ada yang ingin kau katakan lagi kepadaku?"Kata Daniel kepada Andromeda.


"Baiklah,aku minta maaf padamu, karena aku sudah memukulmu sampai babak belur!"Kata Andromeda kepada Daniel dengan tulus dan berkaca-kaca, dia terharu .


"Bagus,sedikit turunkan egomu jika sedang bersamanya,jangan kekang dia bukanlah tipe gadis yang mudah di suruh seenaknya, juga satu lagi jangan sekali-kali merendahkannya apalagi di hadapanku ingat!"Kata Daniel kepada Andromeda,sambil menepuk pundaknya.


"Baiklah,aku akan menurunkan egoku."Kata Andromeda kepada Daniel.


"Aku rasa kau lebih baik,lebih pantas daripada Erick mendapatkan Putih, ini untukmu ya"Kata Daniel pada Andromeda sambil memberikan sepucuk kertas bertuliskan Buku tebal.


"Apa ini,Buku tebal apa itu?"Kata Andromeda kepada Daniel.


"Cari jawabanya sendiri?"Kata Daniel kepada Andromeda sambil tersenyum dan pergi keluar menuju sekolahan.


"Apa lagi ini kenapa?,sekarang aku harus memecahkan teka-teki tentang buku tebal" Andromeda bergumam sendiri dan sebal.


Disisi lain Aku yang sudah sampai ,memarkir sepedaku di area parkir sekolah,nampak dari kejauhan Angel dan para anggotanya,sedang serius membersihkan taman,dan mencabuti rumput.Akupun menuju kelasku di perjalanan menuju kelas aku bertemu dengan Anggara.


"Hei ,kau mau kemana kita harus berbicara dahulu?"Kataku kepada Anggara dan dengan menyeringai.


Anggara tampaknya takut dengan ekspresi wajahku dan melarikan diri,dia berlari menuju kantin sekolah,dan aksi kejar mengejar seperti di film tom and jerry pun terjadi.


Akhirnya aku bisa mengejar dan mencengkram tas bagian belakang miliknya.


"Hei,mau lari kemana kau?kau kira aku tak bisa mengejarmu anak nakal ayolah cepat katakan yang sebenarnya?"Kataku kepada Anggara sambil menjapit mulut Anggara dengan kedua jariku,namun kemudian melepaskannya karena aku ingin penjelasan darinya.


"Apa yang kau maksud ,aku tak mengerti?"


Kata Anggara kepadaku.


"Hei jangan pura-pura tidak tahu mau kuhajar kau!, jangan harap bisa meminjam buku PR dariku!" Kataku kepada Anggara.


"Ampun ampun iya-iya aku menyerah,aku minta maaf Putih!"Kata Anggara kepadaku.


"Apa yang kau katakan kepada Andromeda kemarin?"Kataku kepada Anggara.


"Aku hanya bilang kalau kau berbisik-bisik dengan Daniel, tak mengajakku mengobrol!"


Kata Anggara sambil memanyunkan mulutnya.


"Apa ada lagi?"Kataku sambil melotot untuk menggertak Anggara.


"Aku bilang Daniel mengrol denganmu ,apa nanti kita mencobanya?"Kata Anggara sambil terlihat sebal.


"Ada lagi?"Kataku kepada Anggara.


"Itu saja ,belum aku selesai kakak ipar berlari keluar dengan tergesa-gesa."Kata Anggara sambil menjelaskan kepadaku.


Bersambung...


Karya ini hanya fiksi dan imaginer author di harap para reader bijaksana dalam membaca