The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 54 "Membujuknya"



Andromeda yang berada tepat di depan pintu gudang ,mendengar sapaan gadis bernama Cindy itu namun tak menghiraukannya, dan tetap berdiri mematung mengamatiku dari sana.


"Sayang sekali,tampan tapi telinganya tak berfungsi !"Kata gadis yang bernama Cindy tersebut dan pergi meninggalkannya.


Aku sangat sibuk melayani para pelanggan yang sedang mengantri panjang di kasir pembayaran.


Anggara yang tau aku agak sibuk, kemudian keluar dari gudang ,dan membantuku memasukkan belanjaan para pelanggan di sampingku.


Andromeda tetap merajuk, dan diam di depan pintu gudang itu sambil menungguku sampai aku menyelesaikan pekerjaanku.


30 menit pun kemudian antrian pun mereda, namun para pelanggan itu semua yang sudah membawa yaitu kantonng belanjaannya pun kembali kerumah masing-masing.


Anggara pun kembali ke gudang untuk melanjutkan belajarnya.


Akupun tahu kalau Andromeda marah dan merajuk kepadaku,dan aku menghampirinya.


"Apakah kau sangat marah?"Kataku lirih dan lembut kepada Andromeda.


"Tentu saja, mana ada pria tidak marah ,jika gadis yang lamban ini selalu saja mengobrol dengan sembarang pria!"Kata Andromeda kepadaku dengan ekspresi marah.


"Aku, sudah bilang padamu kalau aku tidak mengenalnya,aku tidak tahu kalau dia datang berpura-pura sok kenal dan akrab denganku!"


Kataku kepada Andromeda sambil melirik dan meyakinkan agar tidak marah lagi kepadaku.


"Benarkah?,kau tidak mengenal Diego itu siapa?"Kata Andromeda kepadaku,dengan sorot matanya yang tajam dan menyeringai .


"Aku sudah bilang aku tak mengenalnya!"


Kataku dengan jelas pada Andromeda.


"Kau bohong kan,sampai kapan hubungan kita akan selalu begini, dan kau tak mau jujur kepadaku!"Kata dari Andromeda lagi sambil menundukkan kepalanya , sepertinya dia itu kecewa kepadaku.


"Dengarkan ,dia itu rentenir bukan! dia menipu Bibiku,itu saja aku tak begitu mengenalnya!"


Kataku kepada Andromeda agar ia tak marah lagi kepadaku.


"Benarkah Bibimu di tipu olehnya?"Tiba- tiba Andromeda bertnaya dengan keponya padaku sambil memegang pundakku dan menatapku.


"Itu benar aku sudah jujur padamu, kalau dia itu membuat Bibiku berhutang dengan bunga yang sangat tinggi sekali?"Kataku lagi kepada Andromeda ,sambil menjelaskan lagi secara detail kronologinya.


"Lalu bagaimana sekarang,apakah kau sudah melunasinya?"Tanya dari Andromeda padaku sambil memegang tanganku, dan kurasa dia tampak sudah tidak marah lagi.


"Sudah ,aku sudah melunasi semuanya,dan sudah beres!"Kataku kepada Andromeda lalu dengan tersenyum manis dan aku berharap , senyuman manisku sedikit mengendurkan kemarahannya kepadaku.


"T**api kenapa kau tak mau menceritakannya kepadaku , tahu gitu aku akan memberinya pelajaran**!"Kata Andromeda kepadaku sambil mengepalkan tanganya yang besar itu.


"Sudahlah lupakan saja dia tak akan berani kesini lagi, oh ya orang seperti itu lintah darat yang menyesap darah rakyat kecil iya kan?"


Kataku lagi kepada Andromeda ini sambil mengamati ekspresinya.


"Kau sudah percaya ,dan tidak merajuk lagi?"


Kataku kepadanya.


"Baiklah aku sangat percaya kepadamu!".Kata Andromeda sambil tersenyum dan menutup kedua matanya serta timbul lesung pipit di bagian pipinya yang bersih itu.


Ada seseorang masuk kedalam toko, akupun menengok kebelakang ternyata bibiku membawa makanan untuk kami semua.


"Ayo makan dulu Bibi membawa pangsit mie, dan tahu crispy "Kata bibiku sambil menaruh makanannya kedalam gudang belakang.


"Kamu makan dulu bersama teman-temanmu biar Bibi yang jaga !"Kata bibiku sambil pergi meninggalkanku.


Aku menganggukkan kepalaku saja.


"Ayo makan dulu semua mumpung masih hangat!"Kataku kepada mereka .


"Makasih Bi!"Teriak Anggara.


"Sudah makan saja tidak usah sungkan"Kata bibiku terdengar dari depan.


"Ayo Daniel kau biasanya selalu makan dua bungkus ini untukmu!"Kataku kepada Daniel sambil memberikan pangsitku kepadanya.


"Iya terimakasih,kau tidak makan ?"Kata Daniel kepadaku.


"Aku akan makan tahu crispy saja dengan banyak cabe rawit , mantap!"Kataku kepada Daniel , dan Daniel pun makan dua bungkus pangsit mie hangat tersebut.


Dan terjadi lagi ternyata abang Andromeda yang tahu ,kalau aku memberikan perhatian kepada Daniel dia merajuk lagi.


Akupun mengamatinya wajahnya tampak muram.Aku pun mendekatinya.


"Hei ,sudah makan ini jangan merajuk cobalah pasti kau suka,jangan makan chicken cordon bleu saja!"Kataku kepada andromeda sambil menyuapinya.


"Hem,enak rasanya hampir mirip pasta !".Kata Andromeda.


Semua yang ada di situ meledekku seketika.


"Whoaa.... "Kata Anggara.


"Co ...cweet..."Kata Persi.


"Ayolah jangan meledekku , ayo makan dulu nanti kau bisa melanjutkan belajarnya lagi!"


Kataku kepada mereka sambil tersenyum.


Andromeda memintaku untuk menyuapinya .


"Suapi aku saja ya tuan Putri ,lebih enak jika dari tanganmu!"Kata Andromeda ini sambil mengunyah pangsit mie hangat, dan juga menikmatinya.


"Hemmm,benar-benar kalian berdua!"Kata Persi kepadaku sambil menggelengkan kepalanya.


Kami menikmati makan siang tersebut sambil bersenda gurau , sampai makanan tersebut habis tak bersisa.


"Haiiiik!"Suara sendawa Anggara terdengar lantang.


"Kalau kalian haus tinggal ambil minuman kemasan di depan cooler!"Kataku kepada mereka semua .


"Baiklah aku akan mengambil teh kemasan!"


Kata Daniel ,dan menuju cooler depan,saat kembali dia membawa beberapa minuman tersebut untuk dibagikan ke semuanya.


Dan kulihat Bibiku sudah kembali ke rumah.


Waktu pun cepat bergulir ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 wib.


Akhirnya teman-temanku semua berpamitan kepadaku .


"Aku pergi dulu ya Put,besok kita bertemu di sekolah!"Kata Anggara kepadaku dan diapun tersenyum setelahnya.


"Aku juga mau pulang , aku akan nebeng mobil Anggara!"Kata Persi kepadaku sambil melambaikan tanganya itu.


"Aku pulang dulu sampai jumpa besok!"Kata Daniel kepadaku sambil memanyunkan bibir nya itu


"Iya hati-hati semua!"Kataku kepada mereka semua dan mengantar mereka sampai pintu depan toko.


"Dada!"Kataku pada mereka semua sambil melambaikan tanganku.


Akupun kembali ke gudang lalu menghampiri Andromeda kulihat dia asyik sedang bermain ponselnya.


"Kau ,tak berencana pulang ini sudah sore!"


Kataku kepada Andromeda sambil melihat apa yang sedang di lakukannya di dalam gudang ini.


"Aku pulang nanti saja kalau kau pulang ke Bibimu dan menutup tokomu , lagipula aku dirumahku tidak ada yang ingin aku pulang!"


Kata Andromeda kepadaku dengan sedikit kecewa.


"Maksudmu tidak ada yang menunggumu pulang!"Ujarku kepadanya kulihat dia amat sedih sekali.


"Iya tidak ada yang menungguku, lebih baik aku di sini bersamamu!"Katanya sambil fokus bermain ponselnya.


"Baiklah kalau itu maumu,tapi jangan tertidur kau akan masuk angin karena tidak ada kasur lantainya!"Kataku kepada Andromeda dan juga melihat wajahnya agak muram.


"Apa kau tidur di rumah Ayahku saja, jika kau lelah kuncinya itu ada di bawah pot bunga mawar putih!" Kataku meyakinkanya agar mau beristirahat.


"Tidak aku akan menunggumu saja , aku tidak lelah ,hei...semua temanmu sangat baik dan kenapa aku tidak punya teman yang baik kepadaku!"Tanya dari Andromeda ini sambil memainkan ponselnya.


"Jangan begitulah, anggap saja kita semua ini adalah temanmu!"Kataku kepada Andromeda.


Andromeda pun diam beberapa menit , dan begitu fokus dengan ponselnya , entah apa yang sedang ia mainkan di ponselnya itu .


"Hei mau taruhan denganku tidak ?,jika aku bisa membuat teman-temanmu masuk 10 besar di kelasmu ,maukah kau mengabulkan permintaanku?"Kata Andromeda kepadaku sambil menatap wajahku.


"Apa yang akan kau rencanakan!"Kataku kepadanya dengan memanyunkan mulutku.


"Gadis, ini benar-benar payah sekali!"Kata Andromeda kepadaku dan meremehkan kemapuanku.


"Apa yang kau maksud?"Tanyaku kepadanya ya tentu tuan muda Andromeda dengan amat penasaran.


"Mau tidak?, jika Daniel dan Anggara masuk dalam jajaran 10 besar ,itu berarti aku adalah mentor yang handal!" Kata tuan Andromeda ini membanggakan dirinya sendiri.


"Tidak mungkin Daniel dan Anggara tidak pernah serius dalam belajar ,mereka selalu asyik dengan hobi sepak bola dan basketnya saja!"Kataku kepada Andromeda ini sambil menggelengkan kepalaku.


"Kau tidak percaya dengan kemampuanku!" Kata tuan Andromeda kepada Putih sambil mencibir.


"Memang jika memang masuk 10 besar kau akan minta apa kepadaku?"Tanyaku kepada Andromeda dan mengamati wajahnya.


"Rahasia , mana ada surprise di beri tahu di awal bukan kejutan namanya!"Kata dari tuan Andromeda.


"Baiklah deal , aku rasa kau akan kecewa jika sudah gagal menjadi mentor yang handal itu!"


Kataku kepada Andromeda tersenyum dan juga menyeringai setelahnya.


"Kita lihat saja nanti!"Kata Andromeda lalu tersenyum penuh rasa percaya diri yang sangat tinggi .


Bersambung....