The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 47 " Keberuntungan berpihak"



Setelah aku menaruh baju balapanku dan menitipkan bianco agar aman di rumah Daniel.


Akupun pergi menuju rumah Bibiku.Dan setibanya disana aku tertawa puas.


"Hahahahahah."Aku tertawa puas sambil mengingat-ingat para anak buah Diego berhamburan dan pergi ketakutan.


"Misi kita berhasil Daniel ,bagus aku senang sekali hari ini kita tos dulu!"Kataku kepada Daniel sambil memberikan tos kepadanya.


"Hei,sudah masuk sana tidurlah,sudah malam nanti kau terlambat kesekolah!" Suara lembut dan lirih Daniel padaku, sudah melenyapkan bayanganku tentang para anak buah Diego yang kalang kabut terkena api.


"Baiklah,oh ya nanti kutraktir kau,apakah kau ingin makan sesuatu yang enak?" Tanyaku kepada Daniel.


"Sudah masuk sana ,aku pulang dulu!"Kata Daniel sambil pergi meninggalkanku di depan rumah Bibiku.


Hari ini aku sangat bahagia sekali,karena bisa menang dalam pertandingan melawan Diego dan para anak buahnya, walaupun aku sudah lama aku tak mengendarai bianco .


Juga bisa segera melunasi hutang Bibiku,aku lihat jam menunjukkan pukul 03.30 wib.


Aku melihat bibi di kamar tidurnya sedang terlelap, tidak mengetahui kalau aku barusan kembali dari misi rahasia.


Akupun pergi ke kamar, dan merebahkan tubuhku di atas kamar tidur yang kecil .


Karena terlalu lelah dengan semua kejadian yang tadi, perasaanku sangat senang.


Mataku mulai lengket satu sama lainya,dan aku terlelap dan bermimpi indah.


Alarmku berbunyi sangat keras menunjukkan pukul 06.00 wib. Aku pun mematikanya lagi,


karena aku masih sangat mengantuk akupun meneruskan tidurku.


"Putiiiiiih....Putiiiihh.....Putiiih...!"Teriak Bibiku di samping telingaku sontak membuat aku terkejut dan bangun seketika.


"Iya ada apa?,aku masih mengantuk!"Kataku kepada bibiku.


"Nanti kau bisa terlambat sekolah lagi !"Kata Bibiku kepadaku sambil membuka selimutku dan menarik aku agar cepat bangun dan mandi.


"Baiklah aku akan mandi!"Kataku kepada bibi dan berpikir akan meneruskan tidur di UKS sekolah nantinya.


Terdengar bunyi orang memanggil bibiku di depan teras rumah.


"Hei...keluarlah, hari ini adalah jatuh tempo hutangmu , aku harap kau bisa melunasinya dengan segera!"Teriak orang yang berada di depan teras rumah bibiku.


Aku yang akan menuju kamar mandi segera mengurungkan niatku,dan menuju ke depan teras bibiku, ternyata kulihat banyak preman datang beserta bosnya yang ada di dalam mobilnya.


Akhirnya karena aku keluar kedepan teras bosnya pun keluar dari mobil hitam tersebut .


Dan kulihat ternyata bos para preman adalah Diego,yang mengajakku bermain balapan tadi malam.


Sontak kami berdua sama-sama terkejut.


"Kau... ini rumahmu?"Ujar Diego kepadaku terlihat raut wajahnya sangat terkejut sekali melihatku.


"Iya tentu, ada apa kau kesini?,bukankah kau kalah waktu itu!"Kataku sambil menjelaskan kepadanya.


Kulihat wajahnya terlihat malu, dan memerah seperti tomat.


"Sialan,apa ?aku menagih hutang pada gadis yang telah mengalahkanku!" Umpatan Diego mengumpat dan melempar puntung rok** yang barusan di hisapnya.


"Oh, aku paham pasti kau yang menipu untuk berhutang dan memberi bunga yang sangat tinggi!" Tanyaku pada Diego dan menyeringai


Dan Bibiku pun ikut keluar menuju teras...


"Tuan, tuan, aku mohon ya jangan ganggu keponakanku, aku akan segera melunasinya tapi jangan kau bawa dia bersamamu?"Bibiku memohon sambil menyembah dan berlutut di bawah kaki Diego.


Hal itu membuatku sangat marah, menarik tangan Bibiku,kebelakang badanku.


"Sialan!bahkan korban penipuanmu,kau buat berlutut di bawah kakimu,lihatlah bagiku kau bukan manusia!"Kataku kepada Diego sambil menatapnya tajam penuh amarah,emosi serta mengambil ancang-ancang untuk segera menghajarnya.


Semua anak buah Diego pun serentak bersiap mengeroyokku namun, Diego memberi tanda melarang kepada mereka.


"Hei ,gadis kecil ini menarik sekali hubungan kita,aku harap kita bisa saling berhubungan dengan baik ok walaupun,bukan hubungan debitur dan kreditur!" Ujar dari Diego sambil mendekatiku dan menatapku tajam .


Akupun masuk kamar dan mengambil tas yang berisi uang Rp.500,.Juta tersebut dan melemparkannya ke depan Diego.


"Buuug..."Suara tas berisi uang yang jatuh.


"Ambil ini dan ingat jangan pernah kembali kesini,atau kuhajar kau, sekarang kembalikan kertas perjanjian utang piutang ?" Seruku dengan tegas kepada Diego sambil melotot dan menyeringai serta maju di hadapannya.


Dan kertas perjanjian hutang piutang pun di berikan kepadaku,kemudian Diego masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan kami berdua aku dan bibiku.


Aku lihat bibiku menangis ketakutan,kalau Aku akan menjadi jaminan mereka jika belum bisa melunasi hutang bibi.


"Sudah Bi,jangan menangis lagi,hutangnya sudah lunas,jangan bertindak seperti itu lagi!"


Kataku kepada Bibi sambil mengajaknya masuk kedalam rumah.


Tak berselang lama Andromeda pun datang bersama mobil sport merahnya di parkir di depan teras rumahku.


"Ada apa?,kenapa aku melihat mobil hitam dari arah sini?,apa mereka mengganggumu?"


Tanya Andromeda dengan penasaran dan Andromeda melihat Bibiku sedang menangis.


Dia pun mendekatinya dan seraya berkata.


"Ada apa Bi,kenapa menangis?"Tanya tuan Andromeda kepada Bibiku dengan penuh penasaran.


"Tidak apa-apa Bibi hanya kaget saja."Kata bibiku agar Andromeda tidak menanyakan lagi penyebabnya sambil menyeka air matanya.


"Aku mau mandi dulu!" sambil menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi dan berganti seragam sekolah yang rapi ,aku mengajak Andromeda berangkat ke sekolah.


"Bi aku berangkat dulu ya ,aku akan sarapan di Sekolah saja! "Kataku kepada Bibiku dan menarik lengan Andromeda, mengajaknya masuk mobil sportnya.


"Ada apa ini?kenapa kau tergesa-gesa apa ada urusan yang sangat penting?" Tanya dari Andromeda sambil memutar kemudi mobil miliknya ke arah Sekolah.


"Tidak apa-apa,aku hanya ingin berangkat ke Sekolah denganmu hari ini!"Kataku kepada Andromeda sambil menghela nafas.


"Haaah"


Diapun mengamatiku tanpa bertanya, hanya tersenyum manis menatapku.


Ternyata mataku yang masih mengantuk dan badanku juga sangat kelelahan, mataku yang terlelap terkena desiran angin yang tertiup dari celah jendela mobil Andromeda.


Andromeda tahu jika aku kelelahan segera menepikan mobilnya di samping taman,dan memberhentikannya.Agar aku istirahat tanpa pergi ke Sekolah,dia mengamatiku kenapa sering ketiduran di berbagai tempat.


"A**nak ini selalu tidur,dimana-mana?,apa yang dia lakukan, apa dia tidak beristirahat sama sekali**?"Kata Andromeda dalam hatinya dan menggelengkan kepalanya.


Kemudian di memberi pesan ke Daniel agar mengijinkan Putih kalau tidak masuk hari ini karena dia sedang ada urusan penting.


Daniel yang tahu kalau Putih kelelahan karena semalam dia bersamanya.Membalas chatnya dengan kata siap.


"Anak ini ,tidak di Sekolah,di mobilku,toilet dimanapun pasti dia tidur!"Kata Andromeda dalam hatinya sambil tersenyum menatap Putih tidur dengan nyenyak.


Bersambung....