The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 72 "Semakin Memahaminya"



Aku dan Andromeda pun kemudian menuju kelasnya. Aku pun duduk di sebelahnya.


Ternyata suasana di kelas Andromeda ini berbeda sekali berbanding 180°dengan kelas di Sekolahanku, jika dalam satu kelas bisa di isi dengan 30-40 murid dalam satu kelas.


Namun tidak di sini ,sangat berbeda hanya di isi dengan lima bangku saja.Mungkin sesuai dengan strata yang mereka duduki.


Aku rasa karena Andromeda adalah pemilik dari Gedung Sekolah Elite ini , maka Dia diberikan keleluasaan untuk memilih teman sekelasnya.


Jika dalam satu kelas hanya diisi dengan lima murid saja. Aku rasa memang akan sangat lebih efektif dalam kegiatan belajar mengajar.


Namun Aku rasa mereka siswa disini kurang bersosialisasi dengan para murid lainnya.Dan disini aku semakin tahu alasan Andromeda berbuat semena-mena kepada orang lain.


Sambil mengamati suasana di dalam kelas ini.Kemudian Andromeda pun memberikan laptopnya kepadaku.


"Ini pakai punyaku dulu ya ,sebentar lagi mentornya akan hadir , tidak usah gugup aku akan selalu berada disampingmu!"


Kata Andromeda padaku sambil tersenyum


karena keinginanya sudah terwujud.Tempo hari dia pernah bilang kepadaku, kalau dia menginginkan aku menjadi teman sekelasnya dan tepat duduk di sebelahnya saat pelajaran.


"Baiklah!" Kataku kepadanya .Ku lihat dia sangat sumringah dan wajahnya berseri-seri.


"Kau ,bisa Berbahasa Inggris?" Tanya dari Andromeda kepadaku sambil menatapku penuh perasaan.


"Sedikit"Jawabku ,aku tidak tahu kalau disini kegiatan belajar mengajarnya menggunakan Bahasa Inggris.


Ternyata beberapa saat kursi pun yang ada di dalam kelas pun penuh semua namun sangat sunyi , mereka tampak antusias dan sangat serius sekali , tidak ada yang berbicara atau mengobrol seperti teman-temanku seperti biasanya. di Sekolahanku.


Aku pun sangat amat terkejut,karena disini suasananya sangat dingin dan senyap,kalau di Sekolahanku kami saling mengobrol satu sama lain sebelum Guru kami hadir.


Karena dengan keadaan seperti ini aku rasa tampak asing satu sama lain, tidak mengenal namun tak berusaha untuk berkomunikasi


Yang ada hanyalah fokus terus untuk belajar namun menjadi pribadi yang egois.


Sesaat kemudian Mentor Andromeda pun datang ,ternyata dia adalah seorang wanita.


Dan aku rasa dia adalah orang asing atau bule rambutnya pirang , hidungnya mancung


wajahnya tirus , tingginya sekitar 175cm lah lumayan tinggi jika untuk ukuran perempuan.


Dia pun mulai menyapa kelas kami.


"Hello , class!"Sapa dari mentor Andromeda.


"Hello , Miss!"Jawab semua murid di dalam kelas.


"How are you today?"Tanya mentor ini pada semua murid yang ada di dalam Kelas.


"I'm fine and you?"Kata semua murid di dalam kelas.


"I'm fine too,thank you"Jawab dari mentor ini pada semua murid yang ada di kelas.


Kemudian mentor Andromeda mengamatiku sambil berkata.


"Oh ,new student can you stand up please?" Kata mentor Andromeda kepadaku sambil mengamati seragamku yang tak sama.


"Yes, of course Miss"Jawabku sambil berdiri.


"Excuse me,what's your name?"Tanya mentor Andromeda kepadaku.


"My name is Putih."Jawabku pada mentor Andromeda , akupun merasa gugup ini adalah pertama kalinya aku ini mengikuti kelas di Sekolahan Andromeda.


"Ok , may I introduce my self to you ,my name is Rachel!" Kata mentor Andromeda yang sedang memperkenalkan dirinya padaku sambil tersenyum manis sekali.


"Can you speak English?" Tanyanya lagi padaku dan tersenyum lagi.


"Yes , but just a little" Kataku kepada miss Rachel.


"Which school are you from?"Tanya miss Rachel kepadaku lagi dan menatap lekat kedua bola mataku.


"I'm from Senior High School Malang." Kataku kepada miss Rachel.


"Ok , you can sit down please!" Kata miss Rachel.


"Thank you so much, Miss"Kataku kepada miss Rachel sambil duduk di bangkuku.


Aku kira hanya ada di film-film yang sering aku lihat ternyata aku mengalaminya juga.


Andromeda mendekatkan dirinya dan berbisik kepadaku."Bingo" sambil tersenyum bangga.


Dan mentor Andromeda ini pun menerangkan tentang pelajaran matematika saat ini, namun dengan Bahasa Inggris,aku sebenarnya tidak terlalu paham dengan penjelasannya karena belum terbiasa.


Namun aku memahami cara penyelesaiannya melalui laptop Andromeda, karena datanya sangat detail. Dengan begitu aku tidak terlalu ketinggalan , namun aku seperti mengerjakan sesuatu sambil di kejar anjing gila ,harus sigap dan cepat.


Tak layak Andromeda ini selalu merendahkan teman-temanku bahwa mereka sangat malas.


Waktu cepat berlalu dan pelajaran pun berahir


dan mentor Andromeda pun sudah pamit saja


Kemudian keluar dari kelas ini . Sama halnya murid-murid lainnya . Tapi tidak dengan Aku dan Andromeda.


"Hemmm Ahhhhh!" Aku menghela nafasku dengan panjang.


"Astaga,aku sangat gugup sekali!" Kataku kepada Andromeda sambil mengembalikkan laptop kepadanya.


Aku melihat dia menatapku dari bangkunya


sambil tersenyum kepadaku.


"Begini juga jauh lebih baik,sudah pindah saja ke Sekolahanku, aku tak akan berulah lagi!" Kata Andromeda padaku sambil menatapku.


"Apa yang kau bilang? ,aku tak mau!"Kataku kepada Andromeda.


"Lihatlah baik-baik,aku rasa kau hanya perlu penyesuaian ,selebihnya akan lebih mudah!" Kata Andromeda kepadaku agar aku mau pindah ke sekolahannya yang elite serta berkelas ini.


"Oh ya Papaku sedang menunggu kita,ayo kita menemuinya!"Kata Andromeda kepadaku sambil menarik lenganku menuju ruangan Papa Andromeda.


Sesaat kami pun sudah tiba di dalam ruang mewah milik Papa Andromeda.


Aku mengamati ruangan tersebut sambil menelan selivaku. Karena takjub dan juga sangat terkejut sekali.


"Wah...sangat keren sekali sama seperti di film-film yang pernah aku lihat!"Kataku namun dalam hatiku saja.


"Oh kalian sudah disini,silahkan duduk !"Kata Papa Andromeda.


Kami berdua pun duduk di ruang tamu Papa Andromeda.


"Lucifer,ambilkan teh untuk nona kecil!"Kata Papa Andromeda kepada sekertarisnya itu.


"Aku mau kopi hangat "Kata Andromeda kepada Lucifer.


"Baik Tuan."Jawab Lucifer dan pergi ke dapur.


"Bagaimana Nona kecil apakah kau sudah berkeliling ke semua fasilitas gedung ini?Tanya Papa Andromeda sambil duduk di hadapanku.


"Belum Pa , lain kali saja aku mengajaknya berkeliling sisanya,barusan aku mengajaknya ke dalam kelasku, agar dia tahu kegiatan belajar disini" Kata Andromeda kepada Papanya sambil melihat-lihat buku-buku Papanya yang ada di meja.


"Bagaimana apakah Nona kecil suka dengan suasana di Sekolahan ini?Andromeda akan membimbingmu di dalam kelas, aku rasa kau bisa menyesuaikan diri dengan cepat!" Kata Papa Andromeda kepadaku sambil menatapku serius.


"Sebelumnya saya mohon maaf ,bukan karena saya ingin menolak kebaikan anda Tuan,namun saya nyaman dan senang serta mempunyai tanggung jawab besar di Sekolahan saya saat ini!"Kataku kepada Papa Andromeda sambil menundukkan wajahku karena aku tidak berani menatapnya.


"Hei gadis ini,jangan di terima Pa,biar dia masuk menjadi teman sekelasku!"Kata Andromeda kepada Papanya sambil melempar pandangnya dariku .


"Ehmmm,sayang sekali aku pikir solusi terbaik agar putaraku tidak berbuat sesuka hatinya, jika dia sekelas dengan Nona kecil,namun apa daya jika kau menolaknya!" Kata Papa Andromeda kepadaku.


"Mohon maaf tuan,karena saya masih mempunyai tanggung jawab besar yang harus saya lakukan di Sekolahan saya,karena bulan depan saya akan menjadi Ketua OSIS untuk pelaksanaan penerimaan siswa baru di Sekolahan saya tersebut!" Kataku kepada Papa Andromeda agar dia memahami bahwa aku menolaknya dengan sopan,berharap dia tidak kecewa dengan keputusanku tersebut.


"Gadis ini...,benar-benar jangan mau Pa!"Kata Andromeda sambil meruncingkan bibirnya yang seksi itu.


"Oh,begitu kau menjadi Ketua OSIS di sekolahanmu itu?"Tanya Papa Andromeda kepadaku.


"Iya benar Tuan,maka saya harus melanjutkan misi dan tanggung jawab saya sebagai Ketua OSIS !"Kataku sambil menundukkan wajahku.


"Hahahahha, bagus kalau begitu Nona kecil adalah anak yang bertanggung jawab dan sangat sopan aku harap putraku bisa belajar banyak darimu!" Kata Papa Andromeda kepadaku dengan bangga.


Namun kulihat Andromeda pun menyilangkan tanganya, dan menyeringai kepadaku karena kecewa aku tidak jadi teman sekelasnya.


Bersambung...