
Dan untuk kedua kalinya hari ini aku pergi berkunjung kerumah Andromeda,terhitung sejak tempo hari untuk minum teh bersama Papanya Andromeda.Jantungku masih kuat namun aku sedikit takut kalau Andromeda marah seperti yang tadi.
"Ayo turunlah!" Ujar Andromeda sambil membuka pintu mobil sportnya.
"Baiklah,terimakasih"Kataku padanya sambil menutup pintu mobilnya.
"Apa kau lapar,apa kita makan dulu?"Kata Andromeda kepadaku, terlihat dia sudah tidak marah lagi,dan lebih baik.
"Boleh kita ke tamanmu dulu juga boleh,atau membaca buku di ruang baca Papamu juga boleh,terserah kau saja!"Kataku kepadanya untuk mencairkan suasana supaya dia tidak teringat Rion lagi dan sambil tersenyum ,serta menahan ketakutanku.
"Baiklah kita keruang baca Papaku saja dulu!,
karena kau terlihat ingin membaca!" Ucap lirih Andromeda kepadaku.
Kami pun bergegas keruang baca Papanya Andromeda. Ternyata bukan ruangan baca seperti perkiraanku, aku pun terkejut melihat sebuah perpustakaan buku yang sangat indah dan sangat luas melebihi ukuran rumahku.
Tidak lupa ternyata ada kolam kecil berisi ikan hias dan pancuran ,yang suara gemericik airnya bisa merilekskan dan mebuat fokus dalam membaca.
Bukan itu saja interior nya bergaya Eropa,
dan langit-langitnya di beri sentuhan lukisan bintang-bintang seperti berada di tempat observatorium sekaligus berada seolah-olah di luar angkasa.
Kemudian di sisi lainya terdapat banyak buku tertata dengan sangat rapi sesuai katalog dan keterangan di tulisan bagian depan raknya.
Seketika aku melihat seperti menuju dunia lain bisa dikatakan "The magic of library".
Akupun tersenyum melihat pemandangan istimewa ini,ternyata selera Papa Andromeda sangat berkelas dan artistik.
Akupun melihat rak buku dan ruang bacanya sangatlah luas, seperti melihat Ilmu yang berjajar rapi berbentuk manusia dan ingin di pilih oleh pembacanya . Mereka mengantri berderet-deret. Akupun tersenyum .
Tak berselang lama tiba-tiba Andromeda memelukku dari belakang dan mencium kepalaku,sambil meminta maaf karena kejadian yang tadi.
"Maafkan aku,aku akan belajar bersabar jika aku bersamamu?"Katanya kepadaku sambil memelukku erat.
"Baiklah,kamu harus berjanji,sebenarnya aku sangat takut tadi,namun tetap memberanikan diriku, karena aku takut jika membuatmu lebih marah lagi jika aku menolaknya !" Kataku kepada Andromeda jujur agar dia belajar mengolah emosinya.
"Karena cuacanya sangat cerah marilah kita bersepeda,di taman depan rumahmu sambil berpiknik ,mau kan?"Kataku pada Andromeda supaya dia tidak bosan membaca,jika di luar maka bisa menghirup udara yang segar dan merasa lebih rileks.
"Mau , ayo kita kedepan!"Kata Andromeda sambil memegang tanganku dan berlarian meunuju taman depan.
Aku dan Adromeda memakai satu sepeda saja ,aku di bonceng di belakang dan dia sebagai pengendara sepedanya.
Aku pun sangat senang karena tamannya yang sangat luas membuatku merasa tidak seperti berada di rumah.
Aku kira kami benar-benar piknik sungguhan.
terlihat beberapa pelayan itu melihat kami sambil tersenyum,karena mereka jarang dan mungkin tak pernah melihat Tuan mudanya mengendarai sepeda di taman rumahnya itu.
Akupun memegang pinggangnya dengan melingkar, seperti di drama film Full house
tapi versi KW super. Dan tuan Andromeda tersenyum bahagia kulihat dia sudah tidak marah lagi.
Kemudian beberapa saat ia tampak lelah dan aku menyuruhnya berhenti sejenak dan kami berjalan-jalan di taman itu.
Setelahnya kami pun makan camilan sembari duduk di tikar sambil menikmati teh yang dihidangkan pelayan Andromeda kepadaku.
Andromeda menatapku penuh perasaan dan tersenyum sangat manis. Karena sudah tak tahan dengan senyumannya yang manis aku mengayuh sepeda sekuat mungkin.
Ternyata rem dari sepedanya tidak berfungsi dengan baik sudah lama tidak bisa digunakan akupun takut bagaimana ini karena sepeda terus melaju dengan kencang .
Aku memencet bel sepeda supaya tidak ada yang menghampiriku ...kring.. kring...kring... karena takut menabrak namun belum sempat aku menghentikan sepedanya aku kehilangan keseimbangan dan jatuh menabarak pagar pembatas taman....Gubraaak...
Semua berlari menghampiriku ,termasuk Andromeda,dia melihatku kesakitan dan kakiku mengeluarkan darah yang sangat banyak,
Karena kakiku tertancap kayu pagar sedikit robek.Aku tak pernah melihatnya seperti itu sebelumnya,dia melihatku dengan tatapan kosong,pucat dan pingsan di pangkuanku.
Akupun bingung,apa yang harus kulakukan akhirnya pelayan Andromeda beramai-ramai membopongnya ke dalam kamarnya.Akupun masih bisa berdiri namun kakiku sangat sakit saat ini.
"Baiklah terimakasih!" Kataku kepadanya,
beberapa saat kemudian aku sudah sampai di kamar Andromeda .
Dan beberapa pelayan menghampiriku dan merawat kakiku.Setelah kakiku di beri obat dan di perban oleh para pelayan itu mereka pergi meninggalkannu.
Akupun heran kenapa Pria yang kuat ini tiba-tiba pingsan di pangkuanku.
Setelah tiga puluh menit berlalu akhirnya dia sadar juga.
"Syukurlah,kalau kau sudah siuman ,apakah kau sakit ?" Tanyaku kepada Andromeda.
Diapun mengamatiku dengan teliti dan melihat kakiku di perban oleh pelayannya.
"Siapa yang menggendongmu kesini,apakah sangat sakit?"Sambil mengamati lukaku .
"Tidak,tidak apa-apa!,tapi kenapa kau sampai pingsan, apa yang membuatmu pingsan apa kau sakit?"Kataku kepada Andromeda karena menghawatirkan dia juga.
"Sssst...sttt jangan keras-keras,aku trauma dengan darah!" Ujar dari Andromeda sambil berbisik ke telingaku.
"Jangan bilang siapa-siapa?rahasia! "Katanya kepadaku.
"Apakah tidak sebaiknya pergi ke dokter untuk berkonsultasi dan memeriksakannya?"Kataku pada Andromeda sambil meyakinkannya.
"Ini rahasia , tak ada yang boleh tahu ok "Kata Andromeda lirih.
"Apa sudah lama,mengalami hal ini"Kataku kepada Andromeda namun dia diam,dan menundukan kepalanya.
"Malam ini bermalamlah disini ya besok aku antar ,kakimu kulihat robek, pasti sakit sekali!"
Ujar Andromeda dengan wajah agak kusut .
Tak berselang lama pintu pun di ketuk...
tok...tok..tok ...
"Tuan muda Dokter Sharon,sudah tiba."Kata salah satu pelayan Andromeda.
"Ingat jangan membahasnya, rahasia kita berdua."Suara dari Andromeda lirih.
"Iya masuk!"Kata Andromeda kepada pelayannya.
Dokter Sharon pun membuka pintu kamar Andromeda,dan menghampiri kami.
"Hallo apakabar gadis kecil,kenapa kakimu sini aku lihat?" Ujar dari Dokter Sharon.
"Oh,ini robek ya,harus di jahit kau tahan sakit kan."Kata Dokter Sharon kepadaku.
Dia pun segera menjahit lukaku yang robek,
dan sangat sakit sekali karena tanpa anestesi
Namun aku tetap menahannya sekuat tenaga
"Sudah ,lukamu untuk sementara tidak boleh terkena air,ini obat untuk menghilangkan rasa nyeri di kakimu."Ucap Dokter Sharon memberi peringatan. Aku pun menganggukan kepalaku
"Apakah kau baik-baik saja." Dokter Sharon mengamati Andromeda.
"Aku hanya sedikit lelah ,kau boleh pergi."Kata Andromeda kepada Dokter Sharon.
"Baiklah,sampai jumpa lagi gadis kecil".Kata Dokter Sharon sambil meninggalkan kami.
Bersambung....