The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 147 PERSAMI 4 "Lomba Memasak"



"Aku juga membawa makanan,makanlah."


Kata Erick sambil membawa beberapa camilan,agar semua anggota OSIS bisa mengobrol santai dan makan camilan di waktu istirahat kami.


Karena hari ini adalah hari sabtu,ada banyak jadwal dan acara yang harus kami kerjakan.


Setelah kami beristirahat sejenak kami pun berkeliling ke tenda mengecek makanan yang di masak oleh para adik kelas kami.


Jadwal kali ini lomba memasak tingkat SMA ala kadarnya,agar bisa mengukur kemandirian para murid baru dalam memasak.


Acara ini bertujuan agar mereka para siswa baru,bisa lebih mandiri lagi untuk kedepannya


bukankah memasak makanan untuk kita diri sendiri itu wujud dari sebuah kemandirian dalam hidup ini.


Aku pun mulai dari kelompok paling ujung,dan ternyata mereka semua sudah menyelesaikan masakannya.


Aku pun terkejut sekali padahal baru saja di umumkan seharusnya tak ada persiapan,dan


sama sekali untuk para siswa baru ini namun ternyata para adik kelas sudah sangat pandai memasak.


"Kalian masak apa hari ini,aromanya sangat wangi sekali."Ucapku pada regu 1.


"Kami memasak tahu,tauge asam manis kak." Jawab dari pemimpin regu 1.


Aku pun mengamati masakan dari regu 1 dan tergoda karena,perutku masih lapar.



Ini adalah gambar masakan regu pertama tahu tauge asam manis,kata kepala regunya.


Aku pun meneruskan perjalananku untuk jadi panitia lomba memasak ini.


"Hei regu 2 apa yang kalian masak?,aku ingin melihatnya."Tanyaku pada regu 2.


"Kami hanya memasak nasi goreng kak."


Jawab dari ketua regu 2 itu padaku.


Aku pun mengamati nasi gorengnya Aline dan Shinta bagian menilai penampilan,dan rasa dari makanan tersebut,mereka tidak mau aku yang mencoba,karena aku tidak terlalu pandai dalam merasakan makanan,bahkan makanan basi itu aku juga tak tahu,jadi kuputuskan aku hanya jadi pengamat dan ikut berkeliling di arena perkemahan.



Ini adalah gambar masakan dari regu 2 mereka membuat nasi goreng sederhana


dengan telur , toping sayur lengkap dengan saosnya.


Aline dan Shinta sangat menikmati jadi juri dalam lomba memasak ini,berbeda denganku aku hanya menelan selivaku,karena aku tidak di perbolehkan mencicipi,mereka takut semua anggota menang,karena tak pandai soal rasa dari makanan.


Kami pun meneruskan perjalanan dan menuju berikutnya.Kami sekarang berhenti di regu ke 3.


"Hei adik kelas apa yang kau masak kali ini kakak mau tahu?"Tanyaku sambil duduk di bangku yang di sediakan kakiku kesemutan.


"Aku memasak mie ayam jamur kakak,tadi aku membawa mie dari rumah,lalu tinggal memberi toping ayam jamur kecapnya saja."


Jawab dari ketua regu 3 ini padaku sambil menunjuk hasil dari masakannya hari ini.



Ini adalah gambar hasil masakan dari regu 3 yang bernama mie ayam jamur.


Setelah Aline mencoba dan menulis hasil nilai dari makanan tersebut,aku beranjak lagi dan berkeliling ke arena perkemahan.


"Hei,kalian masak apa?"Tanyaku kepada regu berikutnya.


"Kami memasak pecel kak."Jawab dari ketua regu berikutnya tersebut padaku.


"Wah segar sekali,salad of java."Jawabku pada mereka, mengamati hasil makananya.



🍁🍁🍁🍁🍁


Di sisi lain ada Erick,Rion,Leo,Deni,dan Riko sedang berkeliling untuk melihat regu pria apakah bisa memasak atau tidak.


"Hei,kalian masak apa aku ingin melihatnya?" Tanya Erick kepada regu satu dengan sangat penasaran.


"Kami hanya memasak ikan bakar kak,tadi sudah di marinasi,tinggal membakarnya."


Ucap dari ketua regu satu itu pada Erick.


"Lumayan juga,kau pandai memasak."Ujar Erick pada ketua regu tersebut setelah dia mecicipinya.



Ini adalah gambar masakan ikan bakar dari regu pria.


Erick pun dengan para anggota OSIS pria lain melanjutkan penilaiannya.


"Hei,kalian masak apa?,apa tidak sulit karena biasanya kaum pria selalu kesuliatan dalam memasak,iya kan."Ujar Erick pada ketua regu selanjutnya.


Erick tahu betul karena dia sudah terbiasa dan hidup mandiri,jadi tahu kalau memasak adalah hal yang sepele sekali dalam hidup ini,namun prakteknya sangat berbeda,sangat pelik dan ribet ,tapi kalau kita sudah terbiasa ya sangat mudah.


"Kami memasak siomay kak."Jawab ketua regu itu sambil tersenyum.


"Apakah kau beli?,tidak boleh curang harus hasil masakan sendiri hargai siswa lain yang sportif."Ujar Erick memperingatkan mereka agar tidak beli namun memasak sendiri.


"Kami hanya memasak sendiri tapi tidak tahu rasanya mungkin kurang enak,tidak seenak orang jualan."Jawab ketua regu itu sambil membawa makanan ke meja di dekat Erick.


"Baiklah kami akan mencicipinya."Ujar Riko dan Leo,Deni,Erick mengikuti mencicipi siomay bikinan regu pria ini.


Namun khusus Rion karena dia anak yang pendiam dan tak tertarik, sama sekali dengan hal-hal seperti ini maka dia hanya mengekor di belakang teman-teman yang lainnya.


"Lumayan,enak juga."Ucap Leo pada ketua regu tersebut juga sambil menggelengkan kepalanya.



Inilah gambar dari siomay makanan hasil dari regu pria,mereka membuatnya dengan susah payah, walau rasanya tidak seenak masakan dari penjual makanan yang asli.


Setelah mencatat hasil nilai dari regu itu Erick pun melanjutkan perjalanannya dan berhenti di tenda regu selanjutnya.


"Hallo bro,kalian memasak apa?"Tanya Deni pada ketua regu tersebut.


"Kami memasak sop sederhana dan sehat." Jawab dari ketua regu tersebut ke Deni sambil membawa satu mangkuk sup hangat.



"Wah,kalian para pria pandai memasak juga." Kata Leo sambil mencicipi soup buatan regu itu.


"Lumayanlah Erick,kau tak mencobanya?"


Tanya Deni pada Erick karena penasaran,dia tak mau mencicipi soup tersebut.


"Tidak kau saja aku sudah kenyang."Jawab Erick menolak Deni.


Dalam hati Erick ternyata dia tidak suka sayur soup yang di beri makroni spiral, membuat Erick enek melihatnya saja.


Setelah itu mereka pun berlalu dan pergi ke regu berikutnya,agar lebih cepat mendapat juaranya. Menyusuri lapangan melangkahkan kaki mereka masuk ke tenda-tenda para regu pria. Dan mempercepat kegiatan hari ini.


"Apa yang kalian masak tunjukkan padaku?" Ucap Riko pada ketua regu tersebut sambil melihat para pria sedang kacau balau,karena mereka tidak terbiasa dengan yang namanya masak memasak.


"Kami memasak tahu bakso goreng kak."


Jawab ketua regu itu sambil membawa sepiring tahu bakso goreng yang masih hangat.


"Oh, baiklah kami akan mencicipinya." Ujar dari Deni mendekatkan hidungnya, dan juga menciumi aromanya harum gurih, karena itu kebetulan masakan mereka masih fresh baru matang.


Bersambung...