
Semua pria melihatku dengan tatapan penuh ketakutan,aku melihat satu persatu tatapan mereka agar mereka tahu bahwa tidak semua perempuan itu bisa di hancurkan masa depan
bahwa tubuhku memang kecil,namun tidak dengan otakku.
Aku hanya mengintimidasi dengan tatapan. Sambil mengamati , juga melihat Chelsea ketakutan ,kulihat matanya berkata kalau aku disuruh pergi secepat mungkin dari gudang botol bekas tersebut.
Namun aku pun tetap tidak gentar walaupun mereka masih menyisakan rencana mereka untuk menjebakku.
Aku akan membawa Chelsea apapun yang terjadi.Dengan segala cara agar dia terbebas dari jerat para lelaki brengsek,seperti mereka.
"Hahahahaha! prok...prok...prok."Tawa Diego sambil bertepuk tangan berdiri mendekatiku.
"Hei ,gadis tengik lumayan ku akui kau seperti laki-laki jantan,yang tak punya rasa takut !"
Kata Diego sambil menarik satu alisnya dan berjalan mengitariku .
Aku hanya diam mengamatinya,aku tahu pasti dia masih punya rencana cadangan
untuk menyergapku.
Aku tak takut,karena aku yakin saat ini Tuhan bersamaku dan melindungku walapun aku tak melihatnya.
Aku juga merasa Ibu, Ayahku mengamatiku dari gudang botol bekas ini,mereka berdua akan senantiasa membantuku walaupun aku tak melihat mereka.
"Kemari kau Putih biar aku yang menangani sisanya." Ujar Andromeda agar aku mundur bersembunyi di belakangnya.
Namun aku tetap tak gentar dengan ancaman Diego,menurutku daripada sembunyi di balik tubuh seorang pria lebih baik kita melawan dengan sekuat tenaga , harus menaklukan ketakutanku sendiri.
Diego pergi meninggalkanku menuju ke arah Chelsea mengambil pistol di saku celananya.
Dia pun mulai menarik pelatuknya dan juga menembakkan di atas atap gudang.
Untuk tembakan peringatan agar aku mau menyerah dengan yang akan aku lakukan.
Dooor....
Seketika mereka yang ada di dalam gudang terkejut,karena Diego membawa pistol.
"Hem, kau mau menggertakku ,aku bilang lepaskan mereka jika kau ingin menembakku aku tidak takut sama sekali!"Kataku kepada Diego.
"Putih apa yang kau katakan,kau sudah gila!" Kata Andromeda dari belakang.
"Hei,aku hanya mencoba pistolku berfungsi atau tidak,aku harap kalian paham sekarang merunduk semua!"Kata Diego kepada kami
kami pun menurutinya.
"Dan kau kemari gadis tengik!" Ujar dari Diego memberiku tanda agar aku mendekatinya.
Aku mendekatinya berdiri di sampingnya ,dia pun menempelkan jari telunjuknya tepat di bawah janggutku .
"Sialan...lepaskan tanganmu jika kau berani menyentuh aku akan membunuhmu!"Teriak Andromeda penuh amarah dan kekesalan.
Diego menarik pelatuknya dan menempelkan moncong pistol di atas kepalaku.
"Kumohon aku saja , kau jadikan tawananmu
lepaskan dia!"Kata Andromeda bersujud dan memohon kepada Diego karena dia sangat takut.
Karena Diego ini tidak pernah bermain-main dengan kata membunuh.
Aku mengamati mereka mencari celah agar Diego lengah,Diego mendapat telepon ,dia memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celananya untuk mengambil ponselnya.
Aku pun dengan sigap memelintir tangan Diego yang membawa pistol dan kutarik kebelakang badanya yang tinggi dan kekar.
Dan mengambil alih pistolnya kutembakkan di atas gudang botol bekas ini.
Doooor...
Dan seketika mereka terkejut bahwa aku bisa memakai pistol. Akupun tersenyum penuh kemenangan dan menyeringai.
"Kau pikir aku tidak bisa menggunakan ini,
Hehehehe...!"Aku terkekeh seperti psikopat yang ada di film dan duduk di bangku Diego.
"Mari kita coba pistolmu!"Kataku lagi,aku pun membuka pistol dan melucuti beberapa butir peluru yang ada di tabung pistol jenis revolver tersebut.
Dan kusisakan satu kemudian kuputar lagi dan kupasang , peluru yang lainnya kubuang di lantai,dan terdengar suara gemerincingnya
"Krincing...krincing..."
"Dasar wanita gila!"Ujar Diego menyeringai.
Kita lihat keberuntunganmu aku pun menarik pelatuknya dan kusodorkan di kepalanya.
Kulihat wajahnya sangat ketakukan kalau aku benar-benar akan menembaknya.
Dan clek... kosong,dan kutarik pelatuknya lagi kuarahkan di kepalanya dan kutembakkan ke Diego clek kosong juga... dan yang ke tiga aku menarik pelatuknya lagi .
"Dan yang ini kupastikan kau bertemu dengan malaikat maut, pastilah dia merindukanmu!"
Kataku kepada Diego dengan menyeringai bak psikopat mau membunuh korbannya.
Diego pun bersujud di hadapanku karena sangat takut dengan kematian.
"Ampun...!!!! baiklah aku kalah aku berjanji tak akan mengganggu kalian lagi ,kau menang bisa membawa Chelsea aku melepaskannya!" Kata Diego kepadaku sambil memohon agar tidak menembaknya.
"Dengar jika kau masih mengganggu kami
jangan lupa malaikat maut pasti sangat ingin menemuimu!"Kataku kepada Diego sambil menyeringai.
Akhirnya mereka pergi meninggalkan kami ,
akupun sangat lelah ,dan sangat mengantuk sekali.Andromeda tahu kalau aku kelelahan menggendongku pergi ke mobil sportnya
"Dasar gadis ini,kau tahu jantungku hampir lepas!"Kata Andromeda sambil mengecup keningku.
"Kumohon tolonglah Chelsea, suruh Daniel mengantar kerumah ayahku, aku sangat lelah hari ini."Kata Putih kepada kekasihnya dan terlelap tidur di mobil Andromeda.
Kemudian nampak Andromeda menelepon seseorang untuk membersihkan gudang botol bekas tersebut.
Karena dia takut akan dijadikan bahan untuk mengancam Putih kelak.
Andromeda berkeliling tempat itu mencari apa ada rekaman yang terpasang disana ternyata bersih memang benar-benar gudang kosong yang tak pernah di pakai lagi.
Semua orang suruhan Andromeda dikerahkan membersihkan TKP membersihkan jejak agar tidak ada satupun yang tahu kejadian malam ini.Dan kami berempat kembali menuju rumah Ayahku,Chelsea di bonceng oleh Daniel .
Andromeda yang tahu aku kelelahan dan tidur terlelap, menggendongku dan membawaku masuk kekamarku.Dia sengat terharu kenapa gadis bertubuh kecil ini sangat tangguh dan pemberani,mau mengorbankan nyawanya untuk menolong orang lain.
Setelah Andromeda merebahkan tubuhku di atas kamarku. Dia mengamati foto ayahku yang bersama diriku di atas meja.Diapun bersujud menghadap foto itu,
"Maafkan aku Ayah mertua, karena berani memasuki kamar putrimu ,aku harap anda memaafkanku kali ini, terimakasih ya telah membesarkan gadis yang tangguh untukku aku sangat mencintainya,lebih dari nyawaku sendiri!"ucap Andromeda kemudian duduk di samping Putih yang sedang bermimpi indah.
Chelsea saat ini pun berada di ruang tamu bersama Daniel ,mereka berdua menunggu Andromeda keluar dari kamar Putih.
Kemudian Andromeda menyelimuti tubuh kecil kekasihnya tersebut dan keluar dari kamarnya,jam sudah menunjukkan pukul 01.00 wib.
"Kau boleh pulang Daniel,terimakasih karena kau ,aku bisa lebih memahami gadis sedang tidur terlelap di kamarnya saat ini!"Kata Andromeda kepada Daniel.
"Tidak perlu sungkan selama kau tak pernah menyakitinya,aku akan terus ada di pihakmu
karena dia sudah aku kuanggap sebagai adik perempuanku sendiri."Kata Daniel kepada Andromeda dan berpamitan pulang.
Chelsea mendekati Daniel dan Andromeda
"Terimakasih banyak ya karena sudah mau menolong orang rendah sepertiku!" Ujar dari Chelsea sambil menundukkan badanya ke Daniel dan Andromeda sambil meneteskan air mata.