The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 166 PERSAMI 22 "Pesta Api Unggun"



Andromeda tahu sudah kalau acara dari lomba puisi ini sudah selesai, maka ia menarik tangan dan menyeretku ke arah mobilnya.


"Hei gantilah bajumu itu!,apakah kau mau kalau kau masuk angin?"Tanya Andromeda padaku.


"Tentu saja tidak...!dasar pria bodoh."


Umpatku padanya karena dia fikir aku akan mudah masuk angin.


"Hei,di dalam mobil banyak baju pakailah, dan juga kenapa kau mati-matian seperti ini?"


Tanya dia kepadaku sambil tersenyum penuh arti dan juga tanda tanya.


Kenapa aku melakukan hal bodoh dengan bermain hujan-hujanan, sampai aku rela basah kuyub.


"Iya aku akan berganti pakaian, kau sudah makan, lukamu masih sakit?" Tanyaku dengan melihat lukanya .


"Sudah pergilah ganti bajumu."Ucapnya padaku


"Aku juga mau berganti baju, lihatlah bajuku ini kotor semua!"Serunya sambil membawa baju ia pergi meninggalkanku menuju toilet.


Aku melihat tingkahnya pun tersenyum ...


Setelah kami berganti pakaian aku terpaksa memakai baju bebas karena tak ada seragam,


Andromeda memakai juga sudah mengganti pakaianya ,dia nampak tampan serta elegan.



Dia keluar kamar mandi dan berdiri, layaknya model papan atas dengan kemeja navy, serta jeans biru tua.


Aku rasa kali ini dia sangat cocok dan juga tak mengurangi ketampananya jika ia mau tersenyum manis.


Namun dia tak tersenyum mungkin ya karena mungkin suasana hatinya kurang bagus...



Aku menggodanya dari balik tumbuhan di dekat taman, agar dia mau sedikit tersenyum, aku rasa dia tak mau tersenyum karena lagi Bete dan bosan karena setelah kehujanan.


Dia akan agak bosan jika menemaniku yang sedang memimpin jalanya MOS tahun ini, dan dia anak yang manja mana tahu akan tugas seperti yang ia tahu pasti bersenang-senang iya kan.


"Hei, tersenyumlah yang manis Andromeda..."


Ucapku agar dia mau tersenyum dan tak Bete lagi.


"Hei, kenapa kau cemberut...apa kau sakit?" Tanyaku padanya sambil menatapnya.


Kulihat dia tidak tersenyum malah berjalan dengan cepat saja dan duduk disampingku.


"Hei, gadis lamban kenapa kau selalu saja suka memperumit jalannya kehidupan?"Tanya dia padaku, sambil mengamati diriku yang sedang duduk dan tersenyum manis seperti gula dan juga madu.


"Maksudmu?"Tanyaku balik kepadanya.


"Ya tentu saja, berhentilah bermain-main dan juga jika kau sakit bagaimana?"Tanyanya pada diriku sambil membuang muka dari hadapanku.


"Aku tak pernah sakit, jika di muka bumi ini para perempuan sudah sakit 100 kali maka aku tak pernah sama sekali." Berbohong padanya lalu aku tersenyum padanya.


"Kau ini, cck..."Dia pun menggambar wajah masam serta betenya terlihat sangat amat menggemaskan.


Aku rasa dia mode kue mochi hari ini , dia bertekstur lembut, manis , gembil, dan juga menggemaskan.


"Aku akan bercerita padamu, dulu saat aku pas kecil aku pernah ke sekolah, dan semua temanku sakit flu secara bergantian,"ucapku kepadanya tapi aku membohonginya.


"Lalu?"Tanyanya dengan penasaran, dia pun sedang menatap penuh pertanyaan tergurat jelas dia terkejut dan juga heran kenapa aku seperti ini.


"Aku tentu saja tidak pernah, seakan flu tak mau menempel padaku."Aku pun menjelaskan pada Andromeda dan tersenyum setelahnya.


Aku berharap kebohonganku melumerkan suasana.


"Kau ini aku sangat heran, semua hal seolah indah di matamu itu?"Kata Andromeda yang sedang meremehkanku.Karena yang ia lihat aku seorang gadis kecil yang suka bermain.


"Biasanya orang yang terkena hujan agak lama dia akan masuk angin sakit flu."Ucap dari Andromeda lalu dia pun menggelengkan kepala dan berkali-kali serta mengernyitkan alisnya itu


Kataku padanya sambil tersenyum.


"Aish... kau ini, kenapa tidak kau serahkan ke Erick saja?,aku melihatnya tadi, kau keluar saja dan kita berkencan."Kata Andromeda agar aku lepas dari tanggung jawabku.


Agar dia bebas tak masuk sekolah dan masih berkutat dengan sisa pekerjaan sekolahku .


"Wah tidak mau, aku menuntaskannya,oh ya jangan lupa besok sudah selesai MOS nya." Kataku meyakinkannya, juga pasang mode manis agar dia tak Bete, dan menurut padaku.


"Aiish...baiklah, hei jangan lupa ponsel yang aku berikan padamu itu jangan di tinggal bawa juga masukkan dalam kantongmu." Andromeda mengingatkan lagi.


"Ini aku memasukkannya dalam kantongku." Kataku pada Andromeda menunjukkan padanya ponsel pemberiannya padaku.


"Aku pasti akan membawanya terus, memang kalau aku ini lupa menaruhnya bagaimana?" Tanyaku padanya dengan penasaran sekali ada apa dengan ponsel yang aku masukkan di dalam sakuku.


"Ya ,aku tak bisa melihatmu berada di mana?" Jawabny dengan lirih dan memanyunkan bibir nya , lalu mengernyitkan kedua alisnya yang terbal.


"Aish, kan kau selalu bisa menemukanku di sekolah setiap hari, iya kan dan kau muncul kapan saja." Ujarku padanya menggelengkan kepala beberapa kali .


"Bukan itu maksudku ,dasar gadis ini."Ujarnya.


"Hei dengar, aku mau tanyak?"Tanyaku pada Andromeda sambil menatapnya saat ini.


"Tanya saja?"Jawabnya polos serta wajahnya amat berseri-seri sekali.


"Apa boleh, aku bertanya tentang...?"Tanyaku


"Iya cepat katakan aku akan menjawabnya." Jawabnya.


"Ehm,menurutmu kau kan punya Perusahaan ya, apakah sistem keamanan perusahaan mu di jaga dengan ketat, agar tidak ada peretas yang masuk?"Tanyaku pada tuan Andromeda ini dan sambil menatapnya penuh pertanyaan aku sangat penasaran.


"Dasar gadis ini, memang kenapa?"Tanyanya padaku, dengan sangat penasaran.


"Aku dengar peretas tercanggih di Dunia dari Negara kita Indonesia?" Ucapku kepadanya sambil tersenyum.


"Aku hanya membacanya di berita saja, maka dari itu aku tanya padamu?" Tanyaku padanya


"K**au ini ,gadis tengik kau tahu apa** ?"Tanya Andromeda lagi padaku sambil mengamati ekspresi wajahku. Dia sangatlah penasaran.


"Kau, kan pria pintar pasti tahu, dan kau kan cerdas tidak seperti aku." Aku pun bertanya karena sangat penasaran dengan jawabannya


"Ya ,tak usah membahasnya lah." Ujarnya.


"Ayolah..." Ujarku memohon padanya.


"Kau ini ingin tahu apa lebih baik tak tahu, ayo bersenang-senang saja." Jawabnya dengan nada lembut.


Karena mungkin bosan dia mengalihkan perhatian.


"Kau ini selalu ingin tahu, lalu untuk apa kau bertanya ?"Tanyanya padaku sambil menatap dengan penasaran.


"Aku, hanya sangat penasaran saja,ya karena semua yang ada dalam hidup ini kan seperti permainan."Jawabku pada Andromeda dan melihat sekeliling taman bunga yang indah.


"Memang kau suka bermain game apa?" Tanyanya sambil menyilangkan tangannya.


"Aku suka, bermain yang berbau action aja, lebih bagus dan seru." Ujarku serampangan.


"Aku hanya, bermain saja bukan karena suka tapi mengisi waktu luang terkadang game bisa memberi rasa rileks." jawabku padanya.


"Apakah seru, kau suka?" Tanyanya lagi.


"Pergi ke Timezone untuk bersenang-senang." Ujarnya dengan penuh semangat menggebu.


"Daripada kau berkutat disini mending, kita keluar saja bermain game ayo!!" Ajaknya lagi agar aku tak menyelesaikan tugas MOS dan dapat hukuman dari Pak Guru .


"Dasar berandal...,biar aku menyelesaikannya dulu."Jawabku lagi.


Bersambung...