The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
197 "Piknik di Pantai Pink Lombok Timur"



Waw Andromeda sangat cerdas, dia sangat tahu kesukaanku dan dia amat bangga karena dia bisa membawaku ke spot yang tentunya aku akan merasa bahagia, walau hanya bisa melihatnya sebentar saja.


"Hallo Nemo saranghae, kita bisa bertemu ya."


Ucapku walaupun dalam hati kecilku saja dan sambil mengamati kegiatan mereka.


Beberapa jam kemudian kami pun sudah lelah karena , sudah snorkling bersama dan juga sudah sangat puas menikmati pemandangan wisata laut yang terhampar dengan luasnya itu, dengan beraneka ragam biota laut yang ikut memanjakan mata ini bagaikan remahan surga bukan para readerku semua yang aku hormati.


Kami semua memutuskan untuk kembali ke penginapan, karena sudah sore matahari itu sudah mulai tenggelam. Sang Mentari terlihat akan meninggalkan tempat peraduannya.


Beberapa menit pun kami sudah sampai di penginapan . Kami yang kelelahan dan juga sudah kelaparan saat ini.



"Hei, ayo kita makan aku sudah memesan makanan untuk kita," Ujar dari Violette lalu dia pun memanggil para pelayan.


"Hore... "Ucap dari Anggara dan tersenyum setelahnya.


"Wah... kelihatannya enak sekali aku suka." Ujar dari Persi sambil menagambil makanan.


"Wah, ini semua makanan seafood apakah kau yang memesannya?" Tanya dari Mutiara kepada Violette sambil menikmati aroma masakan yang terhidang ini.


"Tentu saja, enak kan lagipula kalian pasti sudah kelaparan iya kan nikmati saja ok."


Ujar dari Violette sambil menatap wajah dari Daniel yang diam dan tenang, serta ekspresi datarnya itu .








Aku melihat mereka berkumpul makan dan juga menikmati semua hidangan yang ada.


Membuatku akan selalu bersyukur semoga ini adalah sebuah kenangan indah dan juga bisa terngiang, dan membekas di hatiku ini untuk selama-lamanya. Kami tertawa bersama dan menghabiskan liburan kami , dan juga kami saling mengobrol makanan apa saja yang ada di meja ini. Serta membahas warna dan juga minuman kesukaan bahkan memang benar tidak penting, dan juga tidak terlalu berbobot namun hal ini sangat membuat diriku suatu saat akan ingin kembali ke masa ini, masa dimana kami berkumpul membahas hal-hal yang kurang penting dan walaupun demikian.


Aku tetap akan menjalani hidup sesuai apa yang sudah di tuliskan Nya. Walaupun dalam hidup ini kita tak akan pernah tahu rahasia apa yang akan terjadi, dan terbuka untuk kita kedepannya. Lembaran baru apa juga yang akan kita hadapi jika kita menapak jalan itu untuk kedepannya.


Karena Aku rasa Sang Penguasa Misteri ini sebenarnya ya masih setia pada kita semua untuk memberi kita materi pelajaran di tiap jalan yang kita tapaki, dan akan membuat kita semakin tegar dan kuat.


Seperti Bumi yang kita tinggali dia sanggup untuk menopang semua makhluk hidup,mulai dari manusia, hewan, tumbuhan, semuanya ya dan juga samudra semua di topang oleh bumi


Alangkah berkah yang tak terhitung jika Bumi ini masih mau ,dan bersedia untuk memberi kontribusi yang sangat besar tentunya pada kita semua makhluk di Bumi ini.Dan aku juga sangat amat beruntung hari ini aku mendapat teman-teman yang sangat baik padaku.


"Kau melamun, apakah kau sakit?"Tanya dari Andromeda padaku.


"Tidak aku hanya senang sekali karena kita beruntung, bisa menikmati liburan ini ya kan."


Ujarku pada tuan Andromeda sambil melihat wajahnya yang bersih dan tersenyum sangat amat sumringah sekali.


"Maukah kau berjalan-jalan setelah makan?" Ujar dari tuan Andromeda lalu ia menaruh piring makanannya .


"Kita kemana?,lagipula nanti teman-teman akan mencari kita ayolah disini saja." Ujarku pada tuan muda Andromeda sambil menatap wajahnya.


"Ayolah kita jalan-jalan."Ujar dari Andromeda dia pun menarikku untuk pergi dari tempat ini


Kami berjalan-jalan di bibir pantai pink sambil melihat sunset yang indah itu. Mentari yang bewarna kemerahan yang akan masuk dan sembunyi di balik tubuh Bumi, sangat indah ternyata Sang Mentari mulai menghilang dan mengucapkan selamat tinggal.



Saat aku melihat punggung Andromeda ini ternyata ada sinar laser merah di belakang punggungnya itu, Aku pun berusaha mencari asal dan sumber dari sinar tersebut.


Ternyata ada tak jauh dari lokasi kami yang sedang berjalan-jalan.


"Kenapa Lasernya terarah di punggung Andromeda ini, aku pun bingung sekali."


Ujarku namun dalam hati dengan sangat amat penasaran sekali.


🍁🍁🍁🍁🍁


Disisi lain ternyata ada sniper yang sudah siap untuk menembakkan pistolnya ke arah punggung tuan muda Andromeda ini.


"Hallo iya, aku sudah mengarahkannya pada Andromeda atau gadis itu?" Tanya seorang sinper itu di ponselnya .


"Arahkan ke tuan Andromeda lalu, gadis itu akan secara sukarela menjadi perisainya."


Ujar dari seseorang di ponsel tersebut.


"Baiklah sesuai perintah ." Jawabnya sambil menutup ponsel tersebut.


Sniper profesional kelas dunia itu pun sudah melesatkan sebuah peluru timah itu ke arah tuan muda, dengan secepat kilat aku pun memelukknya dari belakang tubuhnya itu.


"Dooooooooor..." Suara tembakan tersebut.


Dan ternyata aku pun melihat tubuhku tidak berdarah aku juga melihat Andromeda tidak apa-apa . Aku pun terkejut kenapa kami tidak apa-apa, padahal jelas-jelas suara tembakan ini terdengar nyaring di telinga kami berdua.


"Argggghhhhhh." Ternyata erangan ini dari seseorang yang tak lain adalah Rion.


"Hei, Rion kenapa kau mau jadi perisaiku?" Ujarku pada Rion karena Rion terkena peluru timah di bagian belakang tubuhnya darah segar berbau anyir khas itu mengalir deras.


Aku pun melepas jaketku dan kubalutkan di lukannya.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Berani sekali kau menembak Tuanku." Ujar dari Pedro bayangan dari Tuan Andromeda ini.


Baku hantam pun tak terelakan terjadi antara mereka berdua. Karena Pedro sangatlah lihai dalam menakhlukkan semua musuhnya itu.


Maka dia lebih kuat dari sang sniper ini. Ya tentunya setelah baku hantam yang sangat seru itu Pedro berhasil menumbangkan sang sniper ini dan menahklukkannya.


"Berhentilah untuk membahayakan nyawa orang dan juga, nyawa Tuanku atau kau akan ku berantas habis tak tersisa bagaimana?"


Ujar dari Pedro sambil menahklukkan sang sniper kelas kakap ini.


"Ha, kau akan terkejut jika kau tahu siapa dalang sebenarnya."Ujarnya menyeringai dan tersenyum seperti iblis dan Psikopat kelas kakap, tak ada rasa penyesalan dan juga rasa bersalah di wajahnya itu.


"Baiklah aku akan membuatmu tersenyum di Neraka."Ujar dari Pedro sambil menodongkan pistol revolvel ke arah sang sniper ini.


"Ceklek" Bunyi pistol revolver Pedro.


🍁🍁🍁🍁🍁


Andromeda oleng karena dia terkena suatu penyakit Hemophobia, dan aku berfikir inilah saatnya aku harus menyembuhkan penyakit mentalnya ini. Agar dia bisa membantu Rion sahabatnya ini,bukankah jika dia bisa sembuh maka aku akan senang.


"Ayolah Andromeda kau harus kuat, dan bisa mengalahkan penyakitmu ini."Ujarku ke tuan Andromeda agar dia bisa melawan penyakit nya sendiri .


Aku memberi waktu pada Andromeda dan juga sangat amat khawatir tentunya dengan Rion, karena dia harus secepatnya di bawa ke Rumah Sakit terdekat di daerah ini.


Bersambung...