
"Baiklah apa kita perlu gladi bersih dulu hari ini?"Tanya Putih pada ketua preman itu.
"Ayo,kita lihat kemampuanmu gadis tengik!" Seru dari Preman terlihat wajahnya masam.
One ....two ....three....let's go....
Broooommm...brommm ...brommm... ngeng.... ngeng....ngeng....ngeng.....
Aku melaju kencang mengikuti area jalan, kususuri dengan sepenuh hati dan suka cita.
Badanku kubungkukkan mengikuti Bianco,
seirama dengan belokan-belokan pada lintasan.
Pada saat belok kanan kakiku pun agak kuturunkan untuk mengimbangi motor Bianco.
Agak miring kekanan dan hampir menyentuh aspalt , dan sebaliknya jika belok ke kiri maka kakiku agak turunkan untuk mengimbanginya agak miring kekiri.
Dan hampir menyentuh aspalt,berkelok-kelok melaju dengan bebas, lalu memacu adrenalin kami.
Namun saat di tengah perjalanan ternyata ada beberapa Polisi yang berpatroli,kemudian mengejar kami.
Akupun semakin melaju dan menambahkan kecepatannya karena takut tertangkap oleh Pak Polisi .
Aku dan Daniel bersembunyi di semak-semak agar tidak terlihat para polisi itu, Bianco dan motor Daniel kusembunyikan di tempat aman agar tidak kelihatan.
Pada saat mengintai di balik semak ada orang menepuk pundak kami saat ini .
Ternyata orang itu adalah Rion,dia tersenyum kepada kami.
"Apa yang kau lakukan disini? cepat pergi sana." Ujar Putih kepada Rion yang tiba-tiba muncul
"Hai gadis keren apa yang kau lakukan disini?, aku sedang membantu patroli Ayahku."Kata Rion dengan polosnya .
"Kau anak seorang polisi?,Aku kira kau anak dari bandar narkoba!" Ujar dari Putih sambil tersenyum.
"Kurang ajar anak ini,mau kuhajar kau."Kata Rion sambil menatapku penuh curiga.
"Ssssst...ssssst... hei jangan berisik."Kata Daniel sambil celingukkan.
"Tutup mulut kalian!"Kata Daniel lirih karena Daniel tak mau ketahuan.
"Apa yang kalian lakukan disini?"Tanya Rion penasaran.
"Kami sedang mencari belalang,kau mau ikut?"Kataku sambil tersenyum pada Rion.
"Sssttt....sstttt jangan bersuara."Kata Daniel lirih lagi memeperingatkan kami saat ini .
Setelah beberapa saat Polisi itu pun mengejar para berandalan dan preman tadi menuju arah berlawanan,dan pergi meninggalkan kami.
"Sialan,para Polisi itu sedang apa disini?" Putih Mengumpat namun dalam hati.
"Apa yang kalian lakukan disini hei.., banyak preman dan berandal."Rion bergumam dia mengamati aku dan Daniel .
Putih pun menelan seliva,dan berkata dalam hati."Gawat...., jika Rion tahu sialaaan?"
"Hei ayo kita pulang!"Ajakan Daniel terdengar lirih.
"Kenapa kalian mecurigakan?"Ujar dari Rion curiga kepada kami.
"Hei urus urusanmu sendiri anak Pak Polisi!"
Ujarnya kepada Rion sambil meledeknya.
"Sialaaan gadis ini!"Kata Rion mengumpat.
"Hei Daniel,Rion anak seorang Polisi jangan sampai dia tahu,kita sedang berlatih balapan ok!"Ujar Putih kepada Daniel dengan lirih.
"Iya aku tahu,apa yang harus kita lakukan lihat dia mengikuti kita?" Daniel bergumam sambil melirik Rion yang ada di belakang kami.
"Aku punya ide , kau diam disini Daniel , aku akan mengalihkan perhatian Rion ok." Ujar gadis ini kepada Daniel.
"Hei Rion kemarilah!" Memanggil Rion.
"Maukah kau membantuku kali ini saja, aku akan membayar hutang budi kepadamu suatu saat." Ujar dari Putih pada Rion.
"Iya apa yang bisa kubantu untukmu?"Kata Rion dengan polosnya mendekat kepadaku.
"Bisakah kau, sekarang juga membelikanku pembalut?" Ucap Putih pada Rion dengan memohon ekspresi memelas .
"Aku mohon bisa ya?"Memohon pada Rion dengan memelas agar di percaya.
"Baiklah,tunggu di sini aku pasti akan kembali membelikannya untukmu."Kata Rion polos.
Rion meninggalkan kami dia yang bermaksud membantuku,namun setelah dia kembali dan membawa pembalutku ketempat tadi.
Aku dan Daniel sudah pergi meninggalkannya ke tempat Paman Betrand.
Di Showroom Paman Betrand membawakan dua gelas teh hangat dan kentang goreng beserta sambalnya.
"Wah.... aku mau Paman Betrand,enak sekali." Kataku sambil melahap kentang goreng.
"Apakah kau sudah baikan sekarang, anak gadis?" Tanya Paman Betrand.
"Iya sudah Paman,tapi terkadang aku masih merasa bersalah kepada Ayahku."Kata Putih sambil menunduk.
"Aku rasa,itu bukan salahmu,Ayahmu sangat menyayangimu,bahkan saat kau berulah,dia tak pernah ingin memukulmu karena ia tahu kalau kau sangat merindukan ibumu." Ujar dari Paman Betrand dengan bijaksana.
"Lihatlah kau mirip seperti Ibumu,yang punya jiwa bebas,dan juga Ayahmu pria yang berhati hangat dan berjiwa sosial tinggi!"Kata Paman Betrand sambil menatap wajahku.
"Oh ya Paman,apa anda masih memperbaiki mobil sport lainya?"Tanya Daniel dengan antusias, karena Daniel ini penggila mobil otomotif.
"Tentu nak kau ingin melihatnya?"Kata Paman Betrand sambil mengajaknya berkeliling.
"Hemmm ...ah..."Aku pun menghela nafas dan teringat Ayahku yang sedang memperbaiki mobil dan motor sport temannya.
Akupun masuk kedalam masalalu,dan melihat bayangan ayah di showroom itu, dia sedang asyik mengerjakan bagian,bagian terkecilnya.
"Ayah,aku sangat sangat merindukanmu." Dalam hati sambil menahan perasaan rindu .
"Jika kau baik-baik saja disana,maka aku akan berusaha baik- baik saja disini." Batin Putih dalam hatinya saat ini berkecamuk .
Setelah satu jam berlalu Daniel pun kemudian mengajakku pulang.
"Paman trimakasih aku kembali pulang dulu ya, Bianco biar kubawa bersamaku."Kataku pada Paman Betrand.
"Aku mohon pamit dulu."Kata Daniel sambil berhambur dan baik motornya.
Keesokan harinya...Di Sekolah ada banyak siswa sudah berkumpul dan menuju kelas masing-masing,karena bel sudah berbunyi.
"Hei gadis keren,kemarin kau kemana?"Tanya Rion kepadaku dengan polosnya.
"Aku pergi bersama Daniel maaf ya karena perutku sangat sakit ,kami minta di jemput saudara terdekat yang ada disana." Dengan nada memelas agar Rion percaya.
"Ini pembalutmu."Kata Rion sambil merogoh tasnya dan memberikannya .
Dan aku menelan selivaku"Anak ini percaya padaku oh Tuhan."Batin berkecamuk bingung.
"Baiklah terimakasih ya!" Memasukkannya kedalam tas.
"Kakak!"Teriak seorang perempuan.
"Oh.. kau Luna bagaimana, saat latihannya kemarin?" Dengan penasaran pada Luna
"Kakak Erick membantuku,dia sangat hebat ya kak ternyata,dia juga disiplin."Kata Luna sambil tersenyum manis.
"Apa dia tidak terlalu keras kepadamu?"
Tanya Putih pada Luna.
"Tidak , dia bertanya kenapa bisa mengenal kak Putih ? aku bilang bertemu di toilet."Kata Luna dengan tersenyum riang.
"Sebisa mungkin,jangan ke toilet yang sepi karena, sangat berbahaya!"Ujarnya pada Luna sambil memandang wajahnya.
"Baik kak,kau sangat baik sekali tidak seperti para siswi katakan di club cheerleaders, aku sangat menyukai kakak."Kata Luna dan pergi kekelasnya.
Setelah sampai di kelas ini, ternyata temanku sudah rapi duduk di meja masing-masing Hari ini pelajaran Bahasa inggris ,Guru kami yang bernama Pak Agus itu menerangkan tentang verb dan kawan-kawannya.
Waktupun cepat berlalu dan ternyata sudah waktunya istirahat makan siang aku yang mau menuju ke Perpustakaan di hadang oleh Anggara.
"Hei kemarin kau kemana?"Tanya Anggara penasaran.
"Aku keluar bersama Daniel."Dengan raut wajah serius pada Anggara.
"Aneh ya kenapa kakak ipar tidak mencarimu kemarin,apa kau bertengkar denganya?"Tanya Anggara dengan sangat penasaran
"Tidak ,benarkah?" Dengan lirih .
"Aneh, padahal dia paling antusias jika sudah berhubungan dengamu, chatku juga tidak di balasnya sama sekali." Ujar dari Anggara pun mengeluh.
"Apakah kau sudah menghubunginya?aku khawatir dengan kakak iparku."Kata Anggara.
Bersambung...
Terimakasih untuk semua para reader yang masih tetap setia dengan Novel aku,dan ini adalah karya fiksi dan juga imaginer author semoga suka ya dan tidak bosan saranghae