The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 69 "Bagaikan Bumi dan Langit"



Keesokan paginya aku sudah tepat berada di gerbang Sekolahanku, dan pagi ini agak sepi karena waktu menunjukkan pukul 06.00 wib terlalu pagi untuk siswa lainya.


Aku mendengar suara seorang pria paruh baya berbicara di ponselnya.


"Baik Tuan!"Kemudian dia pun menutup ponselnya,nampaknya Dia menghampiriku.


Pria ini memakai jas hitam lengkap,serta memakai kacamata,Dia menundukkan badannya di hadapanku.


"Selamat pagi Nona!"Kata orang tersebut kepadaku.


"Iya selamat pagi,Siapa Anda aku rasa kita tidak saling mengenal!"Kataku kepadanya kemudian aku meninggalkannya.


Dia pun mengejarku,melihat dia mengejarku akupun lari masuk kedalam Sekolahan .


"Sialan...!,kenapa pagi-pagi aku sudah dikejar orang asing?"Kataku pada diriku sendiri.


"Meskipun aku berangkat terlalu pagi,ternyata aku sudah berolahraga!"Gerutuku lalu, sambil menata kembali nafasku tersengal-sengal.


Ternyata Pria tadi tidak menyerah dan sekarang berada di hadapanku.Akupun mengambil ancang-ancang jika dia akan melakukan tindakan kekerasan kepadaku.


Kulihat dia mengatur nafasnya,karena berlari mengejarku,setelah beberapa saat dia pun angkat bicara.


"Nona,mohon maaf atas kelancangan saya,


saya hanya di perintahkan oleh Tuan Smith untuk menjemput Nona?"Kata pria tersebut.


"Siapa tuan Smith?"Kataku dalam hati.


"Tuan Smith adalah Papa dari Tuan muda Andromeda!"Kata pria tersebut kepadaku.


"Oh iya,lantas apakah anda akan mengantar saya menemui Tuan Smith?"Tanyaku kepada orang itu.


"Benar ,silahkan nona, oh ya saya ini sudah meminta ijin kepada Kepala Sekolah karena nona mempunyai urusan yang sangat penting hari ini!"Kata orang tersebut kepadaku.


Aku pun mengikutinya naik ke dalam mobil,


dan mobil pun melaju menuju Sekolahan Elite tempatnya Papa Andromeda yang sekarang sedang menungguku.


Mobil pun di parkir dilantai bawah,karena aku pernah sekali masuk ke dalam ruang parkir Sekolahan ini,saat Andromeda mengajakku bermain ice skating tempo hari.


Setelah itu pria tersebut mempersilahkan aku naik kedalam Lift.Dan dia memencet tombol 5 dan setibanya Kami di lantai atas Aku pun terpanah akan semua hal yang ada di gedung ini.


Nampak kelas pembelajaran untuk siswa disini sangatlah modern,berkelas,berbeda dengan Sekolahanku.Setiap siswa disini di wajibkan membawa laptop setiap hari,laptop tersebut di sediakan dari Sekolahan.


Bagi mereka itu adalah buku yang berfungsi untuk mencatat,mengevaluasi,sebagai lembar siswa,dan menyimpan semua hasil materi yang ia dapatkan.


Lantas Akupun tahu kenapa berandal tengik ini berkata sangat pedas kepadaku,karena menilai standart,kualitas,di Sekolahanku ini sangatlah rendah dan minim sekali.Akupun sangat paham menggelengkan kepalaku.


Terlihat Gedung ini memiliki banyak kaca dan


mungkin bertujuan agar sinar matahari disini, akan langsung masuk memberikan sinar dan kehangatannya.Sehingga semua siswa lebih fokus dan kreatif dalam belajar.


Matahari adalah sumber kehidupan terbesar di muka bumi ini.Aku sedikit memahaminya kenapa Papa Andromeda memakai banyak kaca di setiap gedung Sekolahannya ini,lalu aku pun mengangguk-anggukkan kepalaku.


Tak berselang lama ada seseorang yang berlari mendekati kami


"Lucifeeer...!"Teriak pria tesebut kami pun menoleh ke arahnya,ternyata Andromeda sudah berada di samping kami dan sambil menata lagi nafasnya,dan Ia pun mulai bicara kepada kami.


"Kau boleh pergi!" Usir Andromeda kepada pria ini.


"Tapi Tuan,saya di perintah untuk membawa nona ini ke ruanganTuan Smith sekarang!"


Kata orang tersebut sambil membungkukkan badanya,ternyata orang ini bernama Lucifer.


"Aku sudah berbicara dengan Papaku,aku saja yang mengajaknya berkeliling,agar dia tidak bosan kau boleh pergi!" Tukas Andromeda kepada Lucifer.


"Baiklah saya akan undur diri."Kata Lucifer sambil membungkukkan badannya dan pergi meninggalkan Kami.


"Kenapa kau tak bicara padaku? kalau Papaku mengajakmu menjadi teman sekelasku!"Kata Andromeda sambil tersenyum,tersipu malu pipinya merona dan kulihat ekspresinya itu menandakan dia sangat bahagia.


"Karena Aku ini,tidak berminat sama sekali!"


Kataku padanya dan raut wajahnya seketika berubah menjadi masam.


"Kau ini bodoh ya,lihatlah dengan baik-baik dasar gadis lamban!" Ujar dari Andromeda kepadaku sambil memperlihatkan betapa mewah dan megah Sekolahan yang di miliki Papanya.


Aku pun di ajaknya berkeliling mengitari Sekolahan ini.


Di depan Gedung Sekolahan Elite ini nampak koridor depan membentang sekitar 100×100 meter persegi,tertata rapi berbaris-baris,buku bacaan sesuai katalognya.Dan juga memiliki akses wifi di seluruh ruangan ini.


Dengan konsep yang sangat nyaman sekali beberapa bantal duduk terhampar di karpet,di ruang baca Perpustakaan ini,mungkin ini bisa bertujuan para siswa lebih nyaman jika saat membaca buku.Dan terlihat TV LED sebesar 100 inc menempel di dinding.




Aku sedikit memahami,kenapa letak ruang Perpustakaan adalah Ruang paling terdepan di antara yang lainnya,mungkin karena Ilmu adalah hal yang paling utama dibandingkan dari hal yang lainya.


Benar-benar takjub dengan filosofi, karakter Papa Andromeda,aku heran kenapa Putra tunggalnya ini tak mewarisi pemikiran dari Papanya yang sangat luas tersebut.


Kami pun melanjutkan perjalanan,saat kami masuk kedalam Gedung utama,waah ada tangga utama berbentuk spiral melingkar meliuk-liuk seperti Seekor Naga meliukkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya di lantai atas atau kahyangan.


Aku berdiri dan mengamati membayangkan bahwa seekor naga merelakan dirinya untuk di injak-injak semua murid,


Agar semua murid yang menginjak tubuhnya mencapai tujuannya atau cita-citanya.


Bisa dikatakan bahwa itu adalah jembatan Ilmu. Benar-benar setiap sudut,sangatlah mempunyai makna filosofi untuk di ambil hikmahnya.


"Apakah Gedung ini sebelumnya tak begini?"


Tanyaku padanya sambil menundukan kepalaku.


"Benar,kenapa kau bisa tahu?" Andromeda terkejut kepadaku.


"Apakah Gedung ini,Papamu mendesainnya?"


Tanyaku kepada Andromeda sambil merasa takjub.


"Benar, dulu saat Aku SD Papaku merenovasi Gedung ,dan berkata seperti ini akan ehmm membuat Gedung ini menjadi seperti Seekor Naga Pendidikan yang akan menelurkan telur emas di setiap tahunnya!"Kata Andromeda kepadaku.


Akupun takjub dengan perkataan Papanya.


Memang sangatlah berbeda pemikiran dengan Putra tunggalnya ini.


Dan Andromeda menarik lenganku agar aku berjalan lebih cepat.Disamping tangga bawah terdapat Ruang Radio untuk siswa yang ingin belajar menjadi pembawa acara.


Setelah itu tampak ada Ruangan yang dimana tertulis"Beauty Center ".Ruang ini untuk kelas kecantikan,diperuntukkan untuk para gadis belajar sopan santun,bermake up,dan belajar berakting.


Kelas ini adalah kelas untuk para gadis bisa


mengembangkan,bagaimana cara dia bisa bersosialisasi memecahkan karakter atau memahami kepribadian para pria berkelas atas. Bangsawan, konglomerat .


Pria-pria konglomerat,agar kelak para gadis ini bisa mendapatkan suami pendamping hidupnya sesuai dengan standart kelas atas.


Akupun tersenyum menyeringai kecut, karena bahkan saat ingin mendapatkan pendamping pria kaya atau konglomerat ada kelas sendiri khususnya juga di Sekolah ini.


Akupun menggelengkan kepalaku beberapa kali.


"Hei ,kenapa Kau tersenyum?" Andromeda menatapku,dia pikir aku memikirkan dirinya saat melihat kelas tersebut,padahal yang kupikirkan saat ini adalah


"Kenapa harus berpura-pura(berakting),dan mempercantik diri sendiri kepada orang lain,


bukankah itu sangatlah membosankan ya!"


Kataku dalam hati saat ini dan menyeringai


"Lebih baik menjadi diri sendiri apa adanya,


tak perlu berakting di hadapan orang lain!"


Kataku lagi dalam hati sambil menyeringai.


Kulihat Andromeda pipinya merona,entah apa yang di pikirkanya saat ini.


Bersambung...


Harap bijaksana dalam membaca be smart and positive thinking ok ❤🤗