The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 60 "Flashback 2"



Satu minggu kemudian Ayah Putih ,menepati janjinya untuk membawanya, ke tempat arena bermain yang sangat menyenangkan sangat seru untuk anak-anak.Dan Putih seperti biasa mengajak Daniel ikut denganya.


Putih dan Ayahnya pun sangat antusias dan penuh semangat,mereka berencana pergi ke Toys Arena.Tempat ini adalah arena bermain dalam ruangan (indoor) terbesar ,berdiri di lahan seluas 400 meter persegi.


Tempat wisata yang menghadirkan banyak pilihan wahana beredukasi mulai dari balita hingga remaja. Menghabiskan waktu yang berkualitas dengan berbagai wahana tentu akan menambah daya tarik tersendiri.


Menikmati masa liburan yang seru dan menyenangkan.


Wahana yang diaantaranya adalah ninja warior , basket ball, tenis, air coaster,safari park, baby space, lego, scooter dan hingga seluncuran yang tinggi bisa di naiki orang dewasa sekalipun.


Dan juga bisa mengajak anak-anak bergerak aktif dengan wahana lompat-lompat pada trampolin, panjat dinding,dan flying fox.dan tetap aman karena tidak berbahaya sama sekali.


Tidak perlu khawatir, karena semua lantai di tempat ini, di lapisi karpet berbahan spond untuk meminimalisir efek cedera pada anak.


Jika sewaktu-waktu ada anak yang terjatuh dari arena seluncur atau bermain scooternya.


Tentunya tidak akan membuat cidera sama sekali.


Waktu menunjukkan Pukul 10.00 wib Aku pun


Ayah ,dan Daniel sekarang berada di wahana ini bersenang-senang menghabiskan waktu liburan Ayahku.


"Ayah,apakah ini tempat yang Ayah janjikan padaku?"Kata Putih kepada Ayahnya sambil melihat sekeliling arena yang luas dan indah itu .


"Wah ,keren sekali aku baru pertama kali kesini!" Kata Daniel pada Putih dan Ayahnya Putih tampak ekspresi wajahnya yang takjub dengan arena itu.


"Sebentar Ayah akan membeli tiket dulu kalian tunggu disini!" Kata Ayah Putih sambil pergi ke loket kasir,dan membeli 3 tiket untuk mereka masuk kedalam wahana tersebut.


Setelah itu Ayah putih mengajak Putih dan Daniel untuk melepaskan sepatu,tas,dan jaketnya di area loker sudah disediakan.


Karena didalam arena tidak boleh membawa makanan atau minuman,dan diwajibkan memakai kaos kaki.


Saat baru masuk kedalam arena,benar-benar di manjakan dengan fasilitas permainan anak


yang mengedukasi untuk perkembangan si buah hati.Serta wahana-wahana yang super keren.


Daniel dan Putih berlarian kesana kesini ,dan mengelilingi arena tersebut,kemudian melihat ada seluncuran yang tingginya kira-kira lima belas meter bisa untuk orang dewasa juga.


Mereka bermain seluncuran ,menaiki tangga dan berseluncur lagi, dan berulang-ulang sampai mereka bosan.


"Yuhuuu...seru tidak Daniel?" Tanya Putih kepada Daniel sambil tersenyum bahagia.


"Seruuu!" Kata Daniel sambil berseluncur.


Ayah Putih duduk di bawah sambil menunggu mereka puas bermainnya , terlihat menatap ponsel melihat-lihat berita tentang motor sport dan mobil sport.


Putih pun melihat ada Arena flying fox namun tidak di peruntukan untuk anak berumur di bawah 6 tahun.Karena mempunyai standart umur dan tinggi anak tertentu.


Untuk keamanan penggunaan fasilitas flying fox tersebut.


Daniel sedang sibuk bermain seluncuran tapi Putih berkeliling untuk mencari wahana yang seru lainya.Ternyata ia pun melihat wahana bermain basket, di samping arena seluncuran saat mau bermain basket tersebut, ternyata bertemu anak berambut merah yang pernah ia temui di depan toko es krim.


"Hei,anak berambut merah kau main dengan siapa,kenapa sendirian?" Tanya dari Putih kepadanya.


"Aku bersama temanku ,dia bernama Rion,dia sedang bermain disana!" Kata anak berambut merah tersebut pada Putih sambil menunjuk jarinya.


"Apakah kau mau main basket denganku!"


Kata anak berambut merah kepada Putih.


Mereka berdua pun bermain basket sangat seru bersama,dengan ceria dan bergembira hari itu. Dua anak kecil ini sangat akrab dan menikmati bermain bersama seperti mereka sudah sangat lama mengenal satu sama lain.


"Trimakasih plesternya ,lututku sudah tidak sakit!"Kata anak berambut merah pada Putih.


"Iya sama-sama!"Kata Putih kepada anak yang berambut merah tersebut.


Dan mereka bermain bersama ,dari wahana basket,menuju wahana trampolin setelahnya berpindah ke arena lego, tak puas hanya ke situ mereka bermain wahana tennis .


Mereka berdua sangat bahagia,terlihat senyum manis tersimpul di bibir mereka.


Daniel yang menyadari Putih tak ada pergi meninggalkanya ,dia pun mulai mencari.


"Paman ,apakah melihat Putih?" Kata Daniel kepada Ayah Putih.


"Biarkan saja ,nanti dia akan kembali kesini lagi!"Kata Ayah Putih sambil duduk dan setia menunggu Daniel, Putih bermain sepuasnya.


Namun Daniel berkeliling mencari sahabatnya


karena menghawatirkannya.


Setelah berkeliling selama dua puluh menit ia akhirnya menemukan Putih sedang bermain dengan seorang anak laki-laki yang berambut merah.Di wahana tenis itu pun mereka berdua tampak senang dan akrab.


Daniel pun melihat Putih dari kejauhan ,kalau sahabat kecilnya mempunyai teman baru. Kemudian memutuskan untuk menghampiri mereka berdua yang sedang asyik bermain tenis dan tertawa lepas,karena bola mereka banyak yang lolos. Tapi anak kecil merasa sangat asyik tak ambil pusing dengan hal itu.


"Hei,Put siapakah dia aku tak mengenalnya?"


Kata Daniel kepada Putih.


Dan saat anak berambut merah mengenalkan dirinya ia di panggil oleh temanya Rion dari kejauhan .


"Ayooo.pulang...! ,Ayahku sudah menunggu!". Teriak Rion dari kejauhan .


"Hei... aku pulang dulu!".Kata anak berambut merah sambil meninggalkan Putih dan Daniel saat itu.


Dan waktu terus berlalu,menunjukkan pukul 16.30 ,dan terdengar suara pengumuman untuk para pengunjung bersiap-siap pulang karena dalam waktu 30 menit ,akan ada cleaning dan persiapan untuk penutupan arena .


Dan Putih ,Ayah,dan Daniel pun keluar dari arena tersebut menuju loker mengambil tas,jaket dan sepatu mereka,dan bergegas pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah mereka menyantap makan malam yang sudah disiapkan Ayah Putih ,karena setelah bermain seharian tentunya mereka lelah dan kelaparan.


Setelah puas bermain dan selesai menyantap makan malam. Putih yang nampak kelelahan itu tertidur di sofa, Ayahnya menggendongnya dan memindahkan menuju kamar tidur.


Dan menyelimuti Putih agar tidak kedinginan.


Ayahnya pun duduk disamping putrinya yang sedang terlelap itu,sambil memandangi wajah kecil bidadarinya itu.


"Ayah sangat menyayangimu nak,maafkan yang tak bisa membuatmu bahagia seperti gadis kecil lainnya,saat kau menanyakan dimana Ibumu,Ayah tak kuasa menjawab


namun saat kau tidur akan menjawabnya,


ibu seperti kupu-kupu yang mati di taman itu ,sekarang ia terbang di taman,namun tak ada seorangpun yang melihatnya,seperti itu Ibumu, kau bisa bicara, dia mendengarkanmu


dan Ibumu selalu ada di sekitarmu seperti udara!" Kata Ayah Putih dalam hati sambil menangis pilu.


Bersambung...