
Suara alunan gitar yang menghiasi malam ini sangatlah menakjubkan, mewakili perasaan semua makhluk di Bumi Pertiwi ini, yaitu para penghuni dan rakyat kecil seperti kami, dan namun kami masih berbentuk menjadi para remaja.
Yang seharusnya harmonis seperti ini karena jika kami bersatu padu bercerai kita runtuh, para remaja pria dan wanita pun bersatu padu menyanyikan bait-bait lagu sangat menikmati malam indah.
Anugerah pemberian Tuhan Sang Pemilik Langit dan Bumi beserta bintang-bintang yang bertaburan.
Karena author terinsipirasi dari sila Pancasila dari Bapak Presiden Soekarno, yaitu Bapak Presiden pertama kita, karena saat mataku ini melihat gambar Burung Garuda, entahlah ya tiba-tiba ada yang terlintas di fikiranku.
"Adik kelas kali ini kita nyanyi apa daerah mana yang belum nich?"Tanya Deni pada adik kelas.
Sambil melihat wajah-wajah mereka yang polos dan sangat bersemangat.
"Sumatra Barat belum kakak."Tukas dari salah satu murid baru .
"Baiklah mari kita bernyanyi sambil terus menikmati keindahan malam yang sangat indah ok."Ujar Deni pada pada adik kelas.
Namun ternyata Andromeda mendekatiku perlahan-lahan, sambil mengambil alih gitarnya dari tangan Deni.
Dia pun tersenyum sangat manis sekali .
"Oh my God..."
"Baiklah adik kelas aku saja yang mengiringi, nyanyian lagu daerah kalian ya,tentu saja aku lebih mahir dari Putih!"Ucap Andromeda dan dengan percaya dirinya,seperti biasa gaya berandal tengil, yang sedang beraksi.
"Terereet....terreeret....terreeet..."Suara alunan melody terdengar namun hanya di telingaku saja.
KAMPUANG NAN JAUH DI MATO Sumatra Barat
🎶Kampuang nan jauh di mato
Gunuang sansai bakuliliang takana
*jokawan kawanan lamo
sangkek basuliang*
suliang Panduduknyo nan elok
Dan suko bargotong royong
Kok susah samo-samo di raso
Den takana jo kampuang🎶
JANGER BALI
🎶Jangi janger sengsengin-sengsengin
Jenger sengsengin seng seng janger
Serere nyoman ngeyorin
kelap-kelap ngalap bunga janger Bal**i🎶
MANUK DADALI Jawa Barat
🎶Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang
meber keunjang jangna bangun taya
kukuna ranggaos reujung pamatukna
ngeluk ngepak mega bari hiberna
tarik nyuruwuk 🎶
ANAK KAMBING SAYA Nusa Tenggara Timur
🎶Mana dimana anak kambing saya
Anak kambing tuan ada di pohon waru
Mana dimana jantung hati saya jantung hati
tuan ada di kampung baru🎶
Aku setelah melihat mereka sangat akrab bernyanyi malam ini, dan bersatu menyanyi lagu daerah, aku hendak pergi meninggalkan mereka yang asyik bernyanyi, di dekat api unggun yang berkobar, hangatnya menyebar sampai kedalam hati masing para siswa baru.
Aku berjalan ke belakang dan akan melihat tenda karena biasanya masih ada, para siswi perempuan yang tidak mau ikut pesta api unggun. Mereka lebih memlilih tidur-tiduran.
Namun saat aku berjalan di lapangan ada suara, orang yang minta tolong dengan keras.
"Tolooong....tolong...toloooong!" Terdengar suara Teriakkan dari seseorang yang ada di perkemahan.
Terdengar suaranya sangat keras aku rasa suara seorang gadis, aku pun langsung berlari dan mendekati tempat sumber suara tersebut
'Ada apa ini, kenapa kau berteriak?' Ujarku pada gadis ini,aku lihat dia sudah berlinang air mata, dia menangis sesenggukan sambil menunjuk area kebakaran.
Ternyata salah satu tenda siswa baru itu terbakar api, dan terlihat merah menyala.
Walaupun tenda yang terbakar namun api dari tenda itu, tak terlalu membara dengan parah .
"Huhuhu....hiks...hiks... kakak bagaimana ini?"
Ujar gadis tersebut sambil menangis merintih sangat sedih sekali.
"Aku harus gimana Kak, lihatlah tendaku ini tiba-tiba terbakar?" Sambil menangis dengan sendu terlihat sangat sedih sekali.
"Apa yang kau maksud?,"ucapku padanya dan menatap wajah sendu nya berlinang air mata.
"Lihatlah ada ponselku ,di dalamnya ada foto Ayahku dan Mamaku."Ucap dari gadis ini aku tanpa banyak tanya, aku langsung melakukan tindakan.
"Baiklah aku akan membantumu ya jangan khawatir." Menenangkan gadis itu agar tak menangis lagi.
Berlari mengambil karung ghoni kemudian membasahinya, membalutkannya pada tubuh ku dan aku pun menerobos api walaupun dia berkobar dengan merah menyala.
Aku pun masuk tenda gadis ini, namun aku tidak melihat sama sekali ada ponsel di dalamnya.
"Dasar bodoh jangan terlalu polos dan culun ya ingat hari ini kau akan mati,"ucap gadis itu namun dalam hatinya.
Sambil menyeringai dan mengeluarkan api kebencian yang membara seperti api yang membakar tenda ini.
Aku rasa gadis mempunyai maksud lain dan bersengkongkol atau menjalin aliansi dengan seseorang yang sudah mengenalku.
Bersambung...