
"Hei,kenapa kau sudah ada di sekolahanku?apakah kau tak ada pelajaran hari ini?"Kataku kepada Andromeda sambil mengamatinya.
"Aku ,tahu kalau di sini ada jam kosong, jadi aku kesini untuk bertemu denganmu!" Ujar dari Andromeda dan memakan camilannya.
"Apa tak apa-apa?,jika kau kesini membolos!"
Tanyaku padanya ,menyeruput minuman es jerukku kemudian.
"Bahkan ,jika aku menginginkan sekolahan di tutup sementara, mereka akan menurutiku!"
Ujarnya padaku, rasa percaya diri pun nampak tinggi,dan dia mengunyah semua stik kentang yang tersisa, kemudian membuang bungkus camilan di tempat sampah.
"Hah ! jika aku yang jadi mentormu ,kau akan ku hajar!, membuat contoh yang tidak benar dalam sekolahan!"Kataku kepada Andromeda sambil mengernyitkan alisku.
"Berani kau denganku!" Kata Andromeda kepadaku sambil menyeringai.
"Tentu saja,kenapa ada Sekolahan seperti itu?
aneh sekali sangat patuh, padamu berandal ." Kataku padanya dan memanyunkan bibirku setelahnya.
"Kan sudah aku bilang Sekolahan itu milik Papaku, jadi terserah aku mau datang atau pergi?" Ujar dari Andromeda dengan sinis.
"Hei,walaupun itu milik Nenekmu sekalipun
seharusnya kau mematuhi peraturan yang ada!"Kataku dengan nada lirih agar dia mau mendengarkanku .
"Hei, dengarkan baik-baik ya aku di sekolahan selalu mengerjakan tugas lebih awal daripada yang lainnya,kau tak akan percaya." Ujarnya membela diri sambil meminum semua es jeruk yang tersisa.
"Lalu jika kau sudah menyelesaikan tugasmu, apa diperbolehkan bebas membolos haaaa?".
Kataku kepadanya dan mengamati ekspresi wajahnya.
"Gadis lamban ini , kau tak tahu sistem dari pembelajaran di sekolahku lebih unggul,dari sekolahanmu ini?" Kata Andromeda kepadaku sambil mencibirkan bibirnya yang merah itu.
"Benarkah?" Sambil memperhatikan wajahnya yang terkena sinar matahari ,membuat wajah Andromeda berseri-seri.
"Dengarkan ya gadis lamban,aku ini murid dengan IQ tertinggi mungkin aku hanya perlu menghabiskan sekolah SMA hanya 2 tahun saja!" Sambil mendongakkan wajahnya yang tampan, dengan rasa percaya dirinya sangat tinggi.
"Tak mungkin, dengan bentuk dan perangai sepertimu ,kau IQ tertinggi aish tak mungkin sekali!" Ujarku padanya sambil memanyukan bibirku.
"Kau ini tidak percaya padaku, di sekolahanku tidak menerima murid ber IQ rendah, apalagi murid yang malas seperti teman-temanmu itu?" Kata Andromeda dengan angkuhnya.
"Hooo... kau ini menyebalkan !"Kataku kepada nya sambil meggelengkan kepala.
"Aku menyebalkan,memang sudah dari dulu!.. aku sudah memberitahumu, semua sistem
strata, fasilitas, guru, lingkungan, kelas, dan
standart, mutu , harga, kwalitas jauh lebih unggul dari sekolahanmu yang rendah ini!" Kata Andromeda dengan angkuhnya dan mendongakkan kepalanya.
Akupun diam tak membalas kata-katanya.Dan membenahi tali sepatuku yang lepas.Sambil mencibirkan bibirku.
"Dengarkan lagi, di sekolahku selain murid harus pandai ,semua pelajaran yang ada di kerjakan secara mandiri seperti mahasiswa,
jika ada soal sulit baru di tanyakan kepada mentor masing-masing siswa ,jadi tidak ada anak yang bisa bermalas-malasan seperti kedua temanmu itu!" Kata Andromeda sambil menyilangkan tanganya dan menoleh ke atas langit.
"Iya anak ber IQ tinggi ! ha... kepalaku pusing jika berdebat denganmu!" Kataku kepadanya sambil melihat jam di ponselku .
"Aku serius,tidak berbohong jika malam aku tidak bisa tidur maka aku akan mengerjakan tugasku secepat mungkin,dan paginya jika di sekolahanmu ada jam kosong maka aku akan mendatangimu!" Kata Andromeda sambil tersenyum bahagia kemudian memasukkan tanganya kedalam saku celananya.
"Hei berhentilah ,bertindak sesukamu jangan memanfaatkan Daniel dan Anggara,atau ku hajar kau?".Kataku kepada Andromeda karena sebal melihat tingkah laku dan perkataanya yang sangat pedas itu.
"Aku hanya memberi motifasi,agar dia sedikit menjadi pria yang berprestasi ,hanya 10 besar saja membuatku harus berfikir lama,astagaaa temanmu memang sangat pemalas!" Ujar daru Andromeda.
Mengeluh karena selama pengalamannya menjadi mentor dadakan bagi Daniel dan Anggara.
"Kalau begitu ,kenapa kau sangat berantusias mengajari mereka,tahu begitu biarkan mereka belajar dengan ber IQ rendah sepertiku saja!"
Kataku pada Andromeda dengan menatapnya tajam.
"Aku tahu ,pasti mereka itu kau manfaatkan untuk kepentinganmu dirimu sendiri,kau ingin menindas orang yang ber IQ rendah sepertiku benarkan?"Ujarku kepada Andromeda sambil menatapnya tajam, kulihat ekspresi wajahnya agak bingung menandakan kalau perkataanku benar.
"Sudahlah ,aku lelah berdebat,apa kau tidak pulang sekolah?,aku akan mengantarmu?"
Kata Andromeda kepadaku dengan ekspresi memelas dan nada rendah ,supaya aku tak marah lagi.
"Aku sebal sekali denganmu,kau pulang saja sendiri hari ini aku mau pulang dengan Daniel saja !" Kataku kepada Andromeda sambil menatapnya .
"Apakah kau merajuk padaku?" Tanya dari Andromeda sambil mendekatiku, memelas.
"Hemmm ,pulanglah manusia ber IQ tinggi !"
Kataku kepadanya agar dia cepat pergi dari hadapanku.
Namun dia tetap duduk di sampingku seperti keety kucingku itu yang sedang menungguku untuk di ajak bermain,kulihat ekspresi wajah nya berubah drastis.
"Hei,pulang sana jangan berada disekolahan anak yang ber IQ rendah sepertiku!,aku muak bersamamu." Kataku kepada Andromeda sambil pergi meninggalkannya,dan kulihat ekspresi wajahnya sama seperti kucing peliharaanku saat aku kecil dulu.
Dia terlihat diam tapi menungguku untuk berbalik.
Akupun pergi kembali ke lapangan basket menghampiri teman-temanku.Kemudian Daniel pun menghampiriku dan duduk di sebelahku.
"Kau tidak pulang bersama Andromeda?"
Tanya dari Daniel kepadaku sambil melihat ekspresi wajahku yak kesal.
"Kau bertengkar denganya?" Tanya Daniel kepadaku lagi.
"Ckk,hari ini kita pulang bersama ,aku tidak mau pulang dengan manusia menyebalkan sepertinya!" Kataku kepada Daniel sambil menyeringai.
"Kau ini ...baiklah "Kata Daniel kepadaku sambil menggelengkan kepalanya.
Anggara pun yang sedang bercakap-cakap dengan beberapa gadis seperti biasanya,
kemudian menghampiriku.
"Mana kakak iparku?, aku tak melihatnya?"
Kata Anggara kepadaku sambil melihat sekeliling lapangan basket.
"Hei,dengar berhentilah menjadi mata-mata manusia menyebalkan itu ,jika tidak ku hajar kau!" Kataku kepada Anggara agar berhenti memberi informasi kepada Andromeda setiap harinya.
"Jangan bilang kau bertengkar dengan kakak ipar ya kan?" Tanya Anggara kepadaku sambil duduk di sebelahku.
"Dengarkan,sebenarnya dalam seminggu ini kakak ipar itu selalu mengajari kami dengan penuh semangat,agar kami memanfaatkan waktu yang ada menjadi bermanfaat!" Ujar Anggara sambil menatap langit yang biru.
"Jika bukan karena kakak ipar ,aku pasti sudah tidak bisa mengerjakan soal ujian tahun ini!" Kata Anggara kepadaku dengan lirih.
"Benarkan Daniel !,dia benar-benar berusaha keras,mengubah cara pandang kami dengan sedikit menggertak ,tapi setelah mengerjakan soal ujian ,ternyata kami sadar dengan segala tindakanya kepada kami membuahkan hasil!"
Kata Anggara kepadaku ,terlihat ekspresi wajahnya serius.
"Benar yang di katakan Anggara itu, aku juga mulai memahami soal-soal ujian yang kami kerjakan minggu kemarin!"Daniel memberikan coklat kepadaku.
"Apakah ini coklat pemberian dari para gadis seperti biasanya?" Tanyaku kepada Daniel sambil menerima coklat darinya.
Daniel mengangguk dan mengambil tasnya dan berlari ke toilet pria ,mungkin karena mau membersihkan badannya.
"Aku ke kamar mandi dulu !" Kata Anggara sambil meninggalkanku dan menuju kamar mandi seperti Daniel.
Akupun melamun ,mengingat perdebatan yang terjadi dengan Andromeda tadi.
"Anak itu aku menyebalkan!"Kataku dan diam sambil menunggu Anggara dan Daniel keluar kamar mandi.
Bersambung...