
Karena beberapa minggu yang lalu, kakak kelas kami yaitu kelas 3 SMA Negeri sudah melakukan Ujian Nasional dengan Sistem Evaluasi Standart Pendidikan.
Dilakukan secara berkala, menyeluruh, dan transparan dan sistematik untuk menilai pencapaian standart Nasional Pendidikan dan membenahi mutu pendidikan.
Penentuan standart di harapkan mendorong nilai mutu Pendidikan,dan mengatur standart ujian kelulusan setiap mata pelajaran sesuai dengan tuntutan kompetensi setiap siswa.
Tidak jauh beda dengan kami saat ini namun bukan untuk menentukan kelulusan seperti kakak kelas kami,tapi untuk menentukan nilai naik ke kelas berikutnya,dengan kurun waktu kurang lebih dari 2 minggu.
Kami pun sudah ada di dalam kelas saat ini.
Suasana kelas terasa hening dan tidak ada satupun siswa yang berani bersuara,bahkan burung atau serangga yang berterbangan mengeluarkan suara juga ikut diam sejenak menghormati kami,untuk melaksankan ujian akhir semester tahun ini.
Waktu terasa cepat berlalu,dan ternyata bel telah berbunyi tanda untuk mengumpulkan hasil lembar jawaban ke depan meja guru. Setelah itu kami boleh keluar kelas dan pulang.
Karena dalam satu hari kami hanya akan mengerjakan satu mata pelajaran saja,agar siswa bisa lebih intensife dalam mengerjakan lembar jawaban ujian akhir semester.
Akhirnya para siswa pun sudah berhamburan menuju gerbang sekolah, karena lega sudah selesai mengerjakan satu mata pelajaran ujian tahunan kami.
Aku , Daniel, Anggara, Rion, dan Persi saat ini ada di depan gerbang sekolah karena senang bisa pulang pagi. Waktu menunjukan pukul 09.30. wib.
"Hei...Putih hari ini kami berencana mau ke tokomu bersama-sama, karena kakak ipar menyuruhku untuk membantumu setiap hari dan kakak ipar akan membantu kami dalam ujian akhir semester tahun ini!"Kata Anggara kepadaku sambil memakan permen karetnya dan tersenyum bahagia.
"Terserah kau , tapi jangan mengganggu kegiatanku di toko,paham!"Kataku kepada Anggara.
"Aku,pulang saja hari ini aku tidak ikut karena ada urusan penting!"Kata Rion sambil pergi meninggalkan kami.
"Aku ikut saja,lagi pula aku ingin tahu pacar baru putih,apa sepintar itu, bisa membimbing kalian para berandal yang tak pernah belajar sekalipun!"Kata Persi penasaran dan sambil memegang pergelangan tanganku.
Beberapa saat mobil Andromeda sudah tepat berada di depan gerbang sekolahanku.
"Hei,masuklah aku akan mengantar pulang, dan aku akan menjadi guru les mereka ,agar cepat naik kelas!"Kata Andromeda dengan tersenyum dan menoleh ke arah Daniel dan Anggara.
"Hei Put, aku ikut pergi ,boleh tidak?"Kata Persi kepadaku.
"Tentu saja boleh kau,bersama Anggara saja dia membawa mobilnya!"Kataku kepada Persi.
Daniel pun ikut serta namun dia membawa motor sportnya,kami berlima pergi menuju rumah Bibiku.
Aku, Daniel,Andromeda,Anggara,dan Persi.
Sesampainya disana Bibiku heran karena,
tumben bisa berkumpul semua di rumah Bibiku sepagi itu.
"Wah, apa kalian haus?, kenapa sepagi ini sudah pulang dan sudah berkumpul di sini?"
Tanya Bibi sambil menuju kulkas,mengambil minuman dingin untuk kami.
"Hari ini ada ujian akhir semester Bi!,kami mau belajar di toko sambil membantu Putih!"
Kata Daniel kepada Bibiku.
"Bagus sekali,Sekolah yang pintar ya!"Kata Bibiku sambil memberikan jus jeruk kepada mereka.
Setelah aku berganti pakaian,kami menuju ke toko Bibiku yang ada di sebrang jalan,tidak jauh dari rumah bibiku itu. Hanya beberapa menit saja sudah sampai.
Daniel , juga Persi belajar kelompok dengan duduk melingkar beralaskan tikar.
Mereka juga membawa camilan, minuman bersoda, agar tidak mengantuk.
"Hei,kenalkan aku ya, teman Putih namaku Persi!"Kata Persi memperkenalkan dirinya kepada Andromeda sambil mengamatinya.
"Salam kenal namaku Andromeda!"Kata Andromeda dengan tegas kepada Persi.
Akupun mengamati mereka yang belajar kelompok dari pintu gudang, mengambil beberapa barang untuk di isi di rak yang kosong.
"Kakak ipar apakah kau,tidak melaksanakan ujian akhir semester?"Kata Anggara kepada Andromeda dengan amat penasaran dan mendekatinya.
"Kalau aku,tidak ada ujian sama sekali hanya beberapa bulan sekali ada evaluasi dan tatap muka dengan masing-masing mentor!"Kata Andromeda menjawab dengan seksama.
"Waw,keren sekali Sekolahanmu,aku dengar murid disana,pandai-pandai ,mereka banyak yang belajar secara mandiri seperti anak kuliahan?"Tanya Daniel kepada Andromeda dengan penasaran.
"Tentu saja, Sekolahanku memang bertaraf internasional,jadi kami menyesuaikan dengan keadaanya!"Kata Andromeda dengan bangga dan tersenyum penuh percaya diri sangat tinggi.
Daniel,Anggara,Persi,mendengarkan dengan antusias, Andromeda pun saat ini menjelma menjadi dosen kelas kakap.
Kulihat Andromeda seperti dosen kelas kakap sedang mengajari para siswanya
Dia mendengarkan , serta menerangkan amat teliti dengan sejelas-jelasnya.
"Wah,kakak iparku,kau ini benar-benar keren, sudah pandai,cermat,kaya,maskulin,dan juga berdedikasi!"Kata Anggara pun menjilat agar kepala Andromeda semakin besar,mendapat pujian darinya.
"Hei,Put kurang apa kakak iparku ini? ,lihat betapa beruntungnya ,jangan sampai lepas ingat!,mana ada pria yang seperti ini, limited edition you know!" Ujar dari Anggara sambil memegangi lengan Andromeda.
"Terserah kau, dasar aku mau menata barang lanjutkan saja,belajarmu itu jangan berisik!"
Kataku kepada Anggara sambil meninggalkan mereka.
Persi dan Daniel tersenyum melihatku beradu mulut dengan Anggara.
Andromeda tersipu malu,dan pipinya merona mendengar kalimat Anggara agar Putih tidak melepaskannya.
"Ayo kita mulai,soal mana yang menurutmu kurang memahaminya?"Tanya Andromeda kepada Daniel,Anggara,dan Persi.
Aku sudah ada di depan toko sambil menata barang , kulihat rak-rak banyak yang kosong barangnya, membersihkan area toko,dengan menyapu lantainya,kemudian mengepelnya.
Selang beberapa saat aku membersihkan area frezeer es krim,karena mengembun mungkin karena dingin,dan uap airnya tidak bisa keluar kaca.Mengendap semalaman.
Setelah frezeer es krim sudah bersih,akupun mengambil sapu korek untuk membersihkan area depan atau teras toko.
Saat membersihkan teras toko, mengamati jalan raya, yang biasanya ramai ini berubah menjadi sepi. Apakah yang membuat hal ini jarang terjadi.
Jalanan sepi tidak ada sepeda motor atau pun mobil, sejenak jalanan ini bersih tak ada yang lewat sekalipun, hanya suara desiran angin yang berhembus di telingaku .
Nampak kepulan beberap awan hitam sudah menggumpal, dan kulihat terlihat mendung tapi juga tidak, ada beberapa butiran pasir dan debu masuk kedalam mataku, aku pun menggosok-gosok beberapa kali, dan gatal terasa.
Ternyata gumpalan awan itu membawa angin atau udara yang akan lewat, seperti angin itu akan membawa hal yang buruk, aku mengira akan ada hujan badai atau mungkin, hujannya tak akan berhenti semalaman, kalau di lihat dari gumpalan yang hitam mengepul seperti bulu domba.
Bersambung....