
"Aish... apakah itu sepatu Raja Fir'aun yang ingin sekali kau mengoleksinya?"Ujar Mutiara menebak isi fikiranku saat ini dan takut aku akan memarahinya.
Dan Persi hanya bengong tak mengerti sama sekali, apa yang di bicarakan Mutiara dan Aku
"Tentu saja gadis soleha, mana sepatu Fir'aun nya, kan kau sudah berjanji mau memberikan padaku apakah kau lupa?" Tanyaku kepada Mutiara dengan nada sangat marah sekali atau nada tinggi ,dari nada dasar B".Tinggi hanya penyanyi sopran aja yang bisa.
Sebenarnya aku menggoda Mutiara namun dia malah, seirus menanggapinya, eh maaf serius maksud eike.
"Ayolah, mana ada sepatu raja Fir'aun Put, kau minta lainya saja, kau ini selalu mempersulit diriku, aku tahu kau meledekku kan ,kalau aku bukanlah wanita soleha sebenarnya?" Suara lembut dan lirih Mutiara bagiku ini suaranya mirip, lantunan ayat suci karena dia memang sangat soleha, tak pernah marah dan juga selalu mengajariku agar bersikap lemah lembut dan penyayang kepada siapapun.
"Hai, aku hanya bercanda kawan , aku hanya akan meminta oleh-oleh keselamatanmu dan kita bisa berkumpul sehat dan harmonis." Ujarku pada pada Mutiara, dia terharu yang mendengar harapanku untuk mendoakan agar tetap sehat, dan selamat.
"Hiks...hiks...hiks..."Dia pun menangis dan memelukku erat, karena dia sangat amat menyayangiku seperti adiknya sendiri, dan Persi pun melihatku di peluk Mutiara dia pun menangis juga, Astaga mereka ini seperti anak kecil yang suka sekali menangis.
Aku sangat terharu karena sahabatku ini mau memelukku dengan erat, dan menangisi aku yang tak berarti ini , walaupun aku saat ini amat sangat ingin meneteskan air mata, tapi aku menahannya sekuat tenaga agar aku tak menangis, dan tetap kuat agar bisa memberi kekuatan pada dua gadis sahabatku ini.
"Terimakasih teman, walaupun semua sudah tega dan menghinatiku, banyak yang pergi."
Ucapku dalam hatiku kecilku yang sangat sakit, sedih serta sangat bahagia.
"Hanya kalian , dua bidadari yang selalu setia dan tetap berada di pihakku, seperti tangan kanan dan kiriku,"Ucapku dengan amat lirih dan sangat amat lirih sekali di dalam lubuk hatiku yang paling paling terdalam ini, juga tersenyum melihat mereka yang sudah mau berteman denganku, dan setia sampai saat ini juga.
"Ayolah kawan, ini bukanlah melodrama ini hanya adalah kisah persahabatan, yang akan aku ingat sampai kapanpun." Kataku kepada mereka agar kuat dan tidak menangis lagi.
Persi menangis tambah kencang, dan Mutiara sudah tenang, juga diam. Aku yang melihat para sahabatku ini semakin tahu bahwa nilai persahabatan kami, tidak bisa di tukar dan di gantikan apapun, waktu , bahkan materi atau uang sekalipun, mereka seperti harta karun di Dunia nyata dan bahkan sampai akhirat pun aku akan menganggap mereka adalah para sahabatku.
Akhirnya beberapa menit kemudian Persi dan Mutiara diam, banyak para pengunjung yang di Mall ini melihat kami, dan aku rasa mereka menganggap persahabatan kami ini bodoh , dan menangisi hal yang tidak penting
Padahal sejatinya manusia tak akan paham persahabatan sejati ini akan terpupuk, dan terjalin selama-lamanya bila kita saling bisa menjalin silahturahmi antara angka -1 0 dan angka 1, bisa di bilang angka dasar ya dari angka Matematika, mereka beriringan saling menjalankan fungsinya, hanya saja kita yang salah memanfaatkannya saja.
Dan seharusnya bukankah kami masih ada di zona masing-masing tak saling berebut , ia juga paham kalau berebut apa kata Dunia.
Kan mereka hanyalah angka, kenapa berebut posisi, padahal mereka sudah punya wilayah dan posisi masing-masing dan bisa juga di bilang punya nilai, batas area mereka sudah ada lah ya, Sang Pemilik Langit dan Bintang- Bintangnya, hanya akan memberi itu rata dan tak mebeda-bedakan sama sekali dan untuk apa kita berebut satu sama lainya, iya bukan.
Ini hanyalah perbuatan sia-sia, seharusnya kita ya bersahabat, adalah simbol perdamaian yang akan selalu di junjung tinggi, oleh semua makhluk hidup di muka bumi ini.
"Ayolah kita lanjutkan saja makanya dan juga mengobrol, apa saja yang ingin kita obrolkan."
Ucapku pada mereka berdua agar tidak lagi bersedih dan menangis.
"Kau tahu, Aku membeli Bungeoppang pasti kau suka."Ucap Persi padaku dan tersenyum sambil mengusap pipinya penuh air mata.
Kue ini aslinya bernama Taiyaki pada tahun 1930 Jepang memperkenalkan di Negara Korea Selatan, dan berubah nama menjadi Bungeoppang.
Itulah sedikit makanan kuliner dari Negara Korea Selatan ya, aku harap suatu saat nanti Kuliner Negara Indonesia kita ini ,bisa saling bertukar . Seperti Jepang dan Korea ini .
"Ehmmm enak sekali teman."Aku menggigit kue ini, namun ada perasaan yang tak bisa aku diskripsikan pada kalian semua para readerku, ingat inilah yang di maksud dari berkah dari nilai persahabatan kami ini untuk selama-lamanya.
"Hemm, benar enak kau pandai Persi,"ucap dari Mutiara sambil tersenyum pada Persi dengan mata yang sembab, karena dia baru saja menangis tersedu-sedu.
Karena mereka sudah selesai berakting di melodrama aku harap habis ini, kami akan Happy dan menikmati waktu senggang kami.
Aku pun membeli beberapa eskrim dengan rasa coklat, rasa green tea matcha, dan juga rasa buah yang asam dan manis serta kaya vitamin c ini yaitu strwaberry, mereka yaitu es krim bukankah mewakili rasa dari tiap-tiap karakter kami, yang ada rasa asam, manis, agak pahit, namun mereka juga mempunyai manfaat pada setiap keadaan ok para reader paham.
Kami bertiga makan es krim agar mood kami kembali bagus, karena aku maunya ada cerita bahagia ,bukan sad atau juga melo, aku juga sangat suka perdamaian ,dan keharmonisan.
Bahkan mungkin authorku saat ini sejalan dengan perasaanku, dan fikiranku saat ini.
"Semoga semua, umat makhluk Bumi ini bisa saling paham, dan menjalin silahturahmi dan juga paham akan keberkahannya." Saranghae.
"Aku sudah pernah merasakan semuanya dalam hidup ini, bahkan kepahitan sekali pun dalam hidup ini yang paling pahit menurutku ialah berharap kepada makhluk yang bernama manusia."
~Sayyidina Ali bin Abi Thalib~
"Tidak ada manusia yang sedang baik-baik saja di dunia ini semuanya sedang berjuang dengan ujian mereka masing-masing."
~Anonym~
Kata Mutiara dia atas tersebut tidak untuk bermaksud menyudutkan pihak lain, namun bisa di ambil sisi positifnya, yaitu kita bisa menjadi pribadi yang amanah atau dapat di percaya .🙏
Sekali lagi mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan dan kesamaan nama tokoh setting, dan juga alur cerita semua ini hanya karya imaginasi dan fiksi dari author sendiri
Bersambung....