
Sore ini Andromeda mengajakku berkencan,
dia menyuruhku untuk mengenakan gaun,
agar aku nampak lebih elegan,dan anggun.
Namun aku menolaknya karena jika aku mengenakan gaun itu, maka kebebasanku dalam bergerak amatlah minim sekali ,
bisa di katakan aku kurang nyamanlah.
Karena aku sudah terbiasa memakai celana jeans panjang ,aku juga sangat amat jarang sekali memakai gaun atau rok , hanya saat bersekolah saja aku memakainya,menurutku akan sangat repot sekali jika dalam keadaan genting, hal itu akan sangat menghambat gerak-gerikku.
Kami sore ini berencana untuk menonton film di bioskop,Andromeda menyarankanku untuk melihat film dengan genre romantis dengan judul film tersebut adalah"Midnight in *****".
Karena aku sangat menyukai hal tentang novel.
Film ini bercerita tentang seorang penulis naskah Hollywood yang sedang berlibur ke Paris.Dengan kekasihnya inez (Rachel Mc Adams)dan berusaha untuk menghasilkan novel pertamanya.Gil sangat mengidolakan Paris dengan berbagai keindahan dan sejarah kebudayaannya.Hingga ia bertemu dengan Adriana seorang kekasih gelap seniman besar Piccaso.
Andromeda sudah menyiapkan semuanya dengan membooking bioskop tersebut.
Semua sheat,atau kursi dia booking agar tidak ada seorang pun yang mengganggu kami,namun ternyata Andromeda mengajak Daniel dan Violette juga.
Kami pun sore ini sudah bersiap-siap untuk berangkat ke gedung bioskop,dan menyusul Violette serta Daniel yang sudah duluan hadir ke dalam gedung bioskop, karena kami ingin berencana berkencan bersama, kemudian malamnya akan makan Candle light dinner.
Di sebuah restaurant yang sudah di siapkan oleh Andromeda.
Kami masih dalam perjalanan saat ini,terlihat banyak mobil,truck dan sepeda motor antri panjang akan melewati jalan raya ini,padahal akses jalan menuju bioskop hanya bisa di lewati dengan menyusuri jalan raya ini.
Andromeda membuka kaca pintu mobilnya dan bertanya kepada salah satu pengendara.
"Pak ada apa ini?kenapa macet sekali?" Tanya Andromeda kepada orang tersebut.
"Ada kecelakaan mas,kalau mas terburu-buru putar balik saja ,masih lama karena ada mobil tronton terbalik, dan menghalangi jalan raya menunggu evakuasi dari pemadam kebakaran dan polisi".Jawab salah satu pengendara itu.
"Trimakasih Pak"Ucapan terimakasih dari Andromeda ke salah satu pengendara itu.
"Sama-sama."Jawabnya.
Namun Andromeda memutar kemudinya mencari jalan lain,untuk melewati rumah penduduk pemukiman,yang sekiranya bisa membuat kami tepat waktu untuk sampai ke gedung bioskop.
Dalam perjalan ternyata Andromeda melewati sebuah kebun apel, dan melewati kebun jeruk dan masuk kedalam hutan yang agak sepi.
Dan kulihat sedikit menyeramkan tempat ini.
Bulu romaku seketika agak merinding melihat pemandangan itu. Dan dalam perjalanan pun mobil ferarri sport merah Andromeda mogok di tengah jalan.
"Sialaaaan!"Andromeda pun mengumpat.
"Kenapa sangat sial hari ini?"Kata Andromeda sambil menyeringai.
Aku yang melihatnya marah memberikan air mineral kepadanya,dan menyuruhnya untuk tetap bersabar.
"Sudah sabar dulu,minum ini dan tarik nafas agar meredakan emosimu itu"Kataku kepada Andromeda.
Dia pun meminum air mineral dengan sekali teguk.Dan melihat wajahku yang tak marah sama sekali walaupun mobilnya mogok di tengah jalan.
"Apa benar kau tidak apa-apa?"Tanyanya padaku.
"Tidak masalah,aku sudah terbiasa dengan semua hal yang terjadi tiba-tiba ,yang tidak sesuai dengan harapan atau ekspektasi kita" Jawabku kepada Andromeda agar kami bisa meredakan sedikit kemarahannya.
"Bagaimana ini?"Kata Andromeda, sambil merogoh saku celananya, dan ternyata dia melupakan kalau ponselnya ia taruh di atas kamar tidurnya ,karena sangking girangnya bisa mengajakku berkencan.
"Damn it"Andromeda mengumpat lagi.
"Kenapa kau dari tadi mengumpat apa yang terjadi?"Kataku kepada Andromeda sambil melihat ekspresi wajah kesal saat ini.
"Ponselku tertinggal di kamar tidurku,karena aku sangat senang sudah bisa mengajakmu berkencan,ternyata malah terjebak di hutan seperti ini,apa yang harus kita lakukan?"Tanya Andromeda kepadaku.
"Tidak apa-apa tenang aku akan mengambil ponsel milikku."Jawabku kepada Andromeda sambil merogoh saku celanaku dan ternyata tidak ada.
Akupun merogoh tasku,dan mengingat-ingat dimana aku meletakkan ponselku itu, ternyata kedua ponselku aku taruh di meja kamar,dan lupa memasukkanya kedalam saku celana atau tasku.
"Maafkan aku ya ,aku juga melupakannya"
Kataku kepada Andromeda dengan lirih takut dia memarahiku.
"...it's complicated!"Kata Andromeda.
"Bagaimana kalau aku keluar dan melihat mobilmu,mungkin ada sesuatu dengan mesinya"Kataku kepada Andromeda sambil membuka pintu mobil dan keluar.
Ku lihat tampak tempat ini sangat ganjil dan sedikit menyeramkan juga,namun karena ada Andromeda yang menemaniku aku sedikit tenang dan tidak takut.
Akupun membuka penutup mobil depannya.
Aku mengamati mesin depan mobil sport ini , ternyata ada masalah di bagian karburatornya sehingga mobilnya mogok.
Aku melepas selang yang terhubung dengan karburator dan membersihkannya juga serta membenahinya , dan memasukkan kembali kedalam mobil ,setelah itu kututup kembali penutup mobilnya.Dan selesai juga tanganku pun kotor.
"Cobalah,starter mobilnya."Kataku kepada Andromeda sambil tersenyum.
"Kau ,ini bisa membenahi mobil sport juga kenapa kau ini mirip dengan seorang pria?
aku saja yang pria tidak pernah terfikir untuk mempelajarinya."Kata dari Andromeda kepadaku.
Akupun masuk kedalam mobil Andromeda sambil membersihkan tanganku dengan tisu basah.Ternyata setelah di starter menyala mobil sport Andromeda ,dia pun tersenyum bangga kepadaku.
"Kau ini,semakin membuatku mengagumimu" Kata Andromeda padaku sambil tersenyum.
"Aku sudah terbiasa hidup mandiri,jadi sebisa mungkin harus mempelajari hal-hal sepele" Kataku kepada Andromeda yang saat ini memandangiku penuh perasaan.
Namun dalam perjalanan tak berselang lama mobil Andromeda mogok lagi.
"Astaga kenapa lagi ini."Kata Andromeda terlihat panik.
"Hah... mungkin karburatornya sedang ada masalah,kita menunggu orang lewat saja" Kataku pada Andromeda,agar bisa meminta bantuan kepada orang tersebut.
Kami pun akhirnya menunggu bantuan orang lewat , karena tidak membawa ponsel,dan mobil kami juga mogok,sangat apes hari ini.
Jangankan nonton film romantis bahkan Candle light dinner itu pun gagal total.
namun berbeda dengan Violette dan Daniel, mereka adalah pasangan yang sangat amat beruntung sekali hari ini.
Mereka saat ini sedang menikmati kencan romantis yang disiapkan Andromeda,dengan persiapan yang sangat matang.
Terlihat mereka sangat menikmati film yang sedang diputar.
"Wah...wah... aku pusing."Andromeda sudah mengeluh .
"Sudah tidak apa-apa aku tidak masalah, dan ini makanlah aku membawa roti dan biskuit".
Kataku pada Andromeda sambil memberikan roti dan biskuit kepadanya.
"Iya aku memakannya."Jawab Andromeda padaku sambil memakan roti, dia pun saat ini tertawa.
"Hahahaha....Lihatlah gadis ini aku bingung dan juga cemas kau hanya tenang seperti tidak ada apa-apa."Kata dari Andromeda padaku.
"Ayolah,kegagalan sudah biasa."Kataku pada Andromeda sambil memakan biskuit.
"Masih banyak hal yang lebih menyedihkan."
Ujarku padanya.
"Apa contohnya?"Dia bertanya kepadaku.
"Kehilangan seseorang yang penting dalam hidup kita secara tiba-tiba"Jawabku kepada Andromeda.
"Kau mengingat Ayahmu?"Tanya Andromeda kepadaku dan dia mendekatiku lalu mencium keningku.
"Wah kau ini ckkk... jangan sembarangan mencium orang dasar buaya darat ."Kataku kepadanya.
"Aku buaya darat?,aku menolak semua gadis di Sekolahan Elite hanya untuk memilihmu gadis lamban."Kata Andromeda kepadaku.
"Kau kira aku bodoh,dengan gombalan yang mahir tak mungkin kau hanya aku yang kau pilih"Kataku kepadanya sambil tersenyum.
"Pasti dimana-mana kau menyembunyikan beberapa gadis yang seksi."Kataku kepada Andromeda sambil menyeringai.
"Kau tidak mempercayaiku,terserah kau"Kata Andromeda sambil memakan rotinya.
Dan kami pun berharap ada bantuan tiba hari ini.Karena kencan yang sangat romantis kami gagal di gantikan oleh pasangan Daniel dan Violette saat ini.
Bersambung....