The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 37 "Be Prepare"



Setelah sepulang Sekolah,Aku dan Daniel pun keluar duduk mengobrol di taman.


Letaknya tak jauh dari Rumahku.Semilir angin yang menerpa helaian rambutku,daun-daun yang tertiup angin seperti sangat menikmati perjalanan bebasnya, udaranya juga sangat segar saat ini.


Karena kami duduk di bawah pohon yang rindang sambil minum cola dingin.


"Apa,yang ingin kau bicarakan kepadaku saat in ini bicaralah sekarang?"Tanya dari Daniel kepadaku.


"Begini kau tahu kenapa aku, mengendarai Bianco lagi?"Kataku kepada Daniel sambil agak melamun.


"Kenapa?"Tanya Daniel kepadaku dengan menatap wajahku.


"Bibiku punya hutang pada rentenir,beberapa hari yang lalu mereka itu datang ke rumahku untuk menagihnya?"Ujarku pada Daniel dan sambil menundukkan kepalaku.


"Apa!Bibimu berhutang pada rentenir,lantas berapa hutang bibimu?"Kata Daniel sambil melihat dengan tatapan penuh iba kepadaku.


"Sangat banyak, dia berhutang Rp.200,.jt namun bunganya Rp.300,.jt dan totalnya menjadi Rp.500,.jt."Ujarku kepada Daniel sambil tertunduk lemas.


"Kenapa tidak masuk di akal?,bunganya lebih banyak dari hutangnya."Kata Daniel sambil tersenyum heran dan menyeringai.


"Aku pikir saat ini, aku baru tahu Ayahku itu sangat bekerja keras untuk memenuhi semua keinginanku, aku hanya menyia-nyiakannya saja, sampai akhirnya hilang dengan sekejap seperti udara."Kataku kepada Daniel sambil sedikit melamun.


"Sudahlah,sekarang apa rencanamu?, kamu mau bertaruh Bianco, untuk mendapatkan uang itu?"Tanya dari Daniel padaku dengan terkejut.


"Hei dengar, jika kau mempertaruhkan hal yang besar maka resikonya juga besar,dan kau harus siap untuk kehilangan dan juga mendapatkan yang lebih,paham!"Kata Daniel kepadaku sambil meyakinkan kepadaku agar aku benar-benar tahu resikonya.


"Aku sudah paham Daniel,kita harus berlatih lagi bersama Bianco!"Kata Putih kepada Daniel.


"Aku punya uang tapi tak sebanyak itu,kau mau memakainya dulu,mungkin sekitar Rp.***,.jt."Kata Daniel menawarkan bantuan kepadaku.


"Tidak,aku tidak mau merepotkanmu."Kataku kepada Daniel.


"Di ATM juga tinggal sedikit saja , Sialan!"


Ujar Putih dia pun mengumpat.


"Bianco kau gadaikan saja, membayarnya berkala ,aku punya kenalan, bagaimana?"


Daniel menawarkan bantuannya


"Aku tidak suka dengan hal-hal seperti itu!"


Kataku kepada Daniel.


"Lantas bagaimana,kapan jatuh tenggatnya apa sebentar lagi?"Tanya Daniel kepadaku.


"Tinggal beberapa hari saja."Kataku kepada Daniel sambil memanyunkan bibirku.


"Oh,iya apa kau bilang saja dengan pacarmu itu kulihat dia sangat kaya raya, bahkan rela mobil kuningnya di berikan Anggara, dia itu merelakan hanya untuk membantumu di toko Bibimu!"Kata Daniel sambil tersenyum.


"Aku tak mau,aku hanya akan mencari solusi sendiri,ingat aku mempercayaimu jadi jangan kau menghianatiku paham!."Kataku kepada Daniel dengan tegas.


"Iya aku,berjanji!"Kata Daniel kepadaku sambil menatap wajahku.


"Jangan menceritakan ini kepada siapapun, terlebih lagi Andromeda dan Anggara,paham!"


Kataku kepada Daniel.


"Iya aku paham."Kata Daniel tersenyum manis kepadaku.


"Kau harus punya Plan B dan plan C biar kita mempunyai rencana cadangan lainnya, jika kau gagal dalam balapan?" Daniel berekspresi sangat serius kepadaku .


"Oooh ya jangan sampai terluka, aku sedikit khawatir, bisa saja geng motor membuat ulah kecurangan dalam balapan itu"Kata Daniel kepadaku lagi sambil menatapku.


"Kau khawatir padaku , bukankah itu lebih baik,kau tahu apa harapanku!"Gumamku pada Daniel dan tersenyum.


"Hei,dengar jangan bercanda ya sangat tidak lucu tahu!"Ucap Daniel lirih dengan penuh perasaan.


Kamipun menikmati udara segar sambil minum cola dingin,dan bercanda saat itu.


Namun tiba-tiba, orang menepuk pundakku dari belakang.


"Hei, apakah ini urusan sangat penting yang harus kau selesaikan sendiri?" Andromeda sudah ada di samping kami.


"Buak...buak!"Suara pukulan Andromeda pada Daniel.


Tidak itu saja dia menendang Daniel dengan beberapa kali. "Buakkk...buak"


Akupun melerai mereka berdua agar tidak baku hantam,namun Andromeda semakin marah dan memukuli Daniel seenaknya tanpa mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.


Akhirnya aku pun menarik lengan kanan tuan muda Andromeda ini, dengan sekuat tenaga kebelakang punggungnya, kukunci setelah itu ku tendang dengan sekuat tenaga.


"Buuuukk.."dia pun jatuh tersungkur.


"Kau lebih membela dia, daripada aku hei!"


Kata Andromeda pada Putih terlihat sangat marah dan terlihat penuh emosi.


"Kenapa kau menghajar Daniel apa salah dia?"Tanyaku kepada Andromeda dengan perasaan sedih.


"Tidakkah kau mengerti alasannya?,aku kan sudah bilang padamu jangan pergi bersama pria lain paham!"Kata Andromeda dengan tatapan yang penuh amarah,sangat murka.


"Hei,hemmm ahhhh..."Akupun menarik nafas.


"Dengarkanlah aku ,sudah sangat bersabar denganmu, akupun menuruti keinginanmu,


berikan aku waktu,tolong hargailah privasiku!"


Kataku pada Andromeda sambil menunduk.


Namun kata-kataku di salah artikan olehnya karena yang kumaksud adalah memberi aku lsedikit kebebasan,namun ia mengartikan bahwa aku bermain-main dengan para lelaki sesuka hatiku.


"Dengarlah, aku kira kau seorang gadis yang sangat polos, dan ternyata aku salah dan itu hanyalah tipuan!"Kata Andromeda nampak dia kecewa kepadaku dan juga terlihat sangat murka.


Mendengar kata-kata itu , Daniel pun tidak terima dengan kata-kata Andromeda lalu ia menghampirinya menghajar Andromeda.


"Buakk...buakk"


"Apa kau bilang dia gadis murahan?"Tanya Daniel penuh amarah karena bagi Daniel Putih adalah sahabat serta adik perempuannya.


"Lihatlah dirimu,aku muak dan juga kau tidak terima dengan perkataanku!" Dengan sangat murka dan nafsu membunuh kepada Daniel.


"Beraninya dasar,kau hanya pria yang baru saja mengenal dia,beraninya kau berkata demikian!" Kata Daniel dan melayangkan tinjunya kepada Andromeda.


"Buak...buak.."


Selama berteman dengan Daniel aku tidak pernah sekalipun melihat dia semarah ini.


Aku tak begitu memperdulikan apa yang di katakan orang,namun berbeda denganya,ia marah karena Andromeda merendahkanku.


Dan aksi pukul-memukul pun tidak bisa di hindari.


Daniel di tindih oleh Andromeda dan dipukuli sampai babak belur,Andromeda baik-baik saja karena dia lebih kuat dari Daniel.


Saat Andromeda melayangkan tinjunya untuk yang terahir kali akupun memegang tanganya sekuat tenaga.


"Lepaskan....lepaskaaaan...!"Andromeda pun berteriak kepadaku dan berdiri menatapku dengan penuh amarah .


"Sialaan...!,apa kau tahu,kau tak pernah mau memberiku kabar?walaupun kau menerimaku menjadi pacarmu,dan juga apa pernah sekali pun bertanya bagaimana keadaanku?"Ucap Andromeda kepadaku dengan kecewa penuh amarah,dan marah besar.


"Hei,aku kira kau melakukan hal penting apa? ternyata kau berduaan dengan pria ini!"Kata Andromeda dengan nada sangat tinggi namun menundukkan kepalanya tak melihat wajahku.


"Hu...Terserah kau pergi saja dari hadapanku!"


Kataku kepada Andromeda sambil menunduk karena tidak tahu lagi harus berbuat apa.


"Baiklah aku akan pergi,ternyata kau lebih memilih dia daripada aku!"Kata Andromeda padaku, pergi meninggalkan kami membawa mobil sport merahnya dengan penuh amarah.


Daniel yang melihat aku bertengkar dengan Andromeda,sedikit terkejut.Karena ia merasa bersalah dan membuat kami berselisih paham.


Bersambung...


Ini hanya karya fiksi imaginasi author di harap bijaksana dalam mengambil sisi positif dari bacaan ok. Salam hangat para reader semua.