The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 97 "Mengumpulkan Pundi-Pundi Amal"



Hari ini pastinya adalah hari pertama MOS .


Untuk para siswa atau murid baru , Aku memimpin langsung jalannya kegiatan ini.


Karena Erick naik ke kelas 3 seharusnya dia sudah bisa lepas tangan dari tugasnya,namun karena dia masih menghawatirkanku, maka dia masih mengawasi para siswa baru sambil mendampingiku.


Tahun ini semakin banyak siswa baru yang masuk di Sekolahan kami, aku kira mencapai sekitar 300 siswa.Mereka sangat antusias karena hari ini para anggota OSIS memberi tugas yaitu membawa koran dan buku bekas.


Yang nantinya akan di kumpulkan kepemandu OSIS di setiap regu. Kemudian mereka semua akan melaporkannya kepadaku.


"Hei gadis lamban kenapa semua para murid baru ini menjadi pemulung?" Andromeda bertanya sangat penasaran kepadaku.


"Lihatlah mereka itu membawa koran bekas,


untuk apa?"Andromeda sambil mengikutiku dari belakang.


"Kau menyingkirlah dulu,aku mau memberi arahan kepada mereka." Kataku kepada Andromeda agar tidak ikut campur dengan kegiatanku.


"Baiklah."Jawab Andromeda sambil pergi meninggalkanku memanyunkan mulutnya.


Para siswa baru itu sedang berbaris rapi di depan lapangan Sekolah di pagi hari ini.Aku berada di depan untuk memimpin jalannya kegiatan.


Mereka di bagi menjadi beberapa kelompok, karena itu bisa memudahkan untuk absensi dan mengawasi secara sistematis,dan para pemandu regu akan membantu dan setia mendampingi MOS sampai selesai.


Beberapa jam kemudian,jam menunjukkan pukul 10.00 wib,waktunya aku mendapat laporan dari setiap anggota OSIS yang menjadi pemandu regu.


"Lapor kepada Ketua OSIS,hari ini kita sudah menyelesaikan semua tugas yang sudah di agendakan, semua buku dan koran bekas sudah tertata rapi di gudang."Kata salah satu dari anggota OSIS yang bernama Deni.


"Baiklah laporan di terima,dan kau bagikan konsumsi dan makanan untuk semua siswa baru,aku mau menyelesaikan tugasku."Kataku pada Deni.


"Siap,akan kami laksanakan."Kata Deni sambil pergi meninggalkanku.


Aku pun mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.


"Hallo iya pak kau boleh kemari membawa truck,barangnya sudah terkumpul semua aku harap anda bisa secepatnya mengambilnya." Kataku kepada seseorang di ponselku.


Selang 30 menit mobil truck masuk di dalam gerbang Sekolahan kami,Andromeda sangat bingung melihatnya,kenapa ada truck besar masuk kedalam gerbang.Dan ia pun berlari menghampiriku.


"Kenapa ada truck besar kemari?"Tanya Andromeda penasaran kepadaku.


"Sudah menyingkirlah jangan menggangguku dulu, aku sedang sibuk".Kataku kepadanya.


Dia pun pergi meninggalkanku sambil memanyunkan mulutnya lagi.


Kemudian pengemudi truck menghampiriku.


"Wah... kau anak yang hebat bisa memikirkan ide ini,barangnya dimana?"Tanya supir itu yang bernama Bapak Sony kepadaku.


"Ada di belakang gudang Pak,silahkan ikuti saya."Kataku pada Pak Sony menunjukkan gudang.


Satu jam kemudian berlalu,Pak Sony dan teman-temanya sudah memasukkan semua buku dan koran bekasnya,dan memberiku sebuah amplop berisi uang, yang nantinya akan di jadikan untuk sumbangan kepada anak yatim piatu di salah satu panti asuhan.


"Terimakasih Pak."Kataku kepada Pak Sony.


"Sama-sama anak hebat,aku pergi dulu."Kata Pak Sony sambil berpamitan kepadaku.


"Oew kau menjual semua koran dan buku bekas untuk apa?"Tanya dari Andromeda kepadaku dengan sangat penasaran.


"Kau ini selalu mengganggu,nanti kau akan tahu."Kataku kepada Andromeda sambil meninggalkannya dan menuju lapangan.


Setelah aku sampai di lapangan Deni menghampiriku.


"Lapor Ketua OSIS,bagaimana selanjutnya." Tanya Deni kepadaku.


"Apakah mereka sudah sarapan?, biarkan mereka beristirahat."Ujarku kepada Deni.


"Kumpulkan mereka di lapangan suruh baris yang rapi aku beri waktu 10 menit." Ujarku lagi kepada Deni.


"Siap."Jawab Deni sambil meninggalkanku.


Waktu menunjukkan pukul 12.00 wib, dan matahari saat ini berada tepat di atas kepala.


Namun aku masih tetap semangat memberikan arahan.


"Selamat siang para siswa baru."Sapaku kepada mereka.


"Selamat siang."Jawab semua murid baru.


"Hari ini, akan menyampaikan sesuatu."


Kataku kepada siswa baru.


"Terimakasih karena sudah melakukan semua tugasnya dengan baik, pasti di antara kalian bertanya-tanya kenapa aku menyuruh kalian membawa koran dan buku bekas , ada yang tahu?"Tanyaku kepada mereka,namun mereka semua diam tak ada yang menjawab.


"Baiklah kalau tidak ada yang menjawab


karena dari tiap koran, buku bekas yang kalian bawa menjadi amal kalian masing-masing,


karena amplop di tangan saya ini adalah hasil dari kerja keras kalian."Kataku kepada adik kelas yang berada di lapangan saat ini.


"Jadi semua koran dan buku bekas tadi di jual hasilnya akan di sumbangkan kepada panti asuhan untuk ,adik-adik kita yang kurang beruntung."Kataku lagi kepada murid baru.


"Satu lagi siang ini juga kalian akan pergi ke panti asuhan untuk berkunjung langsung agar kita bisa tahu keadaan mereka sekian dan terimakasih."Kataku kepada adik kelas yang berbaris rapi di lapangan Sekolah.


Suara riuh tepuk tangan dari mereka semua terdengar seperti alunan melody di telingaku.


Prok...prok...prok...


Akupun pergi meninggalkan mereka dan mengubungi seseorang.


"Hallo Pak,iya hari ini saya dan semua murid baru akan kesana mungkin sekitar setengah jam lagi kami sampai."Kataku lagi kepada seseorang di ponselku dan setelah itu aku menutup ponselku.


Dan aku menghubungi Daniel.


"Hallo Daniel,bisakah kau membawa semua mie instant yang ada di gudang rumahku,dan bawa ke panti asuhan yang biasanya."Kataku kepada Daniel dan menutup ponselnya.


Andromeda kemudian menghampiriku dan mengangkat suaranya.


"Oh mau di sumbangkan ya,bolehkah aku menjadi donatur untuk panti asuhan yang akan kau kunjungi ,bagaimana?" Tanya Andromeda kepadaku sambil tersenyum.


"Boleh, nanti kau itu bisa bilang sendiri ke pengurusnya,aku melanjutkan kegiatanku


dulu bersabarlah."Kataku kepada Andromeda.


Dan siang ini juga kami pergi ke panti asuhan dekat sekolahan kami,jadi kami berangkat bersama-sama dengan jalan kaki.


Semua murid baru tampak tertib berjalan di tepi bibir jalan.


Beberapa menit kemudian kami pun sudah sampai di depan pintu gerbang panti asuhan tersebut.Kami sudah di sambut oleh semua para pengurus panti asuhan dengan sangat hangat.


"Terimakasih Put sudah mengajak mereka berkunjung ke tempat ini,kami bersyukur karena masih ada orang yang peduli dengan anak yatim piatu di sini."Kata Pak Salim yang pengurus panti asuhan ini kepadaku.


"Sama-sama pak,saya hanya menjalankan tugas saja,semua ini adalah hasil kerja keras semua dari murid baru yang datang hari ini." Kataku kepada Pak Salim.


Kami semua yang hadir disini memang,tak membawa bongkahan emas ataupu intan


berlian namun kami hari ini pastinya yaitu membawa ketulusan hati kami yang teramat dalam,dari masing-masing murid yang hadir hari ini. Semua yang hadir tampak sangat semangat dan antusias.


Bersambung...