
"Lagipula kalau kita sekarang main Timezone nanggunglah ya, mending nanti kalau sudah liburan." Ujarku melihat wajahnya nampak dari samping.
"Dan, aku memang pemalas dan tak suka ikut kegiatan, karena aku tak mempunyai teman." Ujarnya sambil menunduk lemas dan sedih.
"Aku fikir kau bukan tak punya teman, tapi kau tak mudah berbaur saja."Jawabku kepadanya memanyunkan bibirku.
"Kau itu meledekku, aku tidak berbohong." Ujarnya padaku lagi menekankan kata-kata nya agar aku percaya.
"Makanya, kalau berteman dengan mereka kau jangan berkata kasar , mereka tak akan mau." Ujarku lagi padanya dan melihat wajah Andromeda yang begitu tampan maksimal .
"Kata kasar , aku ini bukan berkata kasar aku hanya berbicara fakta."Jawabnya blak-blakan.
"Aku tahu kau itu jujur namun kata-katamu itu membuat orang sakit hati,dan kau pasti akan tahu suatu saat nanti." Kataku padanya lalu menunduk.
"Maksudmu, kalau kita berbicara walau bukan fakta itu baik untuk orang lain."Ujarnya sangat penasaran menatap lekat kedua bola mataku.
"Ya begitu, terkadanga walau kita berbohong untuk kebaikan, berbicara fakta juga belum tentu kita baik di mata orang." Ujarku padanya
"Apa yang kau maksud itu?, aku pusing dan tak tahu." Jawabnya dengan entengnya lalu memalingkan mukanya.
"Ya maksudku, berkata pada orang lain tidak terlalu kasar, agar menjaga perasaannya." Jawabku lagi kepadanya agar dia paham akan maksud perkataanku.
"Baiklah aku berusaha kau, puas." Jawabnya sambil menyeringai, lalu menekuk wajahnya yang tampan.
🍁🍁🍁🍁🍁
Flasback
Persi, Mutiara, dan Putih sedang bermain saat mereka kecil, terlihat mereka sedang bermain bekel. Persi dan Mutiara kecil ini dua gadis yang feminim menyukai mainan perempuan.
Berbeda dengan gadis kecil bernama Putih dia itu menyukai permainan anak laki-laki sedari kecil. Dan sekarang ia pun bermain dengan teman-temanya.
Namun berbeda Putih yang sedang bermain dengan para anak pria bermain petak umpet.
"Hei, dimana Putih kenapa tidak ketemu nich kita harus cari dimana lagi?" Tanya salah satu anak kecil yang sedari tadi, mencarinya dan tak kunjung menemukkan walau dia sudah berkeliling kampung.
"Tapi ini sudah sore langitnya mulai petang, apa yang harus kita lakukan?"Tanya seorang anak pria lain menimpali lagi dengan raut wajah yang sebal .
"Sudahlah tenang, kalian pulang saja kami akan mencarinya." Ujar dari Mutiara kepada salah satu anak pria yang mencari Putih.
"Hahahah." Tawa Persi terbahak-terbahak .
"Kenapa kau terbahak-bahak,apakah lucu?" Tanya dari Mutiara penasaran pada Persi.
"Kau, mau menebak dimana dia?" Ujar dari Persi sambil menyeringai dan menarik salah satu sudut bibirnya.
"Dia, pastilah sedang bersembunyi di pohon buah belimbing iya kan, sambil memakan dan tak akan turun sampai para lelaki kewalahan." Ujar dari Mutiara dengan tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya.
Beberapa menit kemudian dia pun sudah ada di bawah pohon belimbing, tak terlalu tinggi dan tak terlalu pendek. Menjulang menaungi beberapa makhluk kecil dan beberapa hewan seperti serangga, yang bersembunyi di pohon ini.
Buah belimbing yang berada di sebuah kebun milik seorang petani, di kampung kami, bebas di ambil suka-suka sang pemilik ini memang sangat dermawan. Buahnya ini sampai jatuh- jatuh tak ada yang memungut. Maka dari itu banyak para warga mengambilnya sebelum jatuh dan membusuk.
Buahnya itu sangatlah banyak bergerombol.
Rasanya itu juga manis sekali apabila sudah matang, terlihat kuning keemasan, dan segar.
Buah belimbing besar-besar dan manis sekali, pohon ini adalah pohon kesukaan Putih dan kedua temannya itu.
Karena mereka terkadang mereka yang tidak mempunyai uang jajan lebih memilih mencari buah segar ini disini secara gratis.
Setiap hari buahnya di kunjungi banyak orang, terkadang juga ada ibu-ibu membuat rujak manis di bawah pohon ini.
Karena rindang hawanya sejuk, maka banyak para anak kecil suka sekali berteduh di bawah pohon belimbing ini.
Tak itu saja walaupun buahnya sudah di ambil setiap hari oleh semua orang, tetapi anehnya buahnya tidak pernah habis, selalu ada dan terus ada. Jadi jika sampai tidak ada orang yang mengunjunginya maka buah belimbing ini jatuh berserakan sayang sekali.
"Hei, turunlah kami menunggu di bawah."Ujar Persi kepada temannya nangkring di pohon belimbing.
"Aish, kalian tahu aku disini?" Tanyaku dan tersenyum, mereka mengetahui tempat dari persembuyianku.
"Tentu saja ayo kita kembali, kau selalu saja petak umpet tapi tak mau kalah." Ledek dari Mutiara dan bergumam bibirny di manyunkan
"Aku hanya haus mencari buah segar."Ujarku dan turun meloncat dari pohon belimbing itu.
"Dasar gadis ini, kau itu memang tak tahu aturan." Persi membentakku dan tersenyum.
"Iya ayo kita pulang , apakah mereka sudah kewalahan?" Tanyaku pada Persi tersenyum setelahnya.
Mutiara hanya bisa tersenyum sangat tipis menggelengkan kepalanya, lalu ia menarik nafasnya dalam-dalam. Dia selalu mencoba bersabar dengan sekuat tenaganya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Kembali ke sekolah Putih.
Andromeda yang melihatnya tersenyum dan agak melamun itu, menepuk pundaknya.
"Kau, mengingat apa kenapa diam lalu kau tersenyum?" Tanyanya penasaran beberapa kali menggerakkan kelopak matanya.
"Aku hanya teringat waktu kecil dulu, main bersama temanku." Ujarku padanya lalu aku mengambil minuman air putih menenggaknya
"Glegek...gelegek...gelegek."
"Oew, kau ini, ckk aku lihat banyak siswa baru berkumpul kau tak ikut?" Tanya Andromeda
"Iya habis ini aku sangat lelah dan mau duduk sejenak saja disini, kau tak bosan?" Tanyaku lagi kepadanya dan melihat wajahnya yang sumringah.
"Aku, sebenarnya bosan lebih baik jalan-jalan dan bersenang-senang."Ujarnya dengan kesal
"Kau ini,selalu hanya bilang bosan bersenang senang." Ujarku dan menggelengkan kepala.
"Harus bagaimana?, memang sangat bosan sekali lebih baik cari angin, menikmatinya." Jawabnya dan tersenyum setelahnya tak itu saja dia mulai menyilangkan kedua tangan kekarnya, dan melihat langit yang tampak cerah.
"Bukankah ini sangat menyenangkan, kau saja yang tak menikmatinya." Ujarku .
"Dasaar kau ini, ayolah ceritakan kenapa kau tadi diam terus tersenyum aku ingin tahu?" Rengeknya dengan penasaran ,mengguncang - guncangkan badanku beberapa kali.
"Apakah kau sangat ingin tahu sekali?" Tanyaku padanya dan tersenyum tipis.
"Tentu saja ayolah aku mau mendengarnya?" Rengeknya lagi memelas.
"Rahasia...hihihi..."
"Tak akan kuberitahu lagipula aku sedang tak mau bercerita." Ujarku dan tersenyum kecil
"Dasaaarr...gadis ini..." Mencibirkan bibirnya.
Bersambung...